<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembagian Dividen Berpotensi Bawa IHSG ke Zona Hijau</title><description>IHSG sepanjang pekan ini berpotensi untuk rebound seiring dengan rilis data perekonomian nasional dan pembagian dividen 2017.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/09/278/1883973/pembagian-dividen-berpotensi-bawa-ihsg-ke-zona-hijau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/09/278/1883973/pembagian-dividen-berpotensi-bawa-ihsg-ke-zona-hijau"/><item><title>Pembagian Dividen Berpotensi Bawa IHSG ke Zona Hijau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/09/278/1883973/pembagian-dividen-berpotensi-bawa-ihsg-ke-zona-hijau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/09/278/1883973/pembagian-dividen-berpotensi-bawa-ihsg-ke-zona-hijau</guid><pubDate>Senin 09 April 2018 09:58 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/09/278/1883973/pembagian-dividen-berpotensi-bawa-ihsg-ke-zona-hijau-S4ytcIE7lp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/09/278/1883973/pembagian-dividen-berpotensi-bawa-ihsg-ke-zona-hijau-S4ytcIE7lp.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini berpotensi untuk rebound seiring dengan rilis data perekonomian nasional dan pembagian dividen tahun buku 2017 oleh beberapa emiten.
Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio mengatakan, sepanjang pekan lalu terdapat beberapa rilis data perekonomian nasional, di antaranya rilis data inflasi Maret (year on year /yoy) yang naik 2,67% atau di atas ekspektasi. Selain itu, juga data perkembangan pariwisata asing pada Februari 2018 yang naik 17,36%. &amp;ldquo;Dua data ini berhasil memberikan sentimen positif ke pelaku pasar dalam jangka pendek,&amp;rdquo; kata Bertoni di Jakarta.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat Malu-Malu ke 6.184
Meski begitu, sentimen positif tersebut masih tergerus oleh faktor eks ternal, di mana terdapat perang dagang dengan kenaikan tarif antara dua negara adi - kuasa, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Chi na yang masih menekan indeks saham. Sentimen perang dagang tersebut memicu kecemasan sehingga pasar modal dan pasar uang terus bergejolak. &amp;ldquo;Gejolak bursa global merambat ke gejolak bursa Asia maupun IHSG, instrumen pasar modal dan utang pun mengalami pelemahan pada perdagangan Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya. Dia memperkirakan IHSG dalam sepekan ke depan masih akan terbebani isu kecemasan dari perang dagang antara AS dan China.
Baca Juga: IHSG Jeda Siang Ini Tergelincir ke Level 6.180
Sementara sentimen rilis indikator ekonomi Indonesia maupun rencana pembagian dividen masih memberikan peluang sentimen positif. &amp;ldquo;Sejumlah emiten yang mencatat laba berencana membagikan dividennya kepada para pemegang saham, ini bisa berpeluang sebagai sentimen positif IHSG,&amp;rdquo; paparnya. Selain itu, rilis data China pada pekan depan seperti cadangan devisa China, inflasi Maret, data pinjaman baru China, data ekspor-impor maupun neraca perdagangan disinyalir memberikan peluang meredam kekhawatiran perang da gang. Anugerah Sekuritas Indonesia memproyeksikan pekan ini indeks saham akan bergerak pada kisaran 6.100- 6.250.
Saham-saham small cap dan penantian pembagian dividen masih akan   meramaikan perdagangan pada pekan ini. Sementara aksi jual bersih asing   diperkirakan terus berlanjut mencatat net sell . &amp;ldquo;Secara teknikal IHSG,   MACD untuk masuk tren turun, sinyal gerak akan membuat sideways,  dengan  volume perdagangan relatif sepi sekitar Rp5 triliun- 7,5 triliun  per  hari,&amp;rdquo; pungkasnya.Dihubungi terpisah, Vice President Research  Department Indosurya Ber - sinar Sekuritas William Surya Wijaya  mengatakan, awal pekan ini indeks berpeluang kembali menguat setelah  ditutup melemah pada akhir pekan lalu. IHSG pada awal pekan berpotensi  berada pada rentang 6.081-6.368.
&amp;ldquo;IHSG pada awal pekan kedua bulan keempat tahun 2018 terlihat mulai  bergeliat naik, support dapat dipertahankan dan teruji dengan baik  sehingga pola kenaikan dalam jangka pendek mulai terlihat,&amp;rdquo; kata  William. Menurut dia, kembalinya capital inflow masih sangat diharapkan  dapat kembali memberikan sentimen positif terhadap IHSG pada saat ini.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat Tipis di Level 6.184
Kendati demikian, menurut william, pelaku pasar juga harus berhati-hati  terhadap kondisi ekonomi global, misalnya perang dagang antara AS dan  China. Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI)  Oskar Herlian syah menjelaskan laju IHSG sepanjang pekan lalu mengalami  perubahan 0,23% menjadi 6.175,05 poin dari 6.188,98 poin pada  perdagangan sepekan sebelumnya.
Sementara nilai kapitalisasi pada BEI juga menurun 0,21% menjadi  Rp6.870,15 triliun pada akhir pekan kemarin dari Rp6.884,88 triliun.  &amp;ldquo;Rata-rata nilai transaksi harian BEI pada sepanjang pekan lalu  mengalami perubahan 61,05% menjadi Rp5,92 triliun dari Rp15,2 triliun,  untuk rata-rata volume transaksi harian BEI juga berubah 22,58% menjadi  Rp8,22 triliun dari Rp10,61 triliun,&amp;rdquo; kata Oskar.
