<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Bos Startup Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya, Siapa Saja?</title><description>Empat Bos start-up Indonesia untuk pertama kalinya ber hasil masuk dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi Globe Asia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/26/320/1927536/4-bos-startup-indonesia-masuk-daftar-orang-terkaya-siapa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/26/320/1927536/4-bos-startup-indonesia-masuk-daftar-orang-terkaya-siapa-saja"/><item><title>4 Bos Startup Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya, Siapa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/26/320/1927536/4-bos-startup-indonesia-masuk-daftar-orang-terkaya-siapa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/26/320/1927536/4-bos-startup-indonesia-masuk-daftar-orang-terkaya-siapa-saja</guid><pubDate>Kamis 26 Juli 2018 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/26/320/1927536/4-bos-startup-indonesia-masuk-daftar-orang-terkaya-siapa-saja-lTIDQ4JRDk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos Startup Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/26/320/1927536/4-bos-startup-indonesia-masuk-daftar-orang-terkaya-siapa-saja-lTIDQ4JRDk.jpg</image><title>Bos Startup Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan perusahaan start-up Indonesia terus menunjukkan tren positif. Bahkan empat bos start-up Indonesia, yakni Ferry Unardi (Traveloka), William Tanuwijaya (Tokopedia), Achmad Zaky (Bukalapak), dan Nadiem Makarim (Go-Jek) untuk pertama kalinya ber hasil masuk dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi Globe Asia.
Kekayaan Unardi mencapai USD145 juta (sekitar Rp2 triliun). Lelaki berusia 30 tahun itu berada di posisi ke-146. Bos Tokopedia, Tanuwijaya memiliki kekayaan USD130 juta (Rp1,8 triliun). Adapun Zaky dan Makarim masing-masing menyimpan pundi-pundi kekayaan USD105 juta (Rp1,5 triliun) dan USD100 juta (Rp1,4 triliun).
Peringkat paling puncak orang terkaya Indonesia diduduki Robert Hartono dan Michael Hartono, pemilik Djarum dan BCA. Mereka memiliki kekayaan USD21 mi liar (Rp303,4 triliun). Disusul Eka Tjipta Widjaja (Sinar Mas Grup) dengan USD13,9 miliar, Anthoni Salim (First Paolflo) USD11,5 miliar, dan Susilo Wonowidjojo (Gudang Garam) USD11 miliar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2015/04/23/19402/121484_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo berada di urutan ke-19 dengan kekayaan USD1,8 miliar (Rp26 triliun).
&amp;ldquo;MNC Group merupakan operator media terbesar di Indonesia. Perusahaan media tersebut menanamkan modal di sektor properti, infrastruktur, keuangan, dan modal venture,&amp;rdquo; ungkap Globe Asia.
Seperti dilansir Globe Asia, perusahaan start-up juga tidak kalah dari perusahaan lama. Go-Jek yang awalnya hanya membuka layanan ojek online pada 2010, kini menjadi salah satu bisnis paling bernilai.
Layanannya melebar ke ber bagai sektor, mulai logistik (Go-Send), antar makanan (Go-Food), hingga pembayaran (Go-Pay).
Pada titik permulaan, Go-Jek tersandung masalah di lapangan menyusul sengketa bisnis dengan tukang ojek konvensional, termasuk dengan sopir taksi. Pemerintah lokal hingga pusat turun tangan untuk mencoba memberikan jalan tengah dan ekonomi ber keadilan. Regulasi baru pun terus bermunculan di setiap tahun.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2015/04/23/19402/121480_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Makarim selaku pendiri Go-Jek mengukuhkan misi peningkatan pendapatan dan kehidupan rakyat Indonesia di sektor informal. Dia merangkumnya dalam tiga nilai, yakni kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Saat ini aplikasi yang berada di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa itu memberikan layanan di 50 kota di Indonesia.
Dalam waktu dekat, Go- Jek tidak hanya akan mengembangkan layanan ke kota-kota yang lain, tapi juga ke luar negeri. Ekspansi bisnis di Filipina dan Singapura masih dalam proses, sedangkan akuisisi di India sudah rampung. Go-Jek telah bermitra dengan 300.000 tukang ojek yang di berikan berbagai jaminan dan pelatihan.
