<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Tunjukkan Komitmennya ke Afrika di IAF</title><description>Forum Indonesia-Afrika (Indonesia-Africa Forum/IAF) menunjukkan komitmen  Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara Afrika.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/10/320/1884598/indonesia-tunjukkan-komitmennya-ke-afrika-di-iaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/10/320/1884598/indonesia-tunjukkan-komitmennya-ke-afrika-di-iaf"/><item><title>Indonesia Tunjukkan Komitmennya ke Afrika di IAF</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/10/320/1884598/indonesia-tunjukkan-komitmennya-ke-afrika-di-iaf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/10/320/1884598/indonesia-tunjukkan-komitmennya-ke-afrika-di-iaf</guid><pubDate>Selasa 10 April 2018 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/10/320/1884598/indonesia-tunjukkan-komitmennya-ke-afrika-di-iaf-133wYPwRfk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/10/320/1884598/indonesia-tunjukkan-komitmennya-ke-afrika-di-iaf-133wYPwRfk.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ant)</title></images><description>NUSA DUA - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan kepada para perwakilan negara Afrika bahwa Forum Indonesia-Afrika (Indonesia-Africa Forum/IAF) menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara Afrika.

&quot;Selama lebih dari satu tahun kami telah bekerja keras dalam mempersiapkan Forum Indonesia-Afrika ini. Hal ini kami lakukan untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat cinta dan kerja samanya dengan Afrika,&quot; kata Menlu Retno Marsudi di Nusa Dua Bali Convention Center di Bali, Selasa (10/4/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Forum Indonesia-Afrika Catat Kesepakatan Bisnis hingga USD586 Juta
Menlu RI menyampaikan kepada perwakilan negara-negara Afrika dalam acara pembukaan IAF bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang diwarnai dengan kesetaraan, kepedulian, serta kolaborasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

&quot;Anda mungkin bertanya, mengapa Indonesia memprakarsai Indonesia-Africa Forum. Jawaban cepatnya adalah karena Indonesia mencintai Afrika. Kecintaan kami pada Afrika tidak hanya tercermin dalam kata-kata, tetapi juga tercermin dalam perbuatan,&quot;ujar Retno.
&amp;nbsp;Baca juga: Menlu Retno: Konektivitas Baru Indonesia-Afrika Buka Peluang Ekonomi yang Lebih Luas
Dia menekankan bahwa Indonesia ingin berperan dan menjadi bagian dari pembangunan di negara-negara Afrika.

&quot;Indonesia ingin menjadi bagian dari pembangunan di Afrika, dan sebaliknya Indonesia ingin Afrika menjadi bagian dari pembangunan di Indonesia,&quot; ucapnya.

Menlu RI mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mempelajari Visi Afrika 2063 dan memantau kemajuan dari Benua Perdagangan Bebas Afrika (Africa Free Trade Continent).

Dalam rangkaian kegiatan IAF pada Selasa (10/4) akan diadakan beberapa panel diskusi antara Indonesia dengan negara-negara Afrika tentang pembuatan kebijakan dan perspektif terkait topik-topik strategis, seperti diplomasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, inisiatif fasilitas pembiayaan, transformasi digital, kerja sama industri strategis.

Selanjutnya, pada hari kedua IAF yakni Rabu (11/4) akan diadakan Forum Bisnis Indonesia-Afrika untuk mendiskusikan topik-topik penting, seperti konektivitas, ekonomi digital, pertanian, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular, serta masa depan hubungan ekonomi Indonesia-Afrika.

Sepanjang forum tersebut, para menteri, pejabat tinggi, CEO, bankir, dan pemimpin Kamar Dagang dan Industri dari Indonesia dan negara-negara Afrika akan berdiskusi dan bertukar pikiran.

&quot;Saya senang bahwa sejumlah BUMN Indonesia berpartisipasi dalam forum ini, termasuk Pertamina, PT Inka, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT TIMAH, dan banyak lainnya,&quot;ucap Menlu Retno.

Menlu RI juga menyambut para CEO dan perwakilan bisnis dari Afrika, termasuk Ethiopian Airlines, Topwide Ventures Limited, Africa Export-Import Bank, Amirco Commercial Service.

