<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Depo MRT II Disepakati di Kampung Bandan</title><description>Depo mass rapid transit (MRT) fase II disepakati di Kampung Bandan,  Jakarta Utara, sebelumnya ada usulan depo dibangun di kawasan Ancol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1878056/depo-mrt-ii-disepakati-di-kampung-bandan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1878056/depo-mrt-ii-disepakati-di-kampung-bandan"/><item><title>Depo MRT II Disepakati di Kampung Bandan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1878056/depo-mrt-ii-disepakati-di-kampung-bandan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1878056/depo-mrt-ii-disepakati-di-kampung-bandan</guid><pubDate>Senin 26 Maret 2018 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/26/320/1878056/depo-mrt-ii-disepakati-di-kampung-bandan-JbWvLGdEpA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/26/320/1878056/depo-mrt-ii-disepakati-di-kampung-bandan-JbWvLGdEpA.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Depo mass rapid transit (MRT) fase II disepakati di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Sebelumnya ada usulan depo dibangun di kawasan Ancol.
Setelah kepastian depo ini, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk percepatan moda transportasi massal berbasis rel itu.
MRT fase II sepanjang 8,3 kilometer melayani perjalanan Bundaran HI-Kampung Bandan. Jika tak ada aral melintang, MRT koridor selatan-utara ini beroperasi pada 2020. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno telah bertemu Duta Besar Jepang untuk membicarakan kelanjutan MRT fase II pada Jumat (23/3/2018). Menurut dia, penggunaan lahan PT KAI sebagai depo MRT di Kampung Bandan sudah mencapai kesepakatan.
&amp;ldquo;Kesepakatan ini harus ditindaklanjuti kembali mengikuti arahan Land Acquisition sebagai konsultan se-belum penandatanganan kerja sama,&amp;rdquo; ujar Sandi kemarin.
Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah menuturkan, pemanfaatan lahan PT KAI di Kampung Bandan segera dibahas soal substansi melalui perjanjian kerja sama. Kesepakatan PT MRT dengan PT KAI akan dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU). &amp;ldquo;Kerja samanya menggunakan skema business to business ,&amp;rdquo; katanya.
Menurut dia, tahapan pengerjaan MRT fase II masih menunggu konsultan yang sudah on board saat ini. Output dari konsultan berupa dokumen basis engineering design itu yang akan digunakan untuk pengadaan kontraktor pengerjaan konstruksi MRT fase II. &amp;ldquo;Jadi tahapan pengerjaan baru akan diketahui dari output yang dikerjakan konsultan,&amp;rdquo; ucapnya.
Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bidang Perkeretaapian Aditya Dwilaksana meminta Pemprov DKI dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) duduk bersama membicarakan kerja sama yang saling menguntungkan terkait MRT fase II.
PT KAI yang berorientasi terhadap keuntungan tidak mungkin begitu   saja menyerahkan aset tanpa ada keuntungan. Apalagi umumnya bila bekerja   sama dengan pihak ketiga atau perusahaan swasta, keuntungan KAI jauh   lebih besar daripada kerja sama dengan sesama pemerintah. Selain itu,   banyak pembangunan di Jakarta saat ini juga dibangun BUMN maupun BUMD.   Dia khawatir saat dioperasikan nanti baik MRT dengan KRL Commuter Line   maupun light rail transit (LRT) Jabodebek dan moda transportasi berbasis   angkutan jalan, pengelolaannya tidak terintegrasi. Akibat itu,   masyarakat merasakan kesulitan dalam menggunakan moda transportasi   massal.
&amp;ldquo;Masyarakat itu mau naik transportasi massal kalau saling   terintegrasi. Bukan hanya fisik, tiket maupun jadwal operasionalnya juga   harus terintegrasi. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)   harus mengatasi ini,&amp;rdquo; tandasnya.
Pembangunan MRT fase I Bundaran HI-Lebak Bulus hampir 100%.  Setelah  fase I selesai, PT MRT Jakarta bersiap melanjutkan proyek MRT  fase II.  Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar berharap   groundbreaking MRT fase II bisa dilakukan akhir 2018. MRT sedang   memperkirakan harga atau biaya untuk membangun MRT Bundaran HI-Kampung   Bandan.Setelah mendapatkan perhitungannya, pada Agustus mendatang  pihaknya langsung menggelar tender. Setelah tender diharapkan paling  lambat November sudah bisa dilakukan penandatanganan kontrak untuk  pembangunan MRT.
&amp;ldquo;Kita harap appraisal mission sudah dimulai. Agustus 2018 mulai  tender dan November sudah contract signing untuk fase II dan Desember  dilakukan groundbreaking ,&amp;rdquo; ujarnya.