Dengan dampak yang besar terhadap perubahan bisnis transportasi di Indonesia, Go-Jek menjadi satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang masuk daftar Top 50 Company Fortune Change the World 2017. Setahun setelah diluncurkan, perusahaan tersebut menggalang dana hingga USD500 juta dari KKR dan Warburg Pincus.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8xMC8wMy8xLzgyNzUwLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Go-Jek merupakan Unicorn pertama Indonesia. Unicorn adalah perusahaan  start-up yang berhasil memiliki valuasi hingga USD1 miliar, dengan  asumsi nilai transaksi Rp1,8 miliar per hari. Go-Jek menjadi satu puzzle  dari puluhan puzzle perusahaan start-up yang mendulang sukses meraup  keuntungan besar di Indonesia.
Tokopedia yang satu tahun lebih tua dibandingkan Go-Jek membaca  pergerakan bisnis digital sejak 2014 silam. Dengan suntikan dana hingga  USD100 juta dari Softbank Internet and Media dan Sequia Capital,  Tokopedia menjadi salah satu perusahaan paling berkembang, terbesar, dan  terpercaya di sektor belanja online.
Tokopedia kembali mendapatkan dana segar senilai USD1,1 miliar dari  perusahaan e-commerce raksasa Alibaba. Pemilik Tokopedia, Tanuwijaya,  menjadi selebritas di industri digital.
Tanuwijaya mulai tersirat untuk menangkap peluang bisnis belanja online setelah melihat potensi pertum buhannya yang terus naik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/12/21/22535/140856_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ruang Kerja Unik Tokopedia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dengan menyebarluasnya smartphone dan internet, dia yakin e-commerce  memiliki masa depan cerah. Selain itu, e-commerce asing belum sepenuhnya  mencengkeram pasar Indonesia. Kendati tidak dibekali pengalaman  berbisnis, Tanuwijaya memberanikan diri merealisasikan ambisinya untuk  menciptakan &amp;ldquo;mal&amp;rdquo; online.
Dia mengajak temannya, Leontious Alpha Edison, untuk mencarikan  investor. Setelah melalui berbagai rintangan, Tokopedia akhirnya  diluncurkan pada 2009 dan menjadi inspirasi baru.
Perkembangan Tokopedia pun kian meroket hingga saat ini. Tumbuhnya  start-up di Tanah Air saat ini tidak lepas dari potensi pasar yang besar  di dalam negeri.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/12/21/22535/140860_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ruang Kerja Unik Tokopedia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta jiwa, serta penetrasi  internet mencapai 51% atau sekitar 132 juta, hal itu jelas merupakan  pasar yang menggiurkan. Dengan dukungan infrastruktur telekomunikasi  yang semakin baik, ke depan pengguna internet diperkirakan bakal  bertambah signifikan.
Kondisi ini harus bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha agar layanan aplikasi over the top asing tidak mendominasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8wOC80LzEwMzc0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di   sela-sela National Start-up Summit 2018 di Tangerang, Banten, mengakui   kedatangan pemain asing ke pasar Indonesia sulit dicegah.
Melihat kondisi tersebut, yang perlu dilakukan bukan membatasi,   melainkan pemain lokal terutama kalangan muda bisa ada di dalam   ekosistem tersebut sehingga bisa berkreasi dan berinovasi.
Nasir mengatakan, negara pemenang dalam inovasi bukan negara besar   dalam hal jum lah penduduk, melainkan negara yang terus melakukan   inovasi.
&amp;ldquo;Jadi, kita tidak perlu takut dengan asing, tapi pacu diri untuk terus berinovasi,&amp;rdquo; katanya.

Investasi di perusahaan start-up Indonesia melonjak 68 kali lipat   dalam lima tahun men jadi sekitar USD1,4 miliar pada 2016. Alessandro   Gazzini dari AT Kearney mengatakan, dengan pertumbuhan pesat maka nilai   investasinya kemungkinan melampaui investasi di sektor minyak dan gas   yang mencapai USD5 miliar.
Antara Januari dan Agustus 2017, terdapat total 53 kesepakatan   investasi, sekitar 43% seed funding, sedangkan 30% infusi series A.   Selain itu, investasi di series C juga meningkat sebesar 43% dari total   investasi bersih senilai USD3 miliar. Tahun lalu sekitar 95% total   investasi di Tanah Air berasal dari China.
Tencent menanamkan modal senilai USD1,2 miliar di Go-Jek, sementara   Alibaba Group USD1,1 miliar di Tokopedia. Traveloka juga mendapatkan   dana sekitar USD500 juta dalam dua babak. Investor Traveloka berasal   dari berbagai negara. Sebut saja Expedia, JD.com, East Ventures, Hill   house Capital Group, dan Sequoia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/10/17/21613/135032_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bukalapak.com Gandeng Indomaret&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Potensi pertumbuhan start-up di Indonesia sungguh luar biasa. Namun,   mereka juga memerlukan lebih banyak para insinyur,&amp;rdquo; ujar Gazzini,   dikutip inc42.com.
