<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Anjlok Nyaris Tembus Rp14.000/USD, BI Siap Naikkan Suku Bunga</title><description>Bank Indonesia (BI) menyatakan siap melakukan penyesuaian suku bunga  acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate (7-Days Repo Rate)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/20/1891817/rupiah-anjlok-nyaris-tembus-rp14-000-usd-bi-siap-naikkan-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/20/1891817/rupiah-anjlok-nyaris-tembus-rp14-000-usd-bi-siap-naikkan-suku-bunga"/><item><title>Rupiah Anjlok Nyaris Tembus Rp14.000/USD, BI Siap Naikkan Suku Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/20/1891817/rupiah-anjlok-nyaris-tembus-rp14-000-usd-bi-siap-naikkan-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/20/1891817/rupiah-anjlok-nyaris-tembus-rp14-000-usd-bi-siap-naikkan-suku-bunga</guid><pubDate>Kamis 26 April 2018 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/26/20/1891817/rupiah-anjlok-nyaris-tembus-rp14-000-usd-bi-siap-naikkan-suku-bunga-izIOAjhJiB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Yohana Artha Uly/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/26/20/1891817/rupiah-anjlok-nyaris-tembus-rp14-000-usd-bi-siap-naikkan-suku-bunga-izIOAjhJiB.jpg</image><title>Foto: Yohana Artha Uly/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan siap melakukan penyesuaian suku bunga acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate (7-Days Repo Rate), jika nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan.&amp;nbsp;
Seperti diketahui Rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), hingga hampir menyentuh level Rp14.000 per USD. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), hari ini Rupiah berada di level Rp13.930 per USD.&amp;nbsp;
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, bila depresiasi terus berlanjut hingga berpotensi menghambat pencapaian sasaran inflasi dan menganggu stabilitas sistem keuangan, maka BI tidak menutup adanya ruang bagi penyesuaian suku bunga acuan.&amp;nbsp;
Baca Juga : Rupiah Nyaris ke Rp14.000/USD, BI Harus Atur Ulang Capital flows Management
&quot;Kebijakan penyesuaian BI 7-Days Repo Rate tentunya akan dilakukan secara berhati-hati, terukur, dan bersifat data dependence, mengacu pada perkembangan data terkini maupun perkiraan ke depan,&quot; ujar Agus dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245728_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia menjelaskan, Rupiah memang terus tertekan, hingga&amp;nbsp; hari ini, Kamis 26 April 2018 terdepresiasi -0,88% (month to date/mtd).&amp;nbsp;
Penguatan USD pun terjadi hampir semua mata uang dunia (broad based). Menurutnya, depresiasi Rupiah masih jauh lebih rendah dibandingkan pelemahan mata uang di negara lainnya. Thailand (THB) melemah -1,12%, Malaysia (MYR) -1,24%, Singapore (SGD) -1,17%, mtd, Korea Selatan (KRW) -1,38%, dan India (INR) -2,4%.
&quot;Perkembangan itu karena BI lakukan intervensi baik di valuta asing maupun SBN (Surat Berharga Negara) guna meminimalkan depresiasi yang yang terlalu cepat dan berlebihan,&quot; jelasnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/02/28/47787/243999_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain siap melakukan penyesuaian suku bunga acuan dan melakukan intervensi pasar, kata Agus, BI akan senantiasa memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai baik valas maupun Rupiah.&amp;nbsp;
Baca Juga : Rupiah Merosot dan IHSG Makin Terjungkal, Kok Bisa?
BI juga akan terus memantau perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian domestik. Serta mempersiapkan second line of defense bersama dengan institusi eksternal terkait.
&quot;Hal itu langkah-langkah BI untuk terus memperkuat upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dengan tetap mendorong mekanisme pasar,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Agus Marto: Rupiah Melemah Akibat Kondisi AS
Pelemahan Rupiah, menurut Agus disebabkan kondisi global yang lebih  kuat, khususnya dari negara adidaya AS, dibandingkan kondisi fundamental  ekonomi Indonesia.
Dia menyatakan, inflasi masih sesuai dengan kisaran 3,5+1%, defisit  transaksi berjalan lebih rendah dari batas aman 3% PDB, momentum  pertumbuhan ekonomi berlanjut diikuti oleh struktur pertumbuhan yang  lebih baik, dan stabilitas sistem keuangan yang tetap kuat.
Kepercayaan asing juga terus membaik yang tercermin pada upgrade  rating Indonesia oleh Moody&amp;rsquo;s, JCRA, dan R&amp;amp;I serta dimasukkannya  obligasi negara ke dalam Bloomberg Global Bond Index.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245729_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, kondisi ekonomi AS lebih kuat berdampak sehingga nilai USD  meningkat. Mata uang Paman Sam ini mengalami penguatan akibat dari  berlanjutnya kenaikan yield UST (suku bunga obligasi negara AS) hingga  mencapai 3,03%. Persentase ini tertinggi sejak tahun 2013.
