<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pantau Rupiah hingga Fed Rate, Sri Mulyani: Sistem Keuangan Stabil dan Terkendali</title><description>Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengungkapkan, stabilitas  sistem keuangan pada kuartal I 2018 dalam kondisi stabil dan terkendali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/30/20/1893068/pantau-rupiah-hingga-fed-rate-sri-mulyani-sistem-keuangan-stabil-dan-terkendali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/30/20/1893068/pantau-rupiah-hingga-fed-rate-sri-mulyani-sistem-keuangan-stabil-dan-terkendali"/><item><title>Pantau Rupiah hingga Fed Rate, Sri Mulyani: Sistem Keuangan Stabil dan Terkendali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/30/20/1893068/pantau-rupiah-hingga-fed-rate-sri-mulyani-sistem-keuangan-stabil-dan-terkendali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/30/20/1893068/pantau-rupiah-hingga-fed-rate-sri-mulyani-sistem-keuangan-stabil-dan-terkendali</guid><pubDate>Senin 30 April 2018 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/30/20/1893068/pantau-rupiah-hingga-fed-rate-sri-mulyani-sistem-keuangan-stabil-dan-terkendali-gZblHTXQtt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Komite Stabilitas Sistem Keuangan (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/30/20/1893068/pantau-rupiah-hingga-fed-rate-sri-mulyani-sistem-keuangan-stabil-dan-terkendali-gZblHTXQtt.jpeg</image><title>Komite Stabilitas Sistem Keuangan (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengungkapkan, stabilitas sistem keuangan pada kuartal I 2018 dalam kondisi stabil dan terkendali. Hal ini disampaikan sebagai kesimpulan rapat berkala dari KSSK mengenai stabilitas sistem keuangan di tahun 2018.
KSSK diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, terdiri dari Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santiso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.&amp;nbsp;
Baca Juga: Sri Mulyani Cs Umumkan Kondisi Stabilitas Sistem Keuangan Sore Ini
&quot;Sistem keuangan stabil dan terkendali meski menghadapi tekanan pasar keuangan terutama akhir bulan April 2018,&quot; ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Senin (30/4/2018).
Dia menyatakan, kondisi yang stabil dan terkendali ini dikarenakan kondisi fundamental ekonomi, kinerja lembaga keuangan yang baik serta kinerja emiten di pasar modal yang baik.

Selain itu, kata Bendahara Negara ini, KSSK juga membahas soal pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), terutama tekanan yang terjadi pada Rupiah yang terjadi beberapa minggu terakhir ini.
&quot;Perlu ditegaskan bahwa hal ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal berupa penguatan USD terhadap semua mata uang dunia,&quot; katanya.
Baca Juga: Sri Mulyani Cs Pantau Bitcoin hingga Kenaikan Harga Minyak di 2018
Sementara itu, fundamental ekonomi pada kuartal-I 2018 tercermin dari tingkat inflasi yang sesuai sasaran inflasi 2018 di level 3,5% plus minus 1%, kondisi ABPN yang terjaga dnegan defisit anggaran dan defisit keseimbangan primer yang jauh lebih kecil ketimbang kuartal-I 2017, PPN tumbuh 15,03% dan penerimaan PPh Non Migas tumbuh 20,12% tanpa tax amnesty.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/04/11/49018/249437_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Agus Martowardojo Duduk Bareng Komisi XI DPR&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kata dia, momentum pertumbuhan ekonomi terus berlanjut dengan   konsumsi, investasi dan ekspor yang terjaga. Dengan demikian,   pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa 5,4%
&quot;Pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa terjaga sesuai target yang tumbuh 5,4% di akhir 2018,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yMy80LzExMTQ1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara, defisit transaksi berjalan masih berada di batas aman  level 3% dari produk domestik bruto (PDB). Tak hanya itu, neraca  perdagangan yang surplus pada Maret sebesar USD1,09 miliar.
Cadangan devisa (cadev) saat ini, juga berada di sebesar USD126  miliar, yang setara dengan pembiayaan 7,9 bulan impor dan pembayaran  utang luar negeri pemerintah. &quot;Angka itu berada di atas standar  kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor,&quot; imbuhnya.
Baca Juga: Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia dalam Kondisi Normal
Dari sisi eksternal, KSSK mencermati rencana lanjutan kenaikan Fed  Funds Rate (FFR) maupun suku bunga acuan negara maju lainnya. Selain  itu, mencermati perang&amp;nbsp;dagang antara AS dengan Tiongkok, perkembangan  harga minyak global, dan instabilitas geopolitik.
Di sisi domestik, KSSK&amp;nbsp;mencermati risiko perkembangan nilai tukar  serta dampaknya terhadap stabilitas perekonomian dan momentum pemulihan  ekonomi yang sedang berjalan.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48199/245700_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani Raih Penghargaan Menteri Perempuan Berprestasi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Pemerintah akan menjaga APBN 2018 agar menjadi instrumen yang  mendukung pertumbuhan ekonomi namun tetap menjaga kredibilitas dan  sustainabilitas,&quot; kata wanita yang akrab disapa Ani.
