<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi Properti Selalu Menguntungkan, Kok Bisa?</title><description>Selama ini Anda tentu sering menemukan informasi yang menyebutkan untungnya investasi di bidang properti</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/29/470/1892610/investasi-properti-selalu-menguntungkan-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/29/470/1892610/investasi-properti-selalu-menguntungkan-kok-bisa"/><item><title>Investasi Properti Selalu Menguntungkan, Kok Bisa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/29/470/1892610/investasi-properti-selalu-menguntungkan-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/29/470/1892610/investasi-properti-selalu-menguntungkan-kok-bisa</guid><pubDate>Minggu 29 April 2018 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Rumah.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/29/470/1892610/investasi-properti-selalu-menguntungkan-kok-bisa-b59hlMpSDH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/29/470/1892610/investasi-properti-selalu-menguntungkan-kok-bisa-b59hlMpSDH.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Selama ini Anda tentu sering menemukan informasi yang menyebutkan untungnya investasi di bidang properti. Properti dinilai sebagai satu-satunya instrumen investasi paling fleksibel, menguntungkan, dan minim risiko.
Karena itulah banyak investor yang memilih berinvestasi di bidang properti ketimbang jenis investasi lainnya seperti emas, saham, atau obligasi. Dan untuk mengelolanya secara maksimal, para pelaku bisnis properti sudah pasti dituntut untuk menguasai tren dan strategi tersendiri.
Properti merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan kelihaian dalam menentukan lokasi, waktu, dan pembiayaan yang tepat. Dan mengandalkan dana besar saja tak cukup untuk sebagai bekal berinvestasi di bidang properti.
Baca Juga : Kota Tangsel Mulai Dipadati Pembangunan Rumah Tapak
Tanpa pengetahuan dan taktik yang mumpuni, banyak pebisnis properti mengalami tingkat kerugian dalam jumlah yang tak sedikit. Kendati demikian, bisnis properti juga menawarkan banyak kenikmatan yang luar biasa. Simak, ini untungnya investasi di bidang properti:
Nilai Investasi Selalu Naik
Apakah Anda pernah mendengar harga tanah atau kavling turun? Pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia dan beberapa negara lain di tahun 1997, nilai properti ketika dijual pun masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga pembelian pertama. Bahkan setelah krisis mereda, nilai jual properti langsung melonjak drastis.

(Foto:Reuters)
Kesimpulannya, meski kondisi ekonomi sedang terpuruk sekalipun, kenaikan harga properti akan selalu lebih tinggi daripada tingkat inflasti. Catat!
Tidak Harus Membayar Semuanya
Sebagai contoh, Anda ingin membeli properti senilai Rp200 juta.   Lantas, apakah Anda harus mempunyai dana sebesar harga properti   tersebut? Jawabannya, tentu tidak. Anda hanya cukup menyediakan dana   awal sebesar 20% (ketentuan uang muka minimal saat ini), dan sisanya   bisa dibayarkan kepada bank dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Baca Juga : Keluhan Konsumen: Soal DP Rumah hingga Pembangunan Belum Jadi
Atau bahkan dengan cara dan strategi tertentu, Anda dapat menggunakan dana dari pihak lain untuk membayar DP. Simulasikan&amp;nbsp;cicilan KPR&amp;nbsp;Anda per bulannya dengan&amp;nbsp;kalkulator KPR&amp;nbsp;persembahan Rumah.com.
Kontrol di Tangan Anda
Sebagai investor, Anda tentu tidak dapat mengontrol harga saham, obligasi, reksadana, atau&amp;nbsp;paper aset&amp;nbsp;lainnya.   Berbeda dengan bisnis properti, Anda lah yang menentukan harga jual   properti dan mengaturnya sendiri. Bisa dinaikkan dan diturunkan dalam   kondisi tertentu.