&amp;ldquo;Ke depannya, investasi di start-up sangat bergantung pada   kepercayadirian investor. Seperti kondisi pasar Indonesia, akan amat   menentukan,&amp;rdquo; tambahnya. (Muh Shamil).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMy8yNy80LzkyODI2LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan perusahaan start-up Indonesia terus menunjukkan tren positif. Bahkan empat bos start-up Indonesia, yakni Ferry Unardi (Traveloka), William Tanuwijaya (Tokopedia), Achmad Zaky (Bukalapak), dan Nadiem Makarim (Go-Jek) untuk pertama kalinya ber hasil masuk dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi Globe Asia.
Kekayaan Unardi mencapai USD145 juta (sekitar Rp2 triliun). Lelaki berusia 30 tahun itu berada di posisi ke-146. Bos Tokopedia, Tanuwijaya memiliki kekayaan USD130 juta (Rp1,8 triliun). Adapun Zaky dan Makarim masing-masing menyimpan pundi-pundi kekayaan USD105 juta (Rp1,5 triliun) dan USD100 juta (Rp1,4 triliun).
Peringkat paling puncak orang terkaya Indonesia diduduki Robert Hartono dan Michael Hartono, pemilik Djarum dan BCA. Mereka memiliki kekayaan USD21 mi liar (Rp303,4 triliun). Disusul Eka Tjipta Widjaja (Sinar Mas Grup) dengan USD13,9 miliar, Anthoni Salim (First Paolflo) USD11,5 miliar, dan Susilo Wonowidjojo (Gudang Garam) USD11 miliar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2015/04/23/19402/121484_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo berada di urutan ke-19 dengan kekayaan USD1,8 miliar (Rp26 triliun).
&amp;ldquo;MNC Group merupakan operator media terbesar di Indonesia. Perusahaan media tersebut menanamkan modal di sektor properti, infrastruktur, keuangan, dan modal venture,&amp;rdquo; ungkap Globe Asia.
Seperti dilansir Globe Asia, perusahaan start-up juga tidak kalah dari perusahaan lama. Go-Jek yang awalnya hanya membuka layanan ojek online pada 2010, kini menjadi salah satu bisnis paling bernilai.
Layanannya melebar ke ber bagai sektor, mulai logistik (Go-Send), antar makanan (Go-Food), hingga pembayaran (Go-Pay).
Pada titik permulaan, Go-Jek tersandung masalah di lapangan menyusul sengketa bisnis dengan tukang ojek konvensional, termasuk dengan sopir taksi. Pemerintah lokal hingga pusat turun tangan untuk mencoba memberikan jalan tengah dan ekonomi ber keadilan. Regulasi baru pun terus bermunculan di setiap tahun.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2015/04/23/19402/121480_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Makarim selaku pendiri Go-Jek mengukuhkan misi peningkatan pendapatan dan kehidupan rakyat Indonesia di sektor informal. Dia merangkumnya dalam tiga nilai, yakni kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Saat ini aplikasi yang berada di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa itu memberikan layanan di 50 kota di Indonesia.
Dalam waktu dekat, Go- Jek tidak hanya akan mengembangkan layanan ke kota-kota yang lain, tapi juga ke luar negeri. Ekspansi bisnis di Filipina dan Singapura masih dalam proses, sedangkan akuisisi di India sudah rampung. Go-Jek telah bermitra dengan 300.000 tukang ojek yang di berikan berbagai jaminan dan pelatihan.
Dengan dampak yang besar terhadap perubahan bisnis transportasi di Indonesia, Go-Jek menjadi satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang masuk daftar Top 50 Company Fortune Change the World 2017. Setahun setelah diluncurkan, perusahaan tersebut menggalang dana hingga USD500 juta dari KKR dan Warburg Pincus.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8xMC8wMy8xLzgyNzUwLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Go-Jek merupakan Unicorn pertama Indonesia. Unicorn adalah perusahaan  start-up yang berhasil memiliki valuasi hingga USD1 miliar, dengan  asumsi nilai transaksi Rp1,8 miliar per hari. Go-Jek menjadi satu puzzle  dari puluhan puzzle perusahaan start-up yang mendulang sukses meraup  keuntungan besar di Indonesia.
