<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRI Alokasikan Rp160 Miliar untuk Migrasi Kartu Chip Tahun Ini</title><description>PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menganggarkan dana Rp160  miliar untuk  kebutuhan migrasi kartu debit dari jenis magnetigstripe ke  chip.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/04/278/1894439/bri-alokasikan-rp160-miliar-untuk-migrasi-kartu-chip-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/04/278/1894439/bri-alokasikan-rp160-miliar-untuk-migrasi-kartu-chip-tahun-ini"/><item><title>BRI Alokasikan Rp160 Miliar untuk Migrasi Kartu Chip Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/04/278/1894439/bri-alokasikan-rp160-miliar-untuk-migrasi-kartu-chip-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/04/278/1894439/bri-alokasikan-rp160-miliar-untuk-migrasi-kartu-chip-tahun-ini</guid><pubDate>Jum'at 04 Mei 2018 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/04/278/1894439/bri-alokasikan-rp160-miliar-untuk-migrasi-kartu-chip-tahun-ini-LLbzaNAjGr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bank BRI (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/04/278/1894439/bri-alokasikan-rp160-miliar-untuk-migrasi-kartu-chip-tahun-ini-LLbzaNAjGr.jpeg</image><title>Bank BRI (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menganggarkan dana Rp160  miliar untuk kebutuhan migrasi kartu debit dari jenis magnetigstripe ke  chip.
Seperti diketahui, pergantian kartu ini sebagai bentuk mitigasi  risiko terhadap kejahatan skimming. Dimana Bank Indonesia (BI)  menargetkan hingga 2021 perbankan sudah melakukan migrasi total ke kartu  jenis chip.
Direktur Digital Banking dan TI Bank BRI Indra Utoyo menyatakan,  anggaran yang ditetapkan tersebut untuk migrasi 30% kartu debit yang  ditetapkan BI bagi bank di 2018.
Baca Juga: BRI Paparkan Kendala Migrasi Kartu Chip
&quot;Kita anggarkan dana untuk tahun 2018 ini Rp160 miliar buat  pergantian ke chip,&quot; ujar Indra saat berbincang dengan media di Kantor  Pusat BRI, Jakarta, Jumat (4/8/2018).
Dia menyebutkan, BRI memiliki sekitar 50 juta kartu aktif, di mana 15  juta ditargetkan selesai migrasi di tahun ini. Hingga saat ini, bank  plat merah ini sudah berhasil lakukan migrasi sebanyak 5% atau sekitar  2,5 juta kartu yang sudah berganti ke chip.
Indra menyatakan, pihaknya terus berupaya mempercepat proses migrasi,  sehingga tahun 2019 ditargetkan seluruh kartu debit BRI sudah berganti  ke teknologi baru tersebut.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/05/03/49554/252181_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kita atur lebih detail lagi, akan dijadwalkan untuk para nasabah  datang, kita akan hubungi secara personal untuk datang ke kantor. Ini  untuk bisa tertata dengan baik,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
Pasalnya, dengan jumlah nasabah BRI yang besar akan sulit bila tak  dilakukan penjadwalan bagi nasabah mengganti kartunya. Kata dia, ini  akan menjadi penumpukan nasabah di kantor dan malah membuat lama  prosesnya.
Oleh sebab itu, pihaknya juga meminta nasabah mau berperan aktif untuk datang ke kantor bila pihak bank menghubungi.
Baca Juga: BRI Kantongi Laba Bersih Rp7,42 Triliun di Kuartal I-2018
&quot;Kartu debit ini berbeda dengan kartu kredit yang bisa dikirimkan  langsung ke rumah, karena menyangkut dana nasabah. Jadi kami imbau  masyarakat datang langsung ke bank,&quot; jelasnya.
Dia menyatakan, saat ini perusahaan memfokuskan migrasi bagi nasabah  di Pulau Jawa, hal ini karena secara porsi pulau ini memiliki nasabah  paling banyak.
&quot;Pulau di luar Jawa juga, tapi saat ini kita fokusnya tahun ini di  Jawa. Dan kalau kebanyakan transaksi di domestik itu juga masuk  prioritas (pergantian kartu),&quot; imbuhnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/05/03/49569/252259_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kinerja Positif Berkelanjutan BRI untuk Triwulan I 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di sisi lain, selain pergantian kartu, BRI terus mengembangkan  teknologi terkini untuk mitigasi resiko skimming. Pasalnya, kata dia,  tak bisa pungkiri kejahatan teknologi terus berkembang sehingga pihaknya  harus lebih jauh mengantisipasi.
