<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos BCA Pede Kredit Tumbuh 9% di 2018</title><description>PT Bank Central Asia Tbk optimis pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2018 bisa mencapai 9% yoy.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/23/278/1890553/bos-bca-pede-kredit-tumbuh-9-di-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/23/278/1890553/bos-bca-pede-kredit-tumbuh-9-di-2018"/><item><title>Bos BCA Pede Kredit Tumbuh 9% di 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/23/278/1890553/bos-bca-pede-kredit-tumbuh-9-di-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/23/278/1890553/bos-bca-pede-kredit-tumbuh-9-di-2018</guid><pubDate>Senin 23 April 2018 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/23/278/1890553/bos-bca-pede-kredit-tumbuh-9-di-2018-MhOr9z0l4V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/23/278/1890553/bos-bca-pede-kredit-tumbuh-9-di-2018-MhOr9z0l4V.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk optimis pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2018 bisa mencapai 9% yoy. Angka ini masih sama dengan target tahun lalu.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan, dengan realisasi pertumbuhan kredit mencapai 12,5% di 2017 menjadi alasan pihaknya optimistis di tahun 2018.
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Terus Melemah, Bos BCA: Bergantung pada Kebijakan BI
&quot;Jadi, sementara kita tetap saja proyeksi kita sampai akhir tahun sekitar year to date sampai Desember 2018 sekitar 9%,&quot; ujar dia di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (23/4/2018).
&amp;nbsp;
Kendati demikian, demikian dengan capaian pada kuartal-I 2018 ini saja, Jahja mengaku terkejut dengan pencapaian pertumbuhan kredit sebesar 15% secara yoy Pasalnya, pada kuartal-I pertumbuhan kredit selalu mencatatkan kinerja negatif.
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp470 Triliun dalam 3 Bulan
&quot;Apa yang terjadi di kuartal-I ini, kita surprise. Bahwa year on year itu naik sampai 15%. Karena tertolong juga dari kuartal-IV tahun lalu yang naik luar biasa dan ternyata kuartal-I masih positif 0,5%, kecil, tetapi itu sangat tinggi. Biasa kuartal-I itu negatif. Kalau melihat ini sampai akhir tahun kita optimis,&quot; paparnya.

Untuk diketahui, saluran kredit BCA hingga Maret 2018   sebesar Rp470 triliun atau timbuh 15%.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/04/05/48842/248562_medium.jpg&quot; alt=&quot;RUPST dan RUPSLB BCA Putuskan Pembayaran Dividen 2017 Rp255 per Saham&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Angka ini ditopang, pertumbuhan tertinggi di kredit korporasi yang meningkat 17,6% yoy menjadi Rp179,4 triliun. Sementara kredit komersial &amp;amp; UKM tercatat Rp166,7 triliun atau naik 14,4% yoy.
&amp;nbsp;Baca juga: BCA Raih Laba Bersih Rp5,5 Triliun di Kuartal I, Merangkak 10,4%
Di sisi lain, kredit konsumer tumbuh 12% yoy menjadi Rp123,9 triliun. Pertumbuhan ditopang kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 10,6% you menjadi Rp71,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 14,6% yoy menjadi Rp40,2 triliun.

&quot;Di periode yang sama outstanding kartu kredit tercatat tumbuh 12,3% dengan outstanding sebesar Rp11,8 triliun,&quot; sebut Jahja.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk optimis pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2018 bisa mencapai 9% yoy. Angka ini masih sama dengan target tahun lalu.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan, dengan realisasi pertumbuhan kredit mencapai 12,5% di 2017 menjadi alasan pihaknya optimistis di tahun 2018.
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Terus Melemah, Bos BCA: Bergantung pada Kebijakan BI
&quot;Jadi, sementara kita tetap saja proyeksi kita sampai akhir tahun sekitar year to date sampai Desember 2018 sekitar 9%,&quot; ujar dia di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (23/4/2018).
&amp;nbsp;
Kendati demikian, demikian dengan capaian pada kuartal-I 2018 ini saja, Jahja mengaku terkejut dengan pencapaian pertumbuhan kredit sebesar 15% secara yoy Pasalnya, pada kuartal-I pertumbuhan kredit selalu mencatatkan kinerja negatif.
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp470 Triliun dalam 3 Bulan
&quot;Apa yang terjadi di kuartal-I ini, kita surprise. Bahwa year on year itu naik sampai 15%. Karena tertolong juga dari kuartal-IV tahun lalu yang naik luar biasa dan ternyata kuartal-I masih positif 0,5%, kecil, tetapi itu sangat tinggi. Biasa kuartal-I itu negatif. Kalau melihat ini sampai akhir tahun kita optimis,&quot; paparnya.

Untuk diketahui, saluran kredit BCA hingga Maret 2018   sebesar Rp470 triliun atau timbuh 15%.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/04/05/48842/248562_medium.jpg&quot; alt=&quot;RUPST dan RUPSLB BCA Putuskan Pembayaran Dividen 2017 Rp255 per Saham&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Angka ini ditopang, pertumbuhan tertinggi di kredit korporasi yang meningkat 17,6% yoy menjadi Rp179,4 triliun. Sementara kredit komersial &amp;amp; UKM tercatat Rp166,7 triliun atau naik 14,4% yoy.
&amp;nbsp;Baca juga: BCA Raih Laba Bersih Rp5,5 Triliun di Kuartal I, Merangkak 10,4%
Di sisi lain, kredit konsumer tumbuh 12% yoy menjadi Rp123,9 triliun. Pertumbuhan ditopang kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 10,6% you menjadi Rp71,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 14,6% yoy menjadi Rp40,2 triliun.

&quot;Di periode yang sama outstanding kartu kredit tercatat tumbuh 12,3% dengan outstanding sebesar Rp11,8 triliun,&quot; sebut Jahja.</content:encoded></item></channel></rss>
