<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar Penerima Dana Desa Terbesar, dari Jateng hingga Sumsel</title><description>Gelontoran dana desa diharapkan memberi insentif positif terhadap perekonomian dan kualitas hidup masyarakat desa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/11/20/1885050/daftar-penerima-dana-desa-terbesar-dari-jateng-hingga-sumsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/11/20/1885050/daftar-penerima-dana-desa-terbesar-dari-jateng-hingga-sumsel"/><item><title>Daftar Penerima Dana Desa Terbesar, dari Jateng hingga Sumsel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/11/20/1885050/daftar-penerima-dana-desa-terbesar-dari-jateng-hingga-sumsel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/11/20/1885050/daftar-penerima-dana-desa-terbesar-dari-jateng-hingga-sumsel</guid><pubDate>Rabu 11 April 2018 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/11/20/1885050/daftar-penerima-dana-desa-terbesar-dari-jateng-hingga-sumsel-6wvgB9roJe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daerah dengan dana desa terbesar (Ilustrasi: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/11/20/1885050/daftar-penerima-dana-desa-terbesar-dari-jateng-hingga-sumsel-6wvgB9roJe.jpg</image><title>Daerah dengan dana desa terbesar (Ilustrasi: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Gelontoran dana desa diharapkan memberi insentif positif terhadap perekonomian dan kualitas hidup masyarakat desa. Sebagai komitmen mendistribusikan dana desa, pemerintah sejak 2015 hingga 2017 terus menambah jumlah alokasi dana desa.
Berikut 8 provinsi yang memperoleh dana desa terbesar di 2017:
JAWA TENGAH
Luas wilayahnya 32.548 km&amp;sup2;, atau sekitar 28,94% dari luas pulau Jawa. Secara administratif, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terdiri atas 29 kabupaten dan 6 kota. Administrasi pemerintahan kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490 desa/keluarahn. Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Jawa Tengah.
JAWA TIMUR
Luas wilayahnya 47.922 km&amp;sup2;, Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Provinsi Jawa Timur terdiri atas 29 kabupaten dan 9 kota. Jawa Timur dikenal sebagai pusat Kawasan Timur Indonesia, dan memiliki signifikansi perekonomian yang cukup tinggi, yakni berkontribusi 14,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
ACEH
Aceh pertama dikenal dengan nama Aceh Darussalam (1511&amp;ndash;1959), kemudian Daerah Istimewa Aceh (1959&amp;ndash;2001), Nanggroe Aceh Darussalam (2001&amp;ndash;2009), dan terakhir Aceh (2009&amp;ndash;sekarang). Total luas Aceh yakni 58.375,63 km2. Sejak tahun 1999, Aceh telah mengalami beberapa pemekaran wilayah hingga sekarang mencapai 5 pemerintahan kota dan 18 kabupaten.
JAWA BARAT
Provinsi Jawa Barat terdiri atas 18 kabupaten dan 9 kota dengan total luas mencapai 35.222,18 km2. Jawa Barat selama lebih dari tiga dekade telah mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Saat ini peningkatan ekonomi modern ditandai dengan peningkatan pada sektor manufaktur dan jasa. Di samping perkembangan sosial dan infrastruktur, sektor manufaktur terhitung terbesar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi, hampir tigaperempat dari industri-industri manufaktur non minyak berpusat di sekitar Jawa Barat.
PAPUA
Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua Bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat. Papua memiliki luas 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia. Papua yang terdiri dari 28 kabupaten dan 1 kota.
SUMATERA UTARA
Total luas Provinsi Sumatera Utara adalah 72.981,23 km2. Sumatera Utara pada dasarnya dapat dibagi atas Pesisir Timur, Pegunungan Bukit Barisan, Pesisir Barat, dan Kepulauan Nias. Sumatera Utara dibagi kepada 25 kabupaten, 8 kota, 325 kecamatan dan 5.456 kelurahan/desa. Sumatera Utara merupakan provinsi keempat terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.NUSA TENGGARA TIMUR
Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi di Indonesia yang berada  dalam gugusan Sunda Kecil dan termasuk dalam Kepulauan Nusa tenggara.  Provinsi yang biasa disingkat NTT ini memiliki 21 Kabupaten/Kota.  Setelah pemekaran, Nusa Tenggara Timur terdiri dari beberapa pulau,  antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau  Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau  Komodo dan Pulau Palue. Luas total NTT adalah 48.718,10 km2.
