<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gudang Garam Modali Pembangunan Bandara Kediri Rp5 Triliun, Proyeknya Terganjal Bukit Klotok</title><description>Pembangunan bandara ini pun diprakarsai oleh PT Gudang Garam dengan nilai investasi sebesar Rp5 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/05/320/1882555/gudang-garam-modali-pembangunan-bandara-kediri-rp5-triliun-proyeknya-terganjal-bukit-klotok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/05/320/1882555/gudang-garam-modali-pembangunan-bandara-kediri-rp5-triliun-proyeknya-terganjal-bukit-klotok"/><item><title>Gudang Garam Modali Pembangunan Bandara Kediri Rp5 Triliun, Proyeknya Terganjal Bukit Klotok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/05/320/1882555/gudang-garam-modali-pembangunan-bandara-kediri-rp5-triliun-proyeknya-terganjal-bukit-klotok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/05/320/1882555/gudang-garam-modali-pembangunan-bandara-kediri-rp5-triliun-proyeknya-terganjal-bukit-klotok</guid><pubDate>Kamis 05 April 2018 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/05/320/1882555/gudang-garam-modali-pembangunan-bandara-kediri-rp5-triliun-proyeknya-terganjal-bukit-klotok-iU8a6PjwiK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan Bandara Kediri masih terhambat (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/05/320/1882555/gudang-garam-modali-pembangunan-bandara-kediri-rp5-triliun-proyeknya-terganjal-bukit-klotok-iU8a6PjwiK.jpg</image><title>Pembangunan Bandara Kediri masih terhambat (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengkaji skema pembangunan bandar udara Kediri, Jawa Timur. Pembangunan bandara ini pun diprakarsai oleh PT Gudang Garam dengan nilai investasi sebesar Rp5 triliun.
Direktur Jenderal Hubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menyatakan, perusahaan rokok tersebut tengah mengusulkan izin prinsip Bandara Kediri. Pihaknya pun akan menindaklanjuti izin tersebut, apakah persyaratannya telah mencukupi ketentuan.
&quot;Jika sudah mencukupi persyaratannya, tentunya nanti akan diminta RTRW&amp;nbsp; (Rencana Tata Ruang Wilayah), kemudian kami akan evaluasi masalah feasibility (feasibility study&amp;nbsp;(FS) atau studi kelayakan),&quot; ujar dia&amp;nbsp; di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (5/4/2018).
Baca Juga: Pembangunan Bandara Kediri Ditargetkan Akhir 2018
Agus menjelaskan, bandara seluas 457 hektare (ha) ini memiliki halangan (obstacle) yakni Bukit Klotok. Di mana jika bandara akan memiliki landasan pacu atau runway untuk pesawat jenis jet, maka ketinggian Bukit Klotok harus dikurangi.
&quot;Ini juga tinggal menetapkan apakah itu bisa dipakai runway yang besar, sehingga bisa menampung pesawat-pesawat jet, atau hanya terbatas airport (ukuran) sedang, yang hanya akomodir pesawat propeller,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Pembangunan Apron Timur Bandara Ngurah Rai Sudah Capai 10%
Sebagai regulator, kata dia, pihaknya tentu akan lebih mengutamakan keselamatan. Oleh sebab itu, pihaknya tengah mempertimbangkan obstacle tersebut.
&quot;Itu apakah bukit ada dalam hutan lindung atau tidak, kalau enggak, kan bisa dipotong, kalau itu masuk dalam hutan lindung ya kan enggak bisa dipotong. Ini konsennya hanya apakah ini bisa dipakai landasan dengan desain pesawat propeller atau landasan pesawat jet,&quot; katanya.
Baca Juga: Kemenhub Diminta Tetapkan Lokasi Bandara Bali Utara
Soal, kemungkinan bisa menjadi bandara internasional, Agus menyatakan, itu masih dalam kajian selanjutnya. Sebab yag diutamakan adalah keamanan akibat adanya obstacle. Oleh sebab itu, pihaknya terus lakukan pendampingan dalam pembangunannya.
&quot;Karena dia (Gudang Garam) inginnya panjang (runway) sampai 3.400 meter. Nah konsen, gunung klotok itu lah bisa dipotong atau tidak , kalau dipotong ya bisa jadi besar kalau tidak ya tetap dengan desain pesawat proppeler,&quot; tukasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengkaji skema pembangunan bandar udara Kediri, Jawa Timur. Pembangunan bandara ini pun diprakarsai oleh PT Gudang Garam dengan nilai investasi sebesar Rp5 triliun.
Direktur Jenderal Hubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menyatakan, perusahaan rokok tersebut tengah mengusulkan izin prinsip Bandara Kediri. Pihaknya pun akan menindaklanjuti izin tersebut, apakah persyaratannya telah mencukupi ketentuan.
&quot;Jika sudah mencukupi persyaratannya, tentunya nanti akan diminta RTRW&amp;nbsp; (Rencana Tata Ruang Wilayah), kemudian kami akan evaluasi masalah feasibility (feasibility study&amp;nbsp;(FS) atau studi kelayakan),&quot; ujar dia&amp;nbsp; di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (5/4/2018).
Baca Juga: Pembangunan Bandara Kediri Ditargetkan Akhir 2018
Agus menjelaskan, bandara seluas 457 hektare (ha) ini memiliki halangan (obstacle) yakni Bukit Klotok. Di mana jika bandara akan memiliki landasan pacu atau runway untuk pesawat jenis jet, maka ketinggian Bukit Klotok harus dikurangi.
&quot;Ini juga tinggal menetapkan apakah itu bisa dipakai runway yang besar, sehingga bisa menampung pesawat-pesawat jet, atau hanya terbatas airport (ukuran) sedang, yang hanya akomodir pesawat propeller,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Pembangunan Apron Timur Bandara Ngurah Rai Sudah Capai 10%
Sebagai regulator, kata dia, pihaknya tentu akan lebih mengutamakan keselamatan. Oleh sebab itu, pihaknya tengah mempertimbangkan obstacle tersebut.
&quot;Itu apakah bukit ada dalam hutan lindung atau tidak, kalau enggak, kan bisa dipotong, kalau itu masuk dalam hutan lindung ya kan enggak bisa dipotong. Ini konsennya hanya apakah ini bisa dipakai landasan dengan desain pesawat propeller atau landasan pesawat jet,&quot; katanya.
Baca Juga: Kemenhub Diminta Tetapkan Lokasi Bandara Bali Utara
Soal, kemungkinan bisa menjadi bandara internasional, Agus menyatakan, itu masih dalam kajian selanjutnya. Sebab yag diutamakan adalah keamanan akibat adanya obstacle. Oleh sebab itu, pihaknya terus lakukan pendampingan dalam pembangunannya.
&quot;Karena dia (Gudang Garam) inginnya panjang (runway) sampai 3.400 meter. Nah konsen, gunung klotok itu lah bisa dipotong atau tidak , kalau dipotong ya bisa jadi besar kalau tidak ya tetap dengan desain pesawat proppeler,&quot; tukasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
