<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp470 Triliun dalam 3 Bulan</title><description>PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan hingga kuartal-I 2018 pertumbuhan kredit mencapai 15%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/23/278/1890471/penyaluran-kredit-bca-tembus-rp470-triliun-dalam-3-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/23/278/1890471/penyaluran-kredit-bca-tembus-rp470-triliun-dalam-3-bulan"/><item><title>Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp470 Triliun dalam 3 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/23/278/1890471/penyaluran-kredit-bca-tembus-rp470-triliun-dalam-3-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/23/278/1890471/penyaluran-kredit-bca-tembus-rp470-triliun-dalam-3-bulan</guid><pubDate>Senin 23 April 2018 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/23/278/1890471/penyaluran-kredit-bca-tembus-rp470-triliun-dalam-3-bulan-FWLM9dJoOn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kredit BCA Tembus Rp470 Triliun (Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/23/278/1890471/penyaluran-kredit-bca-tembus-rp470-triliun-dalam-3-bulan-FWLM9dJoOn.jpg</image><title>Foto: Kredit BCA Tembus Rp470 Triliun (Yohana/Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan hingga kuartal-I 2018 pertumbuhan kredit mencapai 15% yoy dengan portofolio kredit sebesar Rp470 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan, pertumbuhan tertinggi ditopang kredit korporasi yang meningkat 17,6% yoy menjadi Rp179,4 triliun. Sementara kredit komersial &amp;amp; UKM tercatat Rp166,7 triliun atau naik 14,4% yoy.

&quot;Pada kuartal-I 2018, permintaan kredit segmen bisnis lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (23/4/2018).
Baca Juga: BCA Raih Laba Bersih Rp5,5 Triliun di Kuartal I, Merangkak 10,4%

Di sisi lain, kredit konsumer tumbuh 12% yoy menjadi Rp123,9 triliun. Pertumbuhan ditopang kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 10,6% you menjadi Rp71,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 14,6% yoy menjadi Rp40,2 triliun.

&quot;Di periode yang sama outstanding kartu kredit tercatat tumbuh 12,3% dengan outstanding sebesar Rp11,8 triliun,&quot; sebutnya.

Sementara, rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) hingga akhir Maret berada pada level 1,5%. Angka ini dinilai dam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima. Sedangkan, rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat sebesar 183,6%.
&amp;nbsp;
Di sisi lain, perusahaan mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang sehat dengan rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) mencapai sebesar 77,9% dan rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 23,6% hingga akhir Maret 2018.

Jahja menilai, pihaknya optimis dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di jangka panjang. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus berupaya mendorong penyaluran kredit.

&quot;BCA akan terus berupaya meraih peluang melalui penyaluran kredit secara prudent dan dengan memanfaatkan keunggulan dalam perbankan transaksi,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8xMS80LzEwNzcyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan hingga kuartal-I 2018 pertumbuhan kredit mencapai 15% yoy dengan portofolio kredit sebesar Rp470 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan, pertumbuhan tertinggi ditopang kredit korporasi yang meningkat 17,6% yoy menjadi Rp179,4 triliun. Sementara kredit komersial &amp;amp; UKM tercatat Rp166,7 triliun atau naik 14,4% yoy.

&quot;Pada kuartal-I 2018, permintaan kredit segmen bisnis lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (23/4/2018).
Baca Juga: BCA Raih Laba Bersih Rp5,5 Triliun di Kuartal I, Merangkak 10,4%

Di sisi lain, kredit konsumer tumbuh 12% yoy menjadi Rp123,9 triliun. Pertumbuhan ditopang kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 10,6% you menjadi Rp71,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 14,6% yoy menjadi Rp40,2 triliun.

&quot;Di periode yang sama outstanding kartu kredit tercatat tumbuh 12,3% dengan outstanding sebesar Rp11,8 triliun,&quot; sebutnya.

Sementara, rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) hingga akhir Maret berada pada level 1,5%. Angka ini dinilai dam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima. Sedangkan, rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat sebesar 183,6%.
&amp;nbsp;
Di sisi lain, perusahaan mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang sehat dengan rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) mencapai sebesar 77,9% dan rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 23,6% hingga akhir Maret 2018.

Jahja menilai, pihaknya optimis dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di jangka panjang. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus berupaya mendorong penyaluran kredit.

&quot;BCA akan terus berupaya meraih peluang melalui penyaluran kredit secara prudent dan dengan memanfaatkan keunggulan dalam perbankan transaksi,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8xMS80LzEwNzcyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
