<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Selidiki Impor Stainless Steel dari Indonesia hingga Jepang</title><description>Kementerian Perdagangan China mengatakan, pihaknya memulai penyelidikan anti-dumping terhadap impor baja tahan karat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/23/320/1926133/china-selidiki-impor-stainless-steel-dari-indonesia-hingga-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/23/320/1926133/china-selidiki-impor-stainless-steel-dari-indonesia-hingga-jepang"/><item><title>China Selidiki Impor Stainless Steel dari Indonesia hingga Jepang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/23/320/1926133/china-selidiki-impor-stainless-steel-dari-indonesia-hingga-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/23/320/1926133/china-selidiki-impor-stainless-steel-dari-indonesia-hingga-jepang</guid><pubDate>Senin 23 Juli 2018 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/23/320/1926133/china-selidiki-impor-stainless-steel-dari-indonesia-hingga-jepang-r01fGt65nE.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/23/320/1926133/china-selidiki-impor-stainless-steel-dari-indonesia-hingga-jepang-r01fGt65nE.jpeg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan China mengatakan, pihaknya memulai penyelidikan anti-dumping terhadap impor baja tahan karat (stainless steel) dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan dan Indonesia.
Reuters melaporkan penyelidikan anti-dumping dilakukan atas impor billet baja tahan karat (stainless steel billet) serta lembaran dan plat baja canai panas tahan karat (hot-rolled stainless steel and plate).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246215_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Produk-produk baja tersebut adalah bahan baku pembuatan bermacam-macam produk baja untuk berbagai industri, termasuk untuk bahan-bahan keperluan konstruksi bangunan dan otomotif.
Baca Juga: Indonesia Kecanduan Impor, Sri Mulyani Rumuskan Kebijakan Fiskal Industri
Penyelidikan tersebut dijalankan setelah ada keluhan dari Shanxi Taigang Stainless Steel dengan didukung oleh empat pabrik baja lainnya, termasuk divisi baja tahan karat dari Baosteel.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/04/26/36429/207940_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
China mengimpor 730 ribu ton produk-produk baja tersebut pada 2017, naik hampir 200% dari tahun sebelumnya. Dari jumlah impor tersebut, 98% berasal dari negara-negara yang menjadi target penyelidikan.
Kenaikan impor yang pesat menimbulkan kerugian untuk pasar China, menurut pengaduan yang disampaikan oleh Shanxi Taigang dan dirilis dengan dokumen Kementerian Perdagangan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan China mengatakan, pihaknya memulai penyelidikan anti-dumping terhadap impor baja tahan karat (stainless steel) dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan dan Indonesia.
Reuters melaporkan penyelidikan anti-dumping dilakukan atas impor billet baja tahan karat (stainless steel billet) serta lembaran dan plat baja canai panas tahan karat (hot-rolled stainless steel and plate).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246215_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Produk-produk baja tersebut adalah bahan baku pembuatan bermacam-macam produk baja untuk berbagai industri, termasuk untuk bahan-bahan keperluan konstruksi bangunan dan otomotif.
Baca Juga: Indonesia Kecanduan Impor, Sri Mulyani Rumuskan Kebijakan Fiskal Industri
Penyelidikan tersebut dijalankan setelah ada keluhan dari Shanxi Taigang Stainless Steel dengan didukung oleh empat pabrik baja lainnya, termasuk divisi baja tahan karat dari Baosteel.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/04/26/36429/207940_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
China mengimpor 730 ribu ton produk-produk baja tersebut pada 2017, naik hampir 200% dari tahun sebelumnya. Dari jumlah impor tersebut, 98% berasal dari negara-negara yang menjadi target penyelidikan.
Kenaikan impor yang pesat menimbulkan kerugian untuk pasar China, menurut pengaduan yang disampaikan oleh Shanxi Taigang dan dirilis dengan dokumen Kementerian Perdagangan.</content:encoded></item></channel></rss>
