<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Incar 5 Juta Turis Muslim</title><description>Kemenpar menargetkan tahun 2019 berada pada urutan pertama wisata halal  dunia dengan target 5 juta wisatawan mancanegara (wisman) muslim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/21/320/1900664/ri-incar-5-juta-turis-muslim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/21/320/1900664/ri-incar-5-juta-turis-muslim"/><item><title>RI Incar 5 Juta Turis Muslim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/21/320/1900664/ri-incar-5-juta-turis-muslim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/21/320/1900664/ri-incar-5-juta-turis-muslim</guid><pubDate>Senin 21 Mei 2018 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/21/320/1900664/ri-incar-5-juta-turis-muslim-i4PgNseh4l.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/21/320/1900664/ri-incar-5-juta-turis-muslim-i4PgNseh4l.JPG</image><title>Pesawat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan tahun 2019 berada pada urutan pertama wisata halal dunia dengan target 5 juta wisatawan mancanegara (wisman) muslim. Untuk mewujudkannya, bulan ini akan diluncurkan Indonesia Muslim Travel Index.
Indeks tersebut nanti mengacu pada parameter seperti yang terdapat dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) yang dirilis setiap tahun oleh Mastercard bersama CrescentRating. Pada GMTI 2018 diketahui, posisi Indonesia naik ke peringkat dua sebagai destinasi wisata muslim di dunia bersama Uni Emirat Arab. Pada 2019, Indonesia memancang target berada di posisi puncak wisata halal dunia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/05/17/37327/210346_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kemenpar Dukung Festival Bali Blues 2017&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Kita akan segera luncurkan Indonesia Muslim Travel Index. Sasarannya, kita ingin jadi rangking satu (pada GMTI) tahun 2019,&amp;rdquo; ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di sela peluncuran program Pesona Wisata Ramadhan dan Libur Lebaran 2018 di Jakarta, akhir pekan lalu.
Kunjungan wisman muslim ke Indonesia tahun lalu baru berkisar 2,8 juta orang. Kemenpar menargetkan pada 2019 bisa menaikkan angka kunjungan menjadi 5 juta wisman atau 25% dari target total kunjungan wisman sebanyak 20 juta. &amp;ldquo;Secara jumlah dan persentase kita masih kalah dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia,&amp;rdquo; kata Menpar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/09/11/42247/223689_medium.jpg&quot; alt=&quot;Intip Make Up Mantan Pengungsi yang Jadi Model Berhijab&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan mengatakan, mengacu pada GMTI, Indonesia Muslim Travel Index akan melakukan pengukuran terhadap sejumlah elemen antara lain terkait akses, seperti jumlah bandara internasional yang memudahkan pergerakan wisman muslim ke destinasi serta kemudahan transportasi di dalam negeri.
Riyanto menyebut beberapa pasar asal wisman muslim yang besar di antaranya Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Qatar, Eropa seperti Rusia dan Jerman, serta Asia terutama Malaysia, Singapura, China, dan India.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNS8yNi81Lzk2Njc0LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Kita perlu memperbaiki aksesibilitas dari negara-negara yang  menjadi originasi pasar wisman muslim itu ke Indonesia. Kita juga akan  meningkatkan jangkauan pasar dengan menggelar program pemasaran dan misi  penjualan, misalnya melalui ajang Arabian Travel Mart,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/05/17/37327/210348_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kemenpar Dukung Festival Bali Blues 2017&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Riyanto mengatakan, elemen lainnya adalah menyangkut visa kunjungan  dan amenitas. Untuk amenitas mengacu pada inventory di Traveloka karena  terdapat 730 hotel yang halal compliance atau ramah wisatawan muslim.  &amp;ldquo;Sudah banyak memahami bahwa halal compliance ini merupakan suatu  premium product. Supaya bisa memenangkan persaingan, yang utama adalah  kita tawarkan keunikan,&amp;rdquo; katanya. Riyanto juga mengingatkan bahwa  persaingan memperebutkan pasar wisman halal ini kian sengit.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/04/15/35983/206526_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kemenpar Genjot Promosi Indonesia untuk Capai Target Wisman 15 Juta Tahun 2017&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Dalam hal inovasi sebetulnya, kita lebih di depan. Contohnya di  Banyuwangi su - dah ada pantai halal. Kita juga Triathlon Sunnah yang  menggabungkan tiga olahraga sunah yaitu berkuda, memanah dan berenang,&amp;rdquo;  ungkapnya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)  Hariyadi Sukamdani menilai wisata halal bagus dan punya konsumen  tersendiri. Terlebih lagi masyarakat semakin sadar dengan menjadikan  halal sebagai gaya hidup.
