<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambahan Cuti Lebaran 2 Hari Dianggap Kurang Produktif Bagi Masyarakat</title><description>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sangat mendukung rencana penambahan cuti bersama Lebaran 2018 ditambah hingga dua hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/15/320/1886456/tambahan-cuti-lebaran-2-hari-dianggap-kurang-produktif-bagi-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/15/320/1886456/tambahan-cuti-lebaran-2-hari-dianggap-kurang-produktif-bagi-masyarakat"/><item><title>Tambahan Cuti Lebaran 2 Hari Dianggap Kurang Produktif Bagi Masyarakat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/15/320/1886456/tambahan-cuti-lebaran-2-hari-dianggap-kurang-produktif-bagi-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/15/320/1886456/tambahan-cuti-lebaran-2-hari-dianggap-kurang-produktif-bagi-masyarakat</guid><pubDate>Minggu 15 April 2018 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Keduari Rahmatana Kholiqa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/13/320/1886456/tambahan-cuti-lebaran-2-hari-dianggap-kurang-produktif-bagi-masyarakat-XwHwtuNSEa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/13/320/1886456/tambahan-cuti-lebaran-2-hari-dianggap-kurang-produktif-bagi-masyarakat-XwHwtuNSEa.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sangat mendukung rencana penambahan cuti bersama Lebaran 2018 ditambah hingga dua hari. Hal ini dinilai bisa mengurangi kemacetan yang terjadi pada saat mudik, karena cuti bersama bisa lebih awal.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat di temui di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Diusulkan Kapolri liburnya ditambah tanggal 11 dan 12 karena dengan ada dua hari kejepit ini dikhawatirkan malah boros dan juga manajemen lalu lintasnya hanya 2 libur itu agak sulit.

&amp;ldquo;Diusulkan Kapolri liburnya ditambah tanggal 11 dan 12 karena dengan ada dua hari kejepit ini dikhawatirkan malah boros dan juga manajemen lalu lintasnya hanya 2 libur itu agak sulit,&amp;rdquo; kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Kementerian Perhubungan sendiri, menurut Budi, sudah merencanakan tanggal 13 dan 14 Juni itu melarang angkutan tiga sumbu, disamping juga pada minggu akhir pulang. &amp;ldquo;Ada beberapa hari kita juga menetapkan tanggal 28, 29, 30 sebagai angkutan berat tidak bisa beroperasi,&amp;rdquo; ungkapnya.

Menhub merekomendasi beberapa hal, diantaranya terkait banyaknya angkutan motor dan angkutan mobil, maka diusulkan mudik gratis, baik dilakukan dengan motor, dengan bus, dengan kereta api, maupun dengan menggunakan kapal.

&amp;ldquo;Diharapkan ini mengurangi keinginan masyarakat untuk menggunakan motor karena kita tambah jumlahnya, mendekati dua kali lipat,&amp;rdquo; kata Menhub.

Hal lain disampaikan Menhub, bahwa di mudik Lebaran kali ini karena dari Jakarta sampai Surabaya Tol itu sudah terhubung walaupun di beberapa segmen Jawa Tengah dan Jawa Timur ada yang fungsional, maka preferensi masyarakat untuk menggunakan tol itu tinggi sekali.

&amp;ldquo;Jadi relevansinya kami mengatur waktu itu sangat beralasan. Dan juga kami juga menyarankan selain waktu mudiknya lebih awal, menggunakan jalur selatan juga cukup menarik dan mudik menggunakan kapal itu juga menarik,&amp;rdquo; ujar Menhub.

Sejalan dengan itu, guna kepentingan manajemen lalu lintas, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusulkan agar cuti bersama lebaran Idul Fitri tahun ini (1439H/2018) ditambah dua hari dari yang sudah ditentukan pemerintah, yaitu 13, 14, dan 18 Juni 2018.

Sebagaimana diketahui, dalam kalender resmi pemerintah telah diumumkan bahwa cuti bersama Idul fitri 1439 H akan dilaksanakan pada 13, 14, 18, dan 19 Juni. Sementara 15 dan 16 Juni merupakan hari libur Idul Fitri, dan 17 Juni libur hari Minggu.