SUMATERA SELATAN
Sumatera Selatan (Sumsel) adalah salah satu Indonesia yang terletak  di bagian selatan Pulau Sumatera. Secara geografis Provinsi Sumatera  Selatan berbatasan dengan Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka Belitung  di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat.  Secara administratif Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 13  (tigabelas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, dengan  palembang sebagai ibukota provinsi dengan total luas 91.592,43 km2.
Berkat Dana Desa, Produk Unggulan Desa Kini Tembus Batas Negara
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)  berhasil membawa produk unggulan desa menembus batas Negara. Beragam  produk unggulan desa dibawa 115 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan unit  usaha pedesaan dipamerkan dalam Indonesia Archipelago Exhibition  (Archex) 2018 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur,  Malaysia, 3-4 April 2018.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes  PDTT) yang juga merangkap sebagai Pejabat Penghubung Investasi  Indonesia Malaysia, Eko Putro Sandjojo, mengapresiasi gelaran ini dan  berharap kegiatan ini menjadi ajang promosi dan pemasaran produk lokal  desa ke pasar internasional. &quot;Pameran ini bantu pasarkan produk unggulan  kawasan perdesaan di Malaysia. Rekan-rekan di Malaysia juga apresiasi.
Paling tidak produk kita bisa dibeli oleh masyarakat kita disini,&quot;  ujarnya. Dana desa menjadi upaya serius pemerintah dalam upaya membangun  Indonesia dari desa sesuai dengan nawacita ketiga, yaitu membangun  Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam  kerangka Negara kesatuan. Pengalokasian dana desa dari APBN terus  meningkat.
Dalam empat tahun ini, setidaknya pemerintah telah menyalurkan dana  desa (DD) sebesar Rp 187triliun untuk percepatan pembangunan desa. Pada  tahun 2015, dana desa disalurkan sebesar Rp 20,7 triliun kepada 74.093  desa. Jumlahnya meningkat di 2016 menjadi Rp 47 triliun untuk 74.754  desa. Di tahun 2017, jumlah dana desa yang disalurkan kepada 74.910 desa  mencapai Rp60 triliun.
Jumlah yang sama juga disalurkan di tahun 2018 ini. Kementerian Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal, danTransmigrasi (Kemendes PDTT) berperan  dalam mengawal pemanfaatan dana desa tersebut. Menteri Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro  Sandjojo menyebutkan ada dua macam jenis pembangunan di desa.
Pertama, ada yang langsung berdampak untuk pertumbuhan ekonomi.  Kemudian yang kedua, pembangunan yang berdampak pada peningkatan  kualitas hidup dasar masyarakat desa. Kedepan dana desa akan fokus  menunjang perekonomian desa. Dalam tiga tahun terakhir implementasi dana  desa mencatat hasil signifikan.Dalam tiga tahun ini, dana desa telah membangun 121.709 kilometer   jalan desa, 1.960 kilometer jembatan desa, 7.161 unit pasar desa, 21.811   Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 5.116 tambatan perahu, 2.047 unit   embung, 41.739 unit irigasi, dan 2.366 unit sarana olahraga desa.   Infrastruktur tersebut dibangun untuk menunjang aktivitas ekonomi   masyarakat.
Sedangkan pembangunan yang bersifat peningkatan kualitas hidup   masyarakat desa yakni 291.393 unit penahan tanah, 6.432 unit air bersih,   82.356 unit MCK, 6.705 unit Polindes, 590.371 unit drainase, 21.357   unit Pendidikan AnakUsia Dini (PAUD), 30.244 unit Posyandu, dan 45.865   unit sumur. &amp;ldquo;Program membuat MCK, air bersih, PAUD, Posyandu, turap, dan   lainnya meningkatkan indeks pembangunan manusia di desa sehingga   kualitas hidup masyarakat desa meningkat.
Yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah program bikin   jalan, pasar, jembatan, irigasi, walaupun dampaknya tidak langsung tapi   lebih ada dampak terhadap pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; ujar Menteri Eko di   Jakarta (27/02).
Empat Program Prioritas
Untuk mendukung percepatan pembangunan desa, Kemendes PDTT telah   menetapkan empat program prioritas. Empat program tersebut yakni   pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), membangun   embung air desa, mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan   membangun Sarana Olahraga Desa (Raga Desa).
&amp;ldquo;Prinsipnya, Prukades itu adalah untuk membuat klusterekonomi di   desa-desa. Prukades memberi insentif supaya desa fokus mengembangkan   produk unggulannya,&amp;rdquo; ujar Menteri Eko. Dirinya menambahkan, akses pasar   masih menjadi kendala bagi produk masyarakat desa. Karena tidak ada   akses pasar yang membuat produk desa tidak ada jaminan akan diserap   pasar, maka harga sering jatuh di bawah harga produksi.
Dengan risiko yang tinggi tersebut, masyarakat desa pun sulit   mendapatkan permodalan dari bank. Oleh karena itu, pemerintah memberi   insentif kepada para Bupati yang memilih untuk fokus di komoditi   tertentu. Pemerintah akan membantu dengan memberikan bibit, traktor,   jembatan, dan apapun yang dibutuhkan secara gratis.
Tahun ini sedang berjalan di Pandeglang, Halmahera Barat, Minahasa   Utara, Sigi, Lampung Timur, dan beberapa daerah lainnya. &amp;ldquo;Kalau berhasil   Indonesia bisa mendapat 100 juta angkatan kerja di desa dalam 10 tahun   dengan pendapatan kira-kira 2 juta per bulan, maka dalam 5 tahun bisa   ini (Prukades) jadi program nasional. Kita bisa menciptakan daya   beli,&amp;rdquo;terangnya.Program prioritas kedua adalah membangun embung. Embung dibutuhkan    untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Masifnya pembangunan    embung diharapkan dapat membuat masa panen meningkat 2 hingga 3 kali    dalam setahun. Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi    program prioritas ketiga.
BUMDes diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.    Dengan mengedepankan potensi unggulan di desanya, unit usaha BUMDes    dapat terdiri dari berbagai jenis, seperti pengelola Desa Wisata,    minimarket, penyewaan tenda dan kursi, pengelola daur ulang sampah, dan    lainnya. &amp;ldquo;Tiap desa diharapkan punya BUMDes dan menjadi sumber    penghasilan desa.
Nantinya dana desa bukan lagi jadi sumber utama pembangunan desa,    tapi hanya stimulus,&amp;rdquo; ujar Menteri Eko. Dalam tiga tahun terakhir,    tercatat setidaknya terdapat lebih dari 20 BUMDes dengan penghasilan di    atas Rp 300 juta. Empat posisi teratas di antaranya ditempati oleh    BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok, Klaten dengan omset mencapai    Rp10,3 miliar.
Kemudian disusul oleh BUMDes Tirtonirmolo di Desa Tirtonirmolo,    Bantul, BUMDes Mandala Giri Amerta di Desa Tajun, Buleleng, dan BUMDes    Karangkandri Sejahtera di Desa Karangkandri, Cilacap. Untuk  meningkatkan   tata kelola manajemen BUMDes, Kemendes PDTT menginisiasi  pembentukan   PT.
Mitra BUMDes Nusantara (MBS) sebagai holding company. PT. MBS    dimotori oleh Perum Bulog dan empat bank milik pemerintah, yakni BNI,    BRI, Bank Mandiri, dan BTN. Sementara program prioritas keempat adalah    pembangunan Sarana Olahraga Desa (Raga Desa). Raga Desa diharapkan  dapat   menciptakan keramaian dan mendorong aktivitas ekonomi.
