<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terminal New Priok Tembus 1 Juta Kontainer</title><description>New Priok Container Terminal 1 (NPCT1) mencatatkan akumulasi arus keluar masuk (throughput) peti kemas/kontainer hingga satu juta TEUs.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/13/320/1871951/terminal-new-priok-tembus-1-juta-kontainer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/13/320/1871951/terminal-new-priok-tembus-1-juta-kontainer"/><item><title>Terminal New Priok Tembus 1 Juta Kontainer</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/13/320/1871951/terminal-new-priok-tembus-1-juta-kontainer</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/13/320/1871951/terminal-new-priok-tembus-1-juta-kontainer</guid><pubDate>Selasa 13 Maret 2018 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/13/320/1871951/terminal-new-priok-tembus-1-juta-kontainer-ufPRODGA7V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/13/320/1871951/terminal-new-priok-tembus-1-juta-kontainer-ufPRODGA7V.jpg</image><title>Foto: Koran Sindo</title></images><description>JAKARTA - New Priok Container Terminal 1 (NPCT1) mencatatkan akumulasi arus keluar masuk (throughput) peti kemas/kontainer hingga satu juta TEUs.&amp;nbsp;
Jumlah tersebut didapat dalam waktu satu setengah tahun sejak dimulainya operasional terminal secara komersial pada Agustus 2016.Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo), Saptono R Irianto mengatakan, capaian satu juta TEUs di NPCT1 tidak lepas dari level of service yang diberikan pengelola sehingga dari sisi kecepatan angkut juga bisa dicapai dengan baik.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Kecepatan ini bisa kita capai dengan baik karena kita memiliki fasilitas dan peralatan yang memadai sehingga berapa pun besar kapal yang sandar sudah bisa kita layani,&amp;rdquo; ujar dia seusai merayakan pencapaian satu juta TEUs kontainer di NPCT1 di Jakarta.
Baca Juga: Pelabuhan Tanjung Priok Pakai Sistem Inaportnet agar Tak Tertinggal
Saptono menyebutkan, rata-rata produktivitas NPCT1 dalam satu jam sudah bisa mengangkut kontainer hingga mendekati angka 30 kontainer. Layanan tersebut dinilai cepat karena ditunjang dengan fasilitas dan peralatan memadai.
&amp;ldquo;Ke depan akan kami tingkatkan lagi menjadi satu setengah juta TEUs dengan catatan produktivitas yang ada melalui level of service tetap dipertahankan,&amp;rdquo; ungkap dia.&amp;nbsp;  Selain fasilitas dan peralatan yang memadai, pencapaian satu juta TEUs kontainer juga di dukung dari sisi infrastruktur, sistem informasi, dermaga, la pangan dan gate, serta sinkro nisasi proses pelayanan antara ter minal dengan instansi-instansi pemerintah lain, seperti Bea Cukai, Imigrasi, dan ka rantina maupun para pelaku usaha logistik dan pemilik barang.
Baca Juga: Siasat Menhub Tekan Biaya Logistik di Pelabuhan Tanjung Priok
&amp;ldquo;Capaian luar biasa ini juga bisa tercapai berkat dukungan kolaborasi yang intensif dan profesional antara para stakeholder dengan Pelindo II. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja sama dan dukungannya kepada NPCT1 selama ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Sebagai bagian dari pengembangan New Priok, NPCT1 merupakan terminal   peti ke mas pertama dalam pembangunan fase 1 New Priok yang terdiri dari   tiga terminal peti ke mas dan dua terminal produk.Pembangunan fase 2  Terminal New Priok akan dilaksanakan setelah pengoperasian fase 1 New  Priok. Total akan ada tujuh terminal peti kemas dan dua terminal produk  dengan area pendukung mencapai 411 hektare.  &amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami targetkan bisa selesai dalam waktu dua tahun ke depan untuk  NCPT2 maupun NCPT3 yang bisa kami bangun bersamaan,&amp;rdquo; katanya. Di tempat  sama, Direktur NPCT1 Supardjo mengungkapkan, saat ini NPCT1 juga telah  mampu memberikan pelayanan operasional secara terus menerus tanpa henti  selama lebih dari dua juta jam kerja.&amp;nbsp;
Baca Juga: Tanjung Priok Jadi Pelabuhan Internasional, Dirut Pelindo II : Kami Tidak Bersaing dengan Singapura  &amp;ldquo;Kami juga ingin  menyampaikan bahwa saat ini kami telah mampu beroperasi secara terus  menerus atau selama lebih dari dua juta jam kerja tanpa kehilangan jam  kerja akibat cedera,&amp;rdquo; katanya. Dia menambahkan, pihaknya akan terus  berupaya meningkatkan jumlah arus masuk dan keluar barang secara  berkesinambungan dengan cara memperbaiki kualitas pelayanan penanganan  peti kemas. &amp;ldquo;Upaya ini dalam mendukung peran Pelabuhan Tanjung Priok  sebagai pintu gerbang terminal peti kemas sehingga memberikan kontribusi  terhadap perkembangan perdagangan internasional dan di dalam negeri  khususnya,&amp;rdquo; kata dia.&amp;nbsp;  (Ichsan Amin)</description><content:encoded>JAKARTA - New Priok Container Terminal 1 (NPCT1) mencatatkan akumulasi arus keluar masuk (throughput) peti kemas/kontainer hingga satu juta TEUs.&amp;nbsp;
Jumlah tersebut didapat dalam waktu satu setengah tahun sejak dimulainya operasional terminal secara komersial pada Agustus 2016.Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo), Saptono R Irianto mengatakan, capaian satu juta TEUs di NPCT1 tidak lepas dari level of service yang diberikan pengelola sehingga dari sisi kecepatan angkut juga bisa dicapai dengan baik.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Kecepatan ini bisa kita capai dengan baik karena kita memiliki fasilitas dan peralatan yang memadai sehingga berapa pun besar kapal yang sandar sudah bisa kita layani,&amp;rdquo; ujar dia seusai merayakan pencapaian satu juta TEUs kontainer di NPCT1 di Jakarta.
