<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri BUMN Groundbreaking Hotel Paramount di Mandalika   </title><description>Masuknya investasi PT PP dalam proyek Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residences, ini merupakan wujud nyata sinergi BUMN</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/18/470/1888334/menteri-bumn-groundbreaking-hotel-paramount-di-mandalika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/18/470/1888334/menteri-bumn-groundbreaking-hotel-paramount-di-mandalika"/><item><title>Menteri BUMN Groundbreaking Hotel Paramount di Mandalika   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/18/470/1888334/menteri-bumn-groundbreaking-hotel-paramount-di-mandalika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/18/470/1888334/menteri-bumn-groundbreaking-hotel-paramount-di-mandalika</guid><pubDate>Rabu 18 April 2018 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/18/470/1888334/menteri-bumn-groundbreaking-hotel-paramount-di-mandalika-Wi6zr2l5Ry.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Rini Soermarno. (Foto: ANT)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/18/470/1888334/menteri-bumn-groundbreaking-hotel-paramount-di-mandalika-Wi6zr2l5Ry.jpg</image><title>Menteri BUMN Rini Soermarno. (Foto: ANT)</title></images><description>MANDALIKA - Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residence di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, Rabu.

&quot;Pembangunan ini hasil patnership antara EBD Paragon dengan PT PP (Persero). EBD sendiri memiliki Paramount Picture di Amerika,&quot; kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Lombok Tengah, NTB, Rabu (18/4/2018).

Hadir mendampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, antara lain Dirut PT PT Indonedia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer, Dirut EBD Paragon Wajib Malki, Plt Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri, dan sejumlah pejabat eselon I Kementerian BUMN dan Deputi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo.
Baca Juga: Ternyata, Hotel Bintang 4 dan 2 Paling Laris Diburu Pengunjung

Rini menuturkan, masuknya investasi PT PP dalam proyek Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residences, ini merupakan wujud nyata sinergi BUMN dalam pengembangan Mandalika. &quot;Sekali lagi ini menjadi bukti BUMN Hadir Untuk Negeri, bersinergi membangun perekonomian daerah,&quot; ujarnya.

Direktur Utama PT Indonedia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer, mengatakan &quot;ground breaking&quot; pembangunan Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residences memperlihatkan antusiasme investor untuk merealisasikan rencana investasinya.

Masuknya investasi asing melalui Foreign Direct Investment (FDI), serta adanya kepercayaan dari investor terhadap komitmen ITDC dalam melakukan percepatan pengembangan KEK Mandalika.

&quot;Proyek ini dilakukan oleh PT PP (Persero) melalui anak usahanya PT PP Properti yang bekerja sama dengan EBD Paragon, dan dibangun di atas lahan seluas 7,65 ha. Targetnya pada 2020 resort bernilai Rp 1,2 triliun ini sudah bisa mengoperasikan lebih dari 400 kamar,&quot; jelasnya.


Selain itu, dia menyatakan masuknya investasi PT PP Properti dan penunjukan PT PP (Persero) sebagai kontraktor melalui proyek Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residences ini, merupakan wujud nyata sinergi BUMN dalam pengembangan Mandalika.

Menurutnya, pembangunan Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residences mengikuti sejumlah pembangunan hotel berbintang berskala internasional di Mandalika yang telah dimulai sebelumnya, seperti Hotel Pullman dan Hotel Royal Tulip.

Hotel Pullman berkapasitas 270 kamar telah mulai dibangun pada Oktober 2017 dan Hotel Royal Tulip berkapasitas 198 kamar telah melakukan &quot;groundbreaking&quot; pada 26 Maret 2018. Berikutnya, akan dilakukan pembangunan Hotel X2 yang direncanakan berkapasitas 240 kamar, Club Med Hotel berkapasitas 350 kamar, Hotel Grand Mercure berkapasitas 342 kamar, Aloft by Marriot berkapasitas 173 kamar dan sejumlah hotel lain.

&quot;Secara keseluruhan, hingga kini, ITDC telah berhasil mendapatkan komitmen investasi senilai total Rp13,5 triliun untuk pembangunan Mandalika,&quot; jelasnya.Selain investasi hotel dan resort, ITDC juga telah meraih komitmen  Vinci Grand Projets, bagian dari Vinci Group, perusahaan kontraktor dan  operator airports terbesar dunia asal Prancis, untuk mengembangkan  Mandalika Street Race Circuit Cluster yang akan menjadi venue balap  kelas dunia MotoGP.

&quot;Proyek Cluster Sport &amp;amp; Entertainment seluas 120 hektare tersebut  termasuk pembangunan 7 hotel, convention center, rumah sakit dan  fasilitas lain yang akan melengkapi akomodasi berkelas internasional di  Mandalika,&quot; katanya.

Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, secara bertahap  diperkirakan dalam lima tahun ke depan, KEK Mandalika akan mampu  menyerap hampir 5.000 orang tenaga kerja.


Dalam jangka panjang, diproyeksikan pengembangan Mandalika dapat  menarik tenaga kerja mencapai 56 ribu orang hingga tahun 2030. Dia  menambahkan, pembangunan zona UMKM, manajemen ITDC juga telah melakukan  percepatan pembangunan berbagai infrastruktur dasar.

Adapun sejumlah sarana infrastruktur dasar telah selesai dibangun, di  antaranya proyek infrastruktur jalan sepanjang 11 km, pagar perimeter  sepanjang 10 km, Masjid Nurul Bilad, penataan Pantai Kuta Mandalika  serta membangun berbagai fasilitas public, menggunakan dana PMN sebesar  Rp 250 Miliar.

