<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Darmin: Indonesia Konsumen Produk Halal Terbesar Dunia</title><description>Indonesia menjadi negara dengan tingkat populasi masyarakat muslim  terbesar di dunia dengan pangsa 12,7% dari total populasi muslim dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/25/320/1927215/menko-darmin-indonesia-konsumen-produk-halal-terbesar-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/25/320/1927215/menko-darmin-indonesia-konsumen-produk-halal-terbesar-dunia"/><item><title>Menko Darmin: Indonesia Konsumen Produk Halal Terbesar Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/25/320/1927215/menko-darmin-indonesia-konsumen-produk-halal-terbesar-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/25/320/1927215/menko-darmin-indonesia-konsumen-produk-halal-terbesar-dunia</guid><pubDate>Rabu 25 Juli 2018 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/25/320/1927215/menko-darmin-indonesia-konsumen-produk-halal-terbesar-dunia-7Nivt9EwAm.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/25/320/1927215/menko-darmin-indonesia-konsumen-produk-halal-terbesar-dunia-7Nivt9EwAm.jpeg</image><title>Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia menjadi negara dengan tingkat populasi masyarakat muslim terbesar di dunia dengan pangsa 12,7% dari total populasi muslim dunia. Hal ini menjadi potensi untuk Indonesia menjadi pemain utama ekonomi syariah di dunia.
Kendati demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, potensi ini belum dimanfaatkan dengan maksimal sehingga posisi Indonesia masih menjadi pangsa pasar atau konsumen.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/24/49333/251091_medium.jpg&quot; alt=&quot;Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Namun Indonesia kelihatannya lebih banyak masih menjadi konsumen, bukan menjadi pelaku utama yang menghasilkan di kancah global,&quot; ujarnya di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
Tak hanya soal jumlah penduduk, menurutnya potensi yang besar juga terdapat pada berbagai kegiatan syariah di sektor keuangan dan sektor riil. Hal ini terlihat dari pangsa pengeluaran penduduk muslim di dunia pada 2016, Indonesia menyumbang 12% dari keseluruhan pengeluaran
&quot;Pangsa itu akan meningkat dari USD2,11 triliun menjadi lebih kurang USD3 triliun pada 2020,&quot; ujarnya.
Baca Juga: BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2018 Membaik
Darmin merinci, bila dari sisi transaksi konsumsi di industri makanan halal, pada 2016 Indonesia mencapai USD169,7 miliar atau berkontribusi 17% dari total Rp1,2 triliun secara global. Hal ini membuat  Indonesia tercatat sebagai konsumen makanan halal terbesar di dunia, paling tinggi dibandingkan Turki, Pakistan, Mesir dan Bangladesh.
Adapun pada tahun 2022, pengeluaran makanan dan minuman halal global diprediksi mencapai USD1,9 triliun. Sementara pada tahun 2030, market size makanan dan minuman Indonesia diperkirakan mencapai Rp1 triliun.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/25/52057/262651_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bambang Brodjonegoro Bicara dalam Diskusi Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Di sisi industri obat-obatan, kosmetik halal dan busana muslim konsumsi Indonesia terbesar kelima di global, tapi tidak termasuk lima besar sebagai produsen,&quot; katanya.
Namun, di sektor pariwisata halal, Indonesia jauh lebih baik dengan menduduki peringkat keempat di dunia dari negara anggota Organisasi Kerjasama Indonesia (OKI) dengan kunjungan turis terbanyak. Pada 2016, Indonesia dengan total transaksi wisata USD9,7 miliar dari sekitar USD169 miliar pengeluaran wisata muslim global.
&quot;Maka sudah sepatutnya kita mengembangkan, membangun sinergi sehingga mampu meningkatkan peran per sektor-sektor ekonomi riil syariah,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia menjadi negara dengan tingkat populasi masyarakat muslim terbesar di dunia dengan pangsa 12,7% dari total populasi muslim dunia. Hal ini menjadi potensi untuk Indonesia menjadi pemain utama ekonomi syariah di dunia.
Kendati demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, potensi ini belum dimanfaatkan dengan maksimal sehingga posisi Indonesia masih menjadi pangsa pasar atau konsumen.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/24/49333/251091_medium.jpg&quot; alt=&quot;Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Namun Indonesia kelihatannya lebih banyak masih menjadi konsumen, bukan menjadi pelaku utama yang menghasilkan di kancah global,&quot; ujarnya di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
Tak hanya soal jumlah penduduk, menurutnya potensi yang besar juga terdapat pada berbagai kegiatan syariah di sektor keuangan dan sektor riil. Hal ini terlihat dari pangsa pengeluaran penduduk muslim di dunia pada 2016, Indonesia menyumbang 12% dari keseluruhan pengeluaran
&quot;Pangsa itu akan meningkat dari USD2,11 triliun menjadi lebih kurang USD3 triliun pada 2020,&quot; ujarnya.
Baca Juga: BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2018 Membaik
Darmin merinci, bila dari sisi transaksi konsumsi di industri makanan halal, pada 2016 Indonesia mencapai USD169,7 miliar atau berkontribusi 17% dari total Rp1,2 triliun secara global. Hal ini membuat  Indonesia tercatat sebagai konsumen makanan halal terbesar di dunia, paling tinggi dibandingkan Turki, Pakistan, Mesir dan Bangladesh.
Adapun pada tahun 2022, pengeluaran makanan dan minuman halal global diprediksi mencapai USD1,9 triliun. Sementara pada tahun 2030, market size makanan dan minuman Indonesia diperkirakan mencapai Rp1 triliun.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/25/52057/262651_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bambang Brodjonegoro Bicara dalam Diskusi Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Di sisi industri obat-obatan, kosmetik halal dan busana muslim konsumsi Indonesia terbesar kelima di global, tapi tidak termasuk lima besar sebagai produsen,&quot; katanya.
Namun, di sektor pariwisata halal, Indonesia jauh lebih baik dengan menduduki peringkat keempat di dunia dari negara anggota Organisasi Kerjasama Indonesia (OKI) dengan kunjungan turis terbanyak. Pada 2016, Indonesia dengan total transaksi wisata USD9,7 miliar dari sekitar USD169 miliar pengeluaran wisata muslim global.
&quot;Maka sudah sepatutnya kita mengembangkan, membangun sinergi sehingga mampu meningkatkan peran per sektor-sektor ekonomi riil syariah,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
