<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minim Sentimen Positif, IHSG Pekan Ini Rawan Koreksi</title><description>Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diprediksi masih rawan koreksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/07/278/1895241/minim-sentimen-positif-ihsg-pekan-ini-rawan-koreksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/07/278/1895241/minim-sentimen-positif-ihsg-pekan-ini-rawan-koreksi"/><item><title>Minim Sentimen Positif, IHSG Pekan Ini Rawan Koreksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/07/278/1895241/minim-sentimen-positif-ihsg-pekan-ini-rawan-koreksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/07/278/1895241/minim-sentimen-positif-ihsg-pekan-ini-rawan-koreksi</guid><pubDate>Senin 07 Mei 2018 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/07/278/1895241/minim-sentimen-positif-ihsg-pekan-ini-rawan-koreksi-3Le1Z5OC1H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/07/278/1895241/minim-sentimen-positif-ihsg-pekan-ini-rawan-koreksi-3Le1Z5OC1H.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diprediksi masih rawan koreksi. Hal ini karena masih minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang diperkirakan terus berlanjut.
Baca Juga: Sepekan, IHSG Anjlok 2% hingga Transaksi Saham Longsor 22% Jadi Rp6,6 Triliun
Pekan lalu, IHSG melemah 0,34 % atau di bawah dari pekan sebelumnya yang turun 6,6%. Sedangkan pada penutupan perdagangan Jumat lalu, IHSG melorot 66,39 poin atau 1,13% ke level 5.792,34. Adapun high level dalam perdagangan yang tercatat mencapai 6.012 di bawah sebelumnya 6.360. Sedangkan level terendah mencapai 5.768 dari sebelumnya 5.885.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/08/23/41563/221456_medium.jpg&quot; alt=&quot;Merespon Positif Penurunan Suku Bunga Acuan BI, IHSG Tembus 5.900&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pekan ini pergerakan IHSG masih harus diwaspadai. Diperkirakan indeks akan berada di kisaran level support 5.700-5.725 dan resisten pada 5.812-5.825. Ini lebih rendah dibandingkan dengan pekan sebelumnya di level support 5.825-5.886 dan resisten 5.966-5.987.
&amp;ldquo;Secara teknikal indeks akan melanjutkan tren koreksi. Indeks masih bergerak turun dan berada diare jenuh jual atau oversold,&amp;rdquo; ujar Reza. Dia menilai, masih ada kekhawatiran pasar yang membuat IHSG kembali kehilangan kesempatan untuk kembali menguat meski posisinya telah berada di area oversold.
Baca Juga: Bos BEI: IHSG Masih Tunggu Persepsi Positif
Minimnya sentimen positif yang signifikan untuk mampu mengangkat IHSG, membuat pelaku pasar kembali melakukan aksi jualnya sehingga pelemahan masih terjadi. &amp;ldquo;Diharapkan sentimen dari dalam negeri masih ada yang lebih positif, terutama Rupiah yang diharapkan dapat lebih terbatas penurunannya,&amp;rdquo; katanya.
Menurutnya, peluang indeks rebound (menguat kembali) dapat terjadi jika didukung aksi beli. Namun, jika yang terjadi aksi jual, maka pelaku pasar harus tetap mewaspadai kembalinya potensi pelemahan. Kepala Riset BNI Sekuritas Norico Gaman mengatakan, indeks berpeluang untuk sesi lanjutan koreksi dengan prediksi mampu tembus level 5.700 menuju level 5.600 pekan ini.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/07/24/40237/217771_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pembukaan Perdagangan Saham Awal Pekan IHSG Alami Pelemahan 0,27 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Sepekan ke depan (pekan ini) indeks masih potensi koreksi akibat sentimen negatif dari berlanjutnya pelemahan Rupiah terhadap USD,&amp;rdquo; kata Norico. Sementara itu, analis OCBC Sekuritas Liga Maradona memprediksi IHSG pekan ini memiliki potensi menguat di kisaran 5.700 hingga 5.895.
