<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Tak Revisi Rencana Bisnis Bank meski Gejolak Ekonomi Global</title><description>PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) optimistis target kinerja tahun ini bisa tercapai walau perseroan tidak mengubah target bisnis 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/06/278/1918680/btn-tak-revisi-rencana-bisnis-bank-meski-gejolak-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/06/278/1918680/btn-tak-revisi-rencana-bisnis-bank-meski-gejolak-ekonomi-global"/><item><title>BTN Tak Revisi Rencana Bisnis Bank meski Gejolak Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/06/278/1918680/btn-tak-revisi-rencana-bisnis-bank-meski-gejolak-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/06/278/1918680/btn-tak-revisi-rencana-bisnis-bank-meski-gejolak-ekonomi-global</guid><pubDate>Jum'at 06 Juli 2018 08:28 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/06/278/1918680/btn-tak-revisi-rencana-bisnis-bank-meski-gejolak-ekonomi-global-UYmZ0qP9SC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/06/278/1918680/btn-tak-revisi-rencana-bisnis-bank-meski-gejolak-ekonomi-global-UYmZ0qP9SC.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Koran Sindo</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) optimistis target kinerja tahun ini bisa tercapai walau perseroan tidak mengubah target bisnis 2018. Perseroan tetap optimis bisnis akan tercapai sampai dengan akhir tahun meski kondisi global bergejolak dan adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Optimisme ini didukung oleh masih besarnya permintaan untuk program sejuta rumah diberbagai daerah.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, perseroan sampai saat ini tetap pada target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yakni tumbuh di atas 20%. Target ini akan dapat terwujud seiring dengan peran BTN yang sudah bisa menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada semester dua tahun ini.

&amp;ldquo;Skema FLPP sangat berbeda sekarang 75%  dicover pemerintah dan 25% sisanya disediakan oleh SMF (PT Sarana Multi Finance). Jadi BTN sangat diuntungkan karena tidak perlu mencari dana mahal lagi,&amp;rdquo; kata Maryono di sela Rapat Koordinasi Business Review Triwulan II/2018  di Jakarta.
&amp;nbsp;
Menurut Maryono, investor tidak perlu khawatir dengan kinerja BTN tahun ini, meski ada kenaikan suku bunga acuan BI, namun tidak serta merta perbankan menaikkan suku bunga dana dan kredit. Terlebih saat ini perseroan sedang menggenjot perolehan dana murah melalui tabungan, sehingga diharapkan komposisi dana murah bisa berimbang dengan deposito.

&amp;ldquo;Kami sedang rakor dan menugaskan untuk seluruh kepala cabang di Indonesia mendongkrak dana tabungan,&amp;rdquo; ujarnya.
Selain menggenjot dana murah, lanjut Maryono, BTN juga diuntungkan dengan relaksasi aturan Loan to Value (LTV) atau aturan uang muka KPR yang diterbitkan BI. Dengan aturan tersebut diharapkan makin banyak masyarakat yang tertarik membeli rumah.

&amp;ldquo;Jadi tidak ada kekhawatitan bahwa kita akan kesulitan dana dengan kondisi ini dan BTN potensinya luar biasa seiring kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah. Ini yang bisa memberikan percepatan pertumbuhan perseroan di sektor pembiayaan perumahan,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Adapun mengenai penurunan harga saham, menurut Maryono, hal ini lebih disebabkan adanya faktor global, dimana ada tiga peristiwa yang terjadi di dunia, yaitu perubahan valuta masing-masing negara, perubahan berpindahnya dana yang dari tujuan ke asal, dan adanya perubahan suku bunga.

&amp;ldquo;Semua ini dalam rangka normalisasi dan ini tidak bisa dihindari disemua negara,&amp;rdquo; tuturnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan &amp;amp; Treasury Bank BTN, Iman Nugroho Soeko menambahkan untuk kondisi keuangan yang sudah dipublikasikan Maret 2018 sudah cukup bagus dengan  pertumbuhan tinggi di atas 20% dari sisi aset, kredit dan DPK serta laba di atas 15%.

