<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: Data E-Commerce Belum Lengkap</title><description>Kelengkapan data masih terus dikomunikasikan antara BPS dengan 20 pelaku e-commerce yang telah menyampaikan data kepada BPS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/16/320/1873699/bps-data-e-commerce-belum-lengkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/16/320/1873699/bps-data-e-commerce-belum-lengkap"/><item><title>BPS: Data E-Commerce Belum Lengkap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/16/320/1873699/bps-data-e-commerce-belum-lengkap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/16/320/1873699/bps-data-e-commerce-belum-lengkap</guid><pubDate>Jum'at 16 Maret 2018 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/16/320/1873699/bps-data-e-commerce-belum-lengkap-N9m6MCYlPO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/16/320/1873699/bps-data-e-commerce-belum-lengkap-N9m6MCYlPO.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) masih belum puas dengan data yang telah disampaikan &amp;nbsp;oleh pelaku perdagangan online atau e-commerce. Kelengkapan data masih terus dikomunikasikan antara BPS dengan 20 pelaku e-commerce yang telah menyampaikan data kepada BPS.   &quot;Kita sedang terus berkomunikasi dengan teman-teman CEO dari 20 pelaku e-commerce. Sudah banyak yang memasukan tapi kita masih perlu berkomunikasi lagi,&quot; tutur Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Baca Juga: Berkat E-Commerce, Pertumbuhan Jasa Pengiriman Stabil 30% Tiap Tahun
 Dia mengatakan, banyak data yang telah dikirim oleh para pelaku e-commerce kepada BPS. Akan tetapi, masih ditemukan data yang perlu dilengkapi terutama soal produk.   &quot;Mungkin karena ini pertama kali, mereka butuh waktu melihat kuesionernya kan agak rigid kita inginnya per komoditas dan sebagainya.&amp;nbsp; Saya pikir lebih kesulitan ke sana,&quot; tuturnya.  Menurutnya, para pelaku e-commerce sangat koperatif dengan BPS. Oleh karena itu, ke depan data e-commerce ini bisa segera diselesaikan.  &quot;Untuk waktu saya gak ada target karena ini pertama kali. Mudah-mudahan bisa selesai tahun ini. Mereka kan anak-anak muda ya, anak muda harus kita gandenglah,&quot; tuturnya.

Baca Juga: Dalam Setahun, Masyarakat Bisa Belanja Online 50 Kali
&amp;nbsp;  Sebelumnya, Ketua Divisi Edukasi Ritel Asosiasi E-commerce Muhammad Rosihan mengatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan proses pendataan semua marketplace di Maret ini. Artinya, mulai Maret, BPS sudah bisa melakukan survei untuk data transaksi e-commerce.  &quot;Masih berjalan. Dalam bulan ini diharapkan sudah terkumpul (data) setelah itu berjalan sisanya. Febuari ini diharapkan sudah ada. Jadi data diharapkan sudah dapat Maret atau April,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) masih belum puas dengan data yang telah disampaikan &amp;nbsp;oleh pelaku perdagangan online atau e-commerce. Kelengkapan data masih terus dikomunikasikan antara BPS dengan 20 pelaku e-commerce yang telah menyampaikan data kepada BPS.   &quot;Kita sedang terus berkomunikasi dengan teman-teman CEO dari 20 pelaku e-commerce. Sudah banyak yang memasukan tapi kita masih perlu berkomunikasi lagi,&quot; tutur Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Baca Juga: Berkat E-Commerce, Pertumbuhan Jasa Pengiriman Stabil 30% Tiap Tahun
 Dia mengatakan, banyak data yang telah dikirim oleh para pelaku e-commerce kepada BPS. Akan tetapi, masih ditemukan data yang perlu dilengkapi terutama soal produk.   &quot;Mungkin karena ini pertama kali, mereka butuh waktu melihat kuesionernya kan agak rigid kita inginnya per komoditas dan sebagainya.&amp;nbsp; Saya pikir lebih kesulitan ke sana,&quot; tuturnya.  Menurutnya, para pelaku e-commerce sangat koperatif dengan BPS. Oleh karena itu, ke depan data e-commerce ini bisa segera diselesaikan.  &quot;Untuk waktu saya gak ada target karena ini pertama kali. Mudah-mudahan bisa selesai tahun ini. Mereka kan anak-anak muda ya, anak muda harus kita gandenglah,&quot; tuturnya.

Baca Juga: Dalam Setahun, Masyarakat Bisa Belanja Online 50 Kali
&amp;nbsp;  Sebelumnya, Ketua Divisi Edukasi Ritel Asosiasi E-commerce Muhammad Rosihan mengatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan proses pendataan semua marketplace di Maret ini. Artinya, mulai Maret, BPS sudah bisa melakukan survei untuk data transaksi e-commerce.  &quot;Masih berjalan. Dalam bulan ini diharapkan sudah terkumpul (data) setelah itu berjalan sisanya. Febuari ini diharapkan sudah ada. Jadi data diharapkan sudah dapat Maret atau April,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
