<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Catat Rupiah Melemah 1,65% Sepanjang Februari   </title><description>Pada Februari 2018, secara rata-rata harian Rupiah melemah sebesar 1,65% menjadi Rp13.603 per USD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/22/278/1876578/bi-catat-rupiah-melemah-1-65-sepanjang-februari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/22/278/1876578/bi-catat-rupiah-melemah-1-65-sepanjang-februari"/><item><title>BI Catat Rupiah Melemah 1,65% Sepanjang Februari   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/22/278/1876578/bi-catat-rupiah-melemah-1-65-sepanjang-februari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/22/278/1876578/bi-catat-rupiah-melemah-1-65-sepanjang-februari</guid><pubDate>Kamis 22 Maret 2018 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/22/278/1876578/bi-catat-rupiah-melemah-1-65-sepanjang-februari-yF8xNjs04u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Rupiah. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/22/278/1876578/bi-catat-rupiah-melemah-1-65-sepanjang-februari-yF8xNjs04u.jpg</image><title>Ilustrasi Rupiah. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar Rupiah kembali melemah pada Februari 2018. Pelemahan ini sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan, terutama disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Pada Februari 2018, secara rata-rata harian Rupiah melemah sebesar 1,65% menjadi Rp13.603 per USD. Pernyataan Fed Chairman yang lebih hawkish mendorong ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga The Fed lebih cepat dan lebih tinggi.

&quot;Hal tersebut mendorong pembalikan modal asing, dan tekanan pelemahan nilai tukar pada berbagai mata uang dunia termasuk Indonesia,&quot; tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/3/2018).
Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Rupiah Tembus Rp13.500/USD di 2018

Dia menjelaskan, pelemahan Rupiah masih berlangsung pada awal Maret 2018 seiring dengan memburuknya sentimen pasar terkait dengan penerapan inward-oriented trade policy yang dikhawatirkan mendorong retaliasi dari negara lain.

Meski demikian, BI akan terus mewaspadai meningkatnya risiko ketidakpastian pasar keuangan global dan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar. &quot;Sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar,&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar Rupiah kembali melemah pada Februari 2018. Pelemahan ini sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan, terutama disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Pada Februari 2018, secara rata-rata harian Rupiah melemah sebesar 1,65% menjadi Rp13.603 per USD. Pernyataan Fed Chairman yang lebih hawkish mendorong ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga The Fed lebih cepat dan lebih tinggi.

&quot;Hal tersebut mendorong pembalikan modal asing, dan tekanan pelemahan nilai tukar pada berbagai mata uang dunia termasuk Indonesia,&quot; tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/3/2018).
Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Rupiah Tembus Rp13.500/USD di 2018

Dia menjelaskan, pelemahan Rupiah masih berlangsung pada awal Maret 2018 seiring dengan memburuknya sentimen pasar terkait dengan penerapan inward-oriented trade policy yang dikhawatirkan mendorong retaliasi dari negara lain.

Meski demikian, BI akan terus mewaspadai meningkatnya risiko ketidakpastian pasar keuangan global dan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar. &quot;Sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar,&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