Seperti diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur menjelaskan, hingga saat ini memang belum ada keputusan pasti terkait penambahan dua hari tersebut. Sebab, kata dia, hal ini tak bisa diputuskan oleh dirinya saja, melainkan juga dengan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Menteri Agama Lukman Hakim.

Terkait tambahan libur lebaran selama 2 hari, beberapa masyarakat merespons hal tersebut. Berikut respon mereka:

 
1. Yolanda Triza O. (28) Wiraswasta

Menurut saya sendiri, kebijakan libur lebaran ditambah itu saya tidak setuju, hal ini juga nggak produktif yang bisa membuat tenaga kerja kita semakin malas. Menurut saya cuti lebaran itu udah cukup lama kok. Itungnya jadi seminggu dong liburnya kan? Kalau nanti udah dikasih tambah libur 2 hari, terus mereka masih bisa bolos, misal dengan alasan masih di kampung, beri sanksi. Libur udah lama tapi mau minta nambah. Malah ngelunjak mereka nantinya.

 
2. Firasha Auntie (33) PNS

Kalau saya setuju aja, kan setiap orang pasti harus punya waktu dengan keluarga ya, dengan adanya tambahan 2 hari itu pasti disempatin buat quality time bareng keluarga. Karena kan jarang-jarang bisa libur lama. Saya dukung pemerintah dengan kebijakan ini. Saya rasa juga masyarakat lain senang kalau ada tambahan cuti saat lebaran.

 
3. Fajar Usman (37) Wiraswasta

Saya ngga setuju dengan kebijakan itu, ga produktif. Dikasih tambahan cuti  karena banyak yang bolos mungkin. Jadi pemerintah kasih solusi dengan nambah 2 hari cuti lebaran. Ya harusnya sih jangan dikasih tambahan ya, makin malas mereka. Kalau mau kasih cuti, sesudah lebaran aja, itu lebih efektif sih menurut saya.

 
4. Adi Eka (40) Karyawan Swasta

Saya sih nggak terlalu mempermasalahkan juga sih, ya kalau dapat cuti tambahan ya Alhamdulillah, kalau ngga dapet ya ngga masalah. Asalkan jangan malas sama bolos aja pas hari pertama masuk karena udah dikasih libur tambahan.

 
5. Agus Kurniawan
 
&amp;nbsp;
Kebanyakan cuti, PNS jangan dikasih cuti terus. Kalau dikasih cuti, belum nanti waktu mereka terlalu nikmatin liburannya yang lama sampai lupa kalau masa cutinya udah berakhir, yang ada mereka jadi bolos kerja. Pemerintah belum bisa kasih kebijakan yang pas buat kasih tambahan cuti.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sangat mendukung rencana penambahan cuti bersama Lebaran 2018 ditambah hingga dua hari. Hal ini dinilai bisa mengurangi kemacetan yang terjadi pada saat mudik, karena cuti bersama bisa lebih awal.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat di temui di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Diusulkan Kapolri liburnya ditambah tanggal 11 dan 12 karena dengan ada dua hari kejepit ini dikhawatirkan malah boros dan juga manajemen lalu lintasnya hanya 2 libur itu agak sulit.

&amp;ldquo;Diusulkan Kapolri liburnya ditambah tanggal 11 dan 12 karena dengan ada dua hari kejepit ini dikhawatirkan malah boros dan juga manajemen lalu lintasnya hanya 2 libur itu agak sulit,&amp;rdquo; kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Kementerian Perhubungan sendiri, menurut Budi, sudah merencanakan tanggal 13 dan 14 Juni itu melarang angkutan tiga sumbu, disamping juga pada minggu akhir pulang. &amp;ldquo;Ada beberapa hari kita juga menetapkan tanggal 28, 29, 30 sebagai angkutan berat tidak bisa beroperasi,&amp;rdquo; ungkapnya.

Menhub merekomendasi beberapa hal, diantaranya terkait banyaknya angkutan motor dan angkutan mobil, maka diusulkan mudik gratis, baik dilakukan dengan motor, dengan bus, dengan kereta api, maupun dengan menggunakan kapal.

