<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subsidi Solar Naik Jadi Rp1.500-Rp2.000</title><description>Badan Anggaran DPR-RI menyetujui kenaikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebesar  Rp500.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/03/320/1917253/subsidi-solar-naik-jadi-rp1-500-rp2-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/03/320/1917253/subsidi-solar-naik-jadi-rp1-500-rp2-000"/><item><title>Subsidi Solar Naik Jadi Rp1.500-Rp2.000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/03/320/1917253/subsidi-solar-naik-jadi-rp1-500-rp2-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/03/320/1917253/subsidi-solar-naik-jadi-rp1-500-rp2-000</guid><pubDate>Selasa 03 Juli 2018 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/03/320/1917253/subsidi-solar-naik-jadi-rp1-500-rp2-000-CtXwksk6Fd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBM (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/03/320/1917253/subsidi-solar-naik-jadi-rp1-500-rp2-000-CtXwksk6Fd.jpg</image><title>BBM (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menyetujui kenaikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp500. Dengan demikian, maka subsidi solar pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 sebesar Rp1.500-Rp2.000.
Besaran subsidi tersebut disetujui dalam rapat panitia kerja (panja) yang diselenggarakan oleh Badan Anggaran DPR RI siang ini. Adapun rapat kali ini membahas tentang kebijakan penerimaan minyak dan gas (migas), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan kebijakan subsidi listrik .
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/05/49612/252457_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rencana Penambahan Subsidi Solar di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Kita usulkan Rp1.500-Rp2.000 per liter karena realisasi dari 2018 itu rata-rata sudah Rp2.000 per liter,&quot; ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/7/2018).
Sedangkan untuk subsidi minyak tanah mengikuti harga minyak, kurs dan volume.
&quot;Mudah-mudahan untuk minyak tanah semoga berkurang, karena tahun ini dan tahun depan kita kembali melakukan konversi ke elpiji 3 kg untuk 2018 sebanyak 366 ribu tabung,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/05/49612/252458_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rencana Penambahan Subsidi Solar di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara itu, asumsi subsidi minyak dan gas (migas) untuk RAPBN 2019 adalah sebagai berikut:
Asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD60-USD70 per barel.
Volume BBM bersubsidi 16 juta kiloliter (KL) sampai 17,18 juta KL.
Volumenya minyak tanah bersubsidi 0,59 juta KL sampai 0,65 juta KL.
Volume minyak solar bersubsidi 16,17 juta KL sampai 16,53 juta KL.&amp;nbsp;
Volume elpiji 3 kg bersubsidi 6,825 juta  ton sampai 6,978 juta ton.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wMi8xLzExMzg3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menyetujui kenaikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp500. Dengan demikian, maka subsidi solar pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 sebesar Rp1.500-Rp2.000.
Besaran subsidi tersebut disetujui dalam rapat panitia kerja (panja) yang diselenggarakan oleh Badan Anggaran DPR RI siang ini. Adapun rapat kali ini membahas tentang kebijakan penerimaan minyak dan gas (migas), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan kebijakan subsidi listrik .
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/05/49612/252457_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rencana Penambahan Subsidi Solar di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Kita usulkan Rp1.500-Rp2.000 per liter karena realisasi dari 2018 itu rata-rata sudah Rp2.000 per liter,&quot; ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/7/2018).
Sedangkan untuk subsidi minyak tanah mengikuti harga minyak, kurs dan volume.
&quot;Mudah-mudahan untuk minyak tanah semoga berkurang, karena tahun ini dan tahun depan kita kembali melakukan konversi ke elpiji 3 kg untuk 2018 sebanyak 366 ribu tabung,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/05/49612/252458_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rencana Penambahan Subsidi Solar di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara itu, asumsi subsidi minyak dan gas (migas) untuk RAPBN 2019 adalah sebagai berikut:
Asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD60-USD70 per barel.
Volume BBM bersubsidi 16 juta kiloliter (KL) sampai 17,18 juta KL.
Volumenya minyak tanah bersubsidi 0,59 juta KL sampai 0,65 juta KL.
Volume minyak solar bersubsidi 16,17 juta KL sampai 16,53 juta KL.&amp;nbsp;
Volume elpiji 3 kg bersubsidi 6,825 juta  ton sampai 6,978 juta ton.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wMi8xLzExMzg3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
