<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Chevron di Blok Rokan</title><description>Menurut Luhut, Chevron memiliki teknologi baru yang bisa membuat cadangan hingga 1 miliar barel</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/06/06/320/1907455/menko-luhut-beri-sinyal-perpanjang-kontrak-chevron-di-blok-rokan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/06/06/320/1907455/menko-luhut-beri-sinyal-perpanjang-kontrak-chevron-di-blok-rokan"/><item><title>Menko Luhut Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Chevron di Blok Rokan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/06/06/320/1907455/menko-luhut-beri-sinyal-perpanjang-kontrak-chevron-di-blok-rokan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/06/06/320/1907455/menko-luhut-beri-sinyal-perpanjang-kontrak-chevron-di-blok-rokan</guid><pubDate>Rabu 06 Juni 2018 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/06/320/1907455/menko-luhut-beri-sinyal-perpanjang-kontrak-chevron-di-blok-rokan-6PRKsNKRpy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/06/320/1907455/menko-luhut-beri-sinyal-perpanjang-kontrak-chevron-di-blok-rokan-6PRKsNKRpy.jpg</image><title>Foto: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan sinyal bahwa Chevron Pasific Indonesia akan mendapat perpanjangan kontrak di Blok Rokan, Riau. Menurut Luhut, Chevron memiliki teknologi baru yang bisa membuat cadangan hingga 1 miliar barel. Dengan teknologi baru tersebut, biaya produksi pun diyakini bisa ditekan.
&quot;Jadi mereka lihat area yang bagus, yang sweet. Jadi mereka memfinalkan negosiasi untuk perpanjangan kontrak. Mereka bisa tekan cost IDD mereka sampai 50%,&quot; tuturnya, di Kemenko Maritim, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Dengan melihat hal tersebut, Luhut pun bakal memberikan perpanjang kontrak Chevron di Blok Rokan yang akan berakhir pada 2021.
&quot;Ya kalau mereka overnya bagus, ya kasih aja (perpanjang kontrak). Ini peluangnnya terbuka untuk semua,&quot; tuturnya.
Sebelumnya, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut telah melakukan perpanjangan kontrak selama 20 tahun, sehingga total kontrak Chevron di Indonesia selama 50 tahun dan akan berakhir di 2021.
&quot;Bisa dikatakan bahwa kita sedang mendiskusikan, mengenai perpanjangan Blok Rokan,&quot; ujar Senior Vice President Chevron Yanto Sianipar.
Yanto mengatakan, pihak Chevron membuka semua opsi untuk skema perpanjangan kontrak, baik gross split maupun cost recovery. Akan tetapi, Yanto tidak dapat menyebutkan kecenderungan perusahaan. &quot;Saya pikir diskusi yang ditawarkan sekarang mencari opsi yang terbaik,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Selain itu, Chevron juga baru saja menerima Plan of Further Development (POFD) untuk pengeboran sumur-sumur tambahan di enam lapangan. Adapun keenam lapangan tersebut antara lain, lapangan Sidingin, Hitam, Petapahan, Pematang, Ampuh, dan Sikladi. &quot;Jadi ada lapangan yang sudah aktif, kita usulkan lagi pemerintah untuk pengembangan lanjutannya,&quot; tukasnya.
Sekadar informasi, sampai saat ini produksi Blok Rokan, Riau masih paling besar di Indonesia. Guna menjaga produksi tersebut sampai saat ini juga komitmen Chevron memaksimal produksi di Blok Rokan.




(ulf)</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan sinyal bahwa Chevron Pasific Indonesia akan mendapat perpanjangan kontrak di Blok Rokan, Riau. Menurut Luhut, Chevron memiliki teknologi baru yang bisa membuat cadangan hingga 1 miliar barel. Dengan teknologi baru tersebut, biaya produksi pun diyakini bisa ditekan.
&quot;Jadi mereka lihat area yang bagus, yang sweet. Jadi mereka memfinalkan negosiasi untuk perpanjangan kontrak. Mereka bisa tekan cost IDD mereka sampai 50%,&quot; tuturnya, di Kemenko Maritim, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Dengan melihat hal tersebut, Luhut pun bakal memberikan perpanjang kontrak Chevron di Blok Rokan yang akan berakhir pada 2021.
&quot;Ya kalau mereka overnya bagus, ya kasih aja (perpanjang kontrak). Ini peluangnnya terbuka untuk semua,&quot; tuturnya.
Sebelumnya, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut telah melakukan perpanjangan kontrak selama 20 tahun, sehingga total kontrak Chevron di Indonesia selama 50 tahun dan akan berakhir di 2021.
&quot;Bisa dikatakan bahwa kita sedang mendiskusikan, mengenai perpanjangan Blok Rokan,&quot; ujar Senior Vice President Chevron Yanto Sianipar.
Yanto mengatakan, pihak Chevron membuka semua opsi untuk skema perpanjangan kontrak, baik gross split maupun cost recovery. Akan tetapi, Yanto tidak dapat menyebutkan kecenderungan perusahaan. &quot;Saya pikir diskusi yang ditawarkan sekarang mencari opsi yang terbaik,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Selain itu, Chevron juga baru saja menerima Plan of Further Development (POFD) untuk pengeboran sumur-sumur tambahan di enam lapangan. Adapun keenam lapangan tersebut antara lain, lapangan Sidingin, Hitam, Petapahan, Pematang, Ampuh, dan Sikladi. &quot;Jadi ada lapangan yang sudah aktif, kita usulkan lagi pemerintah untuk pengembangan lanjutannya,&quot; tukasnya.
Sekadar informasi, sampai saat ini produksi Blok Rokan, Riau masih paling besar di Indonesia. Guna menjaga produksi tersebut sampai saat ini juga komitmen Chevron memaksimal produksi di Blok Rokan.




(ulf)</content:encoded></item></channel></rss>