&amp;ldquo;Diharapkan ini mengurangi keinginan masyarakat untuk menggunakan motor karena kita tambah jumlahnya, mendekati dua kali lipat,&amp;rdquo; kata Menhub.

Hal lain disampaikan Menhub, bahwa di mudik Lebaran kali ini karena dari Jakarta sampai Surabaya Tol itu sudah terhubung walaupun di beberapa segmen Jawa Tengah dan Jawa Timur ada yang fungsional, maka preferensi masyarakat untuk menggunakan tol itu tinggi sekali.

&amp;ldquo;Jadi relevansinya kami mengatur waktu itu sangat beralasan. Dan juga kami juga menyarankan selain waktu mudiknya lebih awal, menggunakan jalur selatan juga cukup menarik dan mudik menggunakan kapal itu juga menarik,&amp;rdquo; ujar Menhub.

Sejalan dengan itu, guna kepentingan manajemen lalu lintas, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusulkan agar cuti bersama lebaran Idul Fitri tahun ini (1439H/2018) ditambah dua hari dari yang sudah ditentukan pemerintah, yaitu 13, 14, dan 18 Juni 2018.

Sebagaimana diketahui, dalam kalender resmi pemerintah telah diumumkan bahwa cuti bersama Idul fitri 1439 H akan dilaksanakan pada 13, 14, 18, dan 19 Juni. Sementara 15 dan 16 Juni merupakan hari libur Idul Fitri, dan 17 Juni libur hari Minggu.

Seperti diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur menjelaskan, hingga saat ini memang belum ada keputusan pasti terkait penambahan dua hari tersebut. Sebab, kata dia, hal ini tak bisa diputuskan oleh dirinya saja, melainkan juga dengan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Menteri Agama Lukman Hakim.

Terkait tambahan libur lebaran selama 2 hari, beberapa masyarakat merespons hal tersebut. Berikut respon mereka:

 
1. Yolanda Triza O. (28) Wiraswasta

Menurut saya sendiri, kebijakan libur lebaran ditambah itu saya tidak setuju, hal ini juga nggak produktif yang bisa membuat tenaga kerja kita semakin malas. Menurut saya cuti lebaran itu udah cukup lama kok. Itungnya jadi seminggu dong liburnya kan? Kalau nanti udah dikasih tambah libur 2 hari, terus mereka masih bisa bolos, misal dengan alasan masih di kampung, beri sanksi. Libur udah lama tapi mau minta nambah. Malah ngelunjak mereka nantinya.

 
2. Firasha Auntie (33) PNS

Kalau saya setuju aja, kan setiap orang pasti harus punya waktu dengan keluarga ya, dengan adanya tambahan 2 hari itu pasti disempatin buat quality time bareng keluarga. Karena kan jarang-jarang bisa libur lama. Saya dukung pemerintah dengan kebijakan ini. Saya rasa juga masyarakat lain senang kalau ada tambahan cuti saat lebaran.

 
3. Fajar Usman (37) Wiraswasta

Saya ngga setuju dengan kebijakan itu, ga produktif. Dikasih tambahan cuti  karena banyak yang bolos mungkin. Jadi pemerintah kasih solusi dengan nambah 2 hari cuti lebaran. Ya harusnya sih jangan dikasih tambahan ya, makin malas mereka. Kalau mau kasih cuti, sesudah lebaran aja, itu lebih efektif sih menurut saya.

 
4. Adi Eka (40) Karyawan Swasta

Saya sih nggak terlalu mempermasalahkan juga sih, ya kalau dapat cuti tambahan ya Alhamdulillah, kalau ngga dapet ya ngga masalah. Asalkan jangan malas sama bolos aja pas hari pertama masuk karena udah dikasih libur tambahan.

 
5. Agus Kurniawan
 
&amp;nbsp;
Kebanyakan cuti, PNS jangan dikasih cuti terus. Kalau dikasih cuti, belum nanti waktu mereka terlalu nikmatin liburannya yang lama sampai lupa kalau masa cutinya udah berakhir, yang ada mereka jadi bolos kerja. Pemerintah belum bisa kasih kebijakan yang pas buat kasih tambahan cuti.</content:encoded></item></channel></rss>