Dia mengatakan, ada sentimen pendorong dari data non-farm payroll di AS yang akan rilis pada akhir pekan. Diperkirakan hasilnya akan di bawah ekspektasi pasar sehingga nilai mata uang dolar terhadap mata uang lainnya berpotensi akan melemah. &amp;ldquo;Ini membuat investor cenderung mengalikan investasi mereka ke aset yang be risiko seperti saham dan komoditas,&amp;rdquo; ujar Maradona di Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8yMS80LzExMDI4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya pergerakan IHSG di sepanjang pekan lalu masih melanjutkan  pelemahan. Meski pada pertemuan The Fed masih mempertahankan tingkat  suku bunganya, tapi tidak langsung membuat laju rupiah dan pasar  obligasi membaik sehingga pelaku pasar pun masih mengamankan posisi dan  aksi jual yang berujung pada pelemahan pun tidak terelakan.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/19/45646/235791_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Meski diselingi hari libur Mayday, tapi IHSG mampu bangkit dan  menapak di zona hijau. Menghijaunya kembali bursa saham Asia meski tidak  dibarengi dengan pelemahan bursa saham AS sebelumnya dan kembali  terdepresiasinya rupiah membantu IHSG berbalik positif. Masih adanya  sejumlah berita positif emiten, terutama dari perkiraan membaiknya  kinerja kuartal pertama 2018, juga turut membantu IHSG berbalik positif.
Baca Juga: IHSG Makin Tenggelam, Turun 1,13% ke 5.792
Rilis inflasi sebesar 0,1% (MoM) yang lebih rendah dari bulan  sebelumnya dan masih adanya aksi beli pelaku pasar cukup membantu IHSG  untuk bisa berbalik ke zona hijau meski tipis. Adapun pergerakan rupiah  yang kembali terdepresiasi dan masih adanya aksi jual asing tidak  terlalu menghalangi IHSG untuk kembali ke zona hijau.
Pasca menguat, laju IHSG berbalik melemah. Kembali melemahnya laju  bursa saham AS berimbas negatif pada pergerakan IHSG. Meski The Fed  tidak menaikkan tingkat suku bunganya, tapi pandangannya terhadap  potensi kenaikan inflasi AS memberikan dampak pada kembali menguatnya  laju USD. Akibatnya rupiah terkena dampaknya sehingga kembali  terdepresiasi.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/19/45646/235792_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di sisi lain, pelaku pasar kembali panik dengan aksi  jualnya sehingga IHSG kembali anjlok. Adanya sejumlah berita positif  dari para emiten tam paknya tidak mampu menghalau masifnya aksi jual.  Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (nett sell) Rp2,69 triliun  dari pekan sebelumnya nett sell Rp5,3 triliun.
Masih maraknya aksi jual membuat posisi transaksi asing menjadi net  sell karena hingga pekan kemarin membuat nilai transaksi asing tercatat  jual bersih Rp35,5 triliun di atas sebelumnya yang masih net sell Rp  32,81 triliun (YTD).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8wNy80LzEwODc5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Hafid Fuad)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diprediksi masih rawan koreksi. Hal ini karena masih minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang diperkirakan terus berlanjut.
Baca Juga: Sepekan, IHSG Anjlok 2% hingga Transaksi Saham Longsor 22% Jadi Rp6,6 Triliun
Pekan lalu, IHSG melemah 0,34 % atau di bawah dari pekan sebelumnya yang turun 6,6%. Sedangkan pada penutupan perdagangan Jumat lalu, IHSG melorot 66,39 poin atau 1,13% ke level 5.792,34. Adapun high level dalam perdagangan yang tercatat mencapai 6.012 di bawah sebelumnya 6.360. Sedangkan level terendah mencapai 5.768 dari sebelumnya 5.885.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/08/23/41563/221456_medium.jpg&quot; alt=&quot;Merespon Positif Penurunan Suku Bunga Acuan BI, IHSG Tembus 5.900&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pekan ini pergerakan IHSG masih harus diwaspadai. Diperkirakan indeks akan berada di kisaran level support 5.700-5.725 dan resisten pada 5.812-5.825. Ini lebih rendah dibandingkan dengan pekan sebelumnya di level support 5.825-5.886 dan resisten 5.966-5.987.
&amp;ldquo;Secara teknikal indeks akan melanjutkan tren koreksi. Indeks masih bergerak turun dan berada diare jenuh jual atau oversold,&amp;rdquo; ujar Reza. Dia menilai, masih ada kekhawatiran pasar yang membuat IHSG kembali kehilangan kesempatan untuk kembali menguat meski posisinya telah berada di area oversold.
