<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Strategi Khusus agar Tol Tidak Macet saat Mudik Lebaran</title><description>Kementerian BUMN terus melakukan konsolidasi  dengan BUMN yang tergabung dalam Program Mudik Bareng BUMN tahun 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/11/320/1885246/ini-strategi-khusus-agar-tol-tidak-macet-saat-mudik-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/11/320/1885246/ini-strategi-khusus-agar-tol-tidak-macet-saat-mudik-lebaran"/><item><title>Ini Strategi Khusus agar Tol Tidak Macet saat Mudik Lebaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/11/320/1885246/ini-strategi-khusus-agar-tol-tidak-macet-saat-mudik-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/11/320/1885246/ini-strategi-khusus-agar-tol-tidak-macet-saat-mudik-lebaran</guid><pubDate>Rabu 11 April 2018 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/11/320/1885246/ini-strategi-khusus-agar-tol-tidak-macet-saat-mudik-lebaran-q5G1F00bCi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Strategi Khusus agar Tol Tidak Macet (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/11/320/1885246/ini-strategi-khusus-agar-tol-tidak-macet-saat-mudik-lebaran-q5G1F00bCi.jpg</image><title>Foto: Strategi Khusus agar Tol Tidak Macet (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menjelang hari raya Idul Fitri 2018 (1439) yang akan jatuh pada tanggal 15-16 Juni 2018, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melakukan konsolidasi dengan BUMN yang tergabung dalam Program Mudik Bareng BUMN tahun 2018.

Selain memastikan kesiapan moda transportasi, yakni Perum Damri, PT Pelni dan PT KAI, telah siap, Kementerian juga mendorong BUMN pengelola jalan tol, salah satunya adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang tol kelolaannya akan dilalui pemudik, bisa beroperasi melayani pemudik secara optimal.

&quot;Termasuk menyiapkan strategi khusus agar tidak terjadi kemacetan di jalan tol,&quot; kata Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra Samal, di Jakarta, Rabu (11/4/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Dirut KAI Berharap Lebaran Kali Ini Zero Accident
Sebagai inisiator program Mudik Bareng BUMN 2018, Kementerian BUMN telah menunjuk PT Jasa Raharja sebagai koordinator. Selanjutnya, Kementerian BUMN terus memberikan arahan agar BUMN hadir untuk pelayanan  masyarakat di hari besar keagaamaan berjalan dengan baik. Diharapkan melalui sinergi BUMN ini, mudik bisa berjalan lancar dan nyaman.

Menurut Hambra, Mudik Bareng BUMN 2018, akan dilaksanakan pada 9 Juni di Parkir Pantai Carnaval Ancol, Jakarta. Kementerian BUMN memasang target minimal peserta mencapai 200.000 pemudik. Angka tersebut naik 69,18 persen dibandingkan realisasi 2017.

&quot;Kementerian BUMN ingin memastikan bahwa BUMN hadir untuk pelayanan masyarakat di hari besar keagaamaan. Mudik bisa berjalan lancar, pemudik pun mendapat kenyamanan berkat sinergi BUMN,&quot; kata Hambra.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menhub Bakal Kumpulkan Menteri Bahas Persiapan Mudik Lebaran
Terkait infrastruktur jalan tol yang akan dilalui pemudik, Jasa Marga telah sejumlah persiapan. &quot;Perseroan juga telah menyusun segenap kesiapan operasional yang meliputi pelayanan transaksi, lalu lintas, dan konstruksi guna kelancaran arus mudik dan arus balik para pengguna jalan tol,&quot; jelas  Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur .

Di beberapa Gerbang Tol (GT) yang kerap menjadi titik kepadatan pada saat puncak arus mudik dan arus balik, Jasa Marga memprediksi kenaikan volume lalu lintas dibandingkan tahun 2017.


Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2018 di GT Cikarang Utama terjadi pada H-3, yakni pada tanggal 12 Juni 2018, volume lalu lintas akan naik sebesar 0,03% atau sekitar 116.270 kendaraan dibandingkan puncak arus mudik Lebaran 2017. Sedangkan puncak arus balik di GT Cikarang Utama diprediksi terjadi pada tanggal 19 Juni 2018 (H+3) akan mengalami penurunan sebesar 3,9% atau 109.632 kendaraan dibandingkan 2017.

Sedangkan puncak arus mudik yang terjadi di GT Cileunyi diprediksi jatuh pada tanggal 12 Juni, akan mengalami kenaikan sebesar 0,75% atau setara dengan 46.824 kendaraan dibandingkan tahun 2017. Puncak arus balik di GT Cileunyi yang diprediksi jatuh pada tanggal 19 Juni 2018 akan mengalami kenaikan sebesar 1,29% atau 47.141 kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya.


Untuk mengantisipasi kepadatan volume lalu lintas di GT Cikarang  Utama pada puncak arus mudik dan arus balik, demikian Subakti Syukur  menjelaskan kepada awak media,  Jasa Marga mengoperasikan maksimal 20  gardu tol operasi (arah Cikampek), 29 gardu tol operasi (arah Jakarta),  dan memfungsikan 10 mobile reader dan top up tunai di GT Cikarang Utama 2  dan GT Cikarang Utama 4.

