<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dompet Tipis Usai Lebaran, Yuk! Atur Keuangan Lebih Baik Lagi</title><description>Usai mudik dan perayaan Lebaran, biasanya kondisi keuangan rada berantakan diterpa banyak pengeluaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/06/25/320/1913595/dompet-tipis-usai-lebaran-yuk-atur-keuangan-lebih-baik-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/06/25/320/1913595/dompet-tipis-usai-lebaran-yuk-atur-keuangan-lebih-baik-lagi"/><item><title>Dompet Tipis Usai Lebaran, Yuk! Atur Keuangan Lebih Baik Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/06/25/320/1913595/dompet-tipis-usai-lebaran-yuk-atur-keuangan-lebih-baik-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/06/25/320/1913595/dompet-tipis-usai-lebaran-yuk-atur-keuangan-lebih-baik-lagi</guid><pubDate>Senin 25 Juni 2018 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>HaloMoney</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/25/320/1913595/dompet-tipis-usai-lebaran-yuk-atur-keuangan-lebih-baik-lagi-LOn0jaWOU2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">sh</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/25/320/1913595/dompet-tipis-usai-lebaran-yuk-atur-keuangan-lebih-baik-lagi-LOn0jaWOU2.jpg</image><title>sh</title></images><description>SEPULANG mudik dan perayaan Lebaran, biasanya kondisi keuangan rada berantakan diterpa banyak pengeluaran. Saatnya menata dan mengatur keuangan lagi supaya kesehatan finansial terjaga.
Rangkaian perayaan Lebaran telah usai. Rutinitas harian kembali lagi kita jalani. Rangkaian perayaan Lebaran yang diawali mulai dari puasa sampai arus mudik hingga arus balik biasanya menyisakan cerita tentang kondisi keuangan pribadi yang rada berantakan. Terlebih bila sebelumnya tidak ada pengaturan yang jeli tentang finansial seputar Lebaran. Apakah kamu menghadapi hal yang serupa?
Kondisi keuangan yang sedikit berantakan seusai rangkaian perayaan tahunan yang panjang memang jamak terjadi. Nah, mumpung sekarang masih di pekan-pekan awal kembali berutinitas, saatnya bagi kamu untuk menata kembali dan mengatur keuangan dengan lebih baik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/14/48204/245730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tujuannya, agar kondisi finansial dan target-target keuangan kamu di masa mendatang tetap bisa tercapai. Selain itu, supaya kelak ketika musim perayaan Lebaran kembali datang, kamu lebih siap menghadapi dari segi finansial.
Simak langkah-langkah menata dan mengatur keuangan pasca Lebaran berikut ini, seperti disarikan oleh situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id:
1.            Periksa pendapatan yang tersisa
Langkah pertama adalah, mendaftar semua rekening yang kamu miliki dan catat satu per satu posisi terakhir sisa pendapatan yang kamu miliki. Misalnya, di rekening penerimaan gaji berapa yang tersisa, rekening dana darurat berapa yang tersisa, dan lain sebagainya.
Kumpulkan semua dana yang kamu miliki. Namun, pastikan dana yang kamu perhitungkan adalah dana di luar yang tersimpan di rekening investasi. Dengan kata lain, uang kamu di rekening investasi, tidak boleh kamu otak-atik.
Baca juga: Promo kartu kredit terbaru 2018 untuk dining, belanja, dan lainnya

2.            Daftarlah pengeluaran sampai akhir bulan
Setelah mengetahui besar nilai posisi keuangan kamu, saatnya mendaftar pengeluaran yang masih harus kamu tanggung, paling tidak sampai jadwal penerimaan gaji berikutnya. Pengeluaran itu termasuk cicilan rutin misalnya cicilan mobil, rumah, kartu kredit, dan lain sebagainya. Lalu pos pengeluaran rutin seperti listrik, air, telepon/internet/televisi berbayar, dan lain-lain.
Idealnya, pendapatan yang kamu miliki pasca perayaan Lebaran selesai, masih memadai untuk menutup semua daftar pengeluaran rutin tersebut. Bila arus kas bulanan kamu ternyata tidak mampu menutup seluruh beban pengeluaran, kamu boleh menggunakan sebagian dana darurat untuk menutupnya. Dengan catatan, ketika kelak mendapatkan pendapatan lagi, dana darurat tersebut perlu kamu kembalikan lagi hingga nilainya bisa kembali ideal.
Tahun 2018 ini, bagi kamu yang tercatat sebagai pegawai atau karyawan yang biasa menerima gaji rutin tanggal 25 setiap bulan, maka kamu memiliki jeda waktu sekitar satu minggu pasca libur lebaran berakhir hingga tanggal gajian.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNi8yNy8xLzk4NjUyLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bila pendapatan tidak mencukupi&amp;hellip;.
Nah, bagaimana ternyata dana darurat yang kamu miliki pun tidak  bersisa? Sedangkan daftar pengeluaran rutin yang harus dibayar tidak  mampu ditutupi oleh sisa pendapatan pasca Lebaran? Apakah boleh berutang  untuk menutupnya?
Jangan terburu-buru. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah  melihat lagi daftar pengeluaran yang harus kamu bayarkan, mulai dari pos  cicilan utang rutin, pos pengeluaran rutin seperti biaya makan,  transportasi, sampai pos pengeluaran untuk kebutuhan seperti air,  listrik, dan lain-lain.
Nah, dari daftar itu, cobalah melihat apakah ada pos yang masih  memungkinkan untuk ditekan atau dihemat lebih banyak? Pos cicilan utang  rutin lebih baik tidak perlu diusik, karena memangkas jatah pembayaran  tagihan hanya akan membuat biaya utang kamu jadi lebih mahal.

