<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Pemerintah Naik Jadi Rp4.180 Triliun, Bagaimana Cara Bayarnya?</title><description>Pemerintah harus mampu mengelola utang lebih baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/18/20/1899733/utang-pemerintah-naik-jadi-rp4-180-triliun-bagaimana-cara-bayarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/18/20/1899733/utang-pemerintah-naik-jadi-rp4-180-triliun-bagaimana-cara-bayarnya"/><item><title>Utang Pemerintah Naik Jadi Rp4.180 Triliun, Bagaimana Cara Bayarnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/18/20/1899733/utang-pemerintah-naik-jadi-rp4-180-triliun-bagaimana-cara-bayarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/18/20/1899733/utang-pemerintah-naik-jadi-rp4-180-triliun-bagaimana-cara-bayarnya</guid><pubDate>Jum'at 18 Mei 2018 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/18/20/1899733/utang-pemerintah-naik-jadi-rp4-180-triliun-bagaimana-cara-bayarnya-1pkNoxJqjD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Utang Pemerintah Naik (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/18/20/1899733/utang-pemerintah-naik-jadi-rp4-180-triliun-bagaimana-cara-bayarnya-1pkNoxJqjD.jpg</image><title>Ilustrasi: Utang Pemerintah Naik (Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah harus mampu mengelola utang lebih baik. Salah satunya dengan melakukan rekayasa keuangan (financial engineering) untuk mengatasi persoalan utang Indonesia.

Tercatat, saat ini utang pemerintah mencapai Rp4.180 triliun, naik Rp46 triliun atau lebih tinggi 1,06% dari Maret yang sebesar Rp4.136 triliun.

&amp;rdquo;Misalkan, pemerintah membutuhkan dana sebesar USD30 miliar untuk pembangunan atau investasi. Untuk itu, pemerintah harus menawarkan surat utang sebesar USD40 miliar,&amp;rdquo; ujar pengamat pasar modal dan perbankan Adler Haymans Manurung di Jakarta.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/17/49976/254041_medium.jpg&quot; alt=&quot;Utang Luar Negeri Indonesia Naik 8,7% pada Triwulan I 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pemerintah, lanjut Adler, meminjam dana sebesar USD10 miliar dari Bank Indonesia (BI) untuk membeli surat utang yang diterbitkan Pemerintah Inggris atau Amerika Serikat (AS) dengan periode 30 tahun tanpa bunga (zero coupon). &amp;rdquo;Di mana pada tahun ke-30 nilai surat utang ini menjadi USD40 miliar. Utang bayar utang, tetapi tidak menumpuk utang,&amp;rdquo; katanya.

Dengan demikian, kata Adler, di APBN pemerintah hanya bayar bunganya, principal tidak perlu dipikirkan lagi. Karena principal akan dibayar oleh pinjaman melalui bond Inggris atau AS tadi. &amp;rdquo;Sehingga anak cucu kita tidak akan memikirkan utang,&amp;rdquo; katanya.

Justru utang dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih besar. &amp;rdquo;Kita sebagai anak bangsa harus memberikan konsep bagaimana mencari solusinya, bukan seperti yang terjadi sekarang ini masalah utang hanya dipolitisasi, tetapi tidak ada solusi mengatasinya,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/17/49976/254040_medium.jpg&quot; alt=&quot;Utang Luar Negeri Indonesia Naik 8,7% pada Triwulan I 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dewan Pakar Jokowi Centre ini menjelaskan, komposisi utang pemerintah pada 2017 berasal dari pinjaman (loans) Rp744 triliun, utang sekuritas (debt securities) Rp3.195 triliun. Jadi, totalnya Rp3.938 triliun yang merupakan 31,7% dari produk domestik bruto (PDB).

&amp;rdquo;Ini merupakan akumulasi dari utang pokok dan bunga. Tidak ada yang salah dengan utang karena semua negara melakukannya. Bahkan dari data yang ada utang Jepang 240% dari PDB, AS 90% dari GDP, Jerman 60% dari GDP, Italia 120% dari GDP, dan sebagainya,&amp;rdquo; kata Adler.

