<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bagaimana Dampak Teror Bom ke Industri Asuransi Indonesia?</title><description>Pengusaha Indonesia meyakini dampak bom gereja Surabaya  hanya sementara utamanya pada ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/14/320/1898286/bagaimana-dampak-teror-bom-ke-industri-asuransi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/14/320/1898286/bagaimana-dampak-teror-bom-ke-industri-asuransi-indonesia"/><item><title>Bagaimana Dampak Teror Bom ke Industri Asuransi Indonesia?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/14/320/1898286/bagaimana-dampak-teror-bom-ke-industri-asuransi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/14/320/1898286/bagaimana-dampak-teror-bom-ke-industri-asuransi-indonesia</guid><pubDate>Senin 14 Mei 2018 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/14/320/1898286/bagaimana-dampak-teror-bom-ke-industri-asuransi-indonesia-zIGcvUX8Cs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch (Foto: Feby/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/14/320/1898286/bagaimana-dampak-teror-bom-ke-industri-asuransi-indonesia-zIGcvUX8Cs.jpeg</image><title>Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch (Foto: Feby/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha Indonesia meyakini dampak bom gereja Surabaya  hanya sementara utamanya pada ekonomi. Pasalnya kejadian tersebut bukan  kali ini dan Indonesia selalu mampu melewati masalah teror tersebut.&amp;nbsp;
Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch menyampaikan rasa  duka dan keprihatinan atas kejadian teror bom di Gereja. Dia menilai  kejadian ini segera bisa diselesaikan oleh aparat keamanan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/14/49890/253646_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ada Ancaman Bom, Polisi Amankan Sekitar Gereja Santa Anna Duren Sawit&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Di Indonesia ada beberapa kali insiden, ada teror dan tragedi lain.  Tapi kita optimis Indonesia selalu kuat, kita orangnya lumayan selalu  cepat bangkit. Dan komitmen yakin mungkin insiden tragedi dan akan  datang Indonesia lebih aman,&quot; tuturnya, di JS Luwansa, Jakarta, Senin  (14/5/2018).
Terhadap industri asuransi, kata Jens, Prudential Indonesia melihat  teror bom tentu memiliki dampak. Akan tetapi, industri ini sifat  investasinya jangka panjang, artinya kejadian hari ini kecil dampaknya.&amp;nbsp;
&quot;Asuransi khusus lihat long term tidak lihat bulan dan minggu. Lihat  investasi jangka panjang dan mungkin tahun ini sedikit untuk pasar tp  saya juga long term indikator positif. Paling penting tidak panic short  term,&quot; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/14/49879/253583_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengamanan di Polrestabes Surabaya Pascaledakan Bom Bunuh Diri&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta pelaku industri jasa  keuangan untuk bersikap tenang. Walaupun saat ini Indonesia saat ini  tengah berstatus siaga I, pasca terjadinya bom gereja di wilayah  Surabaya.
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Boedi Armanto mengatakan,  OJK bersama aparat keamanan terus menjaga stabilisasi, pasca terjadinya  bom.
&quot;Atas nama seluruh dewan komisioner dan OJK, kami mengaturkan bela  sungkawa, atas kejadian aksi terorisme di Surabaya. Kami bersama dalam  menyaksikan aparat keamanan menjaga stabilisasi. Oleh karena itu, kami  mengimbau semua masyarakat untuk tetap tenang,&quot; tuturnya,&quot; tukas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8xNC8xLzExMjE1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha Indonesia meyakini dampak bom gereja Surabaya  hanya sementara utamanya pada ekonomi. Pasalnya kejadian tersebut bukan  kali ini dan Indonesia selalu mampu melewati masalah teror tersebut.&amp;nbsp;
Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch menyampaikan rasa  duka dan keprihatinan atas kejadian teror bom di Gereja. Dia menilai  kejadian ini segera bisa diselesaikan oleh aparat keamanan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/14/49890/253646_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ada Ancaman Bom, Polisi Amankan Sekitar Gereja Santa Anna Duren Sawit&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Di Indonesia ada beberapa kali insiden, ada teror dan tragedi lain.  Tapi kita optimis Indonesia selalu kuat, kita orangnya lumayan selalu  cepat bangkit. Dan komitmen yakin mungkin insiden tragedi dan akan  datang Indonesia lebih aman,&quot; tuturnya, di JS Luwansa, Jakarta, Senin  (14/5/2018).
Terhadap industri asuransi, kata Jens, Prudential Indonesia melihat  teror bom tentu memiliki dampak. Akan tetapi, industri ini sifat  investasinya jangka panjang, artinya kejadian hari ini kecil dampaknya.&amp;nbsp;
&quot;Asuransi khusus lihat long term tidak lihat bulan dan minggu. Lihat  investasi jangka panjang dan mungkin tahun ini sedikit untuk pasar tp  saya juga long term indikator positif. Paling penting tidak panic short  term,&quot; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/14/49879/253583_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengamanan di Polrestabes Surabaya Pascaledakan Bom Bunuh Diri&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta pelaku industri jasa  keuangan untuk bersikap tenang. Walaupun saat ini Indonesia saat ini  tengah berstatus siaga I, pasca terjadinya bom gereja di wilayah  Surabaya.
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Boedi Armanto mengatakan,  OJK bersama aparat keamanan terus menjaga stabilisasi, pasca terjadinya  bom.
&quot;Atas nama seluruh dewan komisioner dan OJK, kami mengaturkan bela  sungkawa, atas kejadian aksi terorisme di Surabaya. Kami bersama dalam  menyaksikan aparat keamanan menjaga stabilisasi. Oleh karena itu, kami  mengimbau semua masyarakat untuk tetap tenang,&quot; tuturnya,&quot; tukas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8xNC8xLzExMjE1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
