<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Hitung-hitungan Bappenas soal Keuntungan Jadi Tuan Rumah Asian Games</title><description>Sudah merupakan hal yang lumrah dan wajar bahwa banyak negara yang  profilnya naik setelah berhasil menjadi tuan rumah event internasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/30/320/1892730/hitung-hitungan-bappenas-soal-keuntungan-jadi-tuan-rumah-asian-games</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/04/30/320/1892730/hitung-hitungan-bappenas-soal-keuntungan-jadi-tuan-rumah-asian-games"/><item><title>   Hitung-hitungan Bappenas soal Keuntungan Jadi Tuan Rumah Asian Games</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/04/30/320/1892730/hitung-hitungan-bappenas-soal-keuntungan-jadi-tuan-rumah-asian-games</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/04/30/320/1892730/hitung-hitungan-bappenas-soal-keuntungan-jadi-tuan-rumah-asian-games</guid><pubDate>Senin 30 April 2018 07:56 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/30/320/1892730/hitung-hitungan-bappenas-soal-keuntungan-jadi-tuan-rumah-asian-games-jvDDi1HZ2F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Keuntungan Jadi Tuan Rumah Asian Games (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/30/320/1892730/hitung-hitungan-bappenas-soal-keuntungan-jadi-tuan-rumah-asian-games-jvDDi1HZ2F.jpg</image><title>Foto: Keuntungan Jadi Tuan Rumah Asian Games (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyelenggaraan Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada 18 Agustus-2 September 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang (Sumatera Selatan), tidak hanya berdampak secara ekonomi, tapi juga nonekonomi.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, dampak dari Asian Games meningkatkan pride atau kebanggaan dari Indonesia, meningkatkan kohesi sosial, mendorong masyarakat untuk melakukan olahraga, serta yang tidak kalah penting yaitu meningkatkan profil Indonesia di mata internasional.

&quot;Sudah merupakan hal yang lumrah dan wajar bahwa banyak negara yang profilnya naik setelah berhasil menjadi tuan rumah event internasional. Contoh paling jelas adalah Korea Selatan,&quot; kata Bambang di Jakarta, Senin (30/4/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Asian Games Ditaksir Beri Dampak Langsung Rp45 Triliun pada Indonesia
Bambang menjelaskan, pada tahun 1986 Korea Selatan menjadi tuan rumah Asian Games ke-10 di Seoul. Dua tahun kemudian (1988) negeri Ginseng ini menjadi penyelenggara Olimpiade  Musim Panas ke-24 di kota yang sama. Korea Selatan menyadari bahwa menjadi tuan rumah event keolahragaan internasional merupakan sarana yang efektif untuk menaikkan citra negaranya.

Korea Selatan menunjukkan diri kembali sebagai tuan rumah Asian Games ke-14 tahun 2002 di Busan, dan secara bersamaan tahun 2002 menjadi tuan rumah Piala Dunia bersama Jepang. Selanjutnya, negeri Ginseng itu menjadi tuan rumah Asian Games ke-17 kembali pada tahun 2014 di Incheon.

&amp;ldquo;Ini contoh suatu negara yang giat memanfaatkan event internasional untuk meningkatkan profil negara dan ekonominya dengan berbagai rangkaian event internasional di negaranya,&amp;rdquo;  tutur Bambang.
&amp;nbsp;
Contoh sukses lainnya, kata Bambang, adalah Olimpiade  Musim Panas ke-27 di Sydney Australia yang bisa mendorong ekonomi New South Wales meningkat sampai USD490 juta per tahun selama 12 tahun masa persiapan dan sesudah event.

&quot;Jadi mereka ambil enam tahun ke belakang dan enam tahun ke depan. Periode 1994-2000 adalah masa persiapan, membangun stadion, infrastruktur, berbagai fasilitas pendukung, promosi dan seterusnya dan kemudian pasca event adalah masa pemanfaatan stadionnya, peningkatan wisatawan ke Australia maupun Sydney,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Minta UMKM Dilibatkan Selama Asian Games 2018
Setelah itu, dlihat dari present value dampak olimpiade terhadap ekonomi Australia mencapai USD6,5 dan lapangan pekerjaan meningkat 5.300 di New South Wales dan di Australia Kota rata-rata 7.500 per tahun selama 12 tahun.

Cerita sukses lainnya, Olimpiade Musim Panas ke-30 di London pada tahun 2012 karena bisa berkontribusi terhadap PDB Inggris sampai USD16,5 miliar selama 12 tahun periode. Komposisinya 82% dari free event, 12% dari pariwisata, 6% dari pengeluaran langsung.