Jadi, yang paling memungkinkan adalah penghematan dari pos rutin  seperti biaya makan dan transportasi. Bila kamu selama ini sering jajan  di luar rumah atau makan siang dan malam di restoran, cobalah untuk  menurunkan pilihan makanan sesuai budget. Akan lebih hemat lagi bila  kamu beralih membawa bekal makan dari rumah, paling tidak untuk makan  siang.
Sudah berhemat, tapi tetap tidak cukup?
Kamu sudah mengkaji ulang rencana pengeluaran dan melakukan berbagai  aksi penghematan, namun ternyata uang yang kamu miliki tidak akan cukup  menutup kebutuhan sampai akhir bulan ini. Apa yang harus dilakukan?  Daftarlah aset yang bisa kamu kapitalisasi. Misalnya, gadget mahal atau  simpanan emas kamu.

Opsi yang memungkinkan adalah menggadaikan barang tersebut untuk  mendapatkan likuiditas atau dana segar untuk menutup sisa kebutuhan.  Dengan catatan, kamu akan menebus barang gadai tersebut begitu kelak  mendapatkan pendapatan lagi.
Namun, bila barang berharga yang kamu miliki masih belum cukup  menutup kebutuhan, maka apa boleh buat. Mungkin berutang bisa menjadi  jalan keluar yang baik.
Baca juga: Pinjaman KTA Tanpa Syarat Kartu Kredit
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNC8xMi8xLzcxODgwLzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Gesek tunai kartu kredit atau ajukan KTA, apakah boleh?
Mengajukan pinjaman sebagai langkah terakhir mengatasi permasalahan   keuangan, tetap harus kamu timbang dengan hati-hati. Mungkin banyak   kalangan yang galau, lebih baik meminjam dari kartu kredit melalui tarik   tunai kartu kredit atau mengajukan pinjaman tanpa agunan alias KTA?
Bila pilihannya adalah dua hal tersebut, maka semuanya kembali pada   berapa besar nilai kebutuhan uang tunai kamu. Apabila kebutuhannya   adalah untuk akhir bulan saja dan nilainya tidak terlalu besar,   anggaplah di bawah 2 juta, maka opsi tarik tunai kartu kredit bisa   dipilih.
Namun, harap ingat, bunga tarik tunai kartu kredit tidak kecil,   sekitar 2,25% per bulan. Selain itu ada juga biaya tarik tunai yang   dipatok bank di luar bunga. Besarnya beragam tergantung pada bank   penerbit kartu kredit.

Adapun bila kebutuhan dana kamu cukup besar yang harus ditutup sampai   akhir bulan, memilih pinjaman KTA akan lebih baik karena kamu   berkesempatan mendapatkan biaya lebih murah dan hitungan bunga flat   rate, bukan bunga berbunga.
Mulai mengatur keuangan lebih cermat
Setelah urusan anggaran pengeluaran sampai akhir bulan atau sampai   pendapatan kembali bertambah beres, mulailah untuk membuat perencanaan   penting untuk keuangan kamu di masa mendatang. Terlebih saat ini posisi   kalender adalah di awal semester dua 2017, kamu bisa memanfaatkannya   sekalian untuk mengevaluasi target-target keuangan tahun ini.

