<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Telur Ayam Meroket, Ini Fakta Menariknya</title><description>Info Pangan Jakarta, harga telur tertinggi Rp31.000 per kilogram (kg) yang berada di Pasar Pulo Gadung</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/18/320/1923457/harga-telur-ayam-meroket-ini-fakta-menariknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/18/320/1923457/harga-telur-ayam-meroket-ini-fakta-menariknya"/><item><title>Harga Telur Ayam Meroket, Ini Fakta Menariknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/18/320/1923457/harga-telur-ayam-meroket-ini-fakta-menariknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/18/320/1923457/harga-telur-ayam-meroket-ini-fakta-menariknya</guid><pubDate>Rabu 18 Juli 2018 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/17/320/1923457/harga-telur-ayam-meroket-ini-fakta-menariknya-QQmTtqdoSb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Telur (Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/17/320/1923457/harga-telur-ayam-meroket-ini-fakta-menariknya-QQmTtqdoSb.jpg</image><title>Ilustrasi Telur (Foto:Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga telur terus meroket, bahkan kenaikannya cenderung bertahan sejak Puasa atau hingga Lebaran usai. Berdasarkan Info Pangan Jakarta, harga telur tertinggi Rp31.000 per kilogram (kg) yang berada di Pasar Pulo Gadung, kemudian harga terendah Rp23.000 per kg di Pasar Cempaka Putih. Sehingga harga rata-rata telur di Jakarta Rp28.395 per kg.
Ternyata ada beberapa penyebab mengapa dua komoditas bahan pangan tersebut naik. Berikut ini fakta-faktanya, seperti dirangkum Okezone :
1. Peternak ungkap penyebab harga telur naik
Peternak ayam menyatakan pelarangan pemakaian antibiotic growth promotor atau AGP, menjadi pemicu dari melonjaknya harga telur ayam di pasaran. Sebab, AGP membuat pasokan ayam berkurang yang berimbas rendahnya pasokan telur di pasar dan berdampak kenaikan harga.&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/12/51630/260989_medium.jpg&quot; alt=&quot;Intip Pekerja Sortir Telur di Gudang Bahan Pokok Pasar Induk Tau Banten&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional Feri mengungkapkan, tanpa AGP membuat daya tahan hidup ayam berkurang, hal ini berimbas pasokan ayam petelur berkurang.
Kondisi ini pasokan membuat ayam petelur berkurang 10% karena penyakit. &quot;Saat ini (pasokan ayam petelur) turun 5%-10% karena penyakit,&quot; katanya.
2. Harga telur sentuh level Rp28.000 per kilogram
Usai melakukan pertemuan dengan Kementerian Pertanian, Satuan Tugas (Satgas) Pangan, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), hingga asosiasi peternak ayam untuk membahas kenaikan harga telur ayam. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukit mengatakan,  diketahui beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/10/51560/260702_medium.jpg&quot; alt=&quot;Harga Telur Ayam Terus Naik selama Sepekan Terakhir&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di antaranya produktivitas ayam terhadap telur yang terus berkurang, hal ini dipicu pasokan ayam petelur yang juga kian berkurang. Hal ini menyusul, kebijakan pemerintah untuk mengurangi obat-obatan pada ayam untuk meningkatkan kualitas ternak. Namun, hal ini berisiko terhadap daya tahan ayam untuk bertahan hidup sehingga jumlah ayam petelor sendiri mengalami pengurangan.
&quot;Kementerian kita sepakat kurangi kadar obat-obatan agar ayam lebih sehat, terutama antibiotik tapi cukup berisiko. Risikonya tingkat produktifiktas ayam, daya tahannya hingga kematian,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8xMy8yMi8xMTQ0MDYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)3.  Libur panjang Lebaran turut berkontribusi naikan harga telur
Pekerja yang libur membuat kegiatan memproduksi ayam petelur tak  dapat dilakukan, maka pasca libur peternak hanya mengandalkan stok ayam  petelur lama.
Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Heri  Dermawan menjelaskan, kemungkinan peternak libur sejak tanggal 15-22  Juni 2018, di masa itu tak ada kegiatan menghasilkan telur baru atau  bibit ayam baru. Maka, proses menghasilkan telur dilakukan sejak 23 Juni  2018, dengan waktu panen yakni satu bulan atau jatuh di 23 Juli 2018.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/12/51630/260988_medium.jpg&quot; alt=&quot;Intip Pekerja Sortir Telur di Gudang Bahan Pokok Pasar Induk Tau Banten&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Sekarang memang sangat kurang ayam karena tadi. Kan pas H-7 sama H+7  Lebaran, pekerja ingin libur dan harus libur. Kalau kita enggak libur  karyawan, kan salah juga,&quot; jelasnya.
4. Peringatan pemerintah untuk peternak segera turunkan harga telur
Kementerian Perdagangan melihat adanya potensi pihak-pihak menaikkan  margin keuntungan dalam kondisi tersebut. Di mana pelaku dalam mata  rantai perdagangan telur ayam paling menikmati keuntungan, terlebih bila  mata rantai tersebut cukup panjang, maka akan semakin tinggi harganya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/10/51560/260701_medium.jpg&quot; alt=&quot;Harga Telur Ayam Terus Naik selama Sepekan Terakhir&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh sebab itu, pemerintah memberi waktu selama seminggu untuk  pihak-pihak yang berada dalam rantai perdagangan telur dapat menurunkan  harga. Hal ini bukan berarti harga telur akan langsung jatuh di harga  normal, setidaknya harga akan turun secara bertahap.