Dalam waktu dekat MRT akan bertemu perwakilan dari Japan  International Corporation Agency (JICA) membahas dana pinjaman. Sebelum  itu MRT akan terlebih dahulu menyelesaikan persyaratan yang diajukan  JICA berupa pembebasan lahan. &amp;ldquo;Ini permintaan dari JICA dan sedang kita  lakukan,&amp;rdquo; kata William.
Menurut dia, izin pembangunan MRT fase II tidak ada masalah sebab    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan izin pembangunan    delapan stasiun untuk MRT. Rute MRT fase II terdiri atas tujuh stasiun    bawah tanah (underground ) dan satu stasiun di atas tanah. Sebelumnya    progres pembangunan MRT Bundaran HILebak Bulus saat ini mencapai 91,86%    dengan rincian konstruksi layang 87,99% dan konstruksi bawah tanah    95,76%. Kemudian rel yang terpasang sudah sepanjang 13.114 meter dari    depo Lebak Bulus menuju Blok M, Jakarta Selatan.
&amp;ldquo;Kesiapan operasional sekitar 47,56% (institusi dan sumber daya    manusia), pembayaran dana proyek 64%. Dua rangkaian kereta dengan 12    gerbong akan datang pada 26 Maret. Tarif kemungkinan akhir bulan ini    sudah keluar penghitungannya,&amp;rdquo; ujar Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta    Tubagus Hikmatullah beberapa waktu lalu.
Pemesanan kereta MRT berjumlah 16 rangkaian. Satu rangkaian  terdiri   atas enam gerbong. Apabila 16 rangkaian, sebanyak 96 gerbong  yang akan   didatangkan secara bertahap. Kesiapan lain dalam pengoperasian  MRT   berupa teknik operasional dan subsidi tarif. Ini tentu harus  melewati   beberapa proses dan uji coba. Pada Mei mendatang dijadwalkan  akan diuji   coba sekitar depo Lebak Bulus.
&amp;ldquo;Kalau tarif dalam  aturannya tiga bulan sebelum operasi akan   dibahas, termasuk biaya  maintenance , proyeksi, dan perkiraan jumlah   penumpang. Nah, dihitung-  hitung ternyata ada harga komersial. Nanti   disampaikan Pemprov DKI dan  harus disetujui DPRD. Kalau mau dibawah   harga spesial, harus ada  subsidi,&amp;rdquo; ungkapnya.
Mengenai masinis dan SDM akan ada instruktur yang telah dilatih  di   Malaysia. Menurutnya, kereta di Malaysia sistemnya sama dengan MRT    Indonesia yakni menggunakan CBTC. &amp;ldquo;Nanti di-track kalau sudah terpasang    seluruhnya dari Lebak Bulus - Blok M pada Agustus mendatang. Diuji  coba   secara bolakbalik kan diBlokMadapertukaran rangkaian juga,&amp;rdquo; ujar   Hikmat.
(bima setiyadi/ okezone)
(yau)</description><content:encoded>JAKARTA - Depo mass rapid transit (MRT) fase II disepakati di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Sebelumnya ada usulan depo dibangun di kawasan Ancol.
Setelah kepastian depo ini, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk percepatan moda transportasi massal berbasis rel itu.
MRT fase II sepanjang 8,3 kilometer melayani perjalanan Bundaran HI-Kampung Bandan. Jika tak ada aral melintang, MRT koridor selatan-utara ini beroperasi pada 2020. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno telah bertemu Duta Besar Jepang untuk membicarakan kelanjutan MRT fase II pada Jumat (23/3/2018). Menurut dia, penggunaan lahan PT KAI sebagai depo MRT di Kampung Bandan sudah mencapai kesepakatan.
&amp;ldquo;Kesepakatan ini harus ditindaklanjuti kembali mengikuti arahan Land Acquisition sebagai konsultan se-belum penandatanganan kerja sama,&amp;rdquo; ujar Sandi kemarin.
Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah menuturkan, pemanfaatan lahan PT KAI di Kampung Bandan segera dibahas soal substansi melalui perjanjian kerja sama. Kesepakatan PT MRT dengan PT KAI akan dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU). &amp;ldquo;Kerja samanya menggunakan skema business to business ,&amp;rdquo; katanya.
Menurut dia, tahapan pengerjaan MRT fase II masih menunggu konsultan yang sudah on board saat ini. Output dari konsultan berupa dokumen basis engineering design itu yang akan digunakan untuk pengadaan kontraktor pengerjaan konstruksi MRT fase II. &amp;ldquo;Jadi tahapan pengerjaan baru akan diketahui dari output yang dikerjakan konsultan,&amp;rdquo; ucapnya.
Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bidang Perkeretaapian Aditya Dwilaksana meminta Pemprov DKI dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) duduk bersama membicarakan kerja sama yang saling menguntungkan terkait MRT fase II.
