<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi: Jembatan Holtekamp Tumbuhkan Perekonomian Baru di Jayapura</title><description>Pembangunan jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/12/320/1885926/presiden-jokowi-jembatan-holtekamp-tumbuhkan-perekonomian-baru-di-jayapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/12/320/1885926/presiden-jokowi-jembatan-holtekamp-tumbuhkan-perekonomian-baru-di-jayapura"/><item><title>Presiden Jokowi: Jembatan Holtekamp Tumbuhkan Perekonomian Baru di Jayapura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/12/320/1885926/presiden-jokowi-jembatan-holtekamp-tumbuhkan-perekonomian-baru-di-jayapura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/12/320/1885926/presiden-jokowi-jembatan-holtekamp-tumbuhkan-perekonomian-baru-di-jayapura</guid><pubDate>Kamis 12 April 2018 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/12/320/1885926/presiden-jokowi-jembatan-holtekamp-tumbuhkan-perekonomian-baru-di-jayapura-xJvYSRLkJR.png" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Presiden Jokowi Tinjau Jembatan Holtekamp (Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/12/320/1885926/presiden-jokowi-jembatan-holtekamp-tumbuhkan-perekonomian-baru-di-jayapura-xJvYSRLkJR.png</image><title>Foto: Presiden Jokowi Tinjau Jembatan Holtekamp (Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2018 diharapkan mampu memicu perekonomian di kawasan setempat.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan jembatan Holtekamp, hari ini.

&amp;ldquo;Saya kira ini menjadi jembatan yang paling panjang yang kita harapkan akan menumbuhkan titik perekonomian baru di Jayapura dan sekitarnya karena dapat memperpendek jarak dari kota Jayapura ke Skouw yang biasanya ditempuh 2,5 jam, dengan jembatan ini bisa ditempuh 1 jam,&amp;rdquo; kata Presiden seperti dikutip setkab, Jakarta, Kamis (12/4/2018).
&amp;nbsp;
Jembatan sepanjang 1.328 meter termasuk bentang utama 732 meter ini berada diatas Teluk Youtefa yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami di Provinsi Papua. Nantinya waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju perbatasan Skouw lebih cepat dari semula 2,5 jam menjadi 60 menit.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ditanya Kenapa Sering ke Papua, Presiden Jokowi: Indonesia Timur Terlalu Lama Dilupakan
Dibangunnya Jembatan Holtekamp, selain memperlancar konektivitas akan mendorong pengembangan wilayah Kota Jayapura ke Timur yakni ke arah Skouw. Hal ini juga ditunjang dengan pengembangan kawasan perbatasan Skouw sebagai embrio pusat ekonomi baru yang telah selesai bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan dilanjutkan dengan pembangunan pasar.

&amp;ldquo;Ini dikerjakan dengan kolaborasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Ada bagian-bagiannya sendiri-sendiri, yang bagus di situ,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Selain mendorong perekonomian daerah, pembangunan selanjutnya adalah untuk kawasan wisata air sehingga menjadi lokasi wisata yang mampu menarik minat wisatawan.

&amp;ldquo;Kita harapkan juga selain titik pertumbuhan ekonomi baru, kawasan di sekitar jembatan ini juga menjadi tempat wisata yang indah, cantik, dan bagus,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden: Pembangunan Infrastruktur Buka Isolasi Papua
Setelah melihat langsung jembatan tersebut, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Pj Gubernur Papua Soedarmo dan Wali Kota Jayapura Benny Tommy Mano menggunakan tug boat mengitari jembatan tersebut.
Dua bentang Jembatan Holtekamp

Jembatan Holtekamp yang memiliki panjang 1.328 meter, yang terdiri  dari panjang jembatan utama 433 meter, jembatan pendekat sepanjang 895  meter. Selain dibangun 400 meter jalan akses ke jembatan pendekat arah  Hamadi dan 7.410 meter arah Holtekamp.

Jembatan ini juga terdiri dari dua bentang utama dengan pelengkung  baja. Masing-masing panjang bentang utama 150 meter, tinggi 20 meter dan  berat 2.000 ton. Dibuat secara utuh di PT. PAL Indonesia di Surabaya  dan pengiriman bentang utama pertama dilakukan pada 3 Desember 2017  dilepas oleh Menteri Basuki dan tiba tanggal 21 Desember 2017 Sedangkan  bentang kedua dikirim tanggal 17 Desember 2017 dan tiba tanggal 2  Januari 2018.

Kedua bentang dikirim dengan menggunakan kapal dan menempuh  perjalanan sejauh 3.200 km. Tantangan utama dalam lifting kedua bentang,  selain beban adalah kondisi cuaca, arus air, dan angin.

Pembangunan jembatan dibiayai oleh APBN melalui Kementerian PU dan  Perumahan Rakyat, sementara Pemerintah Provinsi Papua mendanai  pembangunan jalan pendekat dari arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota  Jayapura membangun jalan pendekat dari arah Hamadi. Ditargetkan  keseluruhan jembatan dan jalan pendekat rampung pada akhir tahun 2018  yang akan datang.

