<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI : Fluktuasi Rupiah Tak Berpengaruh Besar pada Korporasi</title><description>Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang terus tertekan hampir ke level  Rp14.000 per USD tidak akan memberi pengaruh besar bagi korporasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/20/1891862/gubernur-bi-fluktuasi-rupiah-tak-berpengaruh-besar-pada-korporasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/20/1891862/gubernur-bi-fluktuasi-rupiah-tak-berpengaruh-besar-pada-korporasi"/><item><title>Gubernur BI : Fluktuasi Rupiah Tak Berpengaruh Besar pada Korporasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/20/1891862/gubernur-bi-fluktuasi-rupiah-tak-berpengaruh-besar-pada-korporasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/20/1891862/gubernur-bi-fluktuasi-rupiah-tak-berpengaruh-besar-pada-korporasi</guid><pubDate>Kamis 26 April 2018 21:29 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/26/20/1891862/gubernur-bi-fluktuasi-rupiah-tak-berpengaruh-besar-pada-korporasi-KNnFvq9Bic.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Yohana Artha Uly/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/26/20/1891862/gubernur-bi-fluktuasi-rupiah-tak-berpengaruh-besar-pada-korporasi-KNnFvq9Bic.jpg</image><title>Foto: Yohana Artha Uly/Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, fluktuasi nilai tukar Rupiah yang terus tertekan hampir ke level Rp14.000 per USD tidak akan memberi pengaruh besar bagi korporasi.
Sebab, kata Agus, sejak 2015 Bank Sentral telah mencanangkan penggunaan lindung nilai atau hedging bagi perusahaan yang melakukan pinjaman luar negeri.&amp;nbsp; Adapun hedging adalah strategi untuk melindungi dana pinjaman dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan.&amp;nbsp;
Baca Juga : Rupiah Merosot dan IHSG Makin Terjungkal, Kok Bisa?
&quot;Kita melihat nilai tukar sekarang ini, Indonesia tidaklah sebegitu besar ketergantungan korporasi yang punya pinjaman valas. Karena sejak 2015 Bank Indonesia sudah mengeluarkan regulasi kehati-hatian yang meminta korporasi pinjaman luar negeri harus melalui prinsip kehati-hatian dengan lindung nilainya,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/02/28/47787/244000_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tindakan hedging yang dilakukan korporasi membuat kondisi keuangan perusahaan tersebut lebih sehat saat terjadi fluktuasi mata uang. Hal ini bahkan membuat&amp;nbsp; resiko yang ditempuh perusahaan juga lebih rendah.&amp;nbsp;
&quot;Kita sudah punya perusahaan yang jauh lebih sehat, yang tidak menjadi beresiko terhadap nilai tukar karena dia sudah lebih patuh melakukan hedging,&quot; katanya.&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245728_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Agus menjelaskan BI tak menetapkan batas aman dari nilai tukar Rupiah. Namun, pihaknya pihaknya akan selalu berada di pasar menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Lakukan intervensi baik di valuta asing maupun SBN (Surat Berharga Negara) guna meminimalkan depresiasi yang yang terlalu cepat dan berlebihan.
Baca Juga : BI: Stabilitas Ekonomi Mampu Menahan Pelemahan Rupiah
&quot;Bank Indonesia tidak menargetkan nilai tukar tertentu tapi menjaga sesuai fundamental ekonomi Indonesia. Jika depresiasi, Bank Indonesia disiplin dan konsisten menganut fleksibel exchange switch,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)

Persentase Pelemahan Rupiah Lebih Rendah dari Negara Lain
Selain itu, Agus meminta untuk tak melihat pelemahan nilai tukar  Rupiah hanya dari nilai nominal. Tetapi juga lihat dari persentase  depresiasi.&amp;nbsp;
Dia mengakui, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD)  memang terus mengalami pelemahan. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot  Dollar Rate (JISDOR), hari ini Rupiah berada di level Rp13.930 per USD.&amp;nbsp;
Baca Juga : Rupiah Nyaris ke Rp14.000/USD, BI Harus Atur Ulang Capital flows Management
Secara persentase sejak awal April hingga 26 April Rupiah  terdepresiasi -0,88% (month to date/mtd). Angka ini, kata Agus, jauh  lebih rendah ketimbang pelemahan mata uang di negara Asia lainnya.&amp;nbsp;
Dimana Thailand (THB) melemah -1,12%, Malaysia (MYR) -1,24%,  Singapore (SGD) -1,17%, mtd, Korea Selatan (KRW) -1,38%, dan India (INR)  -2,4%. &quot;Pada dasarnya jika dibandingkan presentase, depresiasi kita  tidaklah besar,&quot; ujar Agus.&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia menjelaskan, nilai tukar Rupiah yang terus bergerak secara  bertahap dari Rp13.700 hingga Rp13.900 per USD, bukanlah angka yang  menembus level terlalu tinggi bila melihat secara persentase.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;Kebetulan Rupiah ekuivalen USD1 itu Rp13.700, seandainya kita  kemudian ke Rp13.900 tembus ke Rp14.000, itu seperti seolah menembus  bilangan besar dan psikologis, padahal secara persentase dibanding  negara lain tidak besar,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
Bahkan menurutnya, pergerakan Rupiah juga sempat mengalami apresiasi,  seperti kemarin dimana Rupiah di level Rp13,888 per USD. &quot;Secara year  to date dari 1 Januari hingga 26 April 2018, Indonesia nomor 3 (terendah  depresiasi) dibadingkan negara lainnya,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245729_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Jadi terkait Rp14.000 mohon jangan ini seolah akan melewati ini itu, tapi kita melihat secara presentase,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Baca Juga : Rupiah Anjlok Nyaris Tembus Rp14.000/USD, BI Siap Naikkan Suku Bunga
Agus menekankan, pihaknya akan selalu berada di pasar menjaga  stabilitas nilai tukar Rupiah. Lakukan intervensi baik di valuta asing  maupun SBN (Surat Berharga Negara) guna meminimalkan depresiasi yang  yang terlalu cepat dan berlebihan.