&amp;ldquo;Jadi aktivitas free event dan konstruksi itu adalah bagian terbesar dari olimpiade di London, ditambah pariwisata dan direct spending, turis meningkat 10,8 juta pada periode 2005-2017,&amp;rdquo; tutur Bambang.
&amp;nbsp;
Bambang berharap pasca pelaksanaan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang, Indonesia tidak hanya  memperoleh dampak ekonomi tapi juga punya manfaat nonekonomi seperti yang dialami Korea Selatan, Australia dan juga Inggris.

Bappenas memperkirakan dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 mencapai Rp3,6 triliun dengan perincian pengeluaran sebesar Rp2,5 triliun di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70%, dan Rp1,1 triliun di Palembang dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 30%

Diestimasikan, 88% pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67% pengeluaran oleh atlet, 3,96% pengeluaran awak media, 2,34% pengeluaran officials, dan 0,77% pengeluaran sukarelawan. Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp1,3 triliun, sementara komponen terbesar kedua adalah transportasi sebesar Rp640 miliar, makanan dan minuman sebesar Rp628 miliar, pengeluaran belanja mencapai Rp560 miliar dan pengeluaran hiburan sebanyak Rp280 miliar.
Menteri Bambang menegaskan bahwa hasil estimasi dampak langsung  ekonomi Asian Games 2018 ini masih merupakan hasil tahap awal dari  kajian yang dikerjakan oleh Bappenas, dan diharapkan dampak ekonomi bagi  Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 akan lebih besar lagi  nanti dari hasil perhitungan data riil setelah dilakukan survei pada  tahap berikutnya.

Namun, berkaca pada pengalaman negara lain, dampak event olahraga  internasional dapat pula menjadi tidak maksimal terhadap perekonomian  tuan rumah bila tidak disiapkan dengan baik, misalnya pemanfaatan sarana  olahraga di kemudian hari yang kurang optimal.
&amp;nbsp;
Untuk mencegah dampak negatif terkait pemeliharaan dan penggunaan  venue selepas Asian Games 2018 tersebut, diperlukan upaya peningkatan  aktivitas/event olahraga sebagai bagian grand design peningkatan  prestasi olahraga Indonesia, peningkatan awareness masyarakat untuk  melakukan aktivitas olahraga, dan pemanfaatan venue olahraga untuk  aktivitas lain di luar olahraga, misalnya MICE (Meeting, Incentives,  Conferences, &amp;amp; Exhibition).

Salah satu contoh sukses pemanfaatan venue olahraga pasca event  adalah seperti yang ditunjukkan oleh Palembang setelah penyelenggaraan  SEA Games 2011. Pemda Palembang membentuk Badan Usaha Milik Daerah  (BUMD) PT Jakabaring Sport City yang bertugas mengelola aset  keolahragaan di Jakabaring secara profesional sehingga dapat  dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk event olahraga nasional dan  internasional, maupun untuk digunakan masyarakat umum
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yOS8xLzExMTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Penyelenggaraan Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada 18 Agustus-2 September 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang (Sumatera Selatan), tidak hanya berdampak secara ekonomi, tapi juga nonekonomi.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, dampak dari Asian Games meningkatkan pride atau kebanggaan dari Indonesia, meningkatkan kohesi sosial, mendorong masyarakat untuk melakukan olahraga, serta yang tidak kalah penting yaitu meningkatkan profil Indonesia di mata internasional.

&quot;Sudah merupakan hal yang lumrah dan wajar bahwa banyak negara yang profilnya naik setelah berhasil menjadi tuan rumah event internasional. Contoh paling jelas adalah Korea Selatan,&quot; kata Bambang di Jakarta, Senin (30/4/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Asian Games Ditaksir Beri Dampak Langsung Rp45 Triliun pada Indonesia
Bambang menjelaskan, pada tahun 1986 Korea Selatan menjadi tuan rumah Asian Games ke-10 di Seoul. Dua tahun kemudian (1988) negeri Ginseng ini menjadi penyelenggara Olimpiade  Musim Panas ke-24 di kota yang sama. Korea Selatan menyadari bahwa menjadi tuan rumah event keolahragaan internasional merupakan sarana yang efektif untuk menaikkan citra negaranya.

Korea Selatan menunjukkan diri kembali sebagai tuan rumah Asian Games ke-14 tahun 2002 di Busan, dan secara bersamaan tahun 2002 menjadi tuan rumah Piala Dunia bersama Jepang. Selanjutnya, negeri Ginseng itu menjadi tuan rumah Asian Games ke-17 kembali pada tahun 2014 di Incheon.

