<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Gandeng Prancis Pantau Gunung Berapi</title><description>Kerjasama ini merupakan kelanjutan dari kerjasama sebelumnya yang telah diberlakukan untuk pengawasan Gunung Merapi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1877879/indonesia-gandeng-prancis-pantau-gunung-berapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1877879/indonesia-gandeng-prancis-pantau-gunung-berapi"/><item><title>Indonesia Gandeng Prancis Pantau Gunung Berapi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1877879/indonesia-gandeng-prancis-pantau-gunung-berapi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1877879/indonesia-gandeng-prancis-pantau-gunung-berapi</guid><pubDate>Senin 26 Maret 2018 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/26/320/1877879/indonesia-gandeng-prancis-pantau-gunung-berapi-w3hKKy9dBf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MoU Kementerian ESDM dengan Prancis. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/26/320/1877879/indonesia-gandeng-prancis-pantau-gunung-berapi-w3hKKy9dBf.jpg</image><title>MoU Kementerian ESDM dengan Prancis. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjalin kerjasama dalam bidang vulkanologi dengan Pemerintah Prancis. Kerjasama ini merupakan kelanjutan dari kerjasama sebelumnya yang telah diberlakukan untuk pengawasan Gunung Merapi.

Selanjutnya, perjanjian ini difokuskan pada gunung-gunung berapi di Maluku Utara dan Gunung Merapi di Yogyakarta. Dengan perjanjian ini, maka dua negara sepakat untuk menggalakkan kegiatan bersama yang bersifat ilmiah dan teknis di bidang sistem pemantauan gunung berapi, pelatihan, dan mitigasi bahaya geologi di Indonesia.

Menteri ESDM Ignasius Jonan berharap, kerjasama ini juga dapat menerjemahkan hasil teknis penelitian kepada bentuk sosialisasi di masyarakat. Dengan demikian, masyarakat terutama mereka yang tinggal di daerah gunung berapi memiliki pemahaman terhadap kondisi gunung berapi.

&quot;Sebagaimana yang kita ketahui, banyak masyarakat yang tinggal di daerah tersebut tidak memiliki pemahaman tentang vulkanologi gempa bumi maupun lainnya,&quot; ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/3/2018).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kementerian ESDM Cabut 11 Aturan Sektor Migas 

Dengan demikian, Jonan berharap ada persiapan dan upaya pencegahan dari masyarakat. Mengingat, banyaknya gunung berapi di Indonesia yang masih berpenghuni.

Kerjasama akan mencakup pengembangan dan integrasi sarana analisis baru demi meningkatkan sistem pemantauan gunung berapi, seperti yang sudah dikembangkan pada Gunung Merapi.

Sejak erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta pada tahun 2010, kemitraan Prancis Indonesia lebih fokus pada Gunung Merapi, khususnya melalui proyek ilmiah Domerapi (2013-2017) yang memungkinkan pemantauan lintas bidang ilmiah berkat pemasangan sejumlah peralatan di Gunung Merapi sendiri, membangun bank data yang baru dan memetik terobosan pengetahuan ilmiah melalui hasil yang diperoleh.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lengkapi Data Energi, Kementerian ESDM Gandeng BPS

Selain di bidang sistem pemantauan, kegiatan lain akan menyangkut pelatihan dan mitigasi bahaya geologi di Indonesia. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia akan menjadi institusi yang bertanggung jawab atas pemantauan pelaksanaan kerjasama ini di pihak Pemerintah Republik Indonesia.

Sedangkan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia berkoordinasi dengan Kementerian Eropa dan Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan inovasi akan menjadi institusi yang bertanggung jawab atas pemantauan pelaksanaan kerjasama ini di pihak Pemerintah Republik Prancis.Sementara itu, Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar menjelaskan  kerjasama dua negara itu meliputi kegiatan peningkatan sistem pemantauan  gunung berapi di Indonesia dan pengkajian bahaya geologi di Indonesia  sebab Indonesia memiliki 127 gunung api yang aktif.

&quot;Kedua kita akan melakukan mengenai  pertukaran ilmuwan antara dua  belah pihak. Kita akan meningkatkan pengetahuan dengan pertukaran  ilmuwan dan mahasiswa antara dua belah pihak,&quot; kata dia.