Meski begitu, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pada pekan  kemarin tumbuh 21,82% menjadi 354,48 ribu kali transaksi dari 290,98  ribu transaksi sepekan sebelumnya. Investor asing mencatat aksi jual  bersih menjadi Rp1,4 triliun dan secara keseluruhan pada tahun ini  investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp24,89 triliun.
(Heru Febrianto)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini berpotensi untuk rebound seiring dengan rilis data perekonomian nasional dan pembagian dividen tahun buku 2017 oleh beberapa emiten.
Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio mengatakan, sepanjang pekan lalu terdapat beberapa rilis data perekonomian nasional, di antaranya rilis data inflasi Maret (year on year /yoy) yang naik 2,67% atau di atas ekspektasi. Selain itu, juga data perkembangan pariwisata asing pada Februari 2018 yang naik 17,36%. &amp;ldquo;Dua data ini berhasil memberikan sentimen positif ke pelaku pasar dalam jangka pendek,&amp;rdquo; kata Bertoni di Jakarta.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat Malu-Malu ke 6.184
Meski begitu, sentimen positif tersebut masih tergerus oleh faktor eks ternal, di mana terdapat perang dagang dengan kenaikan tarif antara dua negara adi - kuasa, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Chi na yang masih menekan indeks saham. Sentimen perang dagang tersebut memicu kecemasan sehingga pasar modal dan pasar uang terus bergejolak. &amp;ldquo;Gejolak bursa global merambat ke gejolak bursa Asia maupun IHSG, instrumen pasar modal dan utang pun mengalami pelemahan pada perdagangan Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya. Dia memperkirakan IHSG dalam sepekan ke depan masih akan terbebani isu kecemasan dari perang dagang antara AS dan China.
Baca Juga: IHSG Jeda Siang Ini Tergelincir ke Level 6.180
Sementara sentimen rilis indikator ekonomi Indonesia maupun rencana pembagian dividen masih memberikan peluang sentimen positif. &amp;ldquo;Sejumlah emiten yang mencatat laba berencana membagikan dividennya kepada para pemegang saham, ini bisa berpeluang sebagai sentimen positif IHSG,&amp;rdquo; paparnya. Selain itu, rilis data China pada pekan depan seperti cadangan devisa China, inflasi Maret, data pinjaman baru China, data ekspor-impor maupun neraca perdagangan disinyalir memberikan peluang meredam kekhawatiran perang da gang. Anugerah Sekuritas Indonesia memproyeksikan pekan ini indeks saham akan bergerak pada kisaran 6.100- 6.250.
Saham-saham small cap dan penantian pembagian dividen masih akan   meramaikan perdagangan pada pekan ini. Sementara aksi jual bersih asing   diperkirakan terus berlanjut mencatat net sell . &amp;ldquo;Secara teknikal IHSG,   MACD untuk masuk tren turun, sinyal gerak akan membuat sideways,  dengan  volume perdagangan relatif sepi sekitar Rp5 triliun- 7,5 triliun  per  hari,&amp;rdquo; pungkasnya.Dihubungi terpisah, Vice President Research  Department Indosurya Ber - sinar Sekuritas William Surya Wijaya  mengatakan, awal pekan ini indeks berpeluang kembali menguat setelah  ditutup melemah pada akhir pekan lalu. IHSG pada awal pekan berpotensi  berada pada rentang 6.081-6.368.
&amp;ldquo;IHSG pada awal pekan kedua bulan keempat tahun 2018 terlihat mulai  bergeliat naik, support dapat dipertahankan dan teruji dengan baik  sehingga pola kenaikan dalam jangka pendek mulai terlihat,&amp;rdquo; kata  William. Menurut dia, kembalinya capital inflow masih sangat diharapkan  dapat kembali memberikan sentimen positif terhadap IHSG pada saat ini.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat Tipis di Level 6.184
Kendati demikian, menurut william, pelaku pasar juga harus berhati-hati  terhadap kondisi ekonomi global, misalnya perang dagang antara AS dan  China. Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI)  Oskar Herlian syah menjelaskan laju IHSG sepanjang pekan lalu mengalami  perubahan 0,23% menjadi 6.175,05 poin dari 6.188,98 poin pada  perdagangan sepekan sebelumnya.
Sementara nilai kapitalisasi pada BEI juga menurun 0,21% menjadi  Rp6.870,15 triliun pada akhir pekan kemarin dari Rp6.884,88 triliun.  &amp;ldquo;Rata-rata nilai transaksi harian BEI pada sepanjang pekan lalu  mengalami perubahan 61,05% menjadi Rp5,92 triliun dari Rp15,2 triliun,  untuk rata-rata volume transaksi harian BEI juga berubah 22,58% menjadi  Rp8,22 triliun dari Rp10,61 triliun,&amp;rdquo; kata Oskar.
Meski begitu, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pada pekan  kemarin tumbuh 21,82% menjadi 354,48 ribu kali transaksi dari 290,98  ribu transaksi sepekan sebelumnya. Investor asing mencatat aksi jual  bersih menjadi Rp1,4 triliun dan secara keseluruhan pada tahun ini  investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp24,89 triliun.
(Heru Febrianto)</content:encoded></item></channel></rss>