Guna mengatasi permasalahan serupa di GT Cileunyi, Jasa Marga  mengoperasikan maksimal 10 gardu tol operasi (arah Garut) termasuk 2  lajur reversible, 8 gardu tol operasi (arah Jakarta) termasuk penambahan  2 gardu operasi dan 3 lajur reversible, serta memfungsikan 5 mobile  reader dan top up tunai di GT Cileunyi.

Oleh karena itu, untuk memastikan volume kendaraan pada arus mudik  dan arus balik terdistribusi dengan baik, Jasa Marga juga menyediakan  jalur fungsional dengan memanfaatkan jalan tol yang masih dalam proses  konstruksi, dengan total panjang 137,54 Km, yang terdiri dari: Jalan Tol  Batang-Semarang (Ruas Batang-Krapyak sepanjang 75 Km), Jalan Tol  Solo-Ngawi (Ruas Salatiga-Kertasura sepanjang 32,24 Km), Jalan Tol  Ngawi-Kertosono (Ruas Wilangan-Nganjuk sepanjang 15 Km), dan Jalan Tol  Pandaan-Malang (Ruas Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,3 Km).

Selain itu, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat puncak arus  mudik dan arus balik Lebaran 2018, Jasa Marga melakukan upaya-upaya  lain, di antaranya adalah perubahan sistem transaksi peningkatan  kapasitas gerbang tol, dan optimalisasi penggunaan transaksi non-tunai.

Dalam hal pelayanan lalu lintas, Jasa Marga juga telah menyiapkan   penambahan sarana sistem informasi dan komunikasi, pengendalian dan  pengaturan beban ruas per-segmen, optimalisasi kapasitas lajur,  minimalisir gangguan lalu lintas, penambahan kendaraan pelayanan lalu  lintas, dan penambahan kapasitas lajur utama.

Sebagai optimalisasi pelayanan lalu lintas, Jasa Marga menghentikan  seluruh kegiatan proyek mulai dari H-7 hingga H+7, penerapan kebijakan  Pemerintah terhadap pembatasan kendaraan angkutan barang dengan 3 sumbu  atau lebih, percepatan respon dengan menempatkan petugas-petugas di  daerah rawan kepadatan, serta percepatan distribusi informasi situasi  lalu lintas kepada pengguna jalan dengan media komunikasi (twitter dan  JM CARe) dan penyampaian informasi kondisi lalu lintas melalui VMS, VMS  Mobile.

Guna membantu kelancaran arus lalu lintas, Jasa Marga mengimbau  kepada pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi rambu-rambu, berkendara  dengan tertib, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta  selalu memastikan kecukupan saldo dan melakukan top up uang elektronik  sebelum memasuki tol.

Untuk kenyamanan, Jasa Marga juga mengingatkan agar pengendara  memastikan kecukupan BBM dan menyiapkan perbekalan yang cukup, serta  memastikan estimasi waktu tempuh perjalanan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjelang hari raya Idul Fitri 2018 (1439) yang akan jatuh pada tanggal 15-16 Juni 2018, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melakukan konsolidasi dengan BUMN yang tergabung dalam Program Mudik Bareng BUMN tahun 2018.

Selain memastikan kesiapan moda transportasi, yakni Perum Damri, PT Pelni dan PT KAI, telah siap, Kementerian juga mendorong BUMN pengelola jalan tol, salah satunya adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang tol kelolaannya akan dilalui pemudik, bisa beroperasi melayani pemudik secara optimal.

&quot;Termasuk menyiapkan strategi khusus agar tidak terjadi kemacetan di jalan tol,&quot; kata Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra Samal, di Jakarta, Rabu (11/4/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Dirut KAI Berharap Lebaran Kali Ini Zero Accident
Sebagai inisiator program Mudik Bareng BUMN 2018, Kementerian BUMN telah menunjuk PT Jasa Raharja sebagai koordinator. Selanjutnya, Kementerian BUMN terus memberikan arahan agar BUMN hadir untuk pelayanan  masyarakat di hari besar keagaamaan berjalan dengan baik. Diharapkan melalui sinergi BUMN ini, mudik bisa berjalan lancar dan nyaman.

Menurut Hambra, Mudik Bareng BUMN 2018, akan dilaksanakan pada 9 Juni di Parkir Pantai Carnaval Ancol, Jakarta. Kementerian BUMN memasang target minimal peserta mencapai 200.000 pemudik. Angka tersebut naik 69,18 persen dibandingkan realisasi 2017.