Baca Juga: Pelabuhan Tanjung Priok Pakai Sistem Inaportnet agar Tak Tertinggal
Saptono menyebutkan, rata-rata produktivitas NPCT1 dalam satu jam sudah bisa mengangkut kontainer hingga mendekati angka 30 kontainer. Layanan tersebut dinilai cepat karena ditunjang dengan fasilitas dan peralatan memadai.
&amp;ldquo;Ke depan akan kami tingkatkan lagi menjadi satu setengah juta TEUs dengan catatan produktivitas yang ada melalui level of service tetap dipertahankan,&amp;rdquo; ungkap dia.&amp;nbsp;  Selain fasilitas dan peralatan yang memadai, pencapaian satu juta TEUs kontainer juga di dukung dari sisi infrastruktur, sistem informasi, dermaga, la pangan dan gate, serta sinkro nisasi proses pelayanan antara ter minal dengan instansi-instansi pemerintah lain, seperti Bea Cukai, Imigrasi, dan ka rantina maupun para pelaku usaha logistik dan pemilik barang.
Baca Juga: Siasat Menhub Tekan Biaya Logistik di Pelabuhan Tanjung Priok
&amp;ldquo;Capaian luar biasa ini juga bisa tercapai berkat dukungan kolaborasi yang intensif dan profesional antara para stakeholder dengan Pelindo II. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja sama dan dukungannya kepada NPCT1 selama ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Sebagai bagian dari pengembangan New Priok, NPCT1 merupakan terminal   peti ke mas pertama dalam pembangunan fase 1 New Priok yang terdiri dari   tiga terminal peti ke mas dan dua terminal produk.Pembangunan fase 2  Terminal New Priok akan dilaksanakan setelah pengoperasian fase 1 New  Priok. Total akan ada tujuh terminal peti kemas dan dua terminal produk  dengan area pendukung mencapai 411 hektare.  &amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami targetkan bisa selesai dalam waktu dua tahun ke depan untuk  NCPT2 maupun NCPT3 yang bisa kami bangun bersamaan,&amp;rdquo; katanya. Di tempat  sama, Direktur NPCT1 Supardjo mengungkapkan, saat ini NPCT1 juga telah  mampu memberikan pelayanan operasional secara terus menerus tanpa henti  selama lebih dari dua juta jam kerja.&amp;nbsp;
Baca Juga: Tanjung Priok Jadi Pelabuhan Internasional, Dirut Pelindo II : Kami Tidak Bersaing dengan Singapura  &amp;ldquo;Kami juga ingin  menyampaikan bahwa saat ini kami telah mampu beroperasi secara terus  menerus atau selama lebih dari dua juta jam kerja tanpa kehilangan jam  kerja akibat cedera,&amp;rdquo; katanya. Dia menambahkan, pihaknya akan terus  berupaya meningkatkan jumlah arus masuk dan keluar barang secara  berkesinambungan dengan cara memperbaiki kualitas pelayanan penanganan  peti kemas. &amp;ldquo;Upaya ini dalam mendukung peran Pelabuhan Tanjung Priok  sebagai pintu gerbang terminal peti kemas sehingga memberikan kontribusi  terhadap perkembangan perdagangan internasional dan di dalam negeri  khususnya,&amp;rdquo; kata dia.&amp;nbsp;  (Ichsan Amin)</content:encoded></item></channel></rss>
