<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Terjungkal, Bos BEI: Persepsi Pasar Sangat Jelek</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bahkan telah meninggalkan level 6.000.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/278/1891834/ihsg-terjungkal-bos-bei-persepsi-pasar-sangat-jelek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/278/1891834/ihsg-terjungkal-bos-bei-persepsi-pasar-sangat-jelek"/><item><title>IHSG Terjungkal, Bos BEI: Persepsi Pasar Sangat Jelek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/278/1891834/ihsg-terjungkal-bos-bei-persepsi-pasar-sangat-jelek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/26/278/1891834/ihsg-terjungkal-bos-bei-persepsi-pasar-sangat-jelek</guid><pubDate>Kamis 26 April 2018 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/26/278/1891834/ihsg-terjungkal-bos-bei-persepsi-pasar-sangat-jelek-TrF5942p5t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ulfa Arieza/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/26/278/1891834/ihsg-terjungkal-bos-bei-persepsi-pasar-sangat-jelek-TrF5942p5t.jpg</image><title>Foto: Ulfa Arieza/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Pasar modal Indonesia tidak lepas dari pengaruh sentimen global sehingga dalam beberapa hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bahkan telah meninggalkan level 6.000. Di sisi lain, investor asing mulai angkat kaki dari pasar modal yang menyebabkan adanya jual bersih asing sebesar USD7 miliar pada pada periode April 2016 hingga April 2017.&amp;nbsp;
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio memaparkan, kondisi tersebut terjadi karena pasar diliputi ketidakpastian (uncertainty), terutama dari sisi global. Uncertainty ini terutama sangat terikat dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
&quot;Uncertainty, siapa yang bisa certain terutama dunia. Saat ini persepsi sangat jelek,&quot; ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Baca Juga : Anjlok 2,8%, IHSG Terlempar ke Level 5.909
Tito menjelaskan, kondisi pasar modal sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, emiten dan plus minus persepsi. Dia menyebut, fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh. Pun dengan kinerja emiten tercatat.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/01/16/46469/238782_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pasca Selasar Roboh, Aktivitas BEI Berjalan Normal IHSG Naik ke 6.391&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sepanjang 2017 semua emiten yang telah memberikan laporan kinerja mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20%.&amp;nbsp;&quot;48 emiten yang sudah melaporkan kinerja keuangan di kuartal I tumbuh 21,15% year on year,&quot; jelas dia.&amp;nbsp;
Ketidakpastian serupa juga pernah terjadi pada periode 16-23 Desember 2016. Kala itu terjadi penuruan dalam satu minggu terbesar selema dua tahun terakhir, di mana indeks tercatat turun 3,9% yang bertepatan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/01/16/46469/238783_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pasca Selasar Roboh, Aktivitas BEI Berjalan Normal IHSG Naik ke 6.391&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Namun, hanya dalam waktu satu minggu IHSG berhasil naik 5,35% yang merupakan kenaikan terbesar di antara indeks bursa lain di Asean bahkan Asia,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
Baca Juga : IHSG Terjungkal 1,85% ke Level 5.967, 311 Saham Rontok
Sehingga Tito meyakini, meskipun IHSG merosot tajam, akan tetapi kondisi tidak mencerminkan krisis. Sebab, ekonomi dan emiten Indonesia masih kuat.&amp;nbsp;
Sekadar informasi, pasar saham Indonesia pada penutupan hari ini terus mengalami kejatuhan di bawah level 6.000. Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ditutup turun 170,65 poin atau 2,80% ke 5.909,19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8yMS80LzExMDI4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)
</description><content:encoded>JAKARTA - Pasar modal Indonesia tidak lepas dari pengaruh sentimen global sehingga dalam beberapa hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bahkan telah meninggalkan level 6.000. Di sisi lain, investor asing mulai angkat kaki dari pasar modal yang menyebabkan adanya jual bersih asing sebesar USD7 miliar pada pada periode April 2016 hingga April 2017.&amp;nbsp;
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio memaparkan, kondisi tersebut terjadi karena pasar diliputi ketidakpastian (uncertainty), terutama dari sisi global. Uncertainty ini terutama sangat terikat dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
&quot;Uncertainty, siapa yang bisa certain terutama dunia. Saat ini persepsi sangat jelek,&quot; ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Baca Juga : Anjlok 2,8%, IHSG Terlempar ke Level 5.909
Tito menjelaskan, kondisi pasar modal sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, emiten dan plus minus persepsi. Dia menyebut, fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh. Pun dengan kinerja emiten tercatat.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/01/16/46469/238782_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pasca Selasar Roboh, Aktivitas BEI Berjalan Normal IHSG Naik ke 6.391&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sepanjang 2017 semua emiten yang telah memberikan laporan kinerja mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20%.&amp;nbsp;&quot;48 emiten yang sudah melaporkan kinerja keuangan di kuartal I tumbuh 21,15% year on year,&quot; jelas dia.&amp;nbsp;
Ketidakpastian serupa juga pernah terjadi pada periode 16-23 Desember 2016. Kala itu terjadi penuruan dalam satu minggu terbesar selema dua tahun terakhir, di mana indeks tercatat turun 3,9% yang bertepatan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/01/16/46469/238783_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pasca Selasar Roboh, Aktivitas BEI Berjalan Normal IHSG Naik ke 6.391&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Namun, hanya dalam waktu satu minggu IHSG berhasil naik 5,35% yang merupakan kenaikan terbesar di antara indeks bursa lain di Asean bahkan Asia,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
Baca Juga : IHSG Terjungkal 1,85% ke Level 5.967, 311 Saham Rontok
Sehingga Tito meyakini, meskipun IHSG merosot tajam, akan tetapi kondisi tidak mencerminkan krisis. Sebab, ekonomi dan emiten Indonesia masih kuat.&amp;nbsp;
Sekadar informasi, pasar saham Indonesia pada penutupan hari ini terus mengalami kejatuhan di bawah level 6.000. Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ditutup turun 170,65 poin atau 2,80% ke 5.909,19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8yMS80LzExMDI4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)
</content:encoded></item></channel></rss>