(fFoto:Reuters)
Poin yang paling membedakan properti dengan jenis usaha lainnya   adalah properti dapat menghasilkan uang secara terus menerus, tanpa   harus dijual. Anda dapat mereguk keuntungan lewat cara disewakan atau&amp;nbsp;refinancing(pembiayaan kembali via bank atau lembaga keuangan).
Bisa Untung Saat Beli
Ilustrasi sederhananya sebagai berikut; katakanlah harga pasar suatu   properti dengan ukuran tanah dan luas bangunan tertentu di sebuah   lokasi&amp;nbsp;real estate&amp;nbsp;seharga Rp1 miliar. Lalu NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dari properti tersebut senilai Rp800 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yOS8xLzExMTY4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Nah, karena penjual sangat memerlukan uang kontan, maka  properti tersebut dilepas kepada Anda seharga Rp700 juta. Artinya,  keuntungan &amp;ldquo;nilai buku&amp;rdquo; yang Anda peroleh saat&amp;nbsp;membeli properti&amp;nbsp;tersebut sebesar Rp300 juta (Rp1 miliar dikurangi Rp700 juta).
Apabila Anda menjualnya beberapa pekan kemudian, &amp;ldquo;nilai riil&amp;rdquo;  keuntungan yang akan diperoleh adalah Rp300 juta. Bandingkan dengan  jenis investasi lainnya yang mana keuntungan baru akan didapat pasca  beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun kemudian.
Nilai Jual Bertambah dengan Modal Minim
Nilai properti dapat ditingkatkan dengan cara-cara sederhana,  misalnya renovasi. Sehingga properti yang sebelumnya nampak kusam, bisa  dibuat terlihat baru dengan mengecat seluruh dindingnya. Dengan begitu,  Anda sudah meningkatkan nilai jualnya.
Baca Juga : Agar Tak Tertipu, Masyarakat Perlu Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Rumah
Jika Anda baru berkecimpung dalam bisnis properti, sebaiknya mulailah  dengan berinvestasi pada nilai yang masih minim atau dalam jangkauan  kemampuan Anda. Barulah secara bertahap dan perlahan mulai meningkatkan  portofolio investasi Anda.
Meraup Uang Tanpa Menjual
Mendapatkan uang tanpa menjual properti dapat dilakukan dengan cara&amp;nbsp;refinancing&amp;nbsp;(pendanaan/ pembiayaan kembali. Anda cukup mengundang pihak&amp;nbsp;appraisal&amp;nbsp;(penilai properti) untuk mengukur kembali berapa harga properti Anda saat ini.

Hasil dari kenaikan penilaian tersebut dapat Anda gunakan untuk  memperoleh pinjaman yang lebih besar. Selanjutnya, dana segar tersebut  dapat dipergunakan untuk membeli properti berikutnya.
Menghemat Waktu
Bisnis properti tidak memerlukan kehadiran Anda setiap hari untuk  mengontrolnya. Misalnya, Anda memiliki kos-kosan atau kontrakan. Anda  hanya perlu sebulan atau bahkan setahun sekali meninjau properti  sekaligus menagih uang sewanya.
Mudah Dijaminkan ke Bank
Jika Anda membutuhkan dana pinjaman dan mengajukan permohonan kepada  bank, menurut Anda jaminan jenis apakah yang diminta oleh pihak bank?
Baca Juga : IMF: Kenaikan Harga Rumah Berisiko Hambat Ekonomi
Propertilah jaminan utamanya, karena bank sangat mengenali resiko  investasi ini jauh lebih rendah dibanding jenis investasi lainnya. Hal  ini dapat dibuktikan dengan semakin rendahnya suku bunga pinjaman KPR  daripada suku bunga kredit lainnya.
Aset Cepat Terkumpul
Bila Anda mempunyai uang tunai senilai Rp200 juta, kira-kira berapa  banyak properti yang bisa dibeli? Jika pihak bank memperbolehkan cukup  membayar DP 20%, maka properti seharga Rp500 juta bisa didapat hanya  dengan mengeluarkan uang Rp100 juta.