Raga Desa akan menjadi ruang publik yang menciptakan keramaian.    Generasi muda pun dapat menyalurkan aktivitas positif agar terhindar    dari narkoba, tawuran, dan radikalisme. Sejumlah kegiatan yang dapat    dilakukan dengan adanya Raga Desa yakni Liga Desa (sepakbola), Festival    Desa, Layar Desa, maupun yang lainnya.
&amp;ldquo;Presiden memberikan arahan agar dana desa dapat memberikan efek    besar terhadap pertumbuhan ekonomi desa. Atas saran itu, Kemendes PDTT    membuat empat program unggulan tersebut,&amp;rdquo; pungkas Eko.
(Koran Sindo/Bobby Firmansyah)</description><content:encoded>JAKARTA - Gelontoran dana desa diharapkan memberi insentif positif terhadap perekonomian dan kualitas hidup masyarakat desa. Sebagai komitmen mendistribusikan dana desa, pemerintah sejak 2015 hingga 2017 terus menambah jumlah alokasi dana desa.
Berikut 8 provinsi yang memperoleh dana desa terbesar di 2017:
JAWA TENGAH
Luas wilayahnya 32.548 km&amp;sup2;, atau sekitar 28,94% dari luas pulau Jawa. Secara administratif, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terdiri atas 29 kabupaten dan 6 kota. Administrasi pemerintahan kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490 desa/keluarahn. Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Jawa Tengah.
JAWA TIMUR
Luas wilayahnya 47.922 km&amp;sup2;, Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Provinsi Jawa Timur terdiri atas 29 kabupaten dan 9 kota. Jawa Timur dikenal sebagai pusat Kawasan Timur Indonesia, dan memiliki signifikansi perekonomian yang cukup tinggi, yakni berkontribusi 14,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
ACEH
Aceh pertama dikenal dengan nama Aceh Darussalam (1511&amp;ndash;1959), kemudian Daerah Istimewa Aceh (1959&amp;ndash;2001), Nanggroe Aceh Darussalam (2001&amp;ndash;2009), dan terakhir Aceh (2009&amp;ndash;sekarang). Total luas Aceh yakni 58.375,63 km2. Sejak tahun 1999, Aceh telah mengalami beberapa pemekaran wilayah hingga sekarang mencapai 5 pemerintahan kota dan 18 kabupaten.
JAWA BARAT
Provinsi Jawa Barat terdiri atas 18 kabupaten dan 9 kota dengan total luas mencapai 35.222,18 km2. Jawa Barat selama lebih dari tiga dekade telah mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Saat ini peningkatan ekonomi modern ditandai dengan peningkatan pada sektor manufaktur dan jasa. Di samping perkembangan sosial dan infrastruktur, sektor manufaktur terhitung terbesar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi, hampir tigaperempat dari industri-industri manufaktur non minyak berpusat di sekitar Jawa Barat.
PAPUA
Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua Bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat. Papua memiliki luas 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia. Papua yang terdiri dari 28 kabupaten dan 1 kota.
SUMATERA UTARA
Total luas Provinsi Sumatera Utara adalah 72.981,23 km2. Sumatera Utara pada dasarnya dapat dibagi atas Pesisir Timur, Pegunungan Bukit Barisan, Pesisir Barat, dan Kepulauan Nias. Sumatera Utara dibagi kepada 25 kabupaten, 8 kota, 325 kecamatan dan 5.456 kelurahan/desa. Sumatera Utara merupakan provinsi keempat terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.NUSA TENGGARA TIMUR
Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi di Indonesia yang berada  dalam gugusan Sunda Kecil dan termasuk dalam Kepulauan Nusa tenggara.  Provinsi yang biasa disingkat NTT ini memiliki 21 Kabupaten/Kota.  Setelah pemekaran, Nusa Tenggara Timur terdiri dari beberapa pulau,  antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau  Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau  Komodo dan Pulau Palue. Luas total NTT adalah 48.718,10 km2.
SUMATERA SELATAN
Sumatera Selatan (Sumsel) adalah salah satu Indonesia yang terletak  di bagian selatan Pulau Sumatera. Secara geografis Provinsi Sumatera  Selatan berbatasan dengan Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka Belitung  di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat.  Secara administratif Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 13  (tigabelas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, dengan  palembang sebagai ibukota provinsi dengan total luas 91.592,43 km2.
