<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akhirnya, PayTren Milik Yusuf Mansur Dapat Izin BI</title><description>Layanan uang elektronik PayTren, sudah mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/31/320/1904819/akhirnya-paytren-milik-yusuf-mansur-dapat-izin-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/05/31/320/1904819/akhirnya-paytren-milik-yusuf-mansur-dapat-izin-bi"/><item><title>Akhirnya, PayTren Milik Yusuf Mansur Dapat Izin BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/05/31/320/1904819/akhirnya-paytren-milik-yusuf-mansur-dapat-izin-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/05/31/320/1904819/akhirnya-paytren-milik-yusuf-mansur-dapat-izin-bi</guid><pubDate>Kamis 31 Mei 2018 09:55 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/31/320/1904819/akhirnya-paytren-milik-yusuf-mansur-dapat-izin-bi-hEftR00fB1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: PayTren Dapat Izin BI (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/31/320/1904819/akhirnya-paytren-milik-yusuf-mansur-dapat-izin-bi-hEftR00fB1.jpg</image><title>Foto: PayTren Dapat Izin BI (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Layanan uang elektronik milik Yusuf Mansur, PT Veritra Sentosa International (VSI) atau PayTren, sudah mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI).

&quot;Iya, sudah dapat izin dari Bank Indonesia,&quot; ungkap Yusuf Mansur kepada Okezone, Kamis (31/5/2018).
&amp;nbsp;
Yusuf Mansur mengungkapkan, uang elektronik ini pun akan segera melakukan launching pada Jumat, 1 Juni 2018. Launching direncanakan akan berlangsung di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an, Tangerang.

&quot;Kerja keras selama 300 hari telah membuahkan hasil gemilang dengan diperolehnya izin E-Money dari Bank Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri penerimaan izin e-money ini,&quot; demikian tertulis dalam undangan yang di terima Okezone.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, pada Oktober 2017 lalu, uang elektronik milik Yusuf sempat dihentikan oleh Bank Sentral karena belum berizin.

Sekedar informasi, BI telah mengeluarkan aturan yakni Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/6/2018 tentang Penyelenggaraan Uang Elektronik yang berlaku sejak diundangkan tanggal 4 Mei 2018. Dalam aturan ini, dijelaskan bahwa salah satu syaratnya yaitu perusahaan penyelenggara uang elektronik selain bank, harus memiliki struktur kepemilikan saham sebanyak 51% dari domestik dan berbadan hukum Indonesia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8wOC80LzEwMzc0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Layanan uang elektronik milik Yusuf Mansur, PT Veritra Sentosa International (VSI) atau PayTren, sudah mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI).

&quot;Iya, sudah dapat izin dari Bank Indonesia,&quot; ungkap Yusuf Mansur kepada Okezone, Kamis (31/5/2018).
&amp;nbsp;
Yusuf Mansur mengungkapkan, uang elektronik ini pun akan segera melakukan launching pada Jumat, 1 Juni 2018. Launching direncanakan akan berlangsung di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an, Tangerang.

&quot;Kerja keras selama 300 hari telah membuahkan hasil gemilang dengan diperolehnya izin E-Money dari Bank Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri penerimaan izin e-money ini,&quot; demikian tertulis dalam undangan yang di terima Okezone.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, pada Oktober 2017 lalu, uang elektronik milik Yusuf sempat dihentikan oleh Bank Sentral karena belum berizin.

Sekedar informasi, BI telah mengeluarkan aturan yakni Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/6/2018 tentang Penyelenggaraan Uang Elektronik yang berlaku sejak diundangkan tanggal 4 Mei 2018. Dalam aturan ini, dijelaskan bahwa salah satu syaratnya yaitu perusahaan penyelenggara uang elektronik selain bank, harus memiliki struktur kepemilikan saham sebanyak 51% dari domestik dan berbadan hukum Indonesia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8wOC80LzEwMzc0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
