<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efek Ritel Online, Penjualan Ramayana Turun Tipis Jadi Rp8,1 Triliun</title><description>PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencatatkan penjualan kotor 2017 sebesar Rp8,1 triliun atau turun 1,1%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/28/278/1879276/efek-ritel-online-penjualan-ramayana-turun-tipis-jadi-rp8-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/28/278/1879276/efek-ritel-online-penjualan-ramayana-turun-tipis-jadi-rp8-1-triliun"/><item><title>Efek Ritel Online, Penjualan Ramayana Turun Tipis Jadi Rp8,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/28/278/1879276/efek-ritel-online-penjualan-ramayana-turun-tipis-jadi-rp8-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/28/278/1879276/efek-ritel-online-penjualan-ramayana-turun-tipis-jadi-rp8-1-triliun</guid><pubDate>Rabu 28 Maret 2018 19:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/28/278/1879276/efek-ritel-online-penjualan-ramayana-turun-tipis-jadi-rp8-1-triliun-FdsdLvQM2L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Penjualan Ramayana Turun (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/28/278/1879276/efek-ritel-online-penjualan-ramayana-turun-tipis-jadi-rp8-1-triliun-FdsdLvQM2L.jpg</image><title>Foto: Penjualan Ramayana Turun (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencatatkan penjualan kotor 2017 sebesar Rp8,1 triliun atau turun 1,1% dibanding 2016.

Dari penjualan tersebut, perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp5,6 triliun. Same store sales growth (SSSG) menurun 1,2% dan laba bersih tercatat sebesar Rp406,6 miliar atau turun 0,5% dari laba bersih di tahun 2016.

Untuk tahun ini, Ramayana optimistis mampu mencatat penjualan diangka Rp8,3 triliun-8,4 triliun atau tumbuh hingga 3,4% dibandingkan realisasi penjualan di akhir 2017 yang mencapai Rp8,1 triliun.

&quot;Target penjualan kami di tahun ini sekitar Rp8,3-8,4 triliun, kami optimistis karena hingga kuartal I-2018 angkanya bagus, di atas ekspektasi,&quot; kata Head of Investor Relations Ramayana Lestari Sentosa Aloysius Santosa dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (28/3/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tutup 8 Gerai Supermarket, Begini Alasan Ramayana
Menurut dia, proyeksi total penjualan di kuartal I-2018 yaitu sebesar Rp1,49 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,7% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari target tersebut, penjualan department store diproyeksi tumbuh 10%, dengan total gross margin tumbuh 10%.

Meski demikian, dalam tiga bulan pertama di 2018 penjualan supermarket diperkirakan turun 20%. Menurut dia, Ramayana secara bertahap akan menutup sejumlah gerai supermarketnya. Pada tahun lalu perseroan telah menutup 16 gerai supermarket, sehingga saat ini totalnya mencapai 87 gerai supermarket.

&quot;Setelah tutup 16 gerai supermarket sepanjang tahun lalu, biaya operasional kita turun 20%, yang tadinya kerugian Rp70 miliar menjadi Rp20 miliar, saat ini tersisa 87 supermarket nanti dievaluasi mana yang menghasilkan profit dan tidak,&quot; paparnya.
Baca Juga:
Ramayana: E-Commerce Bukan Biang Keladi Anjloknya Penjualan Retail
Anggarkan Rp242 Miliar, Ramayana Lestari Sebar Dividen Rp36/Saham
Untuk ekspansi pada tahun ini, kata Aloysius, perseroan berencana menambah tiga gerai department store pada kuartal I-2018 ini. Alokasi belanja modal yang dibutuhkan untuk menambah tiga gerai tersebut sekitar Rp150 miliar-175 miliar.

&quot;Sedangkan total capex tahun ini sekitar Rp300 miliar, itu diantaranya untuk menambah gerai baru, lalu ada transformasi di 20 gerai lain dan juga untuk maintenance,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencatatkan penjualan kotor 2017 sebesar Rp8,1 triliun atau turun 1,1% dibanding 2016.

Dari penjualan tersebut, perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp5,6 triliun. Same store sales growth (SSSG) menurun 1,2% dan laba bersih tercatat sebesar Rp406,6 miliar atau turun 0,5% dari laba bersih di tahun 2016.

Untuk tahun ini, Ramayana optimistis mampu mencatat penjualan diangka Rp8,3 triliun-8,4 triliun atau tumbuh hingga 3,4% dibandingkan realisasi penjualan di akhir 2017 yang mencapai Rp8,1 triliun.

&quot;Target penjualan kami di tahun ini sekitar Rp8,3-8,4 triliun, kami optimistis karena hingga kuartal I-2018 angkanya bagus, di atas ekspektasi,&quot; kata Head of Investor Relations Ramayana Lestari Sentosa Aloysius Santosa dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (28/3/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tutup 8 Gerai Supermarket, Begini Alasan Ramayana
Menurut dia, proyeksi total penjualan di kuartal I-2018 yaitu sebesar Rp1,49 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,7% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari target tersebut, penjualan department store diproyeksi tumbuh 10%, dengan total gross margin tumbuh 10%.

Meski demikian, dalam tiga bulan pertama di 2018 penjualan supermarket diperkirakan turun 20%. Menurut dia, Ramayana secara bertahap akan menutup sejumlah gerai supermarketnya. Pada tahun lalu perseroan telah menutup 16 gerai supermarket, sehingga saat ini totalnya mencapai 87 gerai supermarket.

&quot;Setelah tutup 16 gerai supermarket sepanjang tahun lalu, biaya operasional kita turun 20%, yang tadinya kerugian Rp70 miliar menjadi Rp20 miliar, saat ini tersisa 87 supermarket nanti dievaluasi mana yang menghasilkan profit dan tidak,&quot; paparnya.
Baca Juga:
Ramayana: E-Commerce Bukan Biang Keladi Anjloknya Penjualan Retail
Anggarkan Rp242 Miliar, Ramayana Lestari Sebar Dividen Rp36/Saham
Untuk ekspansi pada tahun ini, kata Aloysius, perseroan berencana menambah tiga gerai department store pada kuartal I-2018 ini. Alokasi belanja modal yang dibutuhkan untuk menambah tiga gerai tersebut sekitar Rp150 miliar-175 miliar.

&quot;Sedangkan total capex tahun ini sekitar Rp300 miliar, itu diantaranya untuk menambah gerai baru, lalu ada transformasi di 20 gerai lain dan juga untuk maintenance,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
