<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Sudah Terpuruk di Level Rp13.930/USD</title><description>Mata uang Rupiah selangkah lagi berada di posisi Rp14.000 per USD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/278/1891696/rupiah-sudah-terpuruk-di-level-rp13-930-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/278/1891696/rupiah-sudah-terpuruk-di-level-rp13-930-usd"/><item><title>Rupiah Sudah Terpuruk di Level Rp13.930/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/278/1891696/rupiah-sudah-terpuruk-di-level-rp13-930-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/278/1891696/rupiah-sudah-terpuruk-di-level-rp13-930-usd</guid><pubDate>Kamis 26 April 2018 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/26/278/1891696/rupiah-sudah-terpuruk-di-level-rp13-930-usd-IIpVPhktwo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/26/278/1891696/rupiah-sudah-terpuruk-di-level-rp13-930-usd-IIpVPhktwo.jpg</image><title>(Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan. Alhasil, mata uang Garuda selangkah lagi berada di posisi Rp14.000 per USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JIsdor) Bank Indonesia (BI), Kamis 26 April 2018, Rupiah sudah berada di posisi Rp13.930 per USD. Melemah dibandingkan Rabu 25 April yang berada di Rp13.888 per USD.
&amp;nbsp;
(Sumber: BI)
Sementara menurut Yahoofinance, Rupiah berada pada posisi Rp13.915 per USD pada Kamis 26 April. Angka ini melemah dibandingkan periode hari sebelumnya yang berada di Rp13.872 per USD.

Level terendah Rupiah berada di Rp13.961 per USD, pada Selasa 24 April.
&amp;nbsp;
(Sumber: Yahoofinance)

Terkait dengan pelemahan mata uang ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dikarenakan faktor-faktor eksternal khususnya dari Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, saat ini ekonomi  Amerika Serikat  mengalami perbaikan yang bisa terlihat dari rendahnya inflasi serta adanya perbaikan dari sisi ketenagakerjaan. Dan hal ini menimbulkan ekspetasi kenaikan suku bunga di negara Paman Sam tersebut.

&quot;Kemarin dari spring meeting kita mendengar dari berbagai negara mengenai update dari perekonomian terutama dari Amerika Serikat. Gubernur Bank sentral yang  baru memang menyampaikan data-data dari perekonomian Amerika menunjukkan perbaikan dari sisi employment maupun inflasi menunjukkan suatu recovery. Dan tentu dengan adanya perubahan di kebijakan fiskal mereka terutama dengan kebijakan pajak, mereka pasti akan membuat policy untuk mengejar,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4/2018).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Apalagi lanjut Sri Mulyani, dengan terpilihnya Gubernur Bank Sentral Amerika yang baru ada beberapa kebijakan yang membuat nilai tukar dolar mengalami kenaikan. Salah satunya adalah rencana The Fed (Bank Sentral Amerika) untuk menaikkan suku bunganya.

&quot;Dalam jangka pendek memang sudah dikonfirmasi bahwa The Fed akan meningkatkan Suki bunganya meski akan dilakukan secara hati-hati,&quot; jelasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan. Alhasil, mata uang Garuda selangkah lagi berada di posisi Rp14.000 per USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JIsdor) Bank Indonesia (BI), Kamis 26 April 2018, Rupiah sudah berada di posisi Rp13.930 per USD. Melemah dibandingkan Rabu 25 April yang berada di Rp13.888 per USD.
&amp;nbsp;
(Sumber: BI)
Sementara menurut Yahoofinance, Rupiah berada pada posisi Rp13.915 per USD pada Kamis 26 April. Angka ini melemah dibandingkan periode hari sebelumnya yang berada di Rp13.872 per USD.

Level terendah Rupiah berada di Rp13.961 per USD, pada Selasa 24 April.
&amp;nbsp;
(Sumber: Yahoofinance)

Terkait dengan pelemahan mata uang ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dikarenakan faktor-faktor eksternal khususnya dari Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, saat ini ekonomi  Amerika Serikat  mengalami perbaikan yang bisa terlihat dari rendahnya inflasi serta adanya perbaikan dari sisi ketenagakerjaan. Dan hal ini menimbulkan ekspetasi kenaikan suku bunga di negara Paman Sam tersebut.

&quot;Kemarin dari spring meeting kita mendengar dari berbagai negara mengenai update dari perekonomian terutama dari Amerika Serikat. Gubernur Bank sentral yang  baru memang menyampaikan data-data dari perekonomian Amerika menunjukkan perbaikan dari sisi employment maupun inflasi menunjukkan suatu recovery. Dan tentu dengan adanya perubahan di kebijakan fiskal mereka terutama dengan kebijakan pajak, mereka pasti akan membuat policy untuk mengejar,&quot; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4/2018).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNS80LzExMTU1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Apalagi lanjut Sri Mulyani, dengan terpilihnya Gubernur Bank Sentral Amerika yang baru ada beberapa kebijakan yang membuat nilai tukar dolar mengalami kenaikan. Salah satunya adalah rencana The Fed (Bank Sentral Amerika) untuk menaikkan suku bunganya.

&quot;Dalam jangka pendek memang sudah dikonfirmasi bahwa The Fed akan meningkatkan Suki bunganya meski akan dilakukan secara hati-hati,&quot; jelasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
