<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Siapkan 2 Opsi untuk Turunkan Tarif Tol, Apa Saja?</title><description>Menteri PUPR Basuki melaporkan ada dua pilihan untuk penurunan tarif tol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1878113/pemerintah-siapkan-2-opsi-untuk-turunkan-tarif-tol-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1878113/pemerintah-siapkan-2-opsi-untuk-turunkan-tarif-tol-apa-saja"/><item><title>Pemerintah Siapkan 2 Opsi untuk Turunkan Tarif Tol, Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1878113/pemerintah-siapkan-2-opsi-untuk-turunkan-tarif-tol-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/26/320/1878113/pemerintah-siapkan-2-opsi-untuk-turunkan-tarif-tol-apa-saja</guid><pubDate>Senin 26 Maret 2018 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/26/320/1878113/pemerintah-siapkan-2-opsi-untuk-turunkan-tarif-tol-apa-saja-T0fTyEIZxP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ada 2 Opsi Turunkan Tarif Tol (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/26/320/1878113/pemerintah-siapkan-2-opsi-untuk-turunkan-tarif-tol-apa-saja-T0fTyEIZxP.jpg</image><title>Foto: Ada 2 Opsi Turunkan Tarif Tol (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono hari ini melaporkan rencana penurunan tarif tol yang akan dilakukan kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution
Setelah rapat sekitar 2 jam dengan Menko Darmin, Basuki mengatakan hanya melaporkan skema penghitungan penurunan tarif tol. Di mana Basuki melaporkan ada dua pilihan untuk penurunan tarif tol.
&quot;Hasil exercise kami dalam restrukturisasi tarif tol. Saya kira saya sudah melakukan exercise melalui dua opsi. Pertama perpanjangan masa konsesi, kedua cluster per golongan,&quot; ungkap Basuki di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (26/3/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Tarif Tol Turun, Begini Hitungannya
Basuki menjelaskan, untuk pilihan cluster per golongan maka pihaknya menyiapkan dua rencana. Pertama, golongan I dan II tetap tarif per kilometer (km) dan golongan III, IV, V di cluster. Sedangkan rencana kedua yakni, untuk golongan I, II, III jadi satu cluster dan golongan IV dan V jadi satu cluster.
Menurutnya, rencana yang sudah disusun ini akan dibandingkan. Apakah tarif akan lebih murah menggunakan konsesi ataukan menggunakan golongan. Pasalnya dari 100% kendaraan yang ada di jalan tol, 80% di dominasi oleh golongan I sedangkan yang ingin diturunkan adalah tarif golongan II, III, IV, V yang khusus truk atau kendaraan logistik.
&quot;Karena kendaraaan yang ada di jalan tol 80% itu golongan I, 10% golongan II, 4% golongan III, masing-masing 1,5% golongan IV dan V, sehingga ada 83%, 14%, dan 3%. Jadi kami akan buat golongan I, II, dan III. Kami akan buat yang baru sesuai diskusi kami di atas,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tarif Tol Turun, Menteri PUPR Lapor ke Menko Darmin
Basuki menjelaskan, dari penghitungan yang dilakukan menggunakan skema cluster golongan ini, maka pihaknya memproyeksi bisa menurunkan tarif sekitar 10% hingga 30%. Namun ini untuk golongan I, II, dan III yang mendominasi kendaraan di jalan tol.
Selain itu untuk kendaraan golongan IV dan V penurunannya bisa mencapai 22% hingga 38%, tetapi volume di jalan tol hanya sedikit sekitar 3%. Sedangkan yang paling baik untuk diturunkan adalan kendaraan yang mendominasi jalan tol.
&quot;Jadi kita ingin lihat yang dampaknya paling baik untuk masyarakat. Makanya kami bikin yang 14% ini supaya bisa baik,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono hari ini melaporkan rencana penurunan tarif tol yang akan dilakukan kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution
Setelah rapat sekitar 2 jam dengan Menko Darmin, Basuki mengatakan hanya melaporkan skema penghitungan penurunan tarif tol. Di mana Basuki melaporkan ada dua pilihan untuk penurunan tarif tol.
&quot;Hasil exercise kami dalam restrukturisasi tarif tol. Saya kira saya sudah melakukan exercise melalui dua opsi. Pertama perpanjangan masa konsesi, kedua cluster per golongan,&quot; ungkap Basuki di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (26/3/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Tarif Tol Turun, Begini Hitungannya
Basuki menjelaskan, untuk pilihan cluster per golongan maka pihaknya menyiapkan dua rencana. Pertama, golongan I dan II tetap tarif per kilometer (km) dan golongan III, IV, V di cluster. Sedangkan rencana kedua yakni, untuk golongan I, II, III jadi satu cluster dan golongan IV dan V jadi satu cluster.
Menurutnya, rencana yang sudah disusun ini akan dibandingkan. Apakah tarif akan lebih murah menggunakan konsesi ataukan menggunakan golongan. Pasalnya dari 100% kendaraan yang ada di jalan tol, 80% di dominasi oleh golongan I sedangkan yang ingin diturunkan adalah tarif golongan II, III, IV, V yang khusus truk atau kendaraan logistik.
&quot;Karena kendaraaan yang ada di jalan tol 80% itu golongan I, 10% golongan II, 4% golongan III, masing-masing 1,5% golongan IV dan V, sehingga ada 83%, 14%, dan 3%. Jadi kami akan buat golongan I, II, dan III. Kami akan buat yang baru sesuai diskusi kami di atas,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tarif Tol Turun, Menteri PUPR Lapor ke Menko Darmin
Basuki menjelaskan, dari penghitungan yang dilakukan menggunakan skema cluster golongan ini, maka pihaknya memproyeksi bisa menurunkan tarif sekitar 10% hingga 30%. Namun ini untuk golongan I, II, dan III yang mendominasi kendaraan di jalan tol.
Selain itu untuk kendaraan golongan IV dan V penurunannya bisa mencapai 22% hingga 38%, tetapi volume di jalan tol hanya sedikit sekitar 3%. Sedangkan yang paling baik untuk diturunkan adalan kendaraan yang mendominasi jalan tol.
&quot;Jadi kita ingin lihat yang dampaknya paling baik untuk masyarakat. Makanya kami bikin yang 14% ini supaya bisa baik,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