Selain itu, ITDC juga telah merampungkan proyek instalasi pengolahan  air bersih/ Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang menggunakan teknologi.

&quot;Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah dalam pengembangan KEK  Mandalika ini. Kami berharap-berharap ITDCITDC dapat mendukung target  Pemerintah dalam mengembangkan 10 destinasi prioritas serta pencapaian  target kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta di tahun 2019,&quot; tandas  dia.</description><content:encoded>MANDALIKA - Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residence di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, Rabu.

&quot;Pembangunan ini hasil patnership antara EBD Paragon dengan PT PP (Persero). EBD sendiri memiliki Paramount Picture di Amerika,&quot; kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Lombok Tengah, NTB, Rabu (18/4/2018).

Hadir mendampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, antara lain Dirut PT PT Indonedia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer, Dirut EBD Paragon Wajib Malki, Plt Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri, dan sejumlah pejabat eselon I Kementerian BUMN dan Deputi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo.
Baca Juga: Ternyata, Hotel Bintang 4 dan 2 Paling Laris Diburu Pengunjung

Rini menuturkan, masuknya investasi PT PP dalam proyek Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residences, ini merupakan wujud nyata sinergi BUMN dalam pengembangan Mandalika. &quot;Sekali lagi ini menjadi bukti BUMN Hadir Untuk Negeri, bersinergi membangun perekonomian daerah,&quot; ujarnya.

Direktur Utama PT Indonedia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer, mengatakan &quot;ground breaking&quot; pembangunan Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residences memperlihatkan antusiasme investor untuk merealisasikan rencana investasinya.

Masuknya investasi asing melalui Foreign Direct Investment (FDI), serta adanya kepercayaan dari investor terhadap komitmen ITDC dalam melakukan percepatan pengembangan KEK Mandalika.

&quot;Proyek ini dilakukan oleh PT PP (Persero) melalui anak usahanya PT PP Properti yang bekerja sama dengan EBD Paragon, dan dibangun di atas lahan seluas 7,65 ha. Targetnya pada 2020 resort bernilai Rp 1,2 triliun ini sudah bisa mengoperasikan lebih dari 400 kamar,&quot; jelasnya.


Selain itu, dia menyatakan masuknya investasi PT PP Properti dan penunjukan PT PP (Persero) sebagai kontraktor melalui proyek Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residences ini, merupakan wujud nyata sinergi BUMN dalam pengembangan Mandalika.

Menurutnya, pembangunan Paramount Lombok Resort &amp;amp; Residences mengikuti sejumlah pembangunan hotel berbintang berskala internasional di Mandalika yang telah dimulai sebelumnya, seperti Hotel Pullman dan Hotel Royal Tulip.

Hotel Pullman berkapasitas 270 kamar telah mulai dibangun pada Oktober 2017 dan Hotel Royal Tulip berkapasitas 198 kamar telah melakukan &quot;groundbreaking&quot; pada 26 Maret 2018. Berikutnya, akan dilakukan pembangunan Hotel X2 yang direncanakan berkapasitas 240 kamar, Club Med Hotel berkapasitas 350 kamar, Hotel Grand Mercure berkapasitas 342 kamar, Aloft by Marriot berkapasitas 173 kamar dan sejumlah hotel lain.

&quot;Secara keseluruhan, hingga kini, ITDC telah berhasil mendapatkan komitmen investasi senilai total Rp13,5 triliun untuk pembangunan Mandalika,&quot; jelasnya.Selain investasi hotel dan resort, ITDC juga telah meraih komitmen  Vinci Grand Projets, bagian dari Vinci Group, perusahaan kontraktor dan  operator airports terbesar dunia asal Prancis, untuk mengembangkan  Mandalika Street Race Circuit Cluster yang akan menjadi venue balap  kelas dunia MotoGP.

&quot;Proyek Cluster Sport &amp;amp; Entertainment seluas 120 hektare tersebut  termasuk pembangunan 7 hotel, convention center, rumah sakit dan  fasilitas lain yang akan melengkapi akomodasi berkelas internasional di  Mandalika,&quot; katanya.

Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, secara bertahap  diperkirakan dalam lima tahun ke depan, KEK Mandalika akan mampu  menyerap hampir 5.000 orang tenaga kerja.


Dalam jangka panjang, diproyeksikan pengembangan Mandalika dapat  menarik tenaga kerja mencapai 56 ribu orang hingga tahun 2030. Dia  menambahkan, pembangunan zona UMKM, manajemen ITDC juga telah melakukan  percepatan pembangunan berbagai infrastruktur dasar.

Adapun sejumlah sarana infrastruktur dasar telah selesai dibangun, di  antaranya proyek infrastruktur jalan sepanjang 11 km, pagar perimeter  sepanjang 10 km, Masjid Nurul Bilad, penataan Pantai Kuta Mandalika  serta membangun berbagai fasilitas public, menggunakan dana PMN sebesar  Rp 250 Miliar.

Selain itu, ITDC juga telah merampungkan proyek instalasi pengolahan  air bersih/ Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang menggunakan teknologi.

&quot;Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah dalam pengembangan KEK  Mandalika ini. Kami berharap-berharap ITDCITDC dapat mendukung target  Pemerintah dalam mengembangkan 10 destinasi prioritas serta pencapaian  target kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta di tahun 2019,&quot; tandas  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