Sementara itu, ekonom Lucky Bayu Purnomo menegaskan, masyarakat Indonesia sudah rasional dalam melihat indikator ekonomi dan pergerakan dinamikanya. Contohnya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menjadi salah satu indikator bagi setiap negara dalam melihat fakta autentik pergerakan perekonomian.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wMi80LzExMDYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Bayu, ketika ada peristiwa bom di Surabaya, pada pembukaan  Bursa Efek Indonesia pukul 09.47 WIB, IHSG melemah 1,27%. Menjelang  penutupan sore hari terjadi koreksi hanya melemah 0,70%. &amp;rdquo;Jadi, shock  yang terjadi hanya sesaat. Karena publik atau pasar melihat persoalan  itu sangat rasional dalam kategori general risk dan specific risk.

Kesimpulannya, kejadian yang terjadi memiliki efek temporer dan  bersifat specific risk dalam skala rendah. Lucky Bayu juga menjelaskan,  pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2018 (yoy) adalah 5,06% masih  dalam kategori on the track. Jawa, menurut dia, masih memberikan  kontribusi pertumbuhan ekonomi 58,67%, Sumatera 21,54%, Kalimantan  8,24%, Sulawesi 6,02%, Bali &amp;amp; Nusa Tenggara 3,03%, Maluku &amp;amp;  Papua 2,50%.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/05/17/49976/254039_medium.jpg&quot; alt=&quot;Utang Luar Negeri Indonesia Naik 8,7% pada Triwulan I 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, dari data yang ada sejak Mei 2017 sampai Mei 2018. Posisi  infrastruktur yang saat menjadi primadona pemerintah masih berada di  bawah rata-rata. Gairah ekonomi sektoral yang di atas rata-rata justru  industri dasar, pertambangan, dan finance.

&amp;rdquo;Pemerintah harus memperkuat strategi agar kinerja sektoral tertentu  dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia,&amp;rdquo;  ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/03/14/48204/245730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Minyak dunia dan rupiah juga menjadi indikator penting. Harga minyak dunia meningkat terus, harganya USD76 per barel.

Pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp14.040 pada Jumat (11/5)  terjadi akibat penguatan dolar AS. &amp;rdquo;Situasi eksternal lebih besar  pengaruhnya daripada domestik. Jadi, bukan karena merosotnya kepercayaan  di pasar domestik,&amp;rdquo; katanya. (Sudarsono)</description><content:encoded> 
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah harus mampu mengelola utang lebih baik. Salah satunya dengan melakukan rekayasa keuangan (financial engineering) untuk mengatasi persoalan utang Indonesia.

Tercatat, saat ini utang pemerintah mencapai Rp4.180 triliun, naik Rp46 triliun atau lebih tinggi 1,06% dari Maret yang sebesar Rp4.136 triliun.

&amp;rdquo;Misalkan, pemerintah membutuhkan dana sebesar USD30 miliar untuk pembangunan atau investasi. Untuk itu, pemerintah harus menawarkan surat utang sebesar USD40 miliar,&amp;rdquo; ujar pengamat pasar modal dan perbankan Adler Haymans Manurung di Jakarta.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/17/49976/254041_medium.jpg&quot; alt=&quot;Utang Luar Negeri Indonesia Naik 8,7% pada Triwulan I 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pemerintah, lanjut Adler, meminjam dana sebesar USD10 miliar dari Bank Indonesia (BI) untuk membeli surat utang yang diterbitkan Pemerintah Inggris atau Amerika Serikat (AS) dengan periode 30 tahun tanpa bunga (zero coupon). &amp;rdquo;Di mana pada tahun ke-30 nilai surat utang ini menjadi USD40 miliar. Utang bayar utang, tetapi tidak menumpuk utang,&amp;rdquo; katanya.