&amp;ldquo;Ini contoh suatu negara yang giat memanfaatkan event internasional untuk meningkatkan profil negara dan ekonominya dengan berbagai rangkaian event internasional di negaranya,&amp;rdquo;  tutur Bambang.
&amp;nbsp;
Contoh sukses lainnya, kata Bambang, adalah Olimpiade  Musim Panas ke-27 di Sydney Australia yang bisa mendorong ekonomi New South Wales meningkat sampai USD490 juta per tahun selama 12 tahun masa persiapan dan sesudah event.

&quot;Jadi mereka ambil enam tahun ke belakang dan enam tahun ke depan. Periode 1994-2000 adalah masa persiapan, membangun stadion, infrastruktur, berbagai fasilitas pendukung, promosi dan seterusnya dan kemudian pasca event adalah masa pemanfaatan stadionnya, peningkatan wisatawan ke Australia maupun Sydney,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Minta UMKM Dilibatkan Selama Asian Games 2018
Setelah itu, dlihat dari present value dampak olimpiade terhadap ekonomi Australia mencapai USD6,5 dan lapangan pekerjaan meningkat 5.300 di New South Wales dan di Australia Kota rata-rata 7.500 per tahun selama 12 tahun.

Cerita sukses lainnya, Olimpiade Musim Panas ke-30 di London pada tahun 2012 karena bisa berkontribusi terhadap PDB Inggris sampai USD16,5 miliar selama 12 tahun periode. Komposisinya 82% dari free event, 12% dari pariwisata, 6% dari pengeluaran langsung.

&amp;ldquo;Jadi aktivitas free event dan konstruksi itu adalah bagian terbesar dari olimpiade di London, ditambah pariwisata dan direct spending, turis meningkat 10,8 juta pada periode 2005-2017,&amp;rdquo; tutur Bambang.
&amp;nbsp;
Bambang berharap pasca pelaksanaan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang, Indonesia tidak hanya  memperoleh dampak ekonomi tapi juga punya manfaat nonekonomi seperti yang dialami Korea Selatan, Australia dan juga Inggris.

Bappenas memperkirakan dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 mencapai Rp3,6 triliun dengan perincian pengeluaran sebesar Rp2,5 triliun di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70%, dan Rp1,1 triliun di Palembang dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 30%

Diestimasikan, 88% pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67% pengeluaran oleh atlet, 3,96% pengeluaran awak media, 2,34% pengeluaran officials, dan 0,77% pengeluaran sukarelawan. Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp1,3 triliun, sementara komponen terbesar kedua adalah transportasi sebesar Rp640 miliar, makanan dan minuman sebesar Rp628 miliar, pengeluaran belanja mencapai Rp560 miliar dan pengeluaran hiburan sebanyak Rp280 miliar.
Menteri Bambang menegaskan bahwa hasil estimasi dampak langsung  ekonomi Asian Games 2018 ini masih merupakan hasil tahap awal dari  kajian yang dikerjakan oleh Bappenas, dan diharapkan dampak ekonomi bagi  Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 akan lebih besar lagi  nanti dari hasil perhitungan data riil setelah dilakukan survei pada  tahap berikutnya.

Namun, berkaca pada pengalaman negara lain, dampak event olahraga  internasional dapat pula menjadi tidak maksimal terhadap perekonomian  tuan rumah bila tidak disiapkan dengan baik, misalnya pemanfaatan sarana  olahraga di kemudian hari yang kurang optimal.
&amp;nbsp;
Untuk mencegah dampak negatif terkait pemeliharaan dan penggunaan  venue selepas Asian Games 2018 tersebut, diperlukan upaya peningkatan  aktivitas/event olahraga sebagai bagian grand design peningkatan  prestasi olahraga Indonesia, peningkatan awareness masyarakat untuk  melakukan aktivitas olahraga, dan pemanfaatan venue olahraga untuk  aktivitas lain di luar olahraga, misalnya MICE (Meeting, Incentives,  Conferences, &amp;amp; Exhibition).

Salah satu contoh sukses pemanfaatan venue olahraga pasca event  adalah seperti yang ditunjukkan oleh Palembang setelah penyelenggaraan  SEA Games 2011. Pemda Palembang membentuk Badan Usaha Milik Daerah  (BUMD) PT Jakabaring Sport City yang bertugas mengelola aset  keolahragaan di Jakabaring secara profesional sehingga dapat  dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk event olahraga nasional dan  internasional, maupun untuk digunakan masyarakat umum
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yOS8xLzExMTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