Baca Juga : Menko Darmin Prediksi Rupiah Tak Akan Kembali ke Rp13.500/USD
&quot;Secara umum dalam kajian BI ekonomi Indonesia terus membaik walaupun  sekarang ini kondisi global memiliki dinamika tinggi sehingga kondisi  ekonomi yang baik tertutup kondisi dunia yang penuh dinamika,&quot; jelasnya.
Dari kondisi domestik, depresiasi Rupiah juga terkait faktor musiman  permintan valas yang meningkat pada triwulan-II. Hal ini akibat  keperluan pembayaran utang luar negeri dan pembiayaan impor, serta  dividen.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot;  height=&quot;340&quot;  src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1NC8wLw==&quot;  frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan siap melakukan penyesuaian suku bunga acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate (7-Days Repo Rate), jika nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan.&amp;nbsp;
Seperti diketahui Rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), hingga hampir menyentuh level Rp14.000 per USD. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), hari ini Rupiah berada di level Rp13.930 per USD.&amp;nbsp;
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, bila depresiasi terus berlanjut hingga berpotensi menghambat pencapaian sasaran inflasi dan menganggu stabilitas sistem keuangan, maka BI tidak menutup adanya ruang bagi penyesuaian suku bunga acuan.&amp;nbsp;
Baca Juga : Rupiah Nyaris ke Rp14.000/USD, BI Harus Atur Ulang Capital flows Management
&quot;Kebijakan penyesuaian BI 7-Days Repo Rate tentunya akan dilakukan secara berhati-hati, terukur, dan bersifat data dependence, mengacu pada perkembangan data terkini maupun perkiraan ke depan,&quot; ujar Agus dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245728_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia menjelaskan, Rupiah memang terus tertekan, hingga&amp;nbsp; hari ini, Kamis 26 April 2018 terdepresiasi -0,88% (month to date/mtd).&amp;nbsp;
Penguatan USD pun terjadi hampir semua mata uang dunia (broad based). Menurutnya, depresiasi Rupiah masih jauh lebih rendah dibandingkan pelemahan mata uang di negara lainnya. Thailand (THB) melemah -1,12%, Malaysia (MYR) -1,24%, Singapore (SGD) -1,17%, mtd, Korea Selatan (KRW) -1,38%, dan India (INR) -2,4%.
&quot;Perkembangan itu karena BI lakukan intervensi baik di valuta asing maupun SBN (Surat Berharga Negara) guna meminimalkan depresiasi yang yang terlalu cepat dan berlebihan,&quot; jelasnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/02/28/47787/243999_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain siap melakukan penyesuaian suku bunga acuan dan melakukan intervensi pasar, kata Agus, BI akan senantiasa memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai baik valas maupun Rupiah.&amp;nbsp;
Baca Juga : Rupiah Merosot dan IHSG Makin Terjungkal, Kok Bisa?
BI juga akan terus memantau perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian domestik. Serta mempersiapkan second line of defense bersama dengan institusi eksternal terkait.
&quot;Hal itu langkah-langkah BI untuk terus memperkuat upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dengan tetap mendorong mekanisme pasar,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Agus Marto: Rupiah Melemah Akibat Kondisi AS
Pelemahan Rupiah, menurut Agus disebabkan kondisi global yang lebih  kuat, khususnya dari negara adidaya AS, dibandingkan kondisi fundamental  ekonomi Indonesia.
Dia menyatakan, inflasi masih sesuai dengan kisaran 3,5+1%, defisit  transaksi berjalan lebih rendah dari batas aman 3% PDB, momentum  pertumbuhan ekonomi berlanjut diikuti oleh struktur pertumbuhan yang  lebih baik, dan stabilitas sistem keuangan yang tetap kuat.
Kepercayaan asing juga terus membaik yang tercermin pada upgrade  rating Indonesia oleh Moody&amp;rsquo;s, JCRA, dan R&amp;amp;I serta dimasukkannya  obligasi negara ke dalam Bloomberg Global Bond Index.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245729_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, kondisi ekonomi AS lebih kuat berdampak sehingga nilai USD  meningkat. Mata uang Paman Sam ini mengalami penguatan akibat dari  berlanjutnya kenaikan yield UST (suku bunga obligasi negara AS) hingga  mencapai 3,03%. Persentase ini tertinggi sejak tahun 2013.
Baca Juga : Menko Darmin Prediksi Rupiah Tak Akan Kembali ke Rp13.500/USD
&quot;Secara umum dalam kajian BI ekonomi Indonesia terus membaik walaupun  sekarang ini kondisi global memiliki dinamika tinggi sehingga kondisi  ekonomi yang baik tertutup kondisi dunia yang penuh dinamika,&quot; jelasnya.
Dari kondisi domestik, depresiasi Rupiah juga terkait faktor musiman  permintan valas yang meningkat pada triwulan-II. Hal ini akibat  keperluan pembayaran utang luar negeri dan pembiayaan impor, serta  dividen.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot;  height=&quot;340&quot;  src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1NC8wLw==&quot;  frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</content:encoded></item></channel></rss>