Defisit APBN akan tetap dijaga pada kisaran 2,19% dari PDB atau lebih  kecil sesuai UU APBN dengan mendorong pencapaian pendapatan negara, dan  memperbaiki kualitas belanja, serta pengelolaan utang secara hati-hati,  transparan dan akuntabel.
Baca Juga: Rapat dengan Gubernur BI Cs soal Ekonomi, Sri Mulyani: Sistem Keuangan RI Baik dan Terkendali
Selain itu, kata dia, pemerintah terus menjaga agar dampak kenaikan  harga minyak internasional dan dinamika nilai tukar Rupiah tidak  mengganggu pelaksanaan APBN, dan momentum pergerakan ekonomi melalui  kebijakan perlindungan kepada kelompok miskin dan menjaga kesehatan  keuangan BUMN energi dan listrik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8zMC80LzExMTcxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengungkapkan, stabilitas sistem keuangan pada kuartal I 2018 dalam kondisi stabil dan terkendali. Hal ini disampaikan sebagai kesimpulan rapat berkala dari KSSK mengenai stabilitas sistem keuangan di tahun 2018.
KSSK diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, terdiri dari Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santiso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.&amp;nbsp;
Baca Juga: Sri Mulyani Cs Umumkan Kondisi Stabilitas Sistem Keuangan Sore Ini
&quot;Sistem keuangan stabil dan terkendali meski menghadapi tekanan pasar keuangan terutama akhir bulan April 2018,&quot; ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Senin (30/4/2018).
Dia menyatakan, kondisi yang stabil dan terkendali ini dikarenakan kondisi fundamental ekonomi, kinerja lembaga keuangan yang baik serta kinerja emiten di pasar modal yang baik.

Selain itu, kata Bendahara Negara ini, KSSK juga membahas soal pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), terutama tekanan yang terjadi pada Rupiah yang terjadi beberapa minggu terakhir ini.
&quot;Perlu ditegaskan bahwa hal ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal berupa penguatan USD terhadap semua mata uang dunia,&quot; katanya.
Baca Juga: Sri Mulyani Cs Pantau Bitcoin hingga Kenaikan Harga Minyak di 2018
Sementara itu, fundamental ekonomi pada kuartal-I 2018 tercermin dari tingkat inflasi yang sesuai sasaran inflasi 2018 di level 3,5% plus minus 1%, kondisi ABPN yang terjaga dnegan defisit anggaran dan defisit keseimbangan primer yang jauh lebih kecil ketimbang kuartal-I 2017, PPN tumbuh 15,03% dan penerimaan PPh Non Migas tumbuh 20,12% tanpa tax amnesty.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/04/11/49018/249437_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Agus Martowardojo Duduk Bareng Komisi XI DPR&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kata dia, momentum pertumbuhan ekonomi terus berlanjut dengan   konsumsi, investasi dan ekspor yang terjaga. Dengan demikian,   pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa 5,4%
&quot;Pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa terjaga sesuai target yang tumbuh 5,4% di akhir 2018,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yMy80LzExMTQ1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara, defisit transaksi berjalan masih berada di batas aman  level 3% dari produk domestik bruto (PDB). Tak hanya itu, neraca  perdagangan yang surplus pada Maret sebesar USD1,09 miliar.
Cadangan devisa (cadev) saat ini, juga berada di sebesar USD126  miliar, yang setara dengan pembiayaan 7,9 bulan impor dan pembayaran  utang luar negeri pemerintah. &quot;Angka itu berada di atas standar  kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor,&quot; imbuhnya.
Baca Juga: Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia dalam Kondisi Normal
Dari sisi eksternal, KSSK mencermati rencana lanjutan kenaikan Fed  Funds Rate (FFR) maupun suku bunga acuan negara maju lainnya. Selain  itu, mencermati perang&amp;nbsp;dagang antara AS dengan Tiongkok, perkembangan  harga minyak global, dan instabilitas geopolitik.
Di sisi domestik, KSSK&amp;nbsp;mencermati risiko perkembangan nilai tukar  serta dampaknya terhadap stabilitas perekonomian dan momentum pemulihan  ekonomi yang sedang berjalan.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/14/48199/245700_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani Raih Penghargaan Menteri Perempuan Berprestasi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Pemerintah akan menjaga APBN 2018 agar menjadi instrumen yang  mendukung pertumbuhan ekonomi namun tetap menjaga kredibilitas dan  sustainabilitas,&quot; kata wanita yang akrab disapa Ani.
Defisit APBN akan tetap dijaga pada kisaran 2,19% dari PDB atau lebih  kecil sesuai UU APBN dengan mendorong pencapaian pendapatan negara, dan  memperbaiki kualitas belanja, serta pengelolaan utang secara hati-hati,  transparan dan akuntabel.
Baca Juga: Rapat dengan Gubernur BI Cs soal Ekonomi, Sri Mulyani: Sistem Keuangan RI Baik dan Terkendali
Selain itu, kata dia, pemerintah terus menjaga agar dampak kenaikan  harga minyak internasional dan dinamika nilai tukar Rupiah tidak  mengganggu pelaksanaan APBN, dan momentum pergerakan ekonomi melalui  kebijakan perlindungan kepada kelompok miskin dan menjaga kesehatan  keuangan BUMN energi dan listrik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8zMC80LzExMTcxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