(Foto:Reuters)
Lalu dengan uang Rp200 juta, maka Anda bisa memperoleh dua unit  properti dengan total nilai Rp1 miliar. Akan tetapi semuanya tergantung  kepada kemampuan Anda dalam menganalisa situasi, kondisi, dan lokasi  suatu properti.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yNi8xLzEwODM2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)

</description><content:encoded>JAKARTA - Selama ini Anda tentu sering menemukan informasi yang menyebutkan untungnya investasi di bidang properti. Properti dinilai sebagai satu-satunya instrumen investasi paling fleksibel, menguntungkan, dan minim risiko.
Karena itulah banyak investor yang memilih berinvestasi di bidang properti ketimbang jenis investasi lainnya seperti emas, saham, atau obligasi. Dan untuk mengelolanya secara maksimal, para pelaku bisnis properti sudah pasti dituntut untuk menguasai tren dan strategi tersendiri.
Properti merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan kelihaian dalam menentukan lokasi, waktu, dan pembiayaan yang tepat. Dan mengandalkan dana besar saja tak cukup untuk sebagai bekal berinvestasi di bidang properti.
Baca Juga : Kota Tangsel Mulai Dipadati Pembangunan Rumah Tapak
Tanpa pengetahuan dan taktik yang mumpuni, banyak pebisnis properti mengalami tingkat kerugian dalam jumlah yang tak sedikit. Kendati demikian, bisnis properti juga menawarkan banyak kenikmatan yang luar biasa. Simak, ini untungnya investasi di bidang properti:
Nilai Investasi Selalu Naik
Apakah Anda pernah mendengar harga tanah atau kavling turun? Pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia dan beberapa negara lain di tahun 1997, nilai properti ketika dijual pun masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga pembelian pertama. Bahkan setelah krisis mereda, nilai jual properti langsung melonjak drastis.

(Foto:Reuters)
Kesimpulannya, meski kondisi ekonomi sedang terpuruk sekalipun, kenaikan harga properti akan selalu lebih tinggi daripada tingkat inflasti. Catat!
Tidak Harus Membayar Semuanya
Sebagai contoh, Anda ingin membeli properti senilai Rp200 juta.   Lantas, apakah Anda harus mempunyai dana sebesar harga properti   tersebut? Jawabannya, tentu tidak. Anda hanya cukup menyediakan dana   awal sebesar 20% (ketentuan uang muka minimal saat ini), dan sisanya   bisa dibayarkan kepada bank dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Baca Juga : Keluhan Konsumen: Soal DP Rumah hingga Pembangunan Belum Jadi
Atau bahkan dengan cara dan strategi tertentu, Anda dapat menggunakan dana dari pihak lain untuk membayar DP. Simulasikan&amp;nbsp;cicilan KPR&amp;nbsp;Anda per bulannya dengan&amp;nbsp;kalkulator KPR&amp;nbsp;persembahan Rumah.com.
Kontrol di Tangan Anda
Sebagai investor, Anda tentu tidak dapat mengontrol harga saham, obligasi, reksadana, atau&amp;nbsp;paper aset&amp;nbsp;lainnya.   Berbeda dengan bisnis properti, Anda lah yang menentukan harga jual   properti dan mengaturnya sendiri. Bisa dinaikkan dan diturunkan dalam   kondisi tertentu.