&quot;Kita sepakat memberikan batas waktu satu minggu. Bukan berarti langsung turun tapi ada penurunan bertahap,&quot; tukasnya.
Kendati dalam seminggu tak terjadi penurunan harga seperti yang  diinginkan, maka Kemendag akan melakukan intervensi pasar dengan meminta  para integrator besar untuk mengeluarkan suplai telur ke pasar,  sehingga melakukan penjualan tanpa mata rantai yang panjang.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8xMy8xLzExNDM5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Harga telur terus meroket, bahkan kenaikannya cenderung bertahan sejak Puasa atau hingga Lebaran usai. Berdasarkan Info Pangan Jakarta, harga telur tertinggi Rp31.000 per kilogram (kg) yang berada di Pasar Pulo Gadung, kemudian harga terendah Rp23.000 per kg di Pasar Cempaka Putih. Sehingga harga rata-rata telur di Jakarta Rp28.395 per kg.
Ternyata ada beberapa penyebab mengapa dua komoditas bahan pangan tersebut naik. Berikut ini fakta-faktanya, seperti dirangkum Okezone :
1. Peternak ungkap penyebab harga telur naik
Peternak ayam menyatakan pelarangan pemakaian antibiotic growth promotor atau AGP, menjadi pemicu dari melonjaknya harga telur ayam di pasaran. Sebab, AGP membuat pasokan ayam berkurang yang berimbas rendahnya pasokan telur di pasar dan berdampak kenaikan harga.&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/12/51630/260989_medium.jpg&quot; alt=&quot;Intip Pekerja Sortir Telur di Gudang Bahan Pokok Pasar Induk Tau Banten&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional Feri mengungkapkan, tanpa AGP membuat daya tahan hidup ayam berkurang, hal ini berimbas pasokan ayam petelur berkurang.
Kondisi ini pasokan membuat ayam petelur berkurang 10% karena penyakit. &quot;Saat ini (pasokan ayam petelur) turun 5%-10% karena penyakit,&quot; katanya.
2. Harga telur sentuh level Rp28.000 per kilogram
Usai melakukan pertemuan dengan Kementerian Pertanian, Satuan Tugas (Satgas) Pangan, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), hingga asosiasi peternak ayam untuk membahas kenaikan harga telur ayam. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukit mengatakan,  diketahui beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/10/51560/260702_medium.jpg&quot; alt=&quot;Harga Telur Ayam Terus Naik selama Sepekan Terakhir&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di antaranya produktivitas ayam terhadap telur yang terus berkurang, hal ini dipicu pasokan ayam petelur yang juga kian berkurang. Hal ini menyusul, kebijakan pemerintah untuk mengurangi obat-obatan pada ayam untuk meningkatkan kualitas ternak. Namun, hal ini berisiko terhadap daya tahan ayam untuk bertahan hidup sehingga jumlah ayam petelor sendiri mengalami pengurangan.
&quot;Kementerian kita sepakat kurangi kadar obat-obatan agar ayam lebih sehat, terutama antibiotik tapi cukup berisiko. Risikonya tingkat produktifiktas ayam, daya tahannya hingga kematian,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8xMy8yMi8xMTQ0MDYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)3.  Libur panjang Lebaran turut berkontribusi naikan harga telur
Pekerja yang libur membuat kegiatan memproduksi ayam petelur tak  dapat dilakukan, maka pasca libur peternak hanya mengandalkan stok ayam  petelur lama.
Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Heri  Dermawan menjelaskan, kemungkinan peternak libur sejak tanggal 15-22  Juni 2018, di masa itu tak ada kegiatan menghasilkan telur baru atau  bibit ayam baru. Maka, proses menghasilkan telur dilakukan sejak 23 Juni  2018, dengan waktu panen yakni satu bulan atau jatuh di 23 Juli 2018.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/12/51630/260988_medium.jpg&quot; alt=&quot;Intip Pekerja Sortir Telur di Gudang Bahan Pokok Pasar Induk Tau Banten&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Sekarang memang sangat kurang ayam karena tadi. Kan pas H-7 sama H+7  Lebaran, pekerja ingin libur dan harus libur. Kalau kita enggak libur  karyawan, kan salah juga,&quot; jelasnya.
4. Peringatan pemerintah untuk peternak segera turunkan harga telur
Kementerian Perdagangan melihat adanya potensi pihak-pihak menaikkan  margin keuntungan dalam kondisi tersebut. Di mana pelaku dalam mata  rantai perdagangan telur ayam paling menikmati keuntungan, terlebih bila  mata rantai tersebut cukup panjang, maka akan semakin tinggi harganya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/07/10/51560/260701_medium.jpg&quot; alt=&quot;Harga Telur Ayam Terus Naik selama Sepekan Terakhir&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh sebab itu, pemerintah memberi waktu selama seminggu untuk  pihak-pihak yang berada dalam rantai perdagangan telur dapat menurunkan  harga. Hal ini bukan berarti harga telur akan langsung jatuh di harga  normal, setidaknya harga akan turun secara bertahap.
&quot;Kita sepakat memberikan batas waktu satu minggu. Bukan berarti langsung turun tapi ada penurunan bertahap,&quot; tukasnya.
Kendati dalam seminggu tak terjadi penurunan harga seperti yang  diinginkan, maka Kemendag akan melakukan intervensi pasar dengan meminta  para integrator besar untuk mengeluarkan suplai telur ke pasar,  sehingga melakukan penjualan tanpa mata rantai yang panjang.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8xMy8xLzExNDM5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</content:encoded></item></channel></rss>