Berkat Dana Desa, Produk Unggulan Desa Kini Tembus Batas Negara
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)  berhasil membawa produk unggulan desa menembus batas Negara. Beragam  produk unggulan desa dibawa 115 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan unit  usaha pedesaan dipamerkan dalam Indonesia Archipelago Exhibition  (Archex) 2018 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur,  Malaysia, 3-4 April 2018.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes  PDTT) yang juga merangkap sebagai Pejabat Penghubung Investasi  Indonesia Malaysia, Eko Putro Sandjojo, mengapresiasi gelaran ini dan  berharap kegiatan ini menjadi ajang promosi dan pemasaran produk lokal  desa ke pasar internasional. &quot;Pameran ini bantu pasarkan produk unggulan  kawasan perdesaan di Malaysia. Rekan-rekan di Malaysia juga apresiasi.
Paling tidak produk kita bisa dibeli oleh masyarakat kita disini,&quot;  ujarnya. Dana desa menjadi upaya serius pemerintah dalam upaya membangun  Indonesia dari desa sesuai dengan nawacita ketiga, yaitu membangun  Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam  kerangka Negara kesatuan. Pengalokasian dana desa dari APBN terus  meningkat.
Dalam empat tahun ini, setidaknya pemerintah telah menyalurkan dana  desa (DD) sebesar Rp 187triliun untuk percepatan pembangunan desa. Pada  tahun 2015, dana desa disalurkan sebesar Rp 20,7 triliun kepada 74.093  desa. Jumlahnya meningkat di 2016 menjadi Rp 47 triliun untuk 74.754  desa. Di tahun 2017, jumlah dana desa yang disalurkan kepada 74.910 desa  mencapai Rp60 triliun.
Jumlah yang sama juga disalurkan di tahun 2018 ini. Kementerian Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal, danTransmigrasi (Kemendes PDTT) berperan  dalam mengawal pemanfaatan dana desa tersebut. Menteri Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro  Sandjojo menyebutkan ada dua macam jenis pembangunan di desa.
Pertama, ada yang langsung berdampak untuk pertumbuhan ekonomi.  Kemudian yang kedua, pembangunan yang berdampak pada peningkatan  kualitas hidup dasar masyarakat desa. Kedepan dana desa akan fokus  menunjang perekonomian desa. Dalam tiga tahun terakhir implementasi dana  desa mencatat hasil signifikan.Dalam tiga tahun ini, dana desa telah membangun 121.709 kilometer   jalan desa, 1.960 kilometer jembatan desa, 7.161 unit pasar desa, 21.811   Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 5.116 tambatan perahu, 2.047 unit   embung, 41.739 unit irigasi, dan 2.366 unit sarana olahraga desa.   Infrastruktur tersebut dibangun untuk menunjang aktivitas ekonomi   masyarakat.
Sedangkan pembangunan yang bersifat peningkatan kualitas hidup   masyarakat desa yakni 291.393 unit penahan tanah, 6.432 unit air bersih,   82.356 unit MCK, 6.705 unit Polindes, 590.371 unit drainase, 21.357   unit Pendidikan AnakUsia Dini (PAUD), 30.244 unit Posyandu, dan 45.865   unit sumur. &amp;ldquo;Program membuat MCK, air bersih, PAUD, Posyandu, turap, dan   lainnya meningkatkan indeks pembangunan manusia di desa sehingga   kualitas hidup masyarakat desa meningkat.
Yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah program bikin   jalan, pasar, jembatan, irigasi, walaupun dampaknya tidak langsung tapi   lebih ada dampak terhadap pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; ujar Menteri Eko di   Jakarta (27/02).
Empat Program Prioritas
Untuk mendukung percepatan pembangunan desa, Kemendes PDTT telah   menetapkan empat program prioritas. Empat program tersebut yakni   pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), membangun   embung air desa, mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan   membangun Sarana Olahraga Desa (Raga Desa).