&quot;Kementerian BUMN ingin memastikan bahwa BUMN hadir untuk pelayanan masyarakat di hari besar keagaamaan. Mudik bisa berjalan lancar, pemudik pun mendapat kenyamanan berkat sinergi BUMN,&quot; kata Hambra.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menhub Bakal Kumpulkan Menteri Bahas Persiapan Mudik Lebaran
Terkait infrastruktur jalan tol yang akan dilalui pemudik, Jasa Marga telah sejumlah persiapan. &quot;Perseroan juga telah menyusun segenap kesiapan operasional yang meliputi pelayanan transaksi, lalu lintas, dan konstruksi guna kelancaran arus mudik dan arus balik para pengguna jalan tol,&quot; jelas  Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur .

Di beberapa Gerbang Tol (GT) yang kerap menjadi titik kepadatan pada saat puncak arus mudik dan arus balik, Jasa Marga memprediksi kenaikan volume lalu lintas dibandingkan tahun 2017.


Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2018 di GT Cikarang Utama terjadi pada H-3, yakni pada tanggal 12 Juni 2018, volume lalu lintas akan naik sebesar 0,03% atau sekitar 116.270 kendaraan dibandingkan puncak arus mudik Lebaran 2017. Sedangkan puncak arus balik di GT Cikarang Utama diprediksi terjadi pada tanggal 19 Juni 2018 (H+3) akan mengalami penurunan sebesar 3,9% atau 109.632 kendaraan dibandingkan 2017.

Sedangkan puncak arus mudik yang terjadi di GT Cileunyi diprediksi jatuh pada tanggal 12 Juni, akan mengalami kenaikan sebesar 0,75% atau setara dengan 46.824 kendaraan dibandingkan tahun 2017. Puncak arus balik di GT Cileunyi yang diprediksi jatuh pada tanggal 19 Juni 2018 akan mengalami kenaikan sebesar 1,29% atau 47.141 kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya.


Untuk mengantisipasi kepadatan volume lalu lintas di GT Cikarang  Utama pada puncak arus mudik dan arus balik, demikian Subakti Syukur  menjelaskan kepada awak media,  Jasa Marga mengoperasikan maksimal 20  gardu tol operasi (arah Cikampek), 29 gardu tol operasi (arah Jakarta),  dan memfungsikan 10 mobile reader dan top up tunai di GT Cikarang Utama 2  dan GT Cikarang Utama 4.

Guna mengatasi permasalahan serupa di GT Cileunyi, Jasa Marga  mengoperasikan maksimal 10 gardu tol operasi (arah Garut) termasuk 2  lajur reversible, 8 gardu tol operasi (arah Jakarta) termasuk penambahan  2 gardu operasi dan 3 lajur reversible, serta memfungsikan 5 mobile  reader dan top up tunai di GT Cileunyi.

Oleh karena itu, untuk memastikan volume kendaraan pada arus mudik  dan arus balik terdistribusi dengan baik, Jasa Marga juga menyediakan  jalur fungsional dengan memanfaatkan jalan tol yang masih dalam proses  konstruksi, dengan total panjang 137,54 Km, yang terdiri dari: Jalan Tol  Batang-Semarang (Ruas Batang-Krapyak sepanjang 75 Km), Jalan Tol  Solo-Ngawi (Ruas Salatiga-Kertasura sepanjang 32,24 Km), Jalan Tol  Ngawi-Kertosono (Ruas Wilangan-Nganjuk sepanjang 15 Km), dan Jalan Tol  Pandaan-Malang (Ruas Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,3 Km).

Selain itu, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat puncak arus  mudik dan arus balik Lebaran 2018, Jasa Marga melakukan upaya-upaya  lain, di antaranya adalah perubahan sistem transaksi peningkatan  kapasitas gerbang tol, dan optimalisasi penggunaan transaksi non-tunai.

Dalam hal pelayanan lalu lintas, Jasa Marga juga telah menyiapkan   penambahan sarana sistem informasi dan komunikasi, pengendalian dan  pengaturan beban ruas per-segmen, optimalisasi kapasitas lajur,  minimalisir gangguan lalu lintas, penambahan kendaraan pelayanan lalu  lintas, dan penambahan kapasitas lajur utama.

Sebagai optimalisasi pelayanan lalu lintas, Jasa Marga menghentikan  seluruh kegiatan proyek mulai dari H-7 hingga H+7, penerapan kebijakan  Pemerintah terhadap pembatasan kendaraan angkutan barang dengan 3 sumbu  atau lebih, percepatan respon dengan menempatkan petugas-petugas di  daerah rawan kepadatan, serta percepatan distribusi informasi situasi  lalu lintas kepada pengguna jalan dengan media komunikasi (twitter dan  JM CARe) dan penyampaian informasi kondisi lalu lintas melalui VMS, VMS  Mobile.

Guna membantu kelancaran arus lalu lintas, Jasa Marga mengimbau  kepada pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi rambu-rambu, berkendara  dengan tertib, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta  selalu memastikan kecukupan saldo dan melakukan top up uang elektronik  sebelum memasuki tol.

Untuk kenyamanan, Jasa Marga juga mengingatkan agar pengendara  memastikan kecukupan BBM dan menyiapkan perbekalan yang cukup, serta  memastikan estimasi waktu tempuh perjalanan.</content:encoded></item></channel></rss>