Tokopedia yang satu tahun lebih tua dibandingkan Go-Jek membaca  pergerakan bisnis digital sejak 2014 silam. Dengan suntikan dana hingga  USD100 juta dari Softbank Internet and Media dan Sequia Capital,  Tokopedia menjadi salah satu perusahaan paling berkembang, terbesar, dan  terpercaya di sektor belanja online.
Tokopedia kembali mendapatkan dana segar senilai USD1,1 miliar dari  perusahaan e-commerce raksasa Alibaba. Pemilik Tokopedia, Tanuwijaya,  menjadi selebritas di industri digital.
Tanuwijaya mulai tersirat untuk menangkap peluang bisnis belanja online setelah melihat potensi pertum buhannya yang terus naik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/12/21/22535/140856_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ruang Kerja Unik Tokopedia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dengan menyebarluasnya smartphone dan internet, dia yakin e-commerce  memiliki masa depan cerah. Selain itu, e-commerce asing belum sepenuhnya  mencengkeram pasar Indonesia. Kendati tidak dibekali pengalaman  berbisnis, Tanuwijaya memberanikan diri merealisasikan ambisinya untuk  menciptakan &amp;ldquo;mal&amp;rdquo; online.
Dia mengajak temannya, Leontious Alpha Edison, untuk mencarikan  investor. Setelah melalui berbagai rintangan, Tokopedia akhirnya  diluncurkan pada 2009 dan menjadi inspirasi baru.
Perkembangan Tokopedia pun kian meroket hingga saat ini. Tumbuhnya  start-up di Tanah Air saat ini tidak lepas dari potensi pasar yang besar  di dalam negeri.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/12/21/22535/140860_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ruang Kerja Unik Tokopedia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta jiwa, serta penetrasi  internet mencapai 51% atau sekitar 132 juta, hal itu jelas merupakan  pasar yang menggiurkan. Dengan dukungan infrastruktur telekomunikasi  yang semakin baik, ke depan pengguna internet diperkirakan bakal  bertambah signifikan.
Kondisi ini harus bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha agar layanan aplikasi over the top asing tidak mendominasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8wOC80LzEwMzc0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di   sela-sela National Start-up Summit 2018 di Tangerang, Banten, mengakui   kedatangan pemain asing ke pasar Indonesia sulit dicegah.
Melihat kondisi tersebut, yang perlu dilakukan bukan membatasi,   melainkan pemain lokal terutama kalangan muda bisa ada di dalam   ekosistem tersebut sehingga bisa berkreasi dan berinovasi.
Nasir mengatakan, negara pemenang dalam inovasi bukan negara besar   dalam hal jum lah penduduk, melainkan negara yang terus melakukan   inovasi.
&amp;ldquo;Jadi, kita tidak perlu takut dengan asing, tapi pacu diri untuk terus berinovasi,&amp;rdquo; katanya.

Investasi di perusahaan start-up Indonesia melonjak 68 kali lipat   dalam lima tahun men jadi sekitar USD1,4 miliar pada 2016. Alessandro   Gazzini dari AT Kearney mengatakan, dengan pertumbuhan pesat maka nilai   investasinya kemungkinan melampaui investasi di sektor minyak dan gas   yang mencapai USD5 miliar.
Antara Januari dan Agustus 2017, terdapat total 53 kesepakatan   investasi, sekitar 43% seed funding, sedangkan 30% infusi series A.   Selain itu, investasi di series C juga meningkat sebesar 43% dari total   investasi bersih senilai USD3 miliar. Tahun lalu sekitar 95% total   investasi di Tanah Air berasal dari China.
Tencent menanamkan modal senilai USD1,2 miliar di Go-Jek, sementara   Alibaba Group USD1,1 miliar di Tokopedia. Traveloka juga mendapatkan   dana sekitar USD500 juta dalam dua babak. Investor Traveloka berasal   dari berbagai negara. Sebut saja Expedia, JD.com, East Ventures, Hill   house Capital Group, dan Sequoia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/10/17/21613/135032_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bukalapak.com Gandeng Indomaret&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Potensi pertumbuhan start-up di Indonesia sungguh luar biasa. Namun,   mereka juga memerlukan lebih banyak para insinyur,&amp;rdquo; ujar Gazzini,   dikutip inc42.com.
&amp;ldquo;Ke depannya, investasi di start-up sangat bergantung pada   kepercayadirian investor. Seperti kondisi pasar Indonesia, akan amat   menentukan,&amp;rdquo; tambahnya. (Muh Shamil).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMy8yNy80LzkyODI2LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</content:encoded></item></channel></rss>