Selain itu, kerjasama ini juga meliputi pengembangan kerjasama di  lapangan sebab Indonesia memiliki variasi gunung api sehingga akan  memperkaya ilmu dan perkembangan karakteristik gunung api. Perjanjian  kerjasama ini ditandatangani oleh ditandatangani oleh Duta Besar Prancis  untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, dan Kepala Badan Geologi Rudy  Suhendar, disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral  Ignasius Jonan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjalin kerjasama dalam bidang vulkanologi dengan Pemerintah Prancis. Kerjasama ini merupakan kelanjutan dari kerjasama sebelumnya yang telah diberlakukan untuk pengawasan Gunung Merapi.

Selanjutnya, perjanjian ini difokuskan pada gunung-gunung berapi di Maluku Utara dan Gunung Merapi di Yogyakarta. Dengan perjanjian ini, maka dua negara sepakat untuk menggalakkan kegiatan bersama yang bersifat ilmiah dan teknis di bidang sistem pemantauan gunung berapi, pelatihan, dan mitigasi bahaya geologi di Indonesia.

Menteri ESDM Ignasius Jonan berharap, kerjasama ini juga dapat menerjemahkan hasil teknis penelitian kepada bentuk sosialisasi di masyarakat. Dengan demikian, masyarakat terutama mereka yang tinggal di daerah gunung berapi memiliki pemahaman terhadap kondisi gunung berapi.

&quot;Sebagaimana yang kita ketahui, banyak masyarakat yang tinggal di daerah tersebut tidak memiliki pemahaman tentang vulkanologi gempa bumi maupun lainnya,&quot; ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/3/2018).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kementerian ESDM Cabut 11 Aturan Sektor Migas 

Dengan demikian, Jonan berharap ada persiapan dan upaya pencegahan dari masyarakat. Mengingat, banyaknya gunung berapi di Indonesia yang masih berpenghuni.

Kerjasama akan mencakup pengembangan dan integrasi sarana analisis baru demi meningkatkan sistem pemantauan gunung berapi, seperti yang sudah dikembangkan pada Gunung Merapi.

Sejak erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta pada tahun 2010, kemitraan Prancis Indonesia lebih fokus pada Gunung Merapi, khususnya melalui proyek ilmiah Domerapi (2013-2017) yang memungkinkan pemantauan lintas bidang ilmiah berkat pemasangan sejumlah peralatan di Gunung Merapi sendiri, membangun bank data yang baru dan memetik terobosan pengetahuan ilmiah melalui hasil yang diperoleh.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lengkapi Data Energi, Kementerian ESDM Gandeng BPS

Selain di bidang sistem pemantauan, kegiatan lain akan menyangkut pelatihan dan mitigasi bahaya geologi di Indonesia. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia akan menjadi institusi yang bertanggung jawab atas pemantauan pelaksanaan kerjasama ini di pihak Pemerintah Republik Indonesia.

Sedangkan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia berkoordinasi dengan Kementerian Eropa dan Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan inovasi akan menjadi institusi yang bertanggung jawab atas pemantauan pelaksanaan kerjasama ini di pihak Pemerintah Republik Prancis.Sementara itu, Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar menjelaskan  kerjasama dua negara itu meliputi kegiatan peningkatan sistem pemantauan  gunung berapi di Indonesia dan pengkajian bahaya geologi di Indonesia  sebab Indonesia memiliki 127 gunung api yang aktif.

&quot;Kedua kita akan melakukan mengenai  pertukaran ilmuwan antara dua  belah pihak. Kita akan meningkatkan pengetahuan dengan pertukaran  ilmuwan dan mahasiswa antara dua belah pihak,&quot; kata dia.

Selain itu, kerjasama ini juga meliputi pengembangan kerjasama di  lapangan sebab Indonesia memiliki variasi gunung api sehingga akan  memperkaya ilmu dan perkembangan karakteristik gunung api. Perjanjian  kerjasama ini ditandatangani oleh ditandatangani oleh Duta Besar Prancis  untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, dan Kepala Badan Geologi Rudy  Suhendar, disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral  Ignasius Jonan.</content:encoded></item></channel></rss>