Dengan demikian, kata Adler, di APBN pemerintah hanya bayar bunganya, principal tidak perlu dipikirkan lagi. Karena principal akan dibayar oleh pinjaman melalui bond Inggris atau AS tadi. &amp;rdquo;Sehingga anak cucu kita tidak akan memikirkan utang,&amp;rdquo; katanya.

Justru utang dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih besar. &amp;rdquo;Kita sebagai anak bangsa harus memberikan konsep bagaimana mencari solusinya, bukan seperti yang terjadi sekarang ini masalah utang hanya dipolitisasi, tetapi tidak ada solusi mengatasinya,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/17/49976/254040_medium.jpg&quot; alt=&quot;Utang Luar Negeri Indonesia Naik 8,7% pada Triwulan I 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dewan Pakar Jokowi Centre ini menjelaskan, komposisi utang pemerintah pada 2017 berasal dari pinjaman (loans) Rp744 triliun, utang sekuritas (debt securities) Rp3.195 triliun. Jadi, totalnya Rp3.938 triliun yang merupakan 31,7% dari produk domestik bruto (PDB).

&amp;rdquo;Ini merupakan akumulasi dari utang pokok dan bunga. Tidak ada yang salah dengan utang karena semua negara melakukannya. Bahkan dari data yang ada utang Jepang 240% dari PDB, AS 90% dari GDP, Jerman 60% dari GDP, Italia 120% dari GDP, dan sebagainya,&amp;rdquo; kata Adler.

Sementara itu, ekonom Lucky Bayu Purnomo menegaskan, masyarakat Indonesia sudah rasional dalam melihat indikator ekonomi dan pergerakan dinamikanya. Contohnya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menjadi salah satu indikator bagi setiap negara dalam melihat fakta autentik pergerakan perekonomian.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wMi80LzExMDYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Bayu, ketika ada peristiwa bom di Surabaya, pada pembukaan  Bursa Efek Indonesia pukul 09.47 WIB, IHSG melemah 1,27%. Menjelang  penutupan sore hari terjadi koreksi hanya melemah 0,70%. &amp;rdquo;Jadi, shock  yang terjadi hanya sesaat. Karena publik atau pasar melihat persoalan  itu sangat rasional dalam kategori general risk dan specific risk.

Kesimpulannya, kejadian yang terjadi memiliki efek temporer dan  bersifat specific risk dalam skala rendah. Lucky Bayu juga menjelaskan,  pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2018 (yoy) adalah 5,06% masih  dalam kategori on the track. Jawa, menurut dia, masih memberikan  kontribusi pertumbuhan ekonomi 58,67%, Sumatera 21,54%, Kalimantan  8,24%, Sulawesi 6,02%, Bali &amp;amp; Nusa Tenggara 3,03%, Maluku &amp;amp;  Papua 2,50%.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/05/17/49976/254039_medium.jpg&quot; alt=&quot;Utang Luar Negeri Indonesia Naik 8,7% pada Triwulan I 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, dari data yang ada sejak Mei 2017 sampai Mei 2018. Posisi  infrastruktur yang saat menjadi primadona pemerintah masih berada di  bawah rata-rata. Gairah ekonomi sektoral yang di atas rata-rata justru  industri dasar, pertambangan, dan finance.

&amp;rdquo;Pemerintah harus memperkuat strategi agar kinerja sektoral tertentu  dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia,&amp;rdquo;  ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/03/14/48204/245730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Minyak dunia dan rupiah juga menjadi indikator penting. Harga minyak dunia meningkat terus, harganya USD76 per barel.

Pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp14.040 pada Jumat (11/5)  terjadi akibat penguatan dolar AS. &amp;rdquo;Situasi eksternal lebih besar  pengaruhnya daripada domestik. Jadi, bukan karena merosotnya kepercayaan  di pasar domestik,&amp;rdquo; katanya. (Sudarsono)</content:encoded></item></channel></rss>
