<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Moody's Naikkan Rating 5 BUMN,  Menteri Rini: Bukti Kepercayaan Investor Global</title><description>Rini Soemarno mengapresiasi keputusan Lembaga pemeringkat internasional  Moody&amp;rsquo;s Investor Service yang menaikkan peringkat utang 5 BUMN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/16/320/1887306/moody-s-naikkan-rating-5-bumn-menteri-rini-bukti-kepercayaan-investor-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/16/320/1887306/moody-s-naikkan-rating-5-bumn-menteri-rini-bukti-kepercayaan-investor-global"/><item><title>Moody's Naikkan Rating 5 BUMN,  Menteri Rini: Bukti Kepercayaan Investor Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/16/320/1887306/moody-s-naikkan-rating-5-bumn-menteri-rini-bukti-kepercayaan-investor-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/16/320/1887306/moody-s-naikkan-rating-5-bumn-menteri-rini-bukti-kepercayaan-investor-global</guid><pubDate>Senin 16 April 2018 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/16/320/1887306/moody-s-naikkan-rating-5-bumn-menteri-rini-bukti-kepercayaan-investor-global-5kOwWSXELy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Menteri BUMN Rini Soemarmo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/16/320/1887306/moody-s-naikkan-rating-5-bumn-menteri-rini-bukti-kepercayaan-investor-global-5kOwWSXELy.jpg</image><title>Ilustrasi: Menteri BUMN Rini Soemarmo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)&amp;nbsp; Rini Soemarno mengapresiasi keputusan Lembaga pemeringkat internasional Moody&amp;rsquo;s Investor Service yang menaikkan peringkat utang 5 BUMN.
Langkah ini dilakukan Moody's usai menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 dengan prospek stabil pada 13 April 2018. Sebelumnya peringkat utang Indonesia di kisaran Baa3 dengan prospek positif.
Adapun kelima BUMN tersebut yaitu PT PLN (Persero),&amp;nbsp; PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) , PT Pertamina (Persero),&amp;nbsp; PT Jasa Marga Tbk (Persero),&amp;nbsp; dan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).
Moody&amp;rsquo;s menyebutkan, kenaikan peringkat utang PLN, Pelindo II dan Jasa Marga ikuti kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2. Sedangkan peringkat utang PGN mengikuti induk usahanya Pertamina dari Baa3 menjadi Baa2.
Baca Juga: Penjelasan Bos Nindya Karya soal Status Tersangka oleh KPK
Menurut Rini, peningkatan rating korporasi dan surat utang beberapa BUMN yang menjadi ujung tombak infrastruktur energi serta infrastruktur transportasi ini mencerminkan kepercayaan kalangan investor global bahwa proyek-proyek strategis nasional seperti proyek listrik 35.000 MW, penyediaan energi yang dikelola Pertamina sebagai holding migas serta pembangunan infrastruktur pelabuhan dapat dijalankan secara baik, profesional serta akuntabel.
&quot;Termasuk kemampuan BUMN dalam mencari sumber pendanaan yang efektif dan inovatif, tidak hanya pendanaan konvensional tetapi juga mencari alternatif pendanaan lain baik di dalam maupun di luar negeri,&amp;rdquo; kata Rini dalam keterangan tertulis, Senin (16/4/2018).
Rini menyatakan, dukungan pemerintah juga terbukti menjadi dorongan utama bagi keberlangsungan proyek strategis sesuai dengan target yang ditetapkan bersama Pemerintah.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun, Menteri Rini Kumpulkan 24 BUMN
&quot;Kementerian BUMN juga senantiasa memfasilitasi dan mendukung langsung ke lapangan untuk memastikan agar proyek-proyek strategis nasional berjalan sesuai&amp;nbsp; timeline&amp;nbsp; yang ditetapkan,&amp;rdquo;terangnya.
Sekadar informasi, Moody&amp;rsquo;s menaikkan peringkat utang PLN dari Baa3 menjadi Baa2. Lembaga pemeringkat internasional itu juga merevisi prospek menjadi stabil dari positif.
Selain itu, peringkat utang jangka pendek PLN juga naik menjadi Baa2 dari sebelumnya Baa3. Prospek pun menjadi stabil dari sebelumnya positif.
