<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Siapkan Insentif demi Genjot Ekspor</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, bahwa pemerintah tengah mempersiapkan insentif untuk meningkatkan volume ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/10/20/1896616/sri-mulyani-siapkan-insentif-demi-genjot-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/10/20/1896616/sri-mulyani-siapkan-insentif-demi-genjot-ekspor"/><item><title>Sri Mulyani Siapkan Insentif demi Genjot Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/10/20/1896616/sri-mulyani-siapkan-insentif-demi-genjot-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/10/20/1896616/sri-mulyani-siapkan-insentif-demi-genjot-ekspor</guid><pubDate>Kamis 10 Mei 2018 09:29 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/10/20/1896616/sri-mulyani-siapkan-insentif-demi-genjot-ekspor-yWR4FMnuhw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/10/20/1896616/sri-mulyani-siapkan-insentif-demi-genjot-ekspor-yWR4FMnuhw.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, bahwa pemerintah tengah mempersiapkan insentif untuk meningkatkan volume ekspor. Insentif itu merupakan upaya pemerintah untuk membuat pertumbuhan ekspor secepat kenaikan impor.
&quot;Inilah yang sedang difokuskan oleh pemerintah. Investasi tetap tinggi agar growth tinggi, tapi juga harus dipacu dan diikutsertakan ekspor growth yang sama tingginya,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/5/2018) malam.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/04/11/49018/249437_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Agus Martowardojo Duduk Bareng Komisi XI DPR&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu melanjutkan, persentase ekspor yang hanya setengah dari total impor berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi ke depannya.
&quot;Jadi kita sekarang harus membuat struktur ekonomi jauh lebih kuat, dengan menciptakan industri yang bisa mem-produce bahan baku dan bahan capital, sehingga kita tidak terlalu bergantung maka proses industrialisasi boleh diteruskan, dan ekspor kita harus dipacu,&quot; imbuh dia.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/04/25/49354/251189_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ekspor Perdana Xpander, Mitsubishi Kirim 400 Unit Menuju Filipina&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bentuk insentif tersebut, dikatakan Sri Mulyani akan dibahas dalam waktu dekat pada sidang kabinet. Selain ekspor, pemerintah juga akan berupaya mendorong pertumbuhan investasi, sebagaimana diketahui bahwa dua hal tersebut (ekspor dan investasi) adalah fokus pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
&quot;Saya bicara insentif misal selama ini kita buat, akan kita maksimalkan. Nanti kita lihat Minggu depan ketika kita sampaikan pada Presiden,&quot; tutup dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNy80LzExMTYzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, bahwa pemerintah tengah mempersiapkan insentif untuk meningkatkan volume ekspor. Insentif itu merupakan upaya pemerintah untuk membuat pertumbuhan ekspor secepat kenaikan impor.
&quot;Inilah yang sedang difokuskan oleh pemerintah. Investasi tetap tinggi agar growth tinggi, tapi juga harus dipacu dan diikutsertakan ekspor growth yang sama tingginya,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/5/2018) malam.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/04/11/49018/249437_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Agus Martowardojo Duduk Bareng Komisi XI DPR&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu melanjutkan, persentase ekspor yang hanya setengah dari total impor berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi ke depannya.
&quot;Jadi kita sekarang harus membuat struktur ekonomi jauh lebih kuat, dengan menciptakan industri yang bisa mem-produce bahan baku dan bahan capital, sehingga kita tidak terlalu bergantung maka proses industrialisasi boleh diteruskan, dan ekspor kita harus dipacu,&quot; imbuh dia.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/04/25/49354/251189_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ekspor Perdana Xpander, Mitsubishi Kirim 400 Unit Menuju Filipina&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bentuk insentif tersebut, dikatakan Sri Mulyani akan dibahas dalam waktu dekat pada sidang kabinet. Selain ekspor, pemerintah juga akan berupaya mendorong pertumbuhan investasi, sebagaimana diketahui bahwa dua hal tersebut (ekspor dan investasi) adalah fokus pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
&quot;Saya bicara insentif misal selama ini kita buat, akan kita maksimalkan. Nanti kita lihat Minggu depan ketika kita sampaikan pada Presiden,&quot; tutup dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNy80LzExMTYzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