Baca Juga: Bos BEI: IHSG Masih Tunggu Persepsi Positif
Minimnya sentimen positif yang signifikan untuk mampu mengangkat IHSG, membuat pelaku pasar kembali melakukan aksi jualnya sehingga pelemahan masih terjadi. &amp;ldquo;Diharapkan sentimen dari dalam negeri masih ada yang lebih positif, terutama Rupiah yang diharapkan dapat lebih terbatas penurunannya,&amp;rdquo; katanya.
Menurutnya, peluang indeks rebound (menguat kembali) dapat terjadi jika didukung aksi beli. Namun, jika yang terjadi aksi jual, maka pelaku pasar harus tetap mewaspadai kembalinya potensi pelemahan. Kepala Riset BNI Sekuritas Norico Gaman mengatakan, indeks berpeluang untuk sesi lanjutan koreksi dengan prediksi mampu tembus level 5.700 menuju level 5.600 pekan ini.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/07/24/40237/217771_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pembukaan Perdagangan Saham Awal Pekan IHSG Alami Pelemahan 0,27 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Sepekan ke depan (pekan ini) indeks masih potensi koreksi akibat sentimen negatif dari berlanjutnya pelemahan Rupiah terhadap USD,&amp;rdquo; kata Norico. Sementara itu, analis OCBC Sekuritas Liga Maradona memprediksi IHSG pekan ini memiliki potensi menguat di kisaran 5.700 hingga 5.895.
Dia mengatakan, ada sentimen pendorong dari data non-farm payroll di AS yang akan rilis pada akhir pekan. Diperkirakan hasilnya akan di bawah ekspektasi pasar sehingga nilai mata uang dolar terhadap mata uang lainnya berpotensi akan melemah. &amp;ldquo;Ini membuat investor cenderung mengalikan investasi mereka ke aset yang be risiko seperti saham dan komoditas,&amp;rdquo; ujar Maradona di Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8yMS80LzExMDI4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya pergerakan IHSG di sepanjang pekan lalu masih melanjutkan  pelemahan. Meski pada pertemuan The Fed masih mempertahankan tingkat  suku bunganya, tapi tidak langsung membuat laju rupiah dan pasar  obligasi membaik sehingga pelaku pasar pun masih mengamankan posisi dan  aksi jual yang berujung pada pelemahan pun tidak terelakan.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/19/45646/235791_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Meski diselingi hari libur Mayday, tapi IHSG mampu bangkit dan  menapak di zona hijau. Menghijaunya kembali bursa saham Asia meski tidak  dibarengi dengan pelemahan bursa saham AS sebelumnya dan kembali  terdepresiasinya rupiah membantu IHSG berbalik positif. Masih adanya  sejumlah berita positif emiten, terutama dari perkiraan membaiknya  kinerja kuartal pertama 2018, juga turut membantu IHSG berbalik positif.
Baca Juga: IHSG Makin Tenggelam, Turun 1,13% ke 5.792
Rilis inflasi sebesar 0,1% (MoM) yang lebih rendah dari bulan  sebelumnya dan masih adanya aksi beli pelaku pasar cukup membantu IHSG  untuk bisa berbalik ke zona hijau meski tipis. Adapun pergerakan rupiah  yang kembali terdepresiasi dan masih adanya aksi jual asing tidak  terlalu menghalangi IHSG untuk kembali ke zona hijau.
Pasca menguat, laju IHSG berbalik melemah. Kembali melemahnya laju  bursa saham AS berimbas negatif pada pergerakan IHSG. Meski The Fed  tidak menaikkan tingkat suku bunganya, tapi pandangannya terhadap  potensi kenaikan inflasi AS memberikan dampak pada kembali menguatnya  laju USD. Akibatnya rupiah terkena dampaknya sehingga kembali  terdepresiasi.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/19/45646/235792_medium.jpg&quot; alt=&quot;IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di sisi lain, pelaku pasar kembali panik dengan aksi  jualnya sehingga IHSG kembali anjlok. Adanya sejumlah berita positif  dari para emiten tam paknya tidak mampu menghalau masifnya aksi jual.  Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (nett sell) Rp2,69 triliun  dari pekan sebelumnya nett sell Rp5,3 triliun.
Masih maraknya aksi jual membuat posisi transaksi asing menjadi net  sell karena hingga pekan kemarin membuat nilai transaksi asing tercatat  jual bersih Rp35,5 triliun di atas sebelumnya yang masih net sell Rp  32,81 triliun (YTD).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8wNy80LzEwODc5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Hafid Fuad)</content:encoded></item></channel></rss>
