<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dorong Ekonomi dengan Relaksasi LTV Properti</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam kebijakannya akan mengeluarkan instrumen makro prudensial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/28/470/1903592/dorong-ekonomi-dengan-relaksasi-ltv-properti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/28/470/1903592/dorong-ekonomi-dengan-relaksasi-ltv-properti"/><item><title>Dorong Ekonomi dengan Relaksasi LTV Properti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/28/470/1903592/dorong-ekonomi-dengan-relaksasi-ltv-properti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/28/470/1903592/dorong-ekonomi-dengan-relaksasi-ltv-properti</guid><pubDate>Senin 28 Mei 2018 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/28/470/1903592/dorong-ekonomi-dengan-relaksasi-ltv-properti-FiBGy8uZIo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Relaksasi Aturan LTV demi Ekonomi (Feby/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/28/470/1903592/dorong-ekonomi-dengan-relaksasi-ltv-properti-FiBGy8uZIo.jpg</image><title>Foto: Relaksasi Aturan LTV demi Ekonomi (Feby/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam kebijakannya akan mengeluarkan instrumen makro prudensial, khususnya pada sektor perumahan. Hal tersebut dilakukan karena sektor ini memiliki andil besar terhadap perekonomian.

Perry mengatakan, BI akan melakukan relaksasi terhadap agunan atau loan to value ratio (LTV) perumahan. Besarannya akan dilihat dari ke dalam penyaluran kredit dan sektor keuangan.

&quot;Relaksasi pada sektor perumahan.  Kami lihat fokus pada selama ini ke dalam penyaluran kredit dan sektor keuangan, juga mengenai berapa banyak yang bisa diberi,&quot; tuturnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/5/2018).
&amp;nbsp;
Cara tersebut, kata Perry, diyakini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, karena sektor perumahan selama ini menjadi leading sektor perekonomian dibandingkan yang lainnya.

&quot;Nah itu yang men-drive dan ini yang akan dilakukan, relaksasi makro prudendial pada sektor perumahan itu leading sektor. Kalau bagus Insya Allah ekonomi juga baik,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Guna merealisasikan hal ini, BI akan melakukan koordinasi lebih erat dengan stakeholder terkait seperti Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, OJK dan lainnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC80LzExMDY5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam kebijakannya akan mengeluarkan instrumen makro prudensial, khususnya pada sektor perumahan. Hal tersebut dilakukan karena sektor ini memiliki andil besar terhadap perekonomian.

Perry mengatakan, BI akan melakukan relaksasi terhadap agunan atau loan to value ratio (LTV) perumahan. Besarannya akan dilihat dari ke dalam penyaluran kredit dan sektor keuangan.

&quot;Relaksasi pada sektor perumahan.  Kami lihat fokus pada selama ini ke dalam penyaluran kredit dan sektor keuangan, juga mengenai berapa banyak yang bisa diberi,&quot; tuturnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/5/2018).
&amp;nbsp;
Cara tersebut, kata Perry, diyakini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, karena sektor perumahan selama ini menjadi leading sektor perekonomian dibandingkan yang lainnya.

&quot;Nah itu yang men-drive dan ini yang akan dilakukan, relaksasi makro prudendial pada sektor perumahan itu leading sektor. Kalau bagus Insya Allah ekonomi juga baik,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Guna merealisasikan hal ini, BI akan melakukan koordinasi lebih erat dengan stakeholder terkait seperti Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, OJK dan lainnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC80LzExMDY5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
