<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Pengangguran di Indonesia Turun 140.000 Orang</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2018 menurun 140.000 orang atau 0,20%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/07/320/1895490/jumlah-pengangguran-di-indonesia-turun-140-000-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/07/320/1895490/jumlah-pengangguran-di-indonesia-turun-140-000-orang"/><item><title>Jumlah Pengangguran di Indonesia Turun 140.000 Orang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/07/320/1895490/jumlah-pengangguran-di-indonesia-turun-140-000-orang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/07/320/1895490/jumlah-pengangguran-di-indonesia-turun-140-000-orang</guid><pubDate>Senin 07 Mei 2018 17:54 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/07/320/1895490/jumlah-pengangguran-di-indonesia-turun-140-000-orang-XZpZVh2CV3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jumlah Pengangguran Turun (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/07/320/1895490/jumlah-pengangguran-di-indonesia-turun-140-000-orang-XZpZVh2CV3.jpeg</image><title>Foto: Jumlah Pengangguran Turun (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2018 menurun 140.000 orang atau 0,20% dibandingkan periode yang sama di 2017.

&quot;Tingkat pengangguran terbuka pada bulan Februari 2018 ini sebesar 5,13%, jika dibandingkan TPT pada tahun lalu ada penurunan dari 5,33% ke 5,13% atau turun 0,20%,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Pada Februari 2018 jumlah angkatan kerja sebanyak 133,94 juta, mengalami kenaikan 2,93 juta dibandingkan kuartal I 2017. Pertumbuhan ini sejalan dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 69,20%, meningkat 0,18% poin.

&quot;Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekknomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Berdasarkan dari daerah tempat tinggal, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding perdesaan. Di mana TPT di wilayah perdesaan sebesar 3,72% menurun 0,28% dari Agustus 2017 yang sebesar 4,01%. Sementara, TPT di perkotaan sebesar 6,34% turun 0,16% dari Agustus 2017 yang sebesar 6,79%.

&quot;Tentunya ini berita menggembirakan dengan catatan bahwa tingkat pengangguran di kota itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran di desa,&quot; katanya.

Berdasarkan tingkat pendidikan, pada Februari 2018 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi menjadi penyumbang TPT tertinggi  di antara tingkat pendidikan lain.
&amp;nbsp;
SMK tercatat sebesar 8,92%, mengalami penurunan dari Agustus 2017 yang sebesar 11,41%. Kemudian, diikuti pendidikan level Diploma sebesar 7,92%, mengalami peningkatan dari Agustus 2017 yang sebesar 6,88%.

Maka dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada pendidikan SMK dan Diploma I/II/III. &quot;Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja. Dan ini dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,67%,&quot; jelas dia.

Suhariyanto menyatakan, bila dikategorikan jenis kelamin, TPAK laki-laki selama ini selalu mendominasi peringkat terbanyak pekerja. Namun, tahun ini para pekerja perempuan justru mengalami kenaikan lebih tinggi dari laki-laki. &quot;Tetapi, ada berita menggembirakan, TPAK laki-lakinya justru sedikit menurun dari 83,05% ke 83,01%. Sebaliknya, TPAK untuk perempuan mengalami peningkatan dari 55,04% ke 55,44%,&quot; sebutnya.

Menurutnya, meski ada kesenjangan, namun tingkat partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan ada kecenderungan bahwa TPAK perempuan naik dari Februari 2017 ke Februari 2018.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yNi80LzEwODM2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2018 menurun 140.000 orang atau 0,20% dibandingkan periode yang sama di 2017.

&quot;Tingkat pengangguran terbuka pada bulan Februari 2018 ini sebesar 5,13%, jika dibandingkan TPT pada tahun lalu ada penurunan dari 5,33% ke 5,13% atau turun 0,20%,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Pada Februari 2018 jumlah angkatan kerja sebanyak 133,94 juta, mengalami kenaikan 2,93 juta dibandingkan kuartal I 2017. Pertumbuhan ini sejalan dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 69,20%, meningkat 0,18% poin.

&quot;Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekknomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Berdasarkan dari daerah tempat tinggal, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding perdesaan. Di mana TPT di wilayah perdesaan sebesar 3,72% menurun 0,28% dari Agustus 2017 yang sebesar 4,01%. Sementara, TPT di perkotaan sebesar 6,34% turun 0,16% dari Agustus 2017 yang sebesar 6,79%.

&quot;Tentunya ini berita menggembirakan dengan catatan bahwa tingkat pengangguran di kota itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran di desa,&quot; katanya.

Berdasarkan tingkat pendidikan, pada Februari 2018 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi menjadi penyumbang TPT tertinggi  di antara tingkat pendidikan lain.
&amp;nbsp;
SMK tercatat sebesar 8,92%, mengalami penurunan dari Agustus 2017 yang sebesar 11,41%. Kemudian, diikuti pendidikan level Diploma sebesar 7,92%, mengalami peningkatan dari Agustus 2017 yang sebesar 6,88%.

Maka dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada pendidikan SMK dan Diploma I/II/III. &quot;Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja. Dan ini dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,67%,&quot; jelas dia.

Suhariyanto menyatakan, bila dikategorikan jenis kelamin, TPAK laki-laki selama ini selalu mendominasi peringkat terbanyak pekerja. Namun, tahun ini para pekerja perempuan justru mengalami kenaikan lebih tinggi dari laki-laki. &quot;Tetapi, ada berita menggembirakan, TPAK laki-lakinya justru sedikit menurun dari 83,05% ke 83,01%. Sebaliknya, TPAK untuk perempuan mengalami peningkatan dari 55,04% ke 55,44%,&quot; sebutnya.

Menurutnya, meski ada kesenjangan, namun tingkat partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan ada kecenderungan bahwa TPAK perempuan naik dari Februari 2017 ke Februari 2018.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yNi80LzEwODM2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
