<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan: PBB Apresiasi Upaya Peningkatan Produktivitas Pangan RI</title><description>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan dari pelopor khusus Dewan HAM PBB untuk hak atas pangan ke Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/09/320/1884023/mentan-pbb-apresiasi-upaya-peningkatan-produktivitas-pangan-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/09/320/1884023/mentan-pbb-apresiasi-upaya-peningkatan-produktivitas-pangan-ri"/><item><title>Mentan: PBB Apresiasi Upaya Peningkatan Produktivitas Pangan RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/09/320/1884023/mentan-pbb-apresiasi-upaya-peningkatan-produktivitas-pangan-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/09/320/1884023/mentan-pbb-apresiasi-upaya-peningkatan-produktivitas-pangan-ri</guid><pubDate>Senin 09 April 2018 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/09/320/1884023/mentan-pbb-apresiasi-upaya-peningkatan-produktivitas-pangan-ri-RkFTlTEszU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/09/320/1884023/mentan-pbb-apresiasi-upaya-peningkatan-produktivitas-pangan-ri-RkFTlTEszU.jpg</image><title>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan dari pelopor khusus Dewan HAM PBB untuk hak atas pangan ke Indonesia. Pertemuan dilakukan di gedung utama Kementan, Jakarta Selatan.
Setelah pertemuan sekira satu jam, Mentan menyatakan, upaya peningkatan pangan yang dilakukan oleh Indonesia sangat diapresiasi oleh pihak PBB.
Baca Juga: Geliat Ekspor Hasil Pertanian Jelang 4 Tahun Pemerintah Jokowi-JK
&quot;Kami sampaikan upaya untuk meningkatkan pangan Indonesia dan itu mereka apresiasi,&quot; ungkap Amran di Kementan, Senin (9/4/2018).
Menurutnya, ada beberapa hal peningkatan pangan yang dilakukan oleh Indonesia yang diapresiasi yakni penciptaan teknologi di bidang pertanian. Pertama mengenai penciptaan lahan tadah hujan (rainfed land) dan kedua adalah penciptaan lahan rawa surut menjadi lahan pertanian.
Baca Juga: Kementan dan BPK Konsultasi Persoalan Pangan
&quot;Itu ada beberapa hal poin-poin penting yang diapresiasi yang pertama rainfed land&amp;nbsp; yang kita bangun arable land, jadi tanah yang gersang kita optimalkan terkhusus untuk rainfed land (tanah tadah hujan) sekitar 50% seluruh Indonesia,&quot; jelasnya.
Amran menjelaskan, kedua hal yang dilakukan Indonesia ini dilihat sebagai suatu hal yang bagus untuk meningkatkan pangan. Pasalnya dengan rainfed land yang dilakukan ini meningkatkan masa tanam Indonesia yang awalnya hanya 1 kali per tahun menjadi 2 kali per tahun.
Baca Juga: Lahan Sawah di Jawa Paling Cepat Beralih ke Industri
&quot;Bahkan nanti ke depan tiga kali (per tahun). Caranya adalah membangun rain water technology,&quot; kata dia.
Sementara itu, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) juga turut menjadi poin yang diapresiasi PBB. Selain itu, pihak PBB juga ingin mengunjungi dan melihat langsung KRPL Indonesia.
&quot;Beliau mau kunjungi dan lihat langsung seperti apa KRPL ini sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan. Pangan lestari itu menanam cabai, sayur di pekarangan itu yang akan dikunjungi besok mungkin. Intinya mereka mengapresiasi gerakan kita atas perintah Bapak Presiden untuk memuliakan petani, mem-protect petani itu yang ditangkap dan sangat gembira tentang itu,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan dari pelopor khusus Dewan HAM PBB untuk hak atas pangan ke Indonesia. Pertemuan dilakukan di gedung utama Kementan, Jakarta Selatan.
Setelah pertemuan sekira satu jam, Mentan menyatakan, upaya peningkatan pangan yang dilakukan oleh Indonesia sangat diapresiasi oleh pihak PBB.
Baca Juga: Geliat Ekspor Hasil Pertanian Jelang 4 Tahun Pemerintah Jokowi-JK
&quot;Kami sampaikan upaya untuk meningkatkan pangan Indonesia dan itu mereka apresiasi,&quot; ungkap Amran di Kementan, Senin (9/4/2018).
Menurutnya, ada beberapa hal peningkatan pangan yang dilakukan oleh Indonesia yang diapresiasi yakni penciptaan teknologi di bidang pertanian. Pertama mengenai penciptaan lahan tadah hujan (rainfed land) dan kedua adalah penciptaan lahan rawa surut menjadi lahan pertanian.
Baca Juga: Kementan dan BPK Konsultasi Persoalan Pangan
&quot;Itu ada beberapa hal poin-poin penting yang diapresiasi yang pertama rainfed land&amp;nbsp; yang kita bangun arable land, jadi tanah yang gersang kita optimalkan terkhusus untuk rainfed land (tanah tadah hujan) sekitar 50% seluruh Indonesia,&quot; jelasnya.
Amran menjelaskan, kedua hal yang dilakukan Indonesia ini dilihat sebagai suatu hal yang bagus untuk meningkatkan pangan. Pasalnya dengan rainfed land yang dilakukan ini meningkatkan masa tanam Indonesia yang awalnya hanya 1 kali per tahun menjadi 2 kali per tahun.
Baca Juga: Lahan Sawah di Jawa Paling Cepat Beralih ke Industri
&quot;Bahkan nanti ke depan tiga kali (per tahun). Caranya adalah membangun rain water technology,&quot; kata dia.
Sementara itu, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) juga turut menjadi poin yang diapresiasi PBB. Selain itu, pihak PBB juga ingin mengunjungi dan melihat langsung KRPL Indonesia.
&quot;Beliau mau kunjungi dan lihat langsung seperti apa KRPL ini sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan. Pangan lestari itu menanam cabai, sayur di pekarangan itu yang akan dikunjungi besok mungkin. Intinya mereka mengapresiasi gerakan kita atas perintah Bapak Presiden untuk memuliakan petani, mem-protect petani itu yang ditangkap dan sangat gembira tentang itu,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