&amp;ldquo;Prinsipnya, Prukades itu adalah untuk membuat klusterekonomi di   desa-desa. Prukades memberi insentif supaya desa fokus mengembangkan   produk unggulannya,&amp;rdquo; ujar Menteri Eko. Dirinya menambahkan, akses pasar   masih menjadi kendala bagi produk masyarakat desa. Karena tidak ada   akses pasar yang membuat produk desa tidak ada jaminan akan diserap   pasar, maka harga sering jatuh di bawah harga produksi.
Dengan risiko yang tinggi tersebut, masyarakat desa pun sulit   mendapatkan permodalan dari bank. Oleh karena itu, pemerintah memberi   insentif kepada para Bupati yang memilih untuk fokus di komoditi   tertentu. Pemerintah akan membantu dengan memberikan bibit, traktor,   jembatan, dan apapun yang dibutuhkan secara gratis.
Tahun ini sedang berjalan di Pandeglang, Halmahera Barat, Minahasa   Utara, Sigi, Lampung Timur, dan beberapa daerah lainnya. &amp;ldquo;Kalau berhasil   Indonesia bisa mendapat 100 juta angkatan kerja di desa dalam 10 tahun   dengan pendapatan kira-kira 2 juta per bulan, maka dalam 5 tahun bisa   ini (Prukades) jadi program nasional. Kita bisa menciptakan daya   beli,&amp;rdquo;terangnya.Program prioritas kedua adalah membangun embung. Embung dibutuhkan    untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Masifnya pembangunan    embung diharapkan dapat membuat masa panen meningkat 2 hingga 3 kali    dalam setahun. Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi    program prioritas ketiga.
BUMDes diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.    Dengan mengedepankan potensi unggulan di desanya, unit usaha BUMDes    dapat terdiri dari berbagai jenis, seperti pengelola Desa Wisata,    minimarket, penyewaan tenda dan kursi, pengelola daur ulang sampah, dan    lainnya. &amp;ldquo;Tiap desa diharapkan punya BUMDes dan menjadi sumber    penghasilan desa.
Nantinya dana desa bukan lagi jadi sumber utama pembangunan desa,    tapi hanya stimulus,&amp;rdquo; ujar Menteri Eko. Dalam tiga tahun terakhir,    tercatat setidaknya terdapat lebih dari 20 BUMDes dengan penghasilan di    atas Rp 300 juta. Empat posisi teratas di antaranya ditempati oleh    BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok, Klaten dengan omset mencapai    Rp10,3 miliar.
Kemudian disusul oleh BUMDes Tirtonirmolo di Desa Tirtonirmolo,    Bantul, BUMDes Mandala Giri Amerta di Desa Tajun, Buleleng, dan BUMDes    Karangkandri Sejahtera di Desa Karangkandri, Cilacap. Untuk  meningkatkan   tata kelola manajemen BUMDes, Kemendes PDTT menginisiasi  pembentukan   PT.
Mitra BUMDes Nusantara (MBS) sebagai holding company. PT. MBS    dimotori oleh Perum Bulog dan empat bank milik pemerintah, yakni BNI,    BRI, Bank Mandiri, dan BTN. Sementara program prioritas keempat adalah    pembangunan Sarana Olahraga Desa (Raga Desa). Raga Desa diharapkan  dapat   menciptakan keramaian dan mendorong aktivitas ekonomi.
Raga Desa akan menjadi ruang publik yang menciptakan keramaian.    Generasi muda pun dapat menyalurkan aktivitas positif agar terhindar    dari narkoba, tawuran, dan radikalisme. Sejumlah kegiatan yang dapat    dilakukan dengan adanya Raga Desa yakni Liga Desa (sepakbola), Festival    Desa, Layar Desa, maupun yang lainnya.
&amp;ldquo;Presiden memberikan arahan agar dana desa dapat memberikan efek    besar terhadap pertumbuhan ekonomi desa. Atas saran itu, Kemendes PDTT    membuat empat program unggulan tersebut,&amp;rdquo; pungkas Eko.
(Koran Sindo/Bobby Firmansyah)</content:encoded></item></channel></rss>