&amp;ldquo;Kemudian untuk target ke depan Bank BTN tidak akan berubah, di mana kami optimistis akan tetap tumbuh sesuai dengan yang ditargetkan masih sekitar 20%,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8zMS80LzEwODUyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Iman, untuk mencapai target bisnis tersebut, Bank BTN akan  melakukan efisiensi pada biaya operasional, peningkatan Dana Pihak  Ketiga (DPK) berbiaya rendah sehingga NIM terjaga dan pencapaian target  Fee Based Income.

&amp;ldquo;Jadi tidak perlu khawatir mengenai bisnis BTN yang kami bisa lakukan  adalah membukukan kinerja yang sesuai dengan target dan itu baru akan  dilihat investor atau masyarakat setelah laporan keuangan Juni,  September dan Desember nanti keluar,&amp;rdquo; tegas Iman.

Tercatat kuartal I-2018 emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham  BBTN ini membukukan penyaluran kredit mencapai Rp202,5 triliun atau  meningkat 19,34% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya  sebesar Rp169,68 triliun.

Dari jumlah total kredit tersebut, kredit perumahan menempati porsi  91,09%, naik 20,32% dari Rp153,31 triliun pada kuartal I-2017 menjadi  Rp184,46 triliun di akhir Maret 2018.  Sedangkan, kredit non-perumahan  meningkat 10,17%  dari Rp16,37 triliun menjadi Rp18,03 triliun.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN ini juga turut menunjang  kenaikan aset perseroan sebesar 20,73% dari Rp214,31 triliun pada  kuartal I-2017 menjadi Rp258,73 triliun di periode yang sama tahun ini.  Dengan capaian tersebut, laba bersih Bank BTN tercatat naik 15,13% dari  Rp594 miliar pada akhir Maret 2017 menjadi Rp684 miliar di periode yang  sama tahun ini.

Untuk DPK, perseroan berhasil tumbuh 23,54% secara tahunan dari  Rp157,41 triliun pada kuartal I-2017 menjadi Rp194,48 triliun per  kuartal I-2018. Adapun, pertumbuhan terbesar simpanan BTN bersumber dari  kenaikan tabungan sebesar 43,35% dari Rp30,74 triliun pada akhir Maret  2017 menjadi Rp44,06 triliun di periode yang sama tahun ini.

Penghimpunan giro dan deposito juga menjadi penopang laju kenaikan  DPK dengan pertumbuhan masing-masing 22,55% menjadi Rp51,14 triliun dan  16,87% menjadi Rp99,28 triliun per 31 Maret 2018. (Rakhmat Baihaqi)
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) optimistis target kinerja tahun ini bisa tercapai walau perseroan tidak mengubah target bisnis 2018. Perseroan tetap optimis bisnis akan tercapai sampai dengan akhir tahun meski kondisi global bergejolak dan adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Optimisme ini didukung oleh masih besarnya permintaan untuk program sejuta rumah diberbagai daerah.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, perseroan sampai saat ini tetap pada target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yakni tumbuh di atas 20%. Target ini akan dapat terwujud seiring dengan peran BTN yang sudah bisa menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada semester dua tahun ini.

&amp;ldquo;Skema FLPP sangat berbeda sekarang 75%  dicover pemerintah dan 25% sisanya disediakan oleh SMF (PT Sarana Multi Finance). Jadi BTN sangat diuntungkan karena tidak perlu mencari dana mahal lagi,&amp;rdquo; kata Maryono di sela Rapat Koordinasi Business Review Triwulan II/2018  di Jakarta.
&amp;nbsp;
Menurut Maryono, investor tidak perlu khawatir dengan kinerja BTN tahun ini, meski ada kenaikan suku bunga acuan BI, namun tidak serta merta perbankan menaikkan suku bunga dana dan kredit. Terlebih saat ini perseroan sedang menggenjot perolehan dana murah melalui tabungan, sehingga diharapkan komposisi dana murah bisa berimbang dengan deposito.