Cek lagi kinerja investasi yang kamu miliki baik di produk pasar   modal seperti reksadana, saham atau obligasi, juga di investasi riil   seperti emas, dan lain-lain. Selain itu, daftarlah rencana pengeluaran   tahunan di sisa tahun ini, apakah pendapatan kamu kelak akan mencukupi   untuk menutup pengeluaran tersebut. Misalnya, pengeluaran untuk premi   tahunan asuransi jiwa, budget untuk liburan akhir tahun, dan lain   sebagainya.
Dengan selalu membuat perencanaan keuangan yang jeli, kondisi   kesehatan keuangan kamu bisa stabil dan sehat. Itulah langkah-langkah   menata dan mengatur keuangan pasca Lebaran yang bisa kamu praktekkan   segera.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNy82LzExMDgyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>SEPULANG mudik dan perayaan Lebaran, biasanya kondisi keuangan rada berantakan diterpa banyak pengeluaran. Saatnya menata dan mengatur keuangan lagi supaya kesehatan finansial terjaga.
Rangkaian perayaan Lebaran telah usai. Rutinitas harian kembali lagi kita jalani. Rangkaian perayaan Lebaran yang diawali mulai dari puasa sampai arus mudik hingga arus balik biasanya menyisakan cerita tentang kondisi keuangan pribadi yang rada berantakan. Terlebih bila sebelumnya tidak ada pengaturan yang jeli tentang finansial seputar Lebaran. Apakah kamu menghadapi hal yang serupa?
Kondisi keuangan yang sedikit berantakan seusai rangkaian perayaan tahunan yang panjang memang jamak terjadi. Nah, mumpung sekarang masih di pekan-pekan awal kembali berutinitas, saatnya bagi kamu untuk menata kembali dan mengatur keuangan dengan lebih baik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/14/48204/245730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tujuannya, agar kondisi finansial dan target-target keuangan kamu di masa mendatang tetap bisa tercapai. Selain itu, supaya kelak ketika musim perayaan Lebaran kembali datang, kamu lebih siap menghadapi dari segi finansial.
Simak langkah-langkah menata dan mengatur keuangan pasca Lebaran berikut ini, seperti disarikan oleh situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id:
1.            Periksa pendapatan yang tersisa
Langkah pertama adalah, mendaftar semua rekening yang kamu miliki dan catat satu per satu posisi terakhir sisa pendapatan yang kamu miliki. Misalnya, di rekening penerimaan gaji berapa yang tersisa, rekening dana darurat berapa yang tersisa, dan lain sebagainya.
Kumpulkan semua dana yang kamu miliki. Namun, pastikan dana yang kamu perhitungkan adalah dana di luar yang tersimpan di rekening investasi. Dengan kata lain, uang kamu di rekening investasi, tidak boleh kamu otak-atik.
Baca juga: Promo kartu kredit terbaru 2018 untuk dining, belanja, dan lainnya

2.            Daftarlah pengeluaran sampai akhir bulan
Setelah mengetahui besar nilai posisi keuangan kamu, saatnya mendaftar pengeluaran yang masih harus kamu tanggung, paling tidak sampai jadwal penerimaan gaji berikutnya. Pengeluaran itu termasuk cicilan rutin misalnya cicilan mobil, rumah, kartu kredit, dan lain sebagainya. Lalu pos pengeluaran rutin seperti listrik, air, telepon/internet/televisi berbayar, dan lain-lain.
Idealnya, pendapatan yang kamu miliki pasca perayaan Lebaran selesai, masih memadai untuk menutup semua daftar pengeluaran rutin tersebut. Bila arus kas bulanan kamu ternyata tidak mampu menutup seluruh beban pengeluaran, kamu boleh menggunakan sebagian dana darurat untuk menutupnya. Dengan catatan, ketika kelak mendapatkan pendapatan lagi, dana darurat tersebut perlu kamu kembalikan lagi hingga nilainya bisa kembali ideal.
Tahun 2018 ini, bagi kamu yang tercatat sebagai pegawai atau karyawan yang biasa menerima gaji rutin tanggal 25 setiap bulan, maka kamu memiliki jeda waktu sekitar satu minggu pasca libur lebaran berakhir hingga tanggal gajian.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNi8yNy8xLzk4NjUyLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bila pendapatan tidak mencukupi&amp;hellip;.
Nah, bagaimana ternyata dana darurat yang kamu miliki pun tidak  bersisa? Sedangkan daftar pengeluaran rutin yang harus dibayar tidak  mampu ditutupi oleh sisa pendapatan pasca Lebaran? Apakah boleh berutang  untuk menutupnya?
Jangan terburu-buru. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah  melihat lagi daftar pengeluaran yang harus kamu bayarkan, mulai dari pos  cicilan utang rutin, pos pengeluaran rutin seperti biaya makan,  transportasi, sampai pos pengeluaran untuk kebutuhan seperti air,  listrik, dan lain-lain.
Nah, dari daftar itu, cobalah melihat apakah ada pos yang masih  memungkinkan untuk ditekan atau dihemat lebih banyak? Pos cicilan utang  rutin lebih baik tidak perlu diusik, karena memangkas jatah pembayaran  tagihan hanya akan membuat biaya utang kamu jadi lebih mahal.

