<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Stagnan, Gudang Garam Catat Kenaikan Pendapatan 10% Jadi Rp21,9 Triliun</title><description>PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,892 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/27/278/1892047/laba-stagnan-gudang-garam-catat-kenaikan-pendapatan-10-jadi-rp21-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/27/278/1892047/laba-stagnan-gudang-garam-catat-kenaikan-pendapatan-10-jadi-rp21-9-triliun"/><item><title>Laba Stagnan, Gudang Garam Catat Kenaikan Pendapatan 10% Jadi Rp21,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/27/278/1892047/laba-stagnan-gudang-garam-catat-kenaikan-pendapatan-10-jadi-rp21-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/27/278/1892047/laba-stagnan-gudang-garam-catat-kenaikan-pendapatan-10-jadi-rp21-9-triliun</guid><pubDate>Jum'at 27 April 2018 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/27/278/1892047/laba-stagnan-gudang-garam-catat-kenaikan-pendapatan-10-jadi-rp21-9-triliun-pbpTKlJGXF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/27/278/1892047/laba-stagnan-gudang-garam-catat-kenaikan-pendapatan-10-jadi-rp21-9-triliun-pbpTKlJGXF.jpg</image><title>(Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Emiten produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,892 triliun pada tiga bulan pertama 2018.

Laba yang ditorehkan perseroan Angka tampaknya stagnan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp1,889 miliar.

Padahal, perseroan mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 10,5% pada kuartal I-2018 menjadi Rp21,98 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,67 triliun.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/07/18/40019/217152_medium.jpg&quot; alt=&quot;Wah! Tanaman Ini Tetap Tumbuh Subur di Antara Puntung Rokok&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Tapi, biaya pokok penjualan GGRM juga naik cukup signfikan, yakni mencapai 13,3% menjadi Rp17,57 triliun dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp15,57 triliun.

Hal ini membuat perseroan mencatatkan laba bruto sebesar Rp4,4 triliun, masih naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,39 triliun. Demikian terungkap dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/4/2018).

Walau begitu, kenaikan beban usaha menjadi Rp1,73 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp1,64 triliun membuat laba usaha perseroan lebih rendah, yakni Rp2,72 triliun  dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,77 triliun.

Padahal, perseroan mencatatkan untung dari kurs sebesar Rp3,18 miliar dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat rugi Rp6,13 miliar.

Di sisi lain, total aset Gudang Garam malah mengalami penurunan menjadi Rp63,3 triliun pada akhir Maret 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp66,76 triliun.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wOC8yMy8yMi84MDU4Ni8zLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

</description><content:encoded>JAKARTA - Emiten produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,892 triliun pada tiga bulan pertama 2018.

Laba yang ditorehkan perseroan Angka tampaknya stagnan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp1,889 miliar.

Padahal, perseroan mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 10,5% pada kuartal I-2018 menjadi Rp21,98 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,67 triliun.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/07/18/40019/217152_medium.jpg&quot; alt=&quot;Wah! Tanaman Ini Tetap Tumbuh Subur di Antara Puntung Rokok&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Tapi, biaya pokok penjualan GGRM juga naik cukup signfikan, yakni mencapai 13,3% menjadi Rp17,57 triliun dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp15,57 triliun.

Hal ini membuat perseroan mencatatkan laba bruto sebesar Rp4,4 triliun, masih naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,39 triliun. Demikian terungkap dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/4/2018).

Walau begitu, kenaikan beban usaha menjadi Rp1,73 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp1,64 triliun membuat laba usaha perseroan lebih rendah, yakni Rp2,72 triliun  dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,77 triliun.

Padahal, perseroan mencatatkan untung dari kurs sebesar Rp3,18 miliar dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat rugi Rp6,13 miliar.

Di sisi lain, total aset Gudang Garam malah mengalami penurunan menjadi Rp63,3 triliun pada akhir Maret 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp66,76 triliun.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wOC8yMy8yMi84MDU4Ni8zLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
