<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cabai Merah Jadi Biang Keladi Inflasi Maret 0,20%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,20%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/02/20/1880865/cabai-merah-jadi-biang-keladi-inflasi-maret-0-20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/02/20/1880865/cabai-merah-jadi-biang-keladi-inflasi-maret-0-20"/><item><title>Cabai Merah Jadi Biang Keladi Inflasi Maret 0,20%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/02/20/1880865/cabai-merah-jadi-biang-keladi-inflasi-maret-0-20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/02/20/1880865/cabai-merah-jadi-biang-keladi-inflasi-maret-0-20</guid><pubDate>Senin 02 April 2018 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/02/20/1880865/cabai-merah-jadi-biang-keladi-inflasi-maret-0-20-e8W8MuwRvq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Cabai Merah Biang Keladi Inflasi Maret 2018 (Ulfa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/02/20/1880865/cabai-merah-jadi-biang-keladi-inflasi-maret-0-20-e8W8MuwRvq.jpg</image><title>Foto: Cabai Merah Biang Keladi Inflasi Maret 2018 (Ulfa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,20%. Adapun inflasi tahun kalender Maret adalah 0,99%. Sementara, inflasi tahunan Februari 2018 sebesar 3,4% year on year (yoy).

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, yang berpengaruh besar terhadap inflasi adalah dari bahan makanan, transportasi, dan sandang.

Inflasi untuk bahan makanan 0,14% dengan memberikan andil sebesar 0,05%, terutama pada harga bumbu-bumbuan.

&quot;Cabai merah mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang paling besar sebesar 0,07%, lalu bawang merah dan bawang putih masing-masing 0,04%,&quot; ujar Kecuk di kantor BPS, Senin (2/4/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menanti Data Inflasi Maret, Beras dan BBM Bisa Jadi Biang Kerok
Kecuk menjelaskan, kenaikan harga komoditas terutama pada bumbu-bumbuan karena faktor cuasa sehingga bumbu-bumbuan mengalami kenaikan harga.

&quot;Komoditas bumbu-bumbuan mengalami kenaikan harga, dan cabai rawit 0,02%. Dan beberapa sayuran yang kontribusinya 0,01%,&quot; sambungnya.

Dia berharap menjelang puasa ini harga komoditas stabil sehingga inflasi pun bisa terkendali.

Sebelumnya, Kecuk mengatakan, inflasi Maret 2018 lebih tinggi dari Maret 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,02%, dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan Maret 2016 yang mengalami inflasi 0,19%.

&quot;Kalau kita lihat perkembangan harga komoditas Maret menunjukan kenaikan. Hasil pemantauan BPS di 82 menunjukkan terjadi inflasi 0,20%. Terkendali,&quot; ujar Kecuk.
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Inflasi Maret 2018 Sebesar 0,20%
Kecuk mengatakan dengan memperhatikan target inflasi yang dipasang di APBN sebesar 3,5% maka angka 3,4% terbilang terkendali.

Dari 82 kota tersebut, sebanyak 57 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura mencapai 2,10% dan inflasi terendah ada di Kota Sumenep sebesar 0,01%.

Sementara sisanya sebanyak 25 kota mengalami deflasi.Pantauan BPS menyebut, deflasi tertinggi ada di Kota Taul sebesar 2,3% dan deflasi terendah di Kota Bulukumba sebesar 0,01%
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,20%. Adapun inflasi tahun kalender Maret adalah 0,99%. Sementara, inflasi tahunan Februari 2018 sebesar 3,4% year on year (yoy).

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, yang berpengaruh besar terhadap inflasi adalah dari bahan makanan, transportasi, dan sandang.

Inflasi untuk bahan makanan 0,14% dengan memberikan andil sebesar 0,05%, terutama pada harga bumbu-bumbuan.

&quot;Cabai merah mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang paling besar sebesar 0,07%, lalu bawang merah dan bawang putih masing-masing 0,04%,&quot; ujar Kecuk di kantor BPS, Senin (2/4/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menanti Data Inflasi Maret, Beras dan BBM Bisa Jadi Biang Kerok
Kecuk menjelaskan, kenaikan harga komoditas terutama pada bumbu-bumbuan karena faktor cuasa sehingga bumbu-bumbuan mengalami kenaikan harga.

&quot;Komoditas bumbu-bumbuan mengalami kenaikan harga, dan cabai rawit 0,02%. Dan beberapa sayuran yang kontribusinya 0,01%,&quot; sambungnya.

Dia berharap menjelang puasa ini harga komoditas stabil sehingga inflasi pun bisa terkendali.

Sebelumnya, Kecuk mengatakan, inflasi Maret 2018 lebih tinggi dari Maret 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,02%, dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan Maret 2016 yang mengalami inflasi 0,19%.

&quot;Kalau kita lihat perkembangan harga komoditas Maret menunjukan kenaikan. Hasil pemantauan BPS di 82 menunjukkan terjadi inflasi 0,20%. Terkendali,&quot; ujar Kecuk.
&amp;nbsp;Baca Juga: BPS: Inflasi Maret 2018 Sebesar 0,20%
Kecuk mengatakan dengan memperhatikan target inflasi yang dipasang di APBN sebesar 3,5% maka angka 3,4% terbilang terkendali.

Dari 82 kota tersebut, sebanyak 57 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura mencapai 2,10% dan inflasi terendah ada di Kota Sumenep sebesar 0,01%.

Sementara sisanya sebanyak 25 kota mengalami deflasi.Pantauan BPS menyebut, deflasi tertinggi ada di Kota Taul sebesar 2,3% dan deflasi terendah di Kota Bulukumba sebesar 0,01%
</content:encoded></item></channel></rss>