Jadi, yang paling memungkinkan adalah penghematan dari pos rutin  seperti biaya makan dan transportasi. Bila kamu selama ini sering jajan  di luar rumah atau makan siang dan malam di restoran, cobalah untuk  menurunkan pilihan makanan sesuai budget. Akan lebih hemat lagi bila  kamu beralih membawa bekal makan dari rumah, paling tidak untuk makan  siang.
Sudah berhemat, tapi tetap tidak cukup?
Kamu sudah mengkaji ulang rencana pengeluaran dan melakukan berbagai  aksi penghematan, namun ternyata uang yang kamu miliki tidak akan cukup  menutup kebutuhan sampai akhir bulan ini. Apa yang harus dilakukan?  Daftarlah aset yang bisa kamu kapitalisasi. Misalnya, gadget mahal atau  simpanan emas kamu.

Opsi yang memungkinkan adalah menggadaikan barang tersebut untuk  mendapatkan likuiditas atau dana segar untuk menutup sisa kebutuhan.  Dengan catatan, kamu akan menebus barang gadai tersebut begitu kelak  mendapatkan pendapatan lagi.
Namun, bila barang berharga yang kamu miliki masih belum cukup  menutup kebutuhan, maka apa boleh buat. Mungkin berutang bisa menjadi  jalan keluar yang baik.
Baca juga: Pinjaman KTA Tanpa Syarat Kartu Kredit
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNC8xMi8xLzcxODgwLzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Gesek tunai kartu kredit atau ajukan KTA, apakah boleh?
Mengajukan pinjaman sebagai langkah terakhir mengatasi permasalahan   keuangan, tetap harus kamu timbang dengan hati-hati. Mungkin banyak   kalangan yang galau, lebih baik meminjam dari kartu kredit melalui tarik   tunai kartu kredit atau mengajukan pinjaman tanpa agunan alias KTA?
Bila pilihannya adalah dua hal tersebut, maka semuanya kembali pada   berapa besar nilai kebutuhan uang tunai kamu. Apabila kebutuhannya   adalah untuk akhir bulan saja dan nilainya tidak terlalu besar,   anggaplah di bawah 2 juta, maka opsi tarik tunai kartu kredit bisa   dipilih.
Namun, harap ingat, bunga tarik tunai kartu kredit tidak kecil,   sekitar 2,25% per bulan. Selain itu ada juga biaya tarik tunai yang   dipatok bank di luar bunga. Besarnya beragam tergantung pada bank   penerbit kartu kredit.

Adapun bila kebutuhan dana kamu cukup besar yang harus ditutup sampai   akhir bulan, memilih pinjaman KTA akan lebih baik karena kamu   berkesempatan mendapatkan biaya lebih murah dan hitungan bunga flat   rate, bukan bunga berbunga.
Mulai mengatur keuangan lebih cermat
Setelah urusan anggaran pengeluaran sampai akhir bulan atau sampai   pendapatan kembali bertambah beres, mulailah untuk membuat perencanaan   penting untuk keuangan kamu di masa mendatang. Terlebih saat ini posisi   kalender adalah di awal semester dua 2017, kamu bisa memanfaatkannya   sekalian untuk mengevaluasi target-target keuangan tahun ini.

Cek lagi kinerja investasi yang kamu miliki baik di produk pasar   modal seperti reksadana, saham atau obligasi, juga di investasi riil   seperti emas, dan lain-lain. Selain itu, daftarlah rencana pengeluaran   tahunan di sisa tahun ini, apakah pendapatan kamu kelak akan mencukupi   untuk menutup pengeluaran tersebut. Misalnya, pengeluaran untuk premi   tahunan asuransi jiwa, budget untuk liburan akhir tahun, dan lain   sebagainya.
Dengan selalu membuat perencanaan keuangan yang jeli, kondisi   kesehatan keuangan kamu bisa stabil dan sehat. Itulah langkah-langkah   menata dan mengatur keuangan pasca Lebaran yang bisa kamu praktekkan   segera.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNy82LzExMDgyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
