<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Darmin: Tidak Usah Grogi Hadapi Revolusi Industri 4.0   </title><description>Pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi membangun dan melahirkan kecepatan dan data yang terbaik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/12/320/1885601/menko-darmin-tidak-usah-grogi-hadapi-revolusi-industri-4-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/12/320/1885601/menko-darmin-tidak-usah-grogi-hadapi-revolusi-industri-4-0"/><item><title>Menko Darmin: Tidak Usah Grogi Hadapi Revolusi Industri 4.0   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/12/320/1885601/menko-darmin-tidak-usah-grogi-hadapi-revolusi-industri-4-0</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/12/320/1885601/menko-darmin-tidak-usah-grogi-hadapi-revolusi-industri-4-0</guid><pubDate>Kamis 12 April 2018 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/12/320/1885601/menko-darmin-tidak-usah-grogi-hadapi-revolusi-industri-4-0-seWmPdQZI9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seminar Ekonomi Digital. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/12/320/1885601/menko-darmin-tidak-usah-grogi-hadapi-revolusi-industri-4-0-seWmPdQZI9.jpg</image><title>Seminar Ekonomi Digital. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memberitahukan bahwa seluruh sektor, termasuk telematika, saat ini sudah masuk ke dalam revolusi industri 4.0. Untuk itu, Masyarakat Telematika (Mastel) perlu mengandalkan kecepatan dan informasi data.

&quot;Orang pakai komputer perlu kecepatan dan sekarang menggunakan informasi sebagai power. Oleh karena itu yang namanya revolusi industri 4.0 mau tidak mau pasti membangun data dengan teknologi cloud dan lainnya,&quot; tuturnya saat membuka musyawarah nasional (Munas) Masyarakat Telematika (Mastel) IX, di Ballroom Telkomsel Smart Office, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Darmin mengatakan, jika masyarakat tidak mempersiapakan kecepatan dan data sejak sekarang maka bisa dikatakan belum siap masuk ke revolusi industri 4.0. &quot;Kalau demikian jangan kecil hati akan ada kekuatan dari luar, investor yang akan memotong bisnis Anda. Jadi mari kita berubah,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menko Darmin Bentuk Komite Khusus Kawal Revolusi Industri 4.0

Meski demikian, kata Darmin, hadapi industri 4.0 tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi membangun dan melahirkan kecepatan dan data yang terbaik.

&quot;Tidak usaha grogi, ini bisa dihandel kok. Tapi kita membangun network, membangun sinergi untuk kemudian melahirkan bersama agar kemudian bisa masuk tanpa menunggu datangnnya pemodal besar dari luar,&quot; tuturnya.

Pemerintah meluncurkan Roadmap Implementasi Industri 4.0 yang telah dibuat oleh Kementerian Perindustrian dengan nama Making Indonesia 4.0. Program ini sebagai antisipasi kecepatan perubahan industri sekarang ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggambarkan revolusi industri 4.0 terdiri dari kombinasi komputasi awan atau cloud computing dengan mobile internet di mana ratusan juta smartphone berkomunikasi dengan menggunakan platform-platform.
Baca juga:&amp;nbsp;Revolusi Industri 4.0 Dinilai Jadi Ancaman, Presiden Jokowi: Semua Tergantung Kita

Menurut Jokowi, industri 4.0 adalah artifisial intelijen, mesin cerdas, software-software baru yang bisa mencermati korelasi di dalam big data tadi. Bisa mencermati pola-pola statistik di dalam big data dan ini yang harus kita mengerti.

Penggabungan semuanya menjadikan generasi industru baru robotik seperti pesawat drone, autonomous vehicle atau kendaraan otonom yang bisa mengendarai diri sendiri tanpa dikendarai manusia.

Pada sektor manufaktur, gabungan teknologi-teknologi ini juga mampu mewujudkan antara lain 3D printing. Ini sebuah video yang menunjukkan sudah ada robot bidang konstruksi yang bisa mencetak sebuah rumah.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memberitahukan bahwa seluruh sektor, termasuk telematika, saat ini sudah masuk ke dalam revolusi industri 4.0. Untuk itu, Masyarakat Telematika (Mastel) perlu mengandalkan kecepatan dan informasi data.

&quot;Orang pakai komputer perlu kecepatan dan sekarang menggunakan informasi sebagai power. Oleh karena itu yang namanya revolusi industri 4.0 mau tidak mau pasti membangun data dengan teknologi cloud dan lainnya,&quot; tuturnya saat membuka musyawarah nasional (Munas) Masyarakat Telematika (Mastel) IX, di Ballroom Telkomsel Smart Office, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Darmin mengatakan, jika masyarakat tidak mempersiapakan kecepatan dan data sejak sekarang maka bisa dikatakan belum siap masuk ke revolusi industri 4.0. &quot;Kalau demikian jangan kecil hati akan ada kekuatan dari luar, investor yang akan memotong bisnis Anda. Jadi mari kita berubah,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Menko Darmin Bentuk Komite Khusus Kawal Revolusi Industri 4.0

Meski demikian, kata Darmin, hadapi industri 4.0 tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi membangun dan melahirkan kecepatan dan data yang terbaik.

&quot;Tidak usaha grogi, ini bisa dihandel kok. Tapi kita membangun network, membangun sinergi untuk kemudian melahirkan bersama agar kemudian bisa masuk tanpa menunggu datangnnya pemodal besar dari luar,&quot; tuturnya.

Pemerintah meluncurkan Roadmap Implementasi Industri 4.0 yang telah dibuat oleh Kementerian Perindustrian dengan nama Making Indonesia 4.0. Program ini sebagai antisipasi kecepatan perubahan industri sekarang ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggambarkan revolusi industri 4.0 terdiri dari kombinasi komputasi awan atau cloud computing dengan mobile internet di mana ratusan juta smartphone berkomunikasi dengan menggunakan platform-platform.
Baca juga:&amp;nbsp;Revolusi Industri 4.0 Dinilai Jadi Ancaman, Presiden Jokowi: Semua Tergantung Kita

Menurut Jokowi, industri 4.0 adalah artifisial intelijen, mesin cerdas, software-software baru yang bisa mencermati korelasi di dalam big data tadi. Bisa mencermati pola-pola statistik di dalam big data dan ini yang harus kita mengerti.

Penggabungan semuanya menjadikan generasi industru baru robotik seperti pesawat drone, autonomous vehicle atau kendaraan otonom yang bisa mengendarai diri sendiri tanpa dikendarai manusia.

Pada sektor manufaktur, gabungan teknologi-teknologi ini juga mampu mewujudkan antara lain 3D printing. Ini sebuah video yang menunjukkan sudah ada robot bidang konstruksi yang bisa mencetak sebuah rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