&quot;Salah satunya kita gunakan big data juga. Kalau ada yang terdeteksi  lakukan transaksi dua kali saja di daerah yang berbeda dengan waktu  berdekatan itu kita langsung warning. Kita akan block,&quot;
Lanjutnya, perkembangan teknologi dilakukan untuk menekan fraud dari skimming agar tak memberi dampak yang besar.
&quot;Teknologi ini terus dikembangkan, supaya nasabah dan masyarakat bisa terus merasa nyaman saat bertransaksi,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8yMy80LzExMDM3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menganggarkan dana Rp160  miliar untuk kebutuhan migrasi kartu debit dari jenis magnetigstripe ke  chip.
Seperti diketahui, pergantian kartu ini sebagai bentuk mitigasi  risiko terhadap kejahatan skimming. Dimana Bank Indonesia (BI)  menargetkan hingga 2021 perbankan sudah melakukan migrasi total ke kartu  jenis chip.
Direktur Digital Banking dan TI Bank BRI Indra Utoyo menyatakan,  anggaran yang ditetapkan tersebut untuk migrasi 30% kartu debit yang  ditetapkan BI bagi bank di 2018.
Baca Juga: BRI Paparkan Kendala Migrasi Kartu Chip
&quot;Kita anggarkan dana untuk tahun 2018 ini Rp160 miliar buat  pergantian ke chip,&quot; ujar Indra saat berbincang dengan media di Kantor  Pusat BRI, Jakarta, Jumat (4/8/2018).
Dia menyebutkan, BRI memiliki sekitar 50 juta kartu aktif, di mana 15  juta ditargetkan selesai migrasi di tahun ini. Hingga saat ini, bank  plat merah ini sudah berhasil lakukan migrasi sebanyak 5% atau sekitar  2,5 juta kartu yang sudah berganti ke chip.
Indra menyatakan, pihaknya terus berupaya mempercepat proses migrasi,  sehingga tahun 2019 ditargetkan seluruh kartu debit BRI sudah berganti  ke teknologi baru tersebut.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/05/03/49554/252181_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kita atur lebih detail lagi, akan dijadwalkan untuk para nasabah  datang, kita akan hubungi secara personal untuk datang ke kantor. Ini  untuk bisa tertata dengan baik,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
Pasalnya, dengan jumlah nasabah BRI yang besar akan sulit bila tak  dilakukan penjadwalan bagi nasabah mengganti kartunya. Kata dia, ini  akan menjadi penumpukan nasabah di kantor dan malah membuat lama  prosesnya.
Oleh sebab itu, pihaknya juga meminta nasabah mau berperan aktif untuk datang ke kantor bila pihak bank menghubungi.
Baca Juga: BRI Kantongi Laba Bersih Rp7,42 Triliun di Kuartal I-2018
&quot;Kartu debit ini berbeda dengan kartu kredit yang bisa dikirimkan  langsung ke rumah, karena menyangkut dana nasabah. Jadi kami imbau  masyarakat datang langsung ke bank,&quot; jelasnya.
Dia menyatakan, saat ini perusahaan memfokuskan migrasi bagi nasabah  di Pulau Jawa, hal ini karena secara porsi pulau ini memiliki nasabah  paling banyak.
&quot;Pulau di luar Jawa juga, tapi saat ini kita fokusnya tahun ini di  Jawa. Dan kalau kebanyakan transaksi di domestik itu juga masuk  prioritas (pergantian kartu),&quot; imbuhnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/05/03/49569/252259_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kinerja Positif Berkelanjutan BRI untuk Triwulan I 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di sisi lain, selain pergantian kartu, BRI terus mengembangkan  teknologi terkini untuk mitigasi resiko skimming. Pasalnya, kata dia,  tak bisa pungkiri kejahatan teknologi terus berkembang sehingga pihaknya  harus lebih jauh mengantisipasi.
&quot;Salah satunya kita gunakan big data juga. Kalau ada yang terdeteksi  lakukan transaksi dua kali saja di daerah yang berbeda dengan waktu  berdekatan itu kita langsung warning. Kita akan block,&quot;
Lanjutnya, perkembangan teknologi dilakukan untuk menekan fraud dari skimming agar tak memberi dampak yang besar.
&quot;Teknologi ini terus dikembangkan, supaya nasabah dan masyarakat bisa terus merasa nyaman saat bertransaksi,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8yMy80LzExMDM3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
