<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Gapensi Berkeluh Kesah ke Wapres soal Proyek Infrastruktur Dikuasai BUMN</title><description>Gapensi meminta Pemerintah melibatkan lebih banyak kontraktor swasta dalam proyek pembangunan infrastruktur nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/28/470/1903758/gapensi-berkeluh-kesah-ke-wapres-soal-proyek-infrastruktur-dikuasai-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/28/470/1903758/gapensi-berkeluh-kesah-ke-wapres-soal-proyek-infrastruktur-dikuasai-bumn"/><item><title>   Gapensi Berkeluh Kesah ke Wapres soal Proyek Infrastruktur Dikuasai BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/28/470/1903758/gapensi-berkeluh-kesah-ke-wapres-soal-proyek-infrastruktur-dikuasai-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/28/470/1903758/gapensi-berkeluh-kesah-ke-wapres-soal-proyek-infrastruktur-dikuasai-bumn</guid><pubDate>Senin 28 Mei 2018 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/28/470/1903758/gapensi-berkeluh-kesah-ke-wapres-soal-proyek-infrastruktur-dikuasai-bumn-J0xY3efFtd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/28/470/1903758/gapensi-berkeluh-kesah-ke-wapres-soal-proyek-infrastruktur-dikuasai-bumn-J0xY3efFtd.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) meminta Pemerintah melibatkan lebih banyak kontraktor swasta dalam proyek pembangunan infrastruktur nasional.

&quot;Ada 147.000 pelaku konstruksi, ada pada posisi 1% saja itu pengusaha swasta yang besar. Cobalah itu dimanfaatkan benar-benar untuk bisa bergabung dengan (proyek) BUMN itu,&quot; kata Sekretaris Jenderal Andi Rukman Karumpa usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Senin (28/5/2018).
&amp;nbsp;
Dia menyayangkan dari total nilai proyek pembangunan infrastruktur nasional hampir Rp6 ribu triliun tersebut, semuanya dimonopoli oleh kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

&quot;Hampir Rp6 ribu triliun di 16 proyek strategis nasional, itu kan proyek besar semua, dan itu semua dikerjakan oleh BUMN. Penugasan semua, pekerjaan tol Lampung-Aceh itu (nilainya) puluhan triliun, itu BUMN juga yang disuruh cari duit,&quot; tambahnya.

Menurutnya, pelaksana konstruksi dari pihak swasta memiliki kemampuan yang tidak kalah, bahkan bisa lebih baik daripada kontraktor BUMN, dalam mengerjakan proyek infrastruktur nasional.

&quot;Kita juga mampu, kenapa tidak? Hanya memang kualifikasi untuk kelas itu kan masih didominasi BUMN, itu yang ingin kita ubah dalam pangsa pasar itu,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/03/49557/252191_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Progres Pembangunan MRT Jakarta Lebak Bulus-Bundaran HI&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, Gapensi meminta Pemerintah untuk lebih memperhatikan pelaksana konstruksi swasta, khususnya di tingkat daerah yang keberadaannya juga tergantikan oleh kontraktor BUMN dan BUMD.

&quot;Dari 147 ribu anggota pelaksana konstruksi nasional saat ini, semua masih menanti nawacita pembangunan infrastruktur. Masih banyak yang belum keagian, apalagi ini mau Lebaran,&quot; ujarnya.

Dari total nilai proyek infrastruktur sekitar Rp6 ribu triliun, 55% di antaranya dikuasai 8 perusahaan BUMN. Sedangkan sisanya 45% terdistribusi ke 140 ribuan kontraktor swasta
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8xMy8xLzExMTA2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) meminta Pemerintah melibatkan lebih banyak kontraktor swasta dalam proyek pembangunan infrastruktur nasional.

&quot;Ada 147.000 pelaku konstruksi, ada pada posisi 1% saja itu pengusaha swasta yang besar. Cobalah itu dimanfaatkan benar-benar untuk bisa bergabung dengan (proyek) BUMN itu,&quot; kata Sekretaris Jenderal Andi Rukman Karumpa usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Senin (28/5/2018).
&amp;nbsp;
Dia menyayangkan dari total nilai proyek pembangunan infrastruktur nasional hampir Rp6 ribu triliun tersebut, semuanya dimonopoli oleh kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

&quot;Hampir Rp6 ribu triliun di 16 proyek strategis nasional, itu kan proyek besar semua, dan itu semua dikerjakan oleh BUMN. Penugasan semua, pekerjaan tol Lampung-Aceh itu (nilainya) puluhan triliun, itu BUMN juga yang disuruh cari duit,&quot; tambahnya.

Menurutnya, pelaksana konstruksi dari pihak swasta memiliki kemampuan yang tidak kalah, bahkan bisa lebih baik daripada kontraktor BUMN, dalam mengerjakan proyek infrastruktur nasional.

&quot;Kita juga mampu, kenapa tidak? Hanya memang kualifikasi untuk kelas itu kan masih didominasi BUMN, itu yang ingin kita ubah dalam pangsa pasar itu,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/03/49557/252191_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Progres Pembangunan MRT Jakarta Lebak Bulus-Bundaran HI&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, Gapensi meminta Pemerintah untuk lebih memperhatikan pelaksana konstruksi swasta, khususnya di tingkat daerah yang keberadaannya juga tergantikan oleh kontraktor BUMN dan BUMD.

&quot;Dari 147 ribu anggota pelaksana konstruksi nasional saat ini, semua masih menanti nawacita pembangunan infrastruktur. Masih banyak yang belum keagian, apalagi ini mau Lebaran,&quot; ujarnya.

Dari total nilai proyek infrastruktur sekitar Rp6 ribu triliun, 55% di antaranya dikuasai 8 perusahaan BUMN. Sedangkan sisanya 45% terdistribusi ke 140 ribuan kontraktor swasta
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8xMy8xLzExMTA2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