&quot;BI akan selalu ada di pasar menjaga dan meyakinkan stabilitas nilai  tukar rupiah terjaga. BI tidak menargetkan nilai tukar tertentu tapi  menjaga sesuai fundamental ekonomi Indonesia,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb) </description><content:encoded>
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, fluktuasi nilai tukar Rupiah yang terus tertekan hampir ke level Rp14.000 per USD tidak akan memberi pengaruh besar bagi korporasi.
Sebab, kata Agus, sejak 2015 Bank Sentral telah mencanangkan penggunaan lindung nilai atau hedging bagi perusahaan yang melakukan pinjaman luar negeri.&amp;nbsp; Adapun hedging adalah strategi untuk melindungi dana pinjaman dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan.&amp;nbsp;
Baca Juga : Rupiah Merosot dan IHSG Makin Terjungkal, Kok Bisa?
&quot;Kita melihat nilai tukar sekarang ini, Indonesia tidaklah sebegitu besar ketergantungan korporasi yang punya pinjaman valas. Karena sejak 2015 Bank Indonesia sudah mengeluarkan regulasi kehati-hatian yang meminta korporasi pinjaman luar negeri harus melalui prinsip kehati-hatian dengan lindung nilainya,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/02/28/47787/244000_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tindakan hedging yang dilakukan korporasi membuat kondisi keuangan perusahaan tersebut lebih sehat saat terjadi fluktuasi mata uang. Hal ini bahkan membuat&amp;nbsp; resiko yang ditempuh perusahaan juga lebih rendah.&amp;nbsp;
&quot;Kita sudah punya perusahaan yang jauh lebih sehat, yang tidak menjadi beresiko terhadap nilai tukar karena dia sudah lebih patuh melakukan hedging,&quot; katanya.&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245728_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Agus menjelaskan BI tak menetapkan batas aman dari nilai tukar Rupiah. Namun, pihaknya pihaknya akan selalu berada di pasar menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Lakukan intervensi baik di valuta asing maupun SBN (Surat Berharga Negara) guna meminimalkan depresiasi yang yang terlalu cepat dan berlebihan.
Baca Juga : BI: Stabilitas Ekonomi Mampu Menahan Pelemahan Rupiah
&quot;Bank Indonesia tidak menargetkan nilai tukar tertentu tapi menjaga sesuai fundamental ekonomi Indonesia. Jika depresiasi, Bank Indonesia disiplin dan konsisten menganut fleksibel exchange switch,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)

Persentase Pelemahan Rupiah Lebih Rendah dari Negara Lain
Selain itu, Agus meminta untuk tak melihat pelemahan nilai tukar  Rupiah hanya dari nilai nominal. Tetapi juga lihat dari persentase  depresiasi.&amp;nbsp;
Dia mengakui, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD)  memang terus mengalami pelemahan. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot  Dollar Rate (JISDOR), hari ini Rupiah berada di level Rp13.930 per USD.&amp;nbsp;
Baca Juga : Rupiah Nyaris ke Rp14.000/USD, BI Harus Atur Ulang Capital flows Management
Secara persentase sejak awal April hingga 26 April Rupiah  terdepresiasi -0,88% (month to date/mtd). Angka ini, kata Agus, jauh  lebih rendah ketimbang pelemahan mata uang di negara Asia lainnya.&amp;nbsp;
Dimana Thailand (THB) melemah -1,12%, Malaysia (MYR) -1,24%,  Singapore (SGD) -1,17%, mtd, Korea Selatan (KRW) -1,38%, dan India (INR)  -2,4%. &quot;Pada dasarnya jika dibandingkan presentase, depresiasi kita  tidaklah besar,&quot; ujar Agus.&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia menjelaskan, nilai tukar Rupiah yang terus bergerak secara  bertahap dari Rp13.700 hingga Rp13.900 per USD, bukanlah angka yang  menembus level terlalu tinggi bila melihat secara persentase.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;Kebetulan Rupiah ekuivalen USD1 itu Rp13.700, seandainya kita  kemudian ke Rp13.900 tembus ke Rp14.000, itu seperti seolah menembus  bilangan besar dan psikologis, padahal secara persentase dibanding  negara lain tidak besar,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
Bahkan menurutnya, pergerakan Rupiah juga sempat mengalami apresiasi,  seperti kemarin dimana Rupiah di level Rp13,888 per USD. &quot;Secara year  to date dari 1 Januari hingga 26 April 2018, Indonesia nomor 3 (terendah  depresiasi) dibadingkan negara lainnya,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48204/245729_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Jadi terkait Rp14.000 mohon jangan ini seolah akan melewati ini itu, tapi kita melihat secara presentase,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Baca Juga : Rupiah Anjlok Nyaris Tembus Rp14.000/USD, BI Siap Naikkan Suku Bunga
Agus menekankan, pihaknya akan selalu berada di pasar menjaga  stabilitas nilai tukar Rupiah. Lakukan intervensi baik di valuta asing  maupun SBN (Surat Berharga Negara) guna meminimalkan depresiasi yang  yang terlalu cepat dan berlebihan.
&quot;BI akan selalu ada di pasar menjaga dan meyakinkan stabilitas nilai  tukar rupiah terjaga. BI tidak menargetkan nilai tukar tertentu tapi  menjaga sesuai fundamental ekonomi Indonesia,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb) </content:encoded></item></channel></rss>