Selain itu, peringkat utang obligasi senior tanpa jaminan PLN melalui anak perusahaannya Majapahit Holding BV dari Baa3 menjadi Baa2.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yMi80LzEwODE0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penjelasan Bos Nindya Karya soal Status Tersangka oleh KPK&amp;ldquo;Peningkatan peringkat utang PLN mencerminkan posisi strategis  perusahaan sebagai satu-satunya penyedia listrik yang terintegrasi  secara vertikal di Indonesia, termasuk posisi dominannya di  pembangkitan, distribusi dan transmisi. Selain itu berhubungan erat  dengan pemerintah,&amp;rdquo; ujar Abhishek Tyagi, Analis Senior Moody&amp;rsquo;s seperti  dikutip dari laman Moody's.
Mengekor kenaikan rating Indonesia, Pertamina juga menikmati kenaikan peringkat menjadi Baa2 dari Baa3. Kenaikan rating Pertamina yang telah ditunjuk menjadi holding migas juga mengerek  peringkat utang PGN dari Baa3 menjadi Baa2 dengan prospek stabil dari  sebelumnya positif.
&quot;Peningkatan peringkat PGN mencerminkan posisi terdepan perusahaan di  sektor transmisi dan distribusi gas Indonesia. Harapan kami bahwa PGN  akan terus menerima dukungan dari pemerintah Indonesia melalui  Pertamina,&quot; tambah Tyagi.
Moody&amp;rsquo;s juga menaikkan peringkat utang Jasa Marga dari Baa3 menjadi Baa2. Kemudian merevisi prospek dari positif menjadi stabil.
&quot;Peningkatan peringkat Jasa Marga mencerminkan ekspektasi kami akan  kemungkinan dukungan yang besar dari Pemerintah Indonesia, mengingat  kepemilikan mayoritas oleh pemerintah dan peran penting Jasa Marga dalam  rencana Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur transportasi  negara, khususnya sektor jalan tol,&quot; kata Ray Tay, Senior Credit Officer  Moody&amp;rsquo;s.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yMi80LzEwODE0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terakhir, peringkat utang Pelindo II yang juga naik menjadi Baa2 dari Baa3. Prospek menjadi stabil dari positif.
Di sisi lain, penerbitan obligasi berdenominasi mata uang asing milik  Pelindo II tidak terpengaruh oleh peningkatan peringkat utang  Indonesia. Prospek tetap stabil.
Kenaikan peringkat Pelindo II mencerminkan peran strategis sebagai  pintu gerbang di sektor maritim Indonesia. Selain itu, perseroan juga  menguasai pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki kepentingan strategis  tinggi.
Sedangkan Pelindo II tidak terpengaruhi peningkatan peringkat utang  Indonesia karena sebelumnya peringkat perseroan sudah naik yang  mencerminkan peran pentingnya di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)&amp;nbsp; Rini Soemarno mengapresiasi keputusan Lembaga pemeringkat internasional Moody&amp;rsquo;s Investor Service yang menaikkan peringkat utang 5 BUMN.
Langkah ini dilakukan Moody's usai menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 dengan prospek stabil pada 13 April 2018. Sebelumnya peringkat utang Indonesia di kisaran Baa3 dengan prospek positif.
Adapun kelima BUMN tersebut yaitu PT PLN (Persero),&amp;nbsp; PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) , PT Pertamina (Persero),&amp;nbsp; PT Jasa Marga Tbk (Persero),&amp;nbsp; dan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).
Moody&amp;rsquo;s menyebutkan, kenaikan peringkat utang PLN, Pelindo II dan Jasa Marga ikuti kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2. Sedangkan peringkat utang PGN mengikuti induk usahanya Pertamina dari Baa3 menjadi Baa2.
Baca Juga: Penjelasan Bos Nindya Karya soal Status Tersangka oleh KPK
Menurut Rini, peningkatan rating korporasi dan surat utang beberapa BUMN yang menjadi ujung tombak infrastruktur energi serta infrastruktur transportasi ini mencerminkan kepercayaan kalangan investor global bahwa proyek-proyek strategis nasional seperti proyek listrik 35.000 MW, penyediaan energi yang dikelola Pertamina sebagai holding migas serta pembangunan infrastruktur pelabuhan dapat dijalankan secara baik, profesional serta akuntabel.