&amp;ldquo;Kami sedang rakor dan menugaskan untuk seluruh kepala cabang di Indonesia mendongkrak dana tabungan,&amp;rdquo; ujarnya.
Selain menggenjot dana murah, lanjut Maryono, BTN juga diuntungkan dengan relaksasi aturan Loan to Value (LTV) atau aturan uang muka KPR yang diterbitkan BI. Dengan aturan tersebut diharapkan makin banyak masyarakat yang tertarik membeli rumah.

&amp;ldquo;Jadi tidak ada kekhawatitan bahwa kita akan kesulitan dana dengan kondisi ini dan BTN potensinya luar biasa seiring kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah. Ini yang bisa memberikan percepatan pertumbuhan perseroan di sektor pembiayaan perumahan,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Adapun mengenai penurunan harga saham, menurut Maryono, hal ini lebih disebabkan adanya faktor global, dimana ada tiga peristiwa yang terjadi di dunia, yaitu perubahan valuta masing-masing negara, perubahan berpindahnya dana yang dari tujuan ke asal, dan adanya perubahan suku bunga.

&amp;ldquo;Semua ini dalam rangka normalisasi dan ini tidak bisa dihindari disemua negara,&amp;rdquo; tuturnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan &amp;amp; Treasury Bank BTN, Iman Nugroho Soeko menambahkan untuk kondisi keuangan yang sudah dipublikasikan Maret 2018 sudah cukup bagus dengan  pertumbuhan tinggi di atas 20% dari sisi aset, kredit dan DPK serta laba di atas 15%.

&amp;ldquo;Kemudian untuk target ke depan Bank BTN tidak akan berubah, di mana kami optimistis akan tetap tumbuh sesuai dengan yang ditargetkan masih sekitar 20%,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8zMS80LzEwODUyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Iman, untuk mencapai target bisnis tersebut, Bank BTN akan  melakukan efisiensi pada biaya operasional, peningkatan Dana Pihak  Ketiga (DPK) berbiaya rendah sehingga NIM terjaga dan pencapaian target  Fee Based Income.

&amp;ldquo;Jadi tidak perlu khawatir mengenai bisnis BTN yang kami bisa lakukan  adalah membukukan kinerja yang sesuai dengan target dan itu baru akan  dilihat investor atau masyarakat setelah laporan keuangan Juni,  September dan Desember nanti keluar,&amp;rdquo; tegas Iman.

Tercatat kuartal I-2018 emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham  BBTN ini membukukan penyaluran kredit mencapai Rp202,5 triliun atau  meningkat 19,34% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya  sebesar Rp169,68 triliun.

Dari jumlah total kredit tersebut, kredit perumahan menempati porsi  91,09%, naik 20,32% dari Rp153,31 triliun pada kuartal I-2017 menjadi  Rp184,46 triliun di akhir Maret 2018.  Sedangkan, kredit non-perumahan  meningkat 10,17%  dari Rp16,37 triliun menjadi Rp18,03 triliun.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN ini juga turut menunjang  kenaikan aset perseroan sebesar 20,73% dari Rp214,31 triliun pada  kuartal I-2017 menjadi Rp258,73 triliun di periode yang sama tahun ini.  Dengan capaian tersebut, laba bersih Bank BTN tercatat naik 15,13% dari  Rp594 miliar pada akhir Maret 2017 menjadi Rp684 miliar di periode yang  sama tahun ini.

Untuk DPK, perseroan berhasil tumbuh 23,54% secara tahunan dari  Rp157,41 triliun pada kuartal I-2017 menjadi Rp194,48 triliun per  kuartal I-2018. Adapun, pertumbuhan terbesar simpanan BTN bersumber dari  kenaikan tabungan sebesar 43,35% dari Rp30,74 triliun pada akhir Maret  2017 menjadi Rp44,06 triliun di periode yang sama tahun ini.

Penghimpunan giro dan deposito juga menjadi penopang laju kenaikan  DPK dengan pertumbuhan masing-masing 22,55% menjadi Rp51,14 triliun dan  16,87% menjadi Rp99,28 triliun per 31 Maret 2018. (Rakhmat Baihaqi)
</content:encoded></item></channel></rss>
