<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ekonomi 2018 Diprediksi Tumbuh 5,2%, BI: Agak Lambat</title><description>Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun tumbuh 5,2%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/25/20/1927394/ekonomi-2018-diprediksi-tumbuh-5-2-bi-agak-lambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/25/20/1927394/ekonomi-2018-diprediksi-tumbuh-5-2-bi-agak-lambat"/><item><title>   Ekonomi 2018 Diprediksi Tumbuh 5,2%, BI: Agak Lambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/25/20/1927394/ekonomi-2018-diprediksi-tumbuh-5-2-bi-agak-lambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/25/20/1927394/ekonomi-2018-diprediksi-tumbuh-5-2-bi-agak-lambat</guid><pubDate>Rabu 25 Juli 2018 22:07 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/25/20/1927394/ekonomi-2018-diprediksi-tumbuh-5-2-bi-agak-lambat-SAd9OcsfBE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/25/20/1927394/ekonomi-2018-diprediksi-tumbuh-5-2-bi-agak-lambat-SAd9OcsfBE.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun tumbuh 5,2%. Angka ini lebih baik dari realisasi pertumbuhan ekonomi 2017 yang tumbuh 5,07%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan,  meski mengalami peningkatan tapi hal ini cenderung bergerak melambat.

&quot;Prediksi pertumbuhan ekonomi sampai dengan akhir tahun ini sekitar 5,2%. Memang agak naik tapi naiknya agak lambat,&quot; ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
&amp;nbsp;
Dari sisi sumber pertumbuhan, Perry menjelaskan, hal ini didorong stimulus kebijakan fiskal, tingkat konsumsi rumah tangga, juga investasi di Tanah Air yang terus meningkat. &quot;Tidak hanya infrastruktur, sekarang juga investasi di bidang-bidang lain naik,&quot; katanya.

Memang yang menjadi permasalahan, lanjutnya, kinerja ekspor yang tak mengimbangi pesatnya kenaikan impor.

&quot;Ekspornya sudah cukup naik, bagus, tapi memang impornya juga naiknya kencang, sehingga dari sisi eksternalnya sumbangan secara netonya agak lebih rendah,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/10/51530/260573_medium.jpg&quot; alt=&quot;Wawancara Khusus Bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Perry menyebutkan, melihat per daerah Pulau Sumatera, Kalimantan, dan kawasan timur Indonesia mengalami pertumbuhan ekspor yang kian membaik. Hal ini memang di dorong ekspor komoditas yang meningkat.

&quot;Tapi, kenaikannya belum pada tataran untuk bisa menarik pertumbuhan dari Jawa,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC80LzExMDY5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun tumbuh 5,2%. Angka ini lebih baik dari realisasi pertumbuhan ekonomi 2017 yang tumbuh 5,07%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan,  meski mengalami peningkatan tapi hal ini cenderung bergerak melambat.

&quot;Prediksi pertumbuhan ekonomi sampai dengan akhir tahun ini sekitar 5,2%. Memang agak naik tapi naiknya agak lambat,&quot; ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
&amp;nbsp;
Dari sisi sumber pertumbuhan, Perry menjelaskan, hal ini didorong stimulus kebijakan fiskal, tingkat konsumsi rumah tangga, juga investasi di Tanah Air yang terus meningkat. &quot;Tidak hanya infrastruktur, sekarang juga investasi di bidang-bidang lain naik,&quot; katanya.

Memang yang menjadi permasalahan, lanjutnya, kinerja ekspor yang tak mengimbangi pesatnya kenaikan impor.

&quot;Ekspornya sudah cukup naik, bagus, tapi memang impornya juga naiknya kencang, sehingga dari sisi eksternalnya sumbangan secara netonya agak lebih rendah,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/10/51530/260573_medium.jpg&quot; alt=&quot;Wawancara Khusus Bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Perry menyebutkan, melihat per daerah Pulau Sumatera, Kalimantan, dan kawasan timur Indonesia mengalami pertumbuhan ekspor yang kian membaik. Hal ini memang di dorong ekspor komoditas yang meningkat.

&quot;Tapi, kenaikannya belum pada tataran untuk bisa menarik pertumbuhan dari Jawa,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC80LzExMDY5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