&quot;Termasuk kemampuan BUMN dalam mencari sumber pendanaan yang efektif dan inovatif, tidak hanya pendanaan konvensional tetapi juga mencari alternatif pendanaan lain baik di dalam maupun di luar negeri,&amp;rdquo; kata Rini dalam keterangan tertulis, Senin (16/4/2018).
Rini menyatakan, dukungan pemerintah juga terbukti menjadi dorongan utama bagi keberlangsungan proyek strategis sesuai dengan target yang ditetapkan bersama Pemerintah.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun, Menteri Rini Kumpulkan 24 BUMN
&quot;Kementerian BUMN juga senantiasa memfasilitasi dan mendukung langsung ke lapangan untuk memastikan agar proyek-proyek strategis nasional berjalan sesuai&amp;nbsp; timeline&amp;nbsp; yang ditetapkan,&amp;rdquo;terangnya.
Sekadar informasi, Moody&amp;rsquo;s menaikkan peringkat utang PLN dari Baa3 menjadi Baa2. Lembaga pemeringkat internasional itu juga merevisi prospek menjadi stabil dari positif.
Selain itu, peringkat utang jangka pendek PLN juga naik menjadi Baa2 dari sebelumnya Baa3. Prospek pun menjadi stabil dari sebelumnya positif.
Selain itu, peringkat utang obligasi senior tanpa jaminan PLN melalui anak perusahaannya Majapahit Holding BV dari Baa3 menjadi Baa2.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yMi80LzEwODE0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penjelasan Bos Nindya Karya soal Status Tersangka oleh KPK&amp;ldquo;Peningkatan peringkat utang PLN mencerminkan posisi strategis  perusahaan sebagai satu-satunya penyedia listrik yang terintegrasi  secara vertikal di Indonesia, termasuk posisi dominannya di  pembangkitan, distribusi dan transmisi. Selain itu berhubungan erat  dengan pemerintah,&amp;rdquo; ujar Abhishek Tyagi, Analis Senior Moody&amp;rsquo;s seperti  dikutip dari laman Moody's.
Mengekor kenaikan rating Indonesia, Pertamina juga menikmati kenaikan peringkat menjadi Baa2 dari Baa3. Kenaikan rating Pertamina yang telah ditunjuk menjadi holding migas juga mengerek  peringkat utang PGN dari Baa3 menjadi Baa2 dengan prospek stabil dari  sebelumnya positif.
&quot;Peningkatan peringkat PGN mencerminkan posisi terdepan perusahaan di  sektor transmisi dan distribusi gas Indonesia. Harapan kami bahwa PGN  akan terus menerima dukungan dari pemerintah Indonesia melalui  Pertamina,&quot; tambah Tyagi.
Moody&amp;rsquo;s juga menaikkan peringkat utang Jasa Marga dari Baa3 menjadi Baa2. Kemudian merevisi prospek dari positif menjadi stabil.
&quot;Peningkatan peringkat Jasa Marga mencerminkan ekspektasi kami akan  kemungkinan dukungan yang besar dari Pemerintah Indonesia, mengingat  kepemilikan mayoritas oleh pemerintah dan peran penting Jasa Marga dalam  rencana Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur transportasi  negara, khususnya sektor jalan tol,&quot; kata Ray Tay, Senior Credit Officer  Moody&amp;rsquo;s.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yMi80LzEwODE0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terakhir, peringkat utang Pelindo II yang juga naik menjadi Baa2 dari Baa3. Prospek menjadi stabil dari positif.
Di sisi lain, penerbitan obligasi berdenominasi mata uang asing milik  Pelindo II tidak terpengaruh oleh peningkatan peringkat utang  Indonesia. Prospek tetap stabil.
Kenaikan peringkat Pelindo II mencerminkan peran strategis sebagai  pintu gerbang di sektor maritim Indonesia. Selain itu, perseroan juga  menguasai pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki kepentingan strategis  tinggi.
Sedangkan Pelindo II tidak terpengaruhi peningkatan peringkat utang  Indonesia karena sebelumnya peringkat perseroan sudah naik yang  mencerminkan peran pentingnya di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