(fFoto:Reuters)
Poin yang paling membedakan properti dengan jenis usaha lainnya   adalah properti dapat menghasilkan uang secara terus menerus, tanpa   harus dijual. Anda dapat mereguk keuntungan lewat cara disewakan atau&amp;nbsp;refinancing(pembiayaan kembali via bank atau lembaga keuangan).
Bisa Untung Saat Beli
Ilustrasi sederhananya sebagai berikut; katakanlah harga pasar suatu   properti dengan ukuran tanah dan luas bangunan tertentu di sebuah   lokasi&amp;nbsp;real estate&amp;nbsp;seharga Rp1 miliar. Lalu NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dari properti tersebut senilai Rp800 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yOS8xLzExMTY4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Nah, karena penjual sangat memerlukan uang kontan, maka  properti tersebut dilepas kepada Anda seharga Rp700 juta. Artinya,  keuntungan &amp;ldquo;nilai buku&amp;rdquo; yang Anda peroleh saat&amp;nbsp;membeli properti&amp;nbsp;tersebut sebesar Rp300 juta (Rp1 miliar dikurangi Rp700 juta).
Apabila Anda menjualnya beberapa pekan kemudian, &amp;ldquo;nilai riil&amp;rdquo;  keuntungan yang akan diperoleh adalah Rp300 juta. Bandingkan dengan  jenis investasi lainnya yang mana keuntungan baru akan didapat pasca  beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun kemudian.
Nilai Jual Bertambah dengan Modal Minim
Nilai properti dapat ditingkatkan dengan cara-cara sederhana,  misalnya renovasi. Sehingga properti yang sebelumnya nampak kusam, bisa  dibuat terlihat baru dengan mengecat seluruh dindingnya. Dengan begitu,  Anda sudah meningkatkan nilai jualnya.
Baca Juga : Agar Tak Tertipu, Masyarakat Perlu Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Rumah
Jika Anda baru berkecimpung dalam bisnis properti, sebaiknya mulailah  dengan berinvestasi pada nilai yang masih minim atau dalam jangkauan  kemampuan Anda. Barulah secara bertahap dan perlahan mulai meningkatkan  portofolio investasi Anda.
Meraup Uang Tanpa Menjual
Mendapatkan uang tanpa menjual properti dapat dilakukan dengan cara&amp;nbsp;refinancing&amp;nbsp;(pendanaan/ pembiayaan kembali. Anda cukup mengundang pihak&amp;nbsp;appraisal&amp;nbsp;(penilai properti) untuk mengukur kembali berapa harga properti Anda saat ini.

Hasil dari kenaikan penilaian tersebut dapat Anda gunakan untuk  memperoleh pinjaman yang lebih besar. Selanjutnya, dana segar tersebut  dapat dipergunakan untuk membeli properti berikutnya.
Menghemat Waktu
Bisnis properti tidak memerlukan kehadiran Anda setiap hari untuk  mengontrolnya. Misalnya, Anda memiliki kos-kosan atau kontrakan. Anda  hanya perlu sebulan atau bahkan setahun sekali meninjau properti  sekaligus menagih uang sewanya.
Mudah Dijaminkan ke Bank
Jika Anda membutuhkan dana pinjaman dan mengajukan permohonan kepada  bank, menurut Anda jaminan jenis apakah yang diminta oleh pihak bank?
Baca Juga : IMF: Kenaikan Harga Rumah Berisiko Hambat Ekonomi
Propertilah jaminan utamanya, karena bank sangat mengenali resiko  investasi ini jauh lebih rendah dibanding jenis investasi lainnya. Hal  ini dapat dibuktikan dengan semakin rendahnya suku bunga pinjaman KPR  daripada suku bunga kredit lainnya.
Aset Cepat Terkumpul
Bila Anda mempunyai uang tunai senilai Rp200 juta, kira-kira berapa  banyak properti yang bisa dibeli? Jika pihak bank memperbolehkan cukup  membayar DP 20%, maka properti seharga Rp500 juta bisa didapat hanya  dengan mengeluarkan uang Rp100 juta.

(Foto:Reuters)
Lalu dengan uang Rp200 juta, maka Anda bisa memperoleh dua unit  properti dengan total nilai Rp1 miliar. Akan tetapi semuanya tergantung  kepada kemampuan Anda dalam menganalisa situasi, kondisi, dan lokasi  suatu properti.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yNi8xLzEwODM2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)

</content:encoded></item></channel></rss>
