<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Formulir Kepabeanan Masih Kertas, Presiden Jokowi: Itu Kuno Banget</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan silaturahmi dengan pengguna fasilitas kepabeanan di PT Samick Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/27/20/1878663/formulir-kepabeanan-masih-kertas-presiden-jokowi-itu-kuno-banget</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/27/20/1878663/formulir-kepabeanan-masih-kertas-presiden-jokowi-itu-kuno-banget"/><item><title>Formulir Kepabeanan Masih Kertas, Presiden Jokowi: Itu Kuno Banget</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/27/20/1878663/formulir-kepabeanan-masih-kertas-presiden-jokowi-itu-kuno-banget</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/27/20/1878663/formulir-kepabeanan-masih-kertas-presiden-jokowi-itu-kuno-banget</guid><pubDate>Selasa 27 Maret 2018 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/27/20/1878663/formulir-kepabeanan-masih-kertas-presiden-jokowi-itu-kuno-banget-gLlcyB84G6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Presiden Jokowi di PT Samick Indonesia (Feby/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/27/20/1878663/formulir-kepabeanan-masih-kertas-presiden-jokowi-itu-kuno-banget-gLlcyB84G6.jpg</image><title>Foto: Presiden Jokowi di PT Samick Indonesia (Feby/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan silaturahmi dengan pengguna fasilitas kepabeanan di PT Samick Indonesia, Cileungsi, Jawa Barat. Hadir dalam acara tersebut 1.425 perusahaan.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyindir izin kepabeanan yang dulunya terlalu lama karena mesti mengisi formulir yang jumlahnya begitu banyak.

&quot;Sekarang saya ingin bertanya, kapan terakhir kali kita pakai pulpen dan kertas untuk menulis sebuah surat kepada seseorang. 10,15 atau 20 tahun lalu. Nulis surat yang bisa lima sampai tujuh halaman?&quot; tanya Jokowi kepada para pengusaha di PT Samick Indonesia, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Perusahaan Dapat Kemudahan Kepabeanan dengan Syarat Ini, Apa Saja?
Dari perumpamaan itu, Jokowi mengatakan, sekarang  zaman sudah berubah dan sudah jarang sekali orang melakukan aktivitas menulis surat. Setiap orang mau semua cepat, seperti  kirimkan pesan lewat WA, sampaikan format lebih panjang pakai e-mail dan lainnya.

&quot;Ada perubahan begitu sangat cepat, oleh sebab itu sangat kuno sekali kalau begitu kita isi formulir kepabeanan keluar dokumen bertumpuk yang harus diisi. Jadi saya mau larikan itu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Silaturahmi dengan 1.425 Perusahaan Pengguna Fasilitas Kepabeanan
Dia melanjutkan, pengisian dokumen utamanya untuk kepabeanan sekarang diharapkan tidak menggunakan kertas. Namun seluruh proses perizinannya harus online. Hal ini bukan berlaku pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai saja, tapi seluruh kementerian dan lembaga (K/L).

&quot;Dokumen itu diisi, diisi kuno banget seperti ini. Kuno banget. Begitu juga dalam proses perizinan, untuk keluar berkas diisi pakai kertas bertumpuk-tumpuk lagi. Orang sekarang pusing. Oleh sebab itu ubah lah, eselon I, II, III, berubahlah kalau kita tidak mau ditingalkan zaman,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan silaturahmi dengan pengguna fasilitas kepabeanan di PT Samick Indonesia, Cileungsi, Jawa Barat. Hadir dalam acara tersebut 1.425 perusahaan.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyindir izin kepabeanan yang dulunya terlalu lama karena mesti mengisi formulir yang jumlahnya begitu banyak.

&quot;Sekarang saya ingin bertanya, kapan terakhir kali kita pakai pulpen dan kertas untuk menulis sebuah surat kepada seseorang. 10,15 atau 20 tahun lalu. Nulis surat yang bisa lima sampai tujuh halaman?&quot; tanya Jokowi kepada para pengusaha di PT Samick Indonesia, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Perusahaan Dapat Kemudahan Kepabeanan dengan Syarat Ini, Apa Saja?
Dari perumpamaan itu, Jokowi mengatakan, sekarang  zaman sudah berubah dan sudah jarang sekali orang melakukan aktivitas menulis surat. Setiap orang mau semua cepat, seperti  kirimkan pesan lewat WA, sampaikan format lebih panjang pakai e-mail dan lainnya.

&quot;Ada perubahan begitu sangat cepat, oleh sebab itu sangat kuno sekali kalau begitu kita isi formulir kepabeanan keluar dokumen bertumpuk yang harus diisi. Jadi saya mau larikan itu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Silaturahmi dengan 1.425 Perusahaan Pengguna Fasilitas Kepabeanan
Dia melanjutkan, pengisian dokumen utamanya untuk kepabeanan sekarang diharapkan tidak menggunakan kertas. Namun seluruh proses perizinannya harus online. Hal ini bukan berlaku pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai saja, tapi seluruh kementerian dan lembaga (K/L).

&quot;Dokumen itu diisi, diisi kuno banget seperti ini. Kuno banget. Begitu juga dalam proses perizinan, untuk keluar berkas diisi pakai kertas bertumpuk-tumpuk lagi. Orang sekarang pusing. Oleh sebab itu ubah lah, eselon I, II, III, berubahlah kalau kita tidak mau ditingalkan zaman,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