Pasar wisata muslim diproyeksikan akan terus tumbuh dengan pesat dan  diperkirakan akan mencapai USD220 miliar pada 2020 dan USD300 miliar  pada 2026. Pada tahun 2017 diperkirakan jumlah total ke datangan  wisatawan muslim secara global mencapai 131 juta atau naik dibanding  2016 yang sebanyak 121 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNS8yNC8xLzc1MjU2LzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Inda Susanti)</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan tahun 2019 berada pada urutan pertama wisata halal dunia dengan target 5 juta wisatawan mancanegara (wisman) muslim. Untuk mewujudkannya, bulan ini akan diluncurkan Indonesia Muslim Travel Index.
Indeks tersebut nanti mengacu pada parameter seperti yang terdapat dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) yang dirilis setiap tahun oleh Mastercard bersama CrescentRating. Pada GMTI 2018 diketahui, posisi Indonesia naik ke peringkat dua sebagai destinasi wisata muslim di dunia bersama Uni Emirat Arab. Pada 2019, Indonesia memancang target berada di posisi puncak wisata halal dunia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/05/17/37327/210346_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kemenpar Dukung Festival Bali Blues 2017&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Kita akan segera luncurkan Indonesia Muslim Travel Index. Sasarannya, kita ingin jadi rangking satu (pada GMTI) tahun 2019,&amp;rdquo; ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di sela peluncuran program Pesona Wisata Ramadhan dan Libur Lebaran 2018 di Jakarta, akhir pekan lalu.
Kunjungan wisman muslim ke Indonesia tahun lalu baru berkisar 2,8 juta orang. Kemenpar menargetkan pada 2019 bisa menaikkan angka kunjungan menjadi 5 juta wisman atau 25% dari target total kunjungan wisman sebanyak 20 juta. &amp;ldquo;Secara jumlah dan persentase kita masih kalah dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia,&amp;rdquo; kata Menpar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/09/11/42247/223689_medium.jpg&quot; alt=&quot;Intip Make Up Mantan Pengungsi yang Jadi Model Berhijab&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan mengatakan, mengacu pada GMTI, Indonesia Muslim Travel Index akan melakukan pengukuran terhadap sejumlah elemen antara lain terkait akses, seperti jumlah bandara internasional yang memudahkan pergerakan wisman muslim ke destinasi serta kemudahan transportasi di dalam negeri.
Riyanto menyebut beberapa pasar asal wisman muslim yang besar di antaranya Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Qatar, Eropa seperti Rusia dan Jerman, serta Asia terutama Malaysia, Singapura, China, dan India.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNS8yNi81Lzk2Njc0LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Kita perlu memperbaiki aksesibilitas dari negara-negara yang  menjadi originasi pasar wisman muslim itu ke Indonesia. Kita juga akan  meningkatkan jangkauan pasar dengan menggelar program pemasaran dan misi  penjualan, misalnya melalui ajang Arabian Travel Mart,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/05/17/37327/210348_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kemenpar Dukung Festival Bali Blues 2017&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Riyanto mengatakan, elemen lainnya adalah menyangkut visa kunjungan  dan amenitas. Untuk amenitas mengacu pada inventory di Traveloka karena  terdapat 730 hotel yang halal compliance atau ramah wisatawan muslim.  &amp;ldquo;Sudah banyak memahami bahwa halal compliance ini merupakan suatu  premium product. Supaya bisa memenangkan persaingan, yang utama adalah  kita tawarkan keunikan,&amp;rdquo; katanya. Riyanto juga mengingatkan bahwa  persaingan memperebutkan pasar wisman halal ini kian sengit.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/04/15/35983/206526_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kemenpar Genjot Promosi Indonesia untuk Capai Target Wisman 15 Juta Tahun 2017&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Dalam hal inovasi sebetulnya, kita lebih di depan. Contohnya di  Banyuwangi su - dah ada pantai halal. Kita juga Triathlon Sunnah yang  menggabungkan tiga olahraga sunah yaitu berkuda, memanah dan berenang,&amp;rdquo;  ungkapnya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)  Hariyadi Sukamdani menilai wisata halal bagus dan punya konsumen  tersendiri. Terlebih lagi masyarakat semakin sadar dengan menjadikan  halal sebagai gaya hidup.
Pasar wisata muslim diproyeksikan akan terus tumbuh dengan pesat dan  diperkirakan akan mencapai USD220 miliar pada 2020 dan USD300 miliar  pada 2026. Pada tahun 2017 diperkirakan jumlah total ke datangan  wisatawan muslim secara global mencapai 131 juta atau naik dibanding  2016 yang sebanyak 121 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNS8yNC8xLzc1MjU2LzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Inda Susanti)</content:encoded></item></channel></rss>