PT KAI yang berorientasi terhadap keuntungan tidak mungkin begitu   saja menyerahkan aset tanpa ada keuntungan. Apalagi umumnya bila bekerja   sama dengan pihak ketiga atau perusahaan swasta, keuntungan KAI jauh   lebih besar daripada kerja sama dengan sesama pemerintah. Selain itu,   banyak pembangunan di Jakarta saat ini juga dibangun BUMN maupun BUMD.   Dia khawatir saat dioperasikan nanti baik MRT dengan KRL Commuter Line   maupun light rail transit (LRT) Jabodebek dan moda transportasi berbasis   angkutan jalan, pengelolaannya tidak terintegrasi. Akibat itu,   masyarakat merasakan kesulitan dalam menggunakan moda transportasi   massal.
&amp;ldquo;Masyarakat itu mau naik transportasi massal kalau saling   terintegrasi. Bukan hanya fisik, tiket maupun jadwal operasionalnya juga   harus terintegrasi. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)   harus mengatasi ini,&amp;rdquo; tandasnya.
Pembangunan MRT fase I Bundaran HI-Lebak Bulus hampir 100%.  Setelah  fase I selesai, PT MRT Jakarta bersiap melanjutkan proyek MRT  fase II.  Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar berharap   groundbreaking MRT fase II bisa dilakukan akhir 2018. MRT sedang   memperkirakan harga atau biaya untuk membangun MRT Bundaran HI-Kampung   Bandan.Setelah mendapatkan perhitungannya, pada Agustus mendatang  pihaknya langsung menggelar tender. Setelah tender diharapkan paling  lambat November sudah bisa dilakukan penandatanganan kontrak untuk  pembangunan MRT.
&amp;ldquo;Kita harap appraisal mission sudah dimulai. Agustus 2018 mulai  tender dan November sudah contract signing untuk fase II dan Desember  dilakukan groundbreaking ,&amp;rdquo; ujarnya.
Dalam waktu dekat MRT akan bertemu perwakilan dari Japan  International Corporation Agency (JICA) membahas dana pinjaman. Sebelum  itu MRT akan terlebih dahulu menyelesaikan persyaratan yang diajukan  JICA berupa pembebasan lahan. &amp;ldquo;Ini permintaan dari JICA dan sedang kita  lakukan,&amp;rdquo; kata William.
Menurut dia, izin pembangunan MRT fase II tidak ada masalah sebab    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan izin pembangunan    delapan stasiun untuk MRT. Rute MRT fase II terdiri atas tujuh stasiun    bawah tanah (underground ) dan satu stasiun di atas tanah. Sebelumnya    progres pembangunan MRT Bundaran HILebak Bulus saat ini mencapai 91,86%    dengan rincian konstruksi layang 87,99% dan konstruksi bawah tanah    95,76%. Kemudian rel yang terpasang sudah sepanjang 13.114 meter dari    depo Lebak Bulus menuju Blok M, Jakarta Selatan.
&amp;ldquo;Kesiapan operasional sekitar 47,56% (institusi dan sumber daya    manusia), pembayaran dana proyek 64%. Dua rangkaian kereta dengan 12    gerbong akan datang pada 26 Maret. Tarif kemungkinan akhir bulan ini    sudah keluar penghitungannya,&amp;rdquo; ujar Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta    Tubagus Hikmatullah beberapa waktu lalu.
Pemesanan kereta MRT berjumlah 16 rangkaian. Satu rangkaian  terdiri   atas enam gerbong. Apabila 16 rangkaian, sebanyak 96 gerbong  yang akan   didatangkan secara bertahap. Kesiapan lain dalam pengoperasian  MRT   berupa teknik operasional dan subsidi tarif. Ini tentu harus  melewati   beberapa proses dan uji coba. Pada Mei mendatang dijadwalkan  akan diuji   coba sekitar depo Lebak Bulus.
&amp;ldquo;Kalau tarif dalam  aturannya tiga bulan sebelum operasi akan   dibahas, termasuk biaya  maintenance , proyeksi, dan perkiraan jumlah   penumpang. Nah, dihitung-  hitung ternyata ada harga komersial. Nanti   disampaikan Pemprov DKI dan  harus disetujui DPRD. Kalau mau dibawah   harga spesial, harus ada  subsidi,&amp;rdquo; ungkapnya.
Mengenai masinis dan SDM akan ada instruktur yang telah dilatih  di   Malaysia. Menurutnya, kereta di Malaysia sistemnya sama dengan MRT    Indonesia yakni menggunakan CBTC. &amp;ldquo;Nanti di-track kalau sudah terpasang    seluruhnya dari Lebak Bulus - Blok M pada Agustus mendatang. Diuji  coba   secara bolakbalik kan diBlokMadapertukaran rangkaian juga,&amp;rdquo; ujar   Hikmat.
(bima setiyadi/ okezone)
(yau)</content:encoded></item></channel></rss>
