<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran Pembangunan Bandara Bali Utara Capai Rp6,3 Triliun   </title><description>Total dana tersebut dipastikan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/02/320/1881189/anggaran-pembangunan-bandara-bali-utara-capai-rp6-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/02/320/1881189/anggaran-pembangunan-bandara-bali-utara-capai-rp6-3-triliun"/><item><title>Anggaran Pembangunan Bandara Bali Utara Capai Rp6,3 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/02/320/1881189/anggaran-pembangunan-bandara-bali-utara-capai-rp6-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/02/320/1881189/anggaran-pembangunan-bandara-bali-utara-capai-rp6-3-triliun</guid><pubDate>Senin 02 April 2018 20:15 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/02/320/1881189/anggaran-pembangunan-bandara-bali-utara-capai-rp6-3-triliun-b475qiMYki.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bandara. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/02/320/1881189/anggaran-pembangunan-bandara-bali-utara-capai-rp6-3-triliun-b475qiMYki.jpg</image><title>Ilustrasi Bandara. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah nampaknya tetap melanjutkan pembangunan Bandara Bali Utara. Saat ini kajian masih dilakukan oleh PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari).

Menteri Koordinator BIdang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan masih menunggu kajian matang, dari pihak Pembari sebagai salah satu pihak investor. Luhut telah mengantongi perkiraan total anggaran pembangunan bandara yang terletak di Kabupaten Buleleng tersebut.

&quot;Tadi sudah paparan, saya minta paparan detailnya dalam minggu-minggu depan. Kita tahu anggaran mereka itu Rp6,3 triliun,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (2/4/2018).
Baca Juga: Menhub Tidak Tergesa-gesa Tentukan Pembangunan Bandara Kedua di Bali

Total dana tersebut dipastikan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meski demikian, Luhut masih ingin memastikan bahwa pihak -pihak konsultan, sekaligus kontraktor yang akan terlibat dalam pembangunan bandara.

Yang pasti, lanjut Luhut, satu hal yang dapat dipastikan adalah Bandara Bali Utara akan dibangun di darat bukan di atas tanah reklamasi. &quot;Yang penting pertama dulu yang musti lihat laporannya. Jadi seperti Kediri musti lengkap dulu, baru kita iya dong. Nanti kalau  belum lengkap gimana?,&quot; kata dia.

&quot;Pembangunan Bandara Utara Bali akan dilakukan, jalan yang menghubungkan Bali utara dan selatan juga akan dibangun. Jika pembangunan jalan sudah dilakukan maka Bandara Utara Bali bisa melakukan peletakan batu pertama. Tinggal masalah penyesuaian kalender saja karena investasinya cukup besar,&quot; tutur dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sambut Pertemuan IMF-World Bank, Bandara Bali Berencana Lakukan Reklamasi 5,8 Ha

Luhut menjelaskan rencana pembangunan bandara di Kabupaten Buleleng, Bali utara, serta jalan tol yang menghubungkan Bali selatan dengan Bali utara diharapkan dapat menyeimbangkan perkembangan kedua wilayah tersebut.

Keseimbangan perkembangan kedua wilayah itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Bali utara hingga di wilayah barat dan timur.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah nampaknya tetap melanjutkan pembangunan Bandara Bali Utara. Saat ini kajian masih dilakukan oleh PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari).

Menteri Koordinator BIdang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan masih menunggu kajian matang, dari pihak Pembari sebagai salah satu pihak investor. Luhut telah mengantongi perkiraan total anggaran pembangunan bandara yang terletak di Kabupaten Buleleng tersebut.

&quot;Tadi sudah paparan, saya minta paparan detailnya dalam minggu-minggu depan. Kita tahu anggaran mereka itu Rp6,3 triliun,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (2/4/2018).
Baca Juga: Menhub Tidak Tergesa-gesa Tentukan Pembangunan Bandara Kedua di Bali

Total dana tersebut dipastikan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meski demikian, Luhut masih ingin memastikan bahwa pihak -pihak konsultan, sekaligus kontraktor yang akan terlibat dalam pembangunan bandara.

Yang pasti, lanjut Luhut, satu hal yang dapat dipastikan adalah Bandara Bali Utara akan dibangun di darat bukan di atas tanah reklamasi. &quot;Yang penting pertama dulu yang musti lihat laporannya. Jadi seperti Kediri musti lengkap dulu, baru kita iya dong. Nanti kalau  belum lengkap gimana?,&quot; kata dia.

&quot;Pembangunan Bandara Utara Bali akan dilakukan, jalan yang menghubungkan Bali utara dan selatan juga akan dibangun. Jika pembangunan jalan sudah dilakukan maka Bandara Utara Bali bisa melakukan peletakan batu pertama. Tinggal masalah penyesuaian kalender saja karena investasinya cukup besar,&quot; tutur dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sambut Pertemuan IMF-World Bank, Bandara Bali Berencana Lakukan Reklamasi 5,8 Ha

Luhut menjelaskan rencana pembangunan bandara di Kabupaten Buleleng, Bali utara, serta jalan tol yang menghubungkan Bali selatan dengan Bali utara diharapkan dapat menyeimbangkan perkembangan kedua wilayah tersebut.

Keseimbangan perkembangan kedua wilayah itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Bali utara hingga di wilayah barat dan timur.</content:encoded></item></channel></rss>