Biaya pembangunan bentang utama jembatan adalah sebesar Rp943 miliar  yang dikerjakan oleh konsorsium kontraktor PT PP sebagai pimpinan, PT  Hutama Karya dan PT Nindya Karya.

Dalam rangka memenuhi spesifikasi mutu jembatan, material pembangunan  jembatan ini sebagian didatangkan dari Bitung seperti batu pecah. Hal  ini dikarenakan untuk mendapatkan mutu beton K500 yang membutuhkan  keausan (tingkat kehancurannya) tidak boleh lebih dari 20%.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2018 diharapkan mampu memicu perekonomian di kawasan setempat.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan jembatan Holtekamp, hari ini.

&amp;ldquo;Saya kira ini menjadi jembatan yang paling panjang yang kita harapkan akan menumbuhkan titik perekonomian baru di Jayapura dan sekitarnya karena dapat memperpendek jarak dari kota Jayapura ke Skouw yang biasanya ditempuh 2,5 jam, dengan jembatan ini bisa ditempuh 1 jam,&amp;rdquo; kata Presiden seperti dikutip setkab, Jakarta, Kamis (12/4/2018).
&amp;nbsp;
Jembatan sepanjang 1.328 meter termasuk bentang utama 732 meter ini berada diatas Teluk Youtefa yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami di Provinsi Papua. Nantinya waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju perbatasan Skouw lebih cepat dari semula 2,5 jam menjadi 60 menit.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ditanya Kenapa Sering ke Papua, Presiden Jokowi: Indonesia Timur Terlalu Lama Dilupakan
Dibangunnya Jembatan Holtekamp, selain memperlancar konektivitas akan mendorong pengembangan wilayah Kota Jayapura ke Timur yakni ke arah Skouw. Hal ini juga ditunjang dengan pengembangan kawasan perbatasan Skouw sebagai embrio pusat ekonomi baru yang telah selesai bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan dilanjutkan dengan pembangunan pasar.

&amp;ldquo;Ini dikerjakan dengan kolaborasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Ada bagian-bagiannya sendiri-sendiri, yang bagus di situ,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Selain mendorong perekonomian daerah, pembangunan selanjutnya adalah untuk kawasan wisata air sehingga menjadi lokasi wisata yang mampu menarik minat wisatawan.

&amp;ldquo;Kita harapkan juga selain titik pertumbuhan ekonomi baru, kawasan di sekitar jembatan ini juga menjadi tempat wisata yang indah, cantik, dan bagus,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden: Pembangunan Infrastruktur Buka Isolasi Papua
Setelah melihat langsung jembatan tersebut, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Pj Gubernur Papua Soedarmo dan Wali Kota Jayapura Benny Tommy Mano menggunakan tug boat mengitari jembatan tersebut.
Dua bentang Jembatan Holtekamp

Jembatan Holtekamp yang memiliki panjang 1.328 meter, yang terdiri  dari panjang jembatan utama 433 meter, jembatan pendekat sepanjang 895  meter. Selain dibangun 400 meter jalan akses ke jembatan pendekat arah  Hamadi dan 7.410 meter arah Holtekamp.

Jembatan ini juga terdiri dari dua bentang utama dengan pelengkung  baja. Masing-masing panjang bentang utama 150 meter, tinggi 20 meter dan  berat 2.000 ton. Dibuat secara utuh di PT. PAL Indonesia di Surabaya  dan pengiriman bentang utama pertama dilakukan pada 3 Desember 2017  dilepas oleh Menteri Basuki dan tiba tanggal 21 Desember 2017 Sedangkan  bentang kedua dikirim tanggal 17 Desember 2017 dan tiba tanggal 2  Januari 2018.

Kedua bentang dikirim dengan menggunakan kapal dan menempuh  perjalanan sejauh 3.200 km. Tantangan utama dalam lifting kedua bentang,  selain beban adalah kondisi cuaca, arus air, dan angin.

Pembangunan jembatan dibiayai oleh APBN melalui Kementerian PU dan  Perumahan Rakyat, sementara Pemerintah Provinsi Papua mendanai  pembangunan jalan pendekat dari arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota  Jayapura membangun jalan pendekat dari arah Hamadi. Ditargetkan  keseluruhan jembatan dan jalan pendekat rampung pada akhir tahun 2018  yang akan datang.

Biaya pembangunan bentang utama jembatan adalah sebesar Rp943 miliar  yang dikerjakan oleh konsorsium kontraktor PT PP sebagai pimpinan, PT  Hutama Karya dan PT Nindya Karya.

Dalam rangka memenuhi spesifikasi mutu jembatan, material pembangunan  jembatan ini sebagian didatangkan dari Bitung seperti batu pecah. Hal  ini dikarenakan untuk mendapatkan mutu beton K500 yang membutuhkan  keausan (tingkat kehancurannya) tidak boleh lebih dari 20%.</content:encoded></item></channel></rss>