IAF merupakan acara yang diadakan untuk pertama kalinya oleh pemerintah Indonesia sebagai dasar/platform untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret antara Indonesia dengan negara-negara Afrika.

IAF sejalan dengan dorongan Presiden Joko Widodo agar Indonesia segera memasuki pasar-pasar nontradisional, terutama Afrika. Pemerintah RI berupaya untuk mengonversi kedekatan hubungan politik Indonesia dengan negara-negara Afrika menjadi kedekatan hubungan ekonomi.
</description><content:encoded>NUSA DUA - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan kepada para perwakilan negara Afrika bahwa Forum Indonesia-Afrika (Indonesia-Africa Forum/IAF) menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara Afrika.

&quot;Selama lebih dari satu tahun kami telah bekerja keras dalam mempersiapkan Forum Indonesia-Afrika ini. Hal ini kami lakukan untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat cinta dan kerja samanya dengan Afrika,&quot; kata Menlu Retno Marsudi di Nusa Dua Bali Convention Center di Bali, Selasa (10/4/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Forum Indonesia-Afrika Catat Kesepakatan Bisnis hingga USD586 Juta
Menlu RI menyampaikan kepada perwakilan negara-negara Afrika dalam acara pembukaan IAF bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang diwarnai dengan kesetaraan, kepedulian, serta kolaborasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

&quot;Anda mungkin bertanya, mengapa Indonesia memprakarsai Indonesia-Africa Forum. Jawaban cepatnya adalah karena Indonesia mencintai Afrika. Kecintaan kami pada Afrika tidak hanya tercermin dalam kata-kata, tetapi juga tercermin dalam perbuatan,&quot;ujar Retno.
&amp;nbsp;Baca juga: Menlu Retno: Konektivitas Baru Indonesia-Afrika Buka Peluang Ekonomi yang Lebih Luas
Dia menekankan bahwa Indonesia ingin berperan dan menjadi bagian dari pembangunan di negara-negara Afrika.

&quot;Indonesia ingin menjadi bagian dari pembangunan di Afrika, dan sebaliknya Indonesia ingin Afrika menjadi bagian dari pembangunan di Indonesia,&quot; ucapnya.

Menlu RI mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mempelajari Visi Afrika 2063 dan memantau kemajuan dari Benua Perdagangan Bebas Afrika (Africa Free Trade Continent).

Dalam rangkaian kegiatan IAF pada Selasa (10/4) akan diadakan beberapa panel diskusi antara Indonesia dengan negara-negara Afrika tentang pembuatan kebijakan dan perspektif terkait topik-topik strategis, seperti diplomasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, inisiatif fasilitas pembiayaan, transformasi digital, kerja sama industri strategis.

Selanjutnya, pada hari kedua IAF yakni Rabu (11/4) akan diadakan Forum Bisnis Indonesia-Afrika untuk mendiskusikan topik-topik penting, seperti konektivitas, ekonomi digital, pertanian, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular, serta masa depan hubungan ekonomi Indonesia-Afrika.

Sepanjang forum tersebut, para menteri, pejabat tinggi, CEO, bankir, dan pemimpin Kamar Dagang dan Industri dari Indonesia dan negara-negara Afrika akan berdiskusi dan bertukar pikiran.

&quot;Saya senang bahwa sejumlah BUMN Indonesia berpartisipasi dalam forum ini, termasuk Pertamina, PT Inka, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT TIMAH, dan banyak lainnya,&quot;ucap Menlu Retno.

Menlu RI juga menyambut para CEO dan perwakilan bisnis dari Afrika, termasuk Ethiopian Airlines, Topwide Ventures Limited, Africa Export-Import Bank, Amirco Commercial Service.

IAF merupakan acara yang diadakan untuk pertama kalinya oleh pemerintah Indonesia sebagai dasar/platform untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret antara Indonesia dengan negara-negara Afrika.

IAF sejalan dengan dorongan Presiden Joko Widodo agar Indonesia segera memasuki pasar-pasar nontradisional, terutama Afrika. Pemerintah RI berupaya untuk mengonversi kedekatan hubungan politik Indonesia dengan negara-negara Afrika menjadi kedekatan hubungan ekonomi.
</content:encoded></item></channel></rss>
